Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Bab 242


__ADS_3

Bab 242


Ye Tian tersenyum mencibir, dia meraih tangan Zhang Yue dan menarik dalam retakan ruang. Setelah Ye Tian dan Zhang Yue memasuki retakan ruang itu, ruang yang terbuka perlahan-lahan tertutup kembali.


Sisi lain!


Pada saat itu, ketika Qiu Feng sedang ditolong oleh beberapa murid seusianya, tiba-tiba mereka melihat ada retakan ruang yang cukup lebar dan sontak meludahkan sosok Zhang Yue yang sudah memalukan, penampilannya sudah tidak seperti peri yang berdebu.


Penampilan Zhang Yue seperti gembel yang sangat menyedihkan. Ye Tian kemudian mendorong Zhang Yue sedikit keras, sehingga dia terjatuh tersungkur.


Bruakkk!


Ahh!


”Cepat kamu berlutut dihadapan Qiu Feng, dia kebetulan sudah bangun." Ye Tian berkata dingin dan sangat mendominasi.


Qiu Feng yang sudah bangun, dia melihat sosok Zhang Yue yang sedang berlutut dihadapannya, seketika berkata kepada Ye Tian. “Saudara Ye Tian! Kamu tidak harus seperti itu, ini sungguh sangat berlebihan."


Ye Tian menyela: “Tidak apa-apa, aku melakukan seperti ini agar dia kapok. Melakukan pemukulan sampai ke dalam raga jiwa agar dia kapok. Jika sudah seperti ini masih tidak memiliki rasa yang rendah hati, mungkin satu-satunya nona Zhang Yue haru meninggal.”


Kata-kata kematian yang terdengar telinga Zhang Yue seketika seperti kematian darinya, dia sungguh takut ingin mengeluarkan kentut di hadapan Ye Tian.


Karena ketakutan, Zhang Yue bersujud dihadapan Qiu Feng sambil memohon, ”Aku murid Zhang Yue meminta maaf kepada saudara Qiu Feng, aku tidak akan mengulangi apa yang aku perbuat, bahkan jika aku berkhianat dewa tidak memberikan ampun terhadap ku.”


Ye Tian setelah mendengarkan akan hal itu, akhirnya mengangguk sambil tersenyum, “Bagus inilah yang aku harapkan. Apa susahnya meminta maaf."


Ye Tian seketika tangannya bercahaya dan cahaya itu masuk kedalam tubuh Qiu Feng. Alhasil rasa pusing akibat pingsan lenyap seketika.


”Hummmp!” Qiu Feng menatap Ye Tian dengan sangat luar biasa, kekuatan Ye Tian memang kuat, bahkan menurut cerita teman-teman yang sedang menyaksikan pertempuran Ye Tian bisa menangkap bilah panah andalannya Lin Xian.


Betapa menakutan Ye Tian? Bahkan Qiu Feng tidak bisa berpikir jernih, dia hanya mengira Ye Tian adalah orang yang berasal dari keluarga tersembunyi. Pada saat itu, setelah mengobati Qiu Feng, tiba-tiba ada dengusan dingin yang keluar dari sebuah tempat.

__ADS_1


”Siapa yang sangat lancang untuk melukai murid Lin Xian? Apakah bosan hidup?" Tiba-tiba sosok pria tua keluar dan dia berjalan sangat tenang sambil kedua tangan itu memeluk kebelakang.


Berjalan sungguh tenang, tapi memiliki kekuatan yang sangat kuat sehingga setiap berjalan saja, ada energi yang sangat mendominasi.


Jiwa pendekar peringkat dua puluh!


Jiwa Pendekar peringkat dua puluh sudah dianggap tinggi, bahkan mencapai tahap seperti itu tidaklah mudah. Kamu harus mengeluarkan sumberdaya yang cukup berlimpah jika ingin cepat-cepat naik ranah pendekar.


Pria itu bernama Lu Tiancheng diaken dari Sekte Matahari Harum.


Ye Tian menyipit dan berdiri langsung, "Saya yang melakukan. Itu murni melawan diri, jika saya tidak melawan, mungkin kehidupan saya yang akan terancam."


Lu Tiancheng menyipitkan matanya seperti ular, dia tidak tahu siapa pemuda dihadapannya. Tapi dalam kata-kata itu sungguh sangat sombong walaupun setelah menyelediki, Ye Tian hanyalah pendekar yang masih dibawah sepuluh.


Tapi kata-kata sungguh sangat arogan dan Lu Tiancheng yang sebagai orang tua tidak suka dengan perkataan Ye Tian.


“Kamu memiliki keberanian untuk mengaku, aku akui keberanian mu. Tapi karena kamu sudah mencelakai Lin Xuan, kamu sepertinya harus memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Hanya saja setelah aku menyelidiki, kamu hanyalah katak di dalam sumur. Sungguh menyedihkan!” kata Lu Tiancheng muram wajahnya.


”Apakah aku bilang kamu boleh pergi, berlututlah maka kamu akan pergi."


Bom!


Setelah kata-kata Lu Tiancheng keluar, aura yang mendominasi sungguh sangat terasa, bahkan Zhang Yue yang sudah menstabilkan tubuhnya seketika muntah darah dan pingsan seketika.


Murid yang berada disekitar juga muntah darah, dan terjatuh. Ye Tian melihat Qiu Feng hampir terjatuh, sehingga Ye Tian menatap ke arah Lu Tiancheng dengan ganas, "Bajingan tua, apakah kamu meminta kematian!"


Jimat bula emas diaktifkan seketia tangan Ye Tian memunculkan emas seperti bilah bulan langsung menghantam tubuh Lu Tiancheng.


Sring!


Bang!

__ADS_1


Lu Tiancheng menahan menggunakan kedua tangannya, dia terseret sekitar dua setengah meter sambil meliha bahwa tanganya sudah berdarah.


Hahahaha!


Lu Tiancheng tertawa terbahak-bahak, dia menatap ke arah Ye Tian dengan sangat bersemangat. Baginya kehilangan Lin Xuan tidak masalah, yang terpenting kamu bisa mencari pengganti yaitu murid jenius seperti Ye Tian ini.


”Kamu adalah murid jenius, apakah kamu bersedia untuk bergabung ke sekte kami?" tanya Lu Tiancheng sungguh bersemangat. Dia hanya membayangkan jika Ye Tian bergabung di Sekte Matahari Harum, tentu saja popularitas akan menyamai Sekte Dewa Perang.


“Maaf aku menolak!” Ye Tian membalas dengan tenang.


Kata-kata itu sungguh tidak diharapkan oleh Lu Tiancheng, dia hanya ingin Ye Tian menerima. Alhasil, langsung marah.


“Kamu sungguh sangat bodoh untuk menolak ajakan yang aku lakukan, jika kamu sudah bergabung di Sekte kami, kamu akan mendapatkan manfaat yang sangat besar.” Lu Tiancheng serius dia siap-siap kapanpun menyerang Ye Tian.


”Maaf tapi saya sudah memiliki kelompok yang menurut saya lebih baik dari pada bergabung sekte.” Ye Tian menggelengkan kepalanya, masalah mendapatkan manfaat yang besar dari Sekte itu hanyalah lelucon. Jika kamu berbakat, kamu akan disembah dan dipuja-puja layaknya dewa Yunani kuno. Tapi jika kamu mendapatkan kecelakaan dan menjadi sampah, kamu akan dicampakkan.


Semua ini Ye Tian sudah pernah merasakan.


Setelah membalas dengan sopan, Ye Tian meraih pergelangan tangan Qiu Feng lagu mencoba meninggalkan sekumpulan murid yang sedang menonton.


Mata Lu Tiancheng muram, dia tidak berbasa-basi untuk membunuh Qiu Feng. Akibat Qiu Feng, Ye Tian menolak hanya demi wanita.


Dia mengeluarkan aura pembunuh seketika menyerang Qiu Feng.


Bom!


Hahahah!


"Karena kamu menolak, maka aku tidak lagi bersikap sopan kepada mu!"


Energi yang mengamuk-ngamuk seperti ribuan pedang yang mencoba melesat ke arah Qiu Feng, tapi Ye Tian sudah melihat sehingga langsung menghadang sambil marah.

__ADS_1


”Pria tua kamu ingin mati!”


__ADS_2