Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 209


__ADS_3

Bab 209


Setelah membunuh Chu Yan, Xiao Chen langsung mengawetkan kepalanya dan akan diserahkan kepada Yi Ruming sebagai kejutan. Sekarang prioritas kamu masuk kedalam kamar dan berpura-pura beristirahat. Untuk darah yang sudah berceceran di lantai, biarkan semut rangrang untuk memakan.


Benar saja, tidak lama seluruh tubuh tanpa kepala Chu Yan langsung diilumat habis oleh semut rangrang hanya menyisakan tulang saja. Tetapi, Long Fai langsung memindahkan tulang menggunakan jimat persimpangan dimensi dan dipindahkan ke sungai terdekat.


Setelah memindahkan, barulah mencoba berisitirahat.


Pagi hari berlalu!


Xiao Chen kemudian bangun karena dikejutkan ada suara histeris dari arah tertentu, akhirnya berantem bangun dan mendekati sumber suara itu.


Xiao Chen melihat bahwa suara histeris itu berasal dari Yu Ruming, dia sedang mencari anaknya yang hilang belum kembali. Tapi setelah melihat wajah Xiao Chen, seketika tatapannya berubah menjadi ganas. Xiao Chen tahu hal itu tetapi dia hanya berpura-pura dan mendekati dengan panik.


”Patriak Chu, Kenapa nyonya Yu menangis histeris Apakah ada sesuatu atau penyusup yang datang untuk mencoba mencelakai keluarga Chu?” tanya Xiao Chen pura-pura bingung. Tetapi, setelah tatapannya diarahkan kepada Yu Ruming sebentar dia langsung tersenyum tipis dengan Aura main-main.


“Nak. Anakku Chu Yan menghilang entah dari mana mungkin saja dia diculik oleh monster yang sama persis menculik anak pertama aku yaitu, Chu Ning,” balas Chu Pat Kai dengan wajah yang sedikit panik.


“Monster itu sungguh sangat kurang ajar secepatnya aku harus membunuh semua agar tidak ada terulang kembali penculikan di keluarga Anda patriak,” geram Xiao Chen.


Yu Ruming sungguh tidak tahan dengan sifat kepura-puraan dari Xiao Chen. Dia langsung meloncat terbang dan mencoba menyerang Xiao Chen.


Wussh!


Tangannya berubah menjadi hitam dan Xiao Chen mencoba ditikam sungguh sangat cepat. Akan tetapi Xiao Chen sudah menggunakan jimat tubuh kingkong langsung menangkap tangan itu dengan sangat mudah.


Tangan kanannya menangkap tangan Yu Ruming, tangan kiri seketika langsung menampar wajah Yu Ruming sungguh sangat keras.


Plak!

__ADS_1


Yu Ruming seketika merasakan rasa mati rasa di bagian pipi dia langsung mundur 3 langkah menatap ke arah Xiao Chen.


“Kamu bajingan! Dimana kamu menyembunyikan anakku cepat!” Tatap Yu Ruming sungguh sangat tajam setajam pedang.


“Saya tidak tahu nyonya, kenapa Anda menyerang saya?” jawab Xiao Chen dengan mengangkat bahu.


“Jangan bohong!” Yu Ruming berteriak kencang sampai urat leher kelihatan dengan mata telanjang.


“Buat apa saya bohong. Maaf jika saya menampar Nyonya. Saya hanya refleks.” Xiao Chen menjawab dengan enteng.


“Sebenarnya ada apa?” Chu Pat Kai datang dan mencoba menenangkan mencoba merah tanganya Yu Ruming, tapi langsung ditimpal.


“Kamu menyingkir lah!” Yu Ruming sungguh sangat emosi.


“Ada apa dengan mu! Ini seperti bukan sifat mu saja,” kata Chu Pat Kai terkejut.


“Patriak Chu saya mengatakan yang sebenarnya, dia adalah orang jahat dan sebaiknya Patriak harus berhati-hati.” Xiao Chen harus meyakinkan bahwa mereka adalah penjahat.


“Suami jangan dengarkan omong kosong bocah bau itu! Dia adalah bocah pembohong!” Yu Ruming berkata dengan tinggi.


Tepat ketika Chu Pat Kai ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba Xiao Chen melemparkan kepala Chu Yan tepat dihadapannya Yu Ruming sehingga akhirnya dia tak terkendali, seketika di bawahnya keluarlah beberapa cacing yang tidak terlalu besar hanya sebesar tangan manusia dewasa langsung menyerbu Xiao Chen.


“Kamu telah membunuh anakku bajingan! Ahhhh!"


Xiao Chen seketika langsung mundur sambil menggunakan pedang untuk mengetahui seluruh cacing yang mencoba menyerangnya.


Tangan kirinya Xiao Chen seketika juga berubah menjadi 10 ular langsung menyerang Yu Ruming.


Wuutts!

__ADS_1


Yu Ruming sungguh sangat terkejut, apakah yang sekarang dihadapi adalah bukan manusia melainkan monster bertopeng. Sembari mengendalikan cacing peliharaannya, Yu Ruming mengeluarkan senjata pedang langsung memotong ular tersebut. Akan tetapi kepala ular yang sudah terpotong seketika tumbuh lagi dan menyatu menjadi ulat seukuran batang pohon kelapa.


Yu Ruming hendak terkena gigitan hanya saja dia bersalto kebelakang beberapa kali.


“Siapa kamu!” tanya Yu Ruming dengan nada tinggi.


“Aku adalah pemimpin Violet Garden. Aku adalah orang yang sudah membunuh ratusan murid sekte kabut mendalam! Hahahaha!" Xiao Chen tertawa.


Yu Ruming bertambah marah dia melirik kearah Chu Ritian hendak menyerang dan membunuh dengan cepat, akan tetapi Xiao Chen sudah menggunakan jimat Nin Tian langung menghadang cambuk cacing itu dengan sangat mudah.


Bahkan ular raksasa Xiao Chen memakan cacing yang setiap saat keluar dari tanah. “Kamu menyingkir lah!” desak Xiao Chen kepada Chu Ritian agar keselamatan terjaga.


Pada saat itu, Chu Ning yang sudah memakan bunga penawar racun sudah tidak memiliki wajah yang jelek, tapi karena situasi sedang genting, tidak ada yang memperhatikan.


Pada saat itu, Xiao Chen memotong cacing yang mencoba menyerang dirinya sangat cepat sampai pada suatu topengnya terlepas diakibatkan pengikatnya terkena gigitan cacing.


Brengsek!


Xiao Chen meledakkan api dari tubuhnya sehingga cacing-cacing itu, terhempas dan terbakar hidup-hidup.


Xiao Chen sudah tahu bahwa induk cacing sedang bersemayamnya sangat jauh. Dan cacing yang menyerang dirinya hanyalah Klone saja.


“Kalian menyingkir!”


Xiao Chen memindahkan mereka dengan paksa seketika membuat jimat gagak api emas raksasa menghantam Yu Ruming hingga rumah keluarga Chu lululantah.


Bom!


"Aahhh tidak rumahku!" Chu Pat Kai putus asa.

__ADS_1


__ADS_2