
Di Apartemen Aluna
"Apa yang kalian bicarakan semua nya salah, dia sama sekali tidak ada niatan untuk menjadikan aku sebagai wanita simpanan nya ataupun di jadikan pemuas nafsu dia. Tetapi dia ingin menikah dengan ku sebagai syarat jika aku ingin bekerja di perusahaan dia itu," jelas Aluna agar orang tuanya tidak salah paham.
"Tetap saja papa tidak setuju jika kamu menikah dengan laki-laki tua bangka itu, karena papa tidak mau anak semata wayang papa menikah dengan laki-laki tua seperti itu pasti dia mau menjadikan kamu sebagai istri ke dua atau bisa jadi istrinya yang ke empat," ujar Felix yang semakin melantur sehingga Aluna hanya bisa menghela nafas panjang karena dia tidak tahu harus menjelaskan seperti apa lagi pada mereka karena setiap dia ingin menjelaskan pasti ayahnya akan memotong perkataannya. Itu sebabnya mereka malah salah paham mengenai masalah ini.
"Pa? Laki-laki yang ingin menikah dengan ku bukan laki-laki tua seperti yang papa katakan itu, dia masih muda dan sangat tampan makanya aku mau menikah dengan nya. Jika dia sudah tua mana mau aku menikah dengan dia," jelas Aluna dengan sabar.
Mendengar perkataan Aluna membuat Felix dan Maura saling tatapan. Mereka merasa heran kenapa ada laki-laki yang ingin mengajak anaknya menikah padahal dia baru melihat anaknya. Apa sebelumnya mereka saling mengenal sehingga bos perusahaan itu ingin menikah dengan anaknya di karenakan mereka sudah lebih dulu berpacaran.
Banyak sekali pertanyaan yang ingin Felix tanyakan pada anaknya karena dia sangat penasaran bagaimana mungkin laki-laki itu bisa mengajak anaknya menikah jika mereka tidak saling mengenal.
"Kenapa dia mengajak kamu menikah dengan nya? Apa kalian sebelumnya pernah saling mengenal?" tanya Felix dengan penasaran.
Mendengar perkataan ayahnya membuat Aluna merasa bingung dan bimbang. Dia tidak tahu harus berkata apa pada mereka, dia tidak mau rahasia yang dia simpan tentang kejadian yang menimpanya di kamar hotel itu di ketahui oleh orang tuanya.
Mereka pasti kecewa jika mengetahui anak yang selama ini mereka jaga malah di rusak oleh laki-laki yang tidak di kenal yang lebih parah lagi kejadian itu murni kesalahan dia yang ingin menjebak Alexander malah berakhir dengan melakukan kesalahan dengan laki-laki yang tidak dia kenal.
"Tidak pa, aku juga tidak tahu kenapa laki-laki itu ingin menikah dengan ku. Bukannya bagus ada laki-laki yang mau mengajak aku menikah dengan begitu aku bisa melupakan kak Alexander selain itu dia bisa membantu kita keluar dari kemiskinan ini," ujar Aluna.
Mendengar perkataan Aluna membuat mereka berpikir cukup lama dan akhirnya mereka menerima dan merestui mereka untuk segera menikah. Benar apa kata anaknya jika anaknya menikah dengan laki-laki itu maka anaknya pasti akan bisa melupakan Alexander.
"Oke, papa merestui hubungan kalian asal kamu bisa bahagia dengan pilihan kamu itu. Papa tidak mau kamu menikah hanya karena ingin membantu kami agar keluar dari kemiskinan ini." Felix tidak mau anaknya menikah karena terpaksa dia ingin anaknya menikah karena keinginan dia sendiri bukan karena ingin membantu mereka.
"Apa kamu yakin ingin menikah dengan laki-laki itu Luna?" tanya Maura yang merasa khawatir pada anaknya.
"Yakin ma," jawab Aluna dengan penuh keyakinan.
Mendengar perkataan Aluna membuat mereka merasa lega. Setidaknya anaknya menikah karena keinginan dia sendiri bukan karena di paksa oleh keadaan. Padahal apa yang mereka pikirkan benar adanya, anaknya menikah dengan laki-laki itu bukan karena keinginan dia sendiri melainkan karena ingin membantu mereka agar tidak lagi hidup menderita seperti ini.
"Ya, sudah. Sekarang kamu istirahat saja, mama tidak mau jika sampai kamu sakit gara-gara kelelahan," ujar Maura dengan penuh perhatian.
"Iya, ma," jawab Aluna seraya pergi dari sana.
•
__ADS_1
•
•
Di Mansion Alexander Lemos
"Hey Ara? Apa yang kamu sembunyikan itu?" tanya Claudia yang merasa heran saat melihat anaknya sedang menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ndak ada apa-apa mommy," jawab Ara dengan cepat.
"Jika tidak ada apa-apa kenapa kamu masih menyembunyikan itu pada mommy? Ayo cepat perlihatkan pada mommy apa yang kamu sembunyikan itu," ujar Claudia dengan penasaran saat melihat anaknya masih menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya itu.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Sudahlah mom, untuk apa mommy menanyakan apa yang Ala sembunyikan ini? Dali pada mommy mikilin masalah Ala lebih baik mommy pikilkan masalah lain saja," ujar Ara.
"Anak ini, kenapa setiap hari selalu membuat aku kesal. Jika tidak ingat anak, sudah dari dulu di kembalikan pada orang tua kandungnya," ujar Claudia dengan suara lirih sehingga Ara tidak dapat mendengar nya.
Mendengar ancaman ibunya membuat Ara merasa takut dan akhirnya mau tidak mau dia terpaksa memperlihatkan apa yang sedang dia sembunyikan sedari tadi dari ibunya. Dan saat Claudia melihat apa yang telah di sembunyikan oleh anaknya membuat Claudia merasa terkejut dan juga shock.
Dia berpikir anaknya tidak lagi melanggar apa yang dia katakan tetapi sekarang anaknya justru melakukannya sehingga membuat Claudia kesal pada anaknya karena tidak mendengarkan perintah dari nya.
"Dasar anak nakal, berapa kali mommy katakan jangan pernah memakan coklat lagi tetapi kenapa kamu masih memakan nya hah." Claudia yang kesal pada anaknya langsung saja menarik telinga anaknya hingga menyebabkan anaknya kesakitan.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ampun mom, tolong jangan siksa Ala lagi. Ala tahu salah kalena ndak mendengalkan pelkataan mommy tetapi tenapa mommy malah menyiksa Ala sepelti ini. Ala adukan mommy cama opa dan oma bial meleka memalahi mommy kalena telah menyiksa Ala hingga kesakitan sepelti ini." Ara yang tidak terima telinganya di tarik oleh ibunya langsung saja mengancam agar ibunya ketakutan saat dia mengadukan perbuatan ibunya pada opa dan omanya.
Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia langsung melepaskan telinga anaknya. Dia sudah tahu bagaimana selanjutnya akan terjadi jika dia masih melakukan itu pada anaknya maka anaknya akan langsung mengadukan perbuatan dirinya yang tadi menarik telinga anaknya pada mertuanya.
Dia saat tahu jika Ara yang mengadukan hal ini pada mertuanya maka anaknya akan melebihkan kata-kata sehingga mereka semakin marah dan akhirnya malah membawa cucu mereka untuk tinggal bersama dengan mereka untuk selamanya.
Dia tidak mau jika itu sampai terjadi, bagaimana pun kelakuan anaknya dia tetap sayang padanya dan tidak bisa hidup terpisah dari anaknya. Walaupun dia nakal tetap saja dia sayang padanya dan tidak mau jauh dari anaknya.
__ADS_1
"Mommy janji tidak akan melakukan itu lagi asal Ara jangan adukan masalah ini pada opa dan oma oke," ujar Claudia seraya melepaskan tangannya di telinga anaknya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Oke, Ala beljanji ndak akan adukan masalah ini cama opa dan oma asal mommy mengijinkan Ala memakan coklat ini." Ara yang memiliki otak licik seperti ayahnya tidak mau membuang kesempatan untuk bisa menikmati makanan yang sedari dulu di larang oleh ibunya.
Sebenarnya Claudia tidak masalah anaknya memakan makanan itu asal anaknya baik-baik saja. Tetapi setiap anaknya memakan makanan itu anaknya pasti akan mengeluh sakit gigi dan akhirnya malah jatuh sakit. Itu sebabnya dia selalu melarang anaknya memakan makanan itu demi kesehatan anaknya juga.
Tetapi anaknya malah melanggar perintahnya, entah dapat dari mana anaknya itu makanan itu padahal dia sama sekali tidak pernah membelikan makanan itu pada anaknya. Tapi nyatanya sekarang makanan itu ada pada anaknya, jika dia tahu orang yang sudah memberikan makanan itu pasti dia akan menghukum orang itu karena sudah memberikan makanan yang tidak bisa di makan oleh anaknya.
"Oke, Ara boleh makan makanan itu tapi jika nanti sakit gigi jangan adukan pada mommy. Urus saja diri Ara sendiri karena mommy tidak mau mengurus anak yang tidak mau mendengarkan perkataan mommy," ujar Claudia.
Mendengar perkataan ibunya membuat Ara tidak jadi memakannya, dia tidak mau jika sampai sakit tidak ada yang mengurusnya. Melihat Ara yang tidak jadi memakan makanan itu membuat Claudia senang. Tidak sia-sia dia mengancam anaknya karena sekarang anaknya malah takut dengan ancaman ibunya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Oke, Ala janji ndak akan makan lagi," ujar Ara seraya menyerahkan makanan itu pada ibunya yang langsung di terima oleh Claudia.
"Ini terkahir kalinya mommy ingatkan Ara untuk tidak lagi memakan makanan ini. Jika Ara masih nekat memakan makanan ini tanpa sepengetahuan mommy awas saja nanti," ujar Claudia seraya mengancam anaknya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Oke, Ala ndak akan makan lagi," jawab Ara dengan pasrah.
"Yes akhirnya anak nakal ini takut juga dengan ancaman ku. Sekarang aku bisa tenang saat melihat anak nakal ini tidak jadi memakan makanan yang tidak bisa dia makan ini," batin Claudia dengan perasaan lega.
•
•
•
Bersambung...
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿
__ADS_1