
Bab 187
#Di tempat makan!
“Apa yang ingin kamu katakan?” tanya Xiao Chen sambil mengambil sumpit dan memasukan daging tikus ke mulutnya.
”Sebenarnya aku memiliki saudara kembar. Ini sudah terpisah lebih dari lima belas tahun lamanya. Tetapi sekarang para waktu malam hari, aku melihat dia yang mencoba menyusup ke kamarku.” Wenren Wushuang serius sambil mengunyah daging tikus bakar.
“Ahh ... Aku juga sudah mengetahui. Pada waktu itu, dia bertempur dengan ku dan dia menangis sambil melarikan diri. Aku ingin menanyakan hal ini kepada mu hanya saja aku terlewatkan.” Xiao Chen mengangguk.
“Apakah kamu sudah melukai dia? Jangan kasar-kasar,” ucapnya sambil menatap lurus ke Xiao Chen.
”Tidak aku hanya menampar pantat saja, tidak lebih,” kata Xiao Chen sambil mengangkat bahu dan memakan daging tikus dengan sangat lahap.
Di luar sana, Saibo sedang tertidur sambil menatap ke arah tertentu untuk menjaga Xiao Chen dan Wenren Wushuang makan dengan lahap.
Tetapi banyak orang yang melihat monster besi itu dengan takjub. Sepertinya mereka semua baru pertama kalinya melihat monster yang sangat unik seperti ini.
Banyak orang yang bertanya-tanya. Ada juga yang berharap untuk mencari monster Transformers seperti yang sedang dilihat. Hanya saja jika mereka menemukannya, akan sulit dijinakkan bisa-bisa kamu akan meninggal.
Tiba-tiba ada sekawan kelompok yang memiliki tampilan garang sehingga banyak manusia yang sedang melihat Transformers, langsung menyingkir sehingga mereka ketakutan.
Kelompok mereka memiliki tali dengan cahaya emas menyala-nyala. Sepertinya dia sudah bersiap untuk mencoba menangkap monster Transformers tersebut.
Saibo hanya melirik sekilas sambil menghembuskan nafas berupa asap pekat di dua lubang hidung. Sepertinya kamu ingin menculik Saibo? Kamu sungguh mimpi!
Tiga orang langsung mengeluarkan tali emas yang bercahaya langung menjerat seluruh tubuh serigala Saibo. Ketika sudah terjerat, seluruh badannya memgeluarkan lusinan tembakan langsung diarahkan kepada tiga orang itu.
__ADS_1
Dor!
Dor!
Dor!
Saibo mengincar tiga kepala perampok itu hingga hancur hanya menyisakan tubuh tanpa kepala saja.
Sisa kelompok lainya langsung tercengang. Dia menatap Saibo pandangannya langsung berubah. Jika sebelum mengetahui kekuatan Saibo, dia memiliki temperamen percaya diri. Sekarang, seperti seorang bandit yang tidak bisa mengikat seekor ayam.
Saibo yang dalam wujud alternatif serigala, seketika mengepak-ngepak seluruh tubuhnya sehingga tali yang mencoba mengikat, langung terlepas.
Kemudian Saibo langsung berdiri dan mencoba menerkam orang yang tersisa dengan serangan yang sangat cepat.
Auuuuu! Saibo langung menggigit satu persatu hingga tidak membutuhkan beberapa lama, mereka semua meninggal tak tersisa.
Saibo berubah menjadi monster humanoid dan mengambil harta yang tergeletak di tanah. Kemudian Saibo berkata: “Ingin menangkapku itu tidak akan mudah.”
Setelah menghina, dia berubah menjadi bentuk alternatif seperti serigala lagi. Sambil menunggu Xiao Chen dan Wenren Wushuang keluar menyelesaikan makanannya.
#Tempat lain!
Kini Fai Yang sudah melarikan diri sambil bertelport ke Sekte Kabut Mendalam.
Betapa kagetnya dia setelah melihat Sekte yang memiliki penampilan megah, sekarang berubah menjadi mengerikan. Ada sebagian atap yang hancur sedang diperbaiki para murid-murid.
Otomatis Cai Yang langsung melesat sangat cepat bahkan dia tidak peduli demi kepentingan hidupnya Meongsaurus sudah mati. Dia pergi ke sektenya agar bisa meminta bantuan untuk menumpaskan Xiao Chen yang telah membunuh Meongsaurus.
__ADS_1
Hanya saja dia juga terkejut entah kenapa Sektenya sudah hancur, apalagi guru-guru dan Tetua Agung gou Jian tidak pernah terlihat.
Alhasil Cai Yang langsung berkata kepada salah satu murid, “Hallo apakah kalian melihat para guru dan Tetua Gou Jian?”
“Halo juga senior. Gou Jian dan lainya sedang pergi ke puncak untuk membebaskan monster buas karena belum genap dua hari, sekte kita diserang oleh mahluk buas yang seluruhnya ditutupi oleh besi.” Salah satu murid, menjelaskan kepada Cai Yang.
Kini Cai Yang lebih terkejut dan dirinya tahu apa yang dimaksud dengan perkataan murid tersebut. Jika sekte ini sudah diserang monster besi sebelum dirinya, maka dirinya lah yang terlambat datang untuk menolong. Bahkan kabar dari para murid, Jian Ping juga sedang dalam pengasingan karena sedang memasuki masa penyembuhan akibat melawan monster Transformers itu.
Cai Yang serius langsung pergi ke tempat ditju yaitu, tempat para guru dan Tetua Gou Jian sedang membebaskan monster buas agar bisa membalaskan dendam akibat monster Transformers itu.
Wush!
Akhirnya Cai Yang terbang sangat terburu-buru sambil ingin melihat monster yang akan dikeluarkan karena dia juga belum pernah melihat bentuk asli yang sangat menakutkan menurut rumor.
Bahkan sekte kabut mendalam tidak mempunyai satu monster yang ganas. melainkan dia memiliki lebih dari satu binatang yang sangat menakutkan. Salah satunya binatang yang sedang dikeluarkan oleh beberapa guru untuk membalas dendam sehingga monster Transformers, bisa ditaklukkan.
Beberapa saat kemudian akhirnya Cai Yang tiba di tempat kerumunan yang di depannya ada sebuah gua raksasa dan Gou Jian sedang membuat ritual untuk membebaskan monster yang sudah bersemayam.
“Giru!" Cai Yang menepuk bahu salah satu guru sehingga guru tersebut, lamgung terkejut langsung menoleh kepalanya.
“Ahh ... murid Cai Yang! Apakah kamu sudah kembali? Di mana hewan peliharaan mu?" tanya guru itu dengan gembira. Akan tetapi, setelah melihat hewan Meongsaurus tidak bersama Cai Yang, akhirnya guru itu tidak menahan alisnya berkerut tajam.
“Hewan peliharaan aku sudah meninggal! Dia mati akibat diterkam oleh serigala besi yang bisa berubah menjadi mahluk humanoid." Cai Yang mengepalkan tangannya sungguh marah.
Bahkan guru tersebut juga langsung marah sehingga tidak dipungkiri ingin sekali Mengutuk Keras kepala Xiao Chen. Jika dia tahu tekinik dukun santet, mungkin para guru sudah menyantet lusinan kali ke Xiao Chen.
Guru itu berkata: “Bagaimana kamu bertemu dengannya. Apakah kamu mencoba mempromosikan?”
__ADS_1
Cai Yang menjelaskan keseluruhannya. Bahkan dia baru ingat sekarang bahwa wanita yang disampingnya Xiao Chen, mirip seperti Wenren Mingyue. Sehingga para guru langsung menatap lurus ke arah Cai Yang.
Hanya saja Wenren Mingyue yang telah mendengarkan penjelasan Cai Yang, dia tak kaget karena sudah mengetahuinya.