One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Ketahuan Selingkuh )


__ADS_3

Di Restoran


"Apa orang tua Ara tahu kalau kamu saat ini ada di restoran sama kami?" tanya Nabila dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Meleka belum tahu aunty Nabila. Kalena Ala ndak mau menganggu tidul meleka," ujar Ara.


"Tapi ini sudah pagi. Kenapa orang tua kamu belum bangun juga?" tanya Nabila dengan kening mengkerut.


"Nona Nabila seperti tidak tahu saja apa yang di lakukan pasangan suami istri yang sedang berbulan madu," sahut Dian baby sister Ara.


Mendengar perkataan Dian membuat Nabila langsung paham, kenapa sampai sekarang mereka belum bangun juga.


"Sepertinya tidak akan lama lagi, Ara akan mendapatkan adik bayi. Apa anak mereka kali ini akan memiliki sifat seperti Ara yang terkenal kejam dan licik seperti daddy nya itu," batin Nabila.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Emang na apa yang di lakukan oleh daddy cama mommy aunty Dian?" tanya Ara dengan wajah polos.


Dian yang mendengar perkataan anak majikannya langsung kelimpungan karena dia tidak tahu mau menjawab apa. Kalau sampai salah bicara, bisa habis dia di tangan majikannya itu.


"I... itu nona...


"Lebih baik kita pesan makanan saja, aunty Nabila sudah lapar sejak tadi," potong Nabila seraya mengalihkan pembicaraan.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Baiklah. Ala mau pesan loti cama susu putih saja," sahut Ara dengan cepat.


"Huff... untung ada nona Nabila yang mengalihkan pembicaraan sehingga nona kecil langsung lupa dengan pertanyaan nya itu. Jika tidak, habislah aku sama tuan muda jika sampai salah bicara," batin Dian dengan lega.


"Kalau mbak Dian mau pesan apa?" tanya Nabila dengan lembut.


"Saya samakan saja seperti nona Nabila," ujar Dian dengan sopan yang di jawab anggukkan kepala oleh Nabila.


Beberapa Menit Kemudian


"Permisi nona, nona kecil. Pesanannya sudah siap," ujar pelayan restoran itu seraya menaruh makanan di atas meja.



"Ini tips untuk kamu," ujar Nabila setelah melihat pelayan itu, selesai menghidangkan makanan di atas meja.


"Terima kasih nona," ujar pelayan itu seraya pergi dari sana yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.


Pada saat Nabila sedang sarapan pagi bersama mereka. Matanya tidak sengaja melihat seseorang yang dia kenal sedang ada di restoran tempat dia makan saat ini.

__ADS_1


"Bukannya itu Devan?" Siapa perempuan itu?" tanya Nabila dengan suara lirih.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Aunty Nabila bicala apa?" tanya Ara dengan kening mengkerut.


"Tidak ada apa-apa. Aunty tinggal sebentar ya," ujar Nabila seraya pergi dari sana tanpa mendengar jawaban mereka.


"Permisi bu!" Apa boleh saya duduk di sini sebentar?" tanya Nabila dengan sopan.


"Maaf. saya tidak suka duduk dengan orang asing," ujar orang itu.


"Saya mohon bu... izinkan saya duduk disini sebentar, soalnya saya ingin mencari tahu ada hubungan apa pacar saya dengan perempuan itu," ujar Nabila seraya mengatupkan kedua tangannya dengan wajah memelas.


Melihat Nabila yang memohon seperti itu membuat ibu itu kasihan, akhirnya dia mengizinkannya Nabila untuk duduk di meja yang dekat dengan pacarnya seraya membalikkan badannya.


"Sayang!" Kapan kamu putusin Nabila?" tanya wanita itu dengan suara manja.


Deg


"Apa maksud wanita itu menyuruh kak Devan mutusin aku?" Emangnya dia siapa, sampai menyuruh kak Devan agar mutusin aku," batin Nabila.


"Kamu tenang saja sayang. Aku juga akan putusin dia jika dia tidak ada gunanya lagi. Kamu tahu sendiri, aku pacaran sama dia hanya untuk memanfaatkan uang dia saja," ujar Devan dengan lembut.


Deg


Hahahaha


"Aku tidak menyangka wanita itu bodoh sekali percaya dengan cinta palsu kamu itu. Padahal kakaknya tuan Maxim sudah memperingati adiknya agar menjauh dari kamu tapi dia dengan bodohnya masih pacaran sama kamu tanpa sepengetahuan kakaknya itu," ujar wanita itu seraya tertawa terbahak-bahak.


"Kamu benar sekali sayang. Dia emang perempuan bodoh yang mudah sekali percaya sama rayuan aku. Bahkan dengan mudahnya dia memberikan aku kartu ATM ini sebagai tanda kalau dia sangat mencintai aku. Padahal kartu ini aku gunakan untuk bisa bersenang-senang dengan kamu sayang," ujar Devan tanpa perasaan.


Plok


Plok


Plok


"Wow... sungguh pasangan yang sangat jijik, aku tidak menyangka bisa dengan bodohnya bisa percaya sama laki-laki brengsek seperti kamu," ujar Nabila seraya menahan emosi agar tidak meledak.


Mendengar suara orang yang sangat dia kenali membuat Devan langsung saja memalingkan wajahnya ke arah Nabila hingga membuat dia terkejut saat tahu siapa orang yang saat ini sedang berdiri di depannya.


"Sayang!" Sedang apa kamu di sini?" tanya Devan dengan lembut.


"Apa kata kamu tadi, sayang? Apa kamu pikir aku bodoh yang tidak tahu apapun tentang kamu yang berselingkuh dengan wanita ini?" tanya Nabila dengan tatapan sinis.


"Apa yang kamu katakan sayang? Mana mungkin aku selingkuh dari kamu. Kamu tahu sendiri betapa aku sangat mencintai kamu selama ini," ujar Devan dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Apa kamu bilang, cinta?" Jika dulu mungkin kamu bisa mempengaruhi aku dengan kata-kata cinta dari kamu itu. Tapi tidak untuk sekarang, karena aku sudah mendengarkan semua percakapan kalian tadi yang mengatakan kalau aku hanyalah wanita bodoh yang mudah untuk di manfaatkan," ujar Nabila dengan tatapan tajamnya.


"Sial. Ternyata dia mendengar percakapan kami tadi. Bagaimana aku bisa merayu dia lagi agar percaya sama aku lagi. Jika sampai dia meninggalkan aku, otomatis aku akan kembali menjadi miskin. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mencari cara agar dia mau percaya padaku lagi seperti dulu," batin Devan.


"Yang kamu dengar tadi salah sayang. Aku tidak mungkin selingkuh dari kamu. Tolong percaya sama aku," ujar Devan seraya memohon pada Nabila agar percaya padanya.


"Sayang!" Sudah cukup kamu sandiwara di depan wanita bodoh ini. Bukannya selama ini kamu tidak pernah cinta dengan wanita manja ini, melainkan kamu hanya cinta dengan uangnya saja," Sahut wanita itu seraya mengejek ke arah Nabila.


"Diam kamu Sasa," bentak Devan dengan tatapan tajam


Mendengar bentakan Devan membuat


Sasa terdiam seperti patung karena takut dengan tatapan Devan yang sangat tajam.


"Sayang!" Kamu jangan percaya sama Sasa. Dia itu sengaja bicara seperti itu agar kamu membenci aku," ujar Devan seraya meyakinkan Nabila agar percaya padanya.


Mendengar perkataan Devan membuat Nabila memutar matanya malas. Sekarang dia tahu, kenapa dulu dia mudah sekali terjebak dalam kebohongan Devan, ternyata dia sangat pintar berakting. Padahal dia sudah ketahuan selingkuh, tapi masih saja dia mengelak seperti ini.


"Sudahlah kak Dev. Apa kamu pikir aku akan percaya sama kamu lagi? Itu tidaklah mungkin, karena aku sudah tahu betapa busuknya hati kamu itu yang memanfaatkan wanita lemah seperti aku demi kepentingan kamu itu," ujar Nabila.


"Tapi aku bicara jujur sayang, kalau aku tidak pernah selingkuh dari kamu," ujar Devan yang berusaha menyakinkan Nabila agar percaya sama dia lagi.


"Sudahlah kak Dev. Aku tidak akan percaya lagi sama kebohongan kamu itu. Mulai sekarang, kita putus anggap saja selama ini kita tidak pernah saling mengenal," ujar Nabila dengan tegas.


Mendengar perkataan Nabila membuat Devan kelimpungan, karena dia sangat takut jika sampai kehilangannya Nabila otomatis dia akan menjadi orang miskin seperti dulu lagi.


"Aku tidak mau putus dari kamu sayang. Sampai kapanpun kamu masih menjadi pacar aku," ujar Devan yang tidak tahu malu.


"Dasar Sampah tidak berguna. Aku menyesal pernah jatuh cinta sama kamu. Benar apa kata kak Maxim, kalau kamu laki-laki yang sangat licik yang ingin memanfaatkan aku saja demi kepentingan kamu.


"Tapi sekarang aku sudah sadar, kalau kamu bukan laki-laki yang tepat untukku. Aku bersyukur bisa tahu kebusukan kamu sekarang sebelum aku menikah dengan kamu. Dengan begitu, aku tidak perlu merasakan sakit hati saat tahu kebohongan kamu ini.


"Satu lagi, kartu ATM yang kak Devan pegang sudah tidak berfungsi lagi, karna aku sudah menyuruh orang kepercayaan kak Maxim untuk memblokir kartu itu, karena aku tidak akan membiarkan kamu bersenang-senang dengan uang keluarga aku lagi," ujar Nabila.


"Sayang!" Maafkan aku. Aku berjanji tidak akan selingkuh lagi dari kamu," ujar Devan seraya memohon dengan wajah memelas.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan kamu. Mulai sekarang, jangan pernah muncul lagi di hadapan aku. Jika tidak, aku akan menyuruh kak Maxim menghancurkan kamu dan juga keluarga kamu itu," ancam Nabila dengan tegas seraya pergi dari sana.


"Kurang ajar. Berani sekali dia mengancam aku seperti ini. Awas saja kamu, sebelum kamu menghancurkannya hidup aku. Maka aku dulu, yang akan memberikan pelajaran pada kamu," batin Devan seraya menahan emosi.





Bersambung....

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2