
Di Perusahaan Alexander Lemos
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Maaf tuan Alex di luar ada seseorang yang ingin menemui tuan Alex," ujar Laura sekretaris Alexander Lemos.
Mendengar perkataan Laura membuat Alex menghentikan pekerjaannya sejenak dan berpikir siapa orang yang ingin menemui dirinya padahal dia tidak sedang ada janji dengan siapapun. Sehingga membuat dia penasaran siapa yang ingin menemui dirinya di sini.
"Suruh dia masuk," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab Laura seraya pergi dari sana.
Cklek
"Hay bro, apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu dan sekarang kamu semakin hari semakin sukses saja," ujar orang itu yang tanpa permisi langsung duduk di depan meja kerja Alex.
Alex yang penasaran siapa orang yang sedang duduk di depan meja kerjanya langsung menongkak dan melihat siapa orang yang berani duduk di depan meja kerjanya tanpa di persilahkan duduk ingin sekali marah tetapi tidak jadi saat tahu siapa orang yang duduk di depannya. Dia membiarkan orang itu duduk di depan meja kerjanya tanpa peduli padanya setelah itu dia langsung melanjutkan pekerjaannya yang sangat menumpuk.
"Hey bro, kenapa kamu cuma diam saja? Apa kamu tidak senang melihat teman lama mu mengunjungi kamu di sini?" tanya orang itu yang tak lain adalah Daffa Roberto.
"Untuk apa aku kangen pada orang yang tidak bertanggung jawab seperti kamu," ujar Alex dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Maafkan aku bro, karena sudah ingkar janji. Aku tahu aku salah karena datang terlambat ke tempat janjian kita itu karena aku sedang ada kepentingan di tempat lain yang mengharuskan aku datang terlambat," ujar Daffa seraya menyakinkan Alex agar percaya pada perkataan nya.
"Apa kamu pikir aku tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan di belakang aku," ujar Alex dengan tatapan mengejek.
Mendengar perkataan Alex membuat Daffa menelan saliva nya sendiri. Dia lupa siapa temannya ini yang sangat berpengaruh di negara ini pasti masalah itu mudah baginya untuk mengetahui alasan dia tidak jadi pergi menemui dirinya di tempat janjian mereka.
"Tolong maafkan aku bro, aku janji tidak akan mengulangi hal itu lagi. Aku harap kamu tidak membatalkan kerjasama perusahaan kita." Daffa sangat takut jika temannya membatalkan kerjasama mereka padahal dia sudah sangat berharap perusahaan nya bisa semakin maju jika berhasil berkerjasama dengan perusahaan raksasa milik Alexander Lemos.
"Emangnya kapan kita tanda tangan kontrak sehingga kamu mengatakan untuk tidak jadi membatalkan kerjasama kita?" tanya Alex dengan tatapan mengejek.
Mendengar perkataan Alex membuat Daffa emosi tetapi dia berusaha menahannya agar tidak keluar. Dia tidak ingin gara-gara tidak bisa menahan emosi malah berakibat fatal bagi dia dan keluarga nya. Apalagi Alex tidak pernah memaafkan orang yang mencari masalah dengan nya dan dia akan menghancurkan orang itu sampai ke akar-akarnya agar tidak bisa membalaskan dendam pada keluarga nya.
"Dasar teman kurang ajar, jika tidak ingat sedang membutuhkan bantuan dia, mana mau aku memohon seperti ini," batin Daffa dengan wajah kesal.
Dia tidak mengerti kenapa Alex bisa bicara seperti itu, padahal kemarin dia mengajak Alex pergi ke sana untuk membahas kerjasama antara perusahaan Alex dan perusahaan dia.
"Apa kamu pikir semudah itu aku menerima kerjasama dengan perusahaan orang lain? Tidak Daffa, walaupun kamu teman aku bukan berarti aku langsung menerima tawaran kerjasama itu, bagiku bisnis tetaplah bisnis tidak akan aku campur adukkan dengan masalah pekerjaan."
"Jika tawaran kerjasama kamu memberikan keuntungan untuk perusahaan ku maka aku akan senang hati bekerjasama dengan perusahaan kamu. Tetapi jika perusahaan kamu tidak memberikan aku keuntungan untuk apa aku repot-repot berkerjasama dengan perusahaan kamu," ujar Alex.
Mendengar perkataan Alex membuat Daffa terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka ternyata temannya sangatlah licik bahkan pada temannya sendiri. Dia tidak peduli pada hubungan pertemanan karena baginya bisnis lebih berharga dari pada lain.
Pantas saja perusahaan nya semakin hari semakin maju dan dia bahkan di juluki sang penguasa negara ini karena apa yang orang-orang katakan semuanya benar. Siapapun pasti akan takut dengan Alexander Lemos karena dia tidak akan tinggal diam jika ada tikus yang berani menyerang keluarga nya.
"Aku yakin kerjasama yang aku tawarkan ini pasti akan membuat kamu menguntungkan kamu," ujar Daffa dengan penuh keyakinan kalau temannya ini pasti tidak akan menolak tawaran kerjasama yang dia ajukan.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti, dan satu lagi poin yang aku inginkan agar kamu bisa lulus untuk bekerjasama dengan perusahaan ku maka kamu ubah kebiasaan kamu itu yang suka celap celup sana sini karena aku tidak mau gara-gara bekerjasama dengan kamu perusahaan aku menjadi bangkrut karena memiliki pemimpin yang suka tidur dengan para wanita tanpa kenal waktu," ujar Alex seraya menyindir Daffa.
"Kamu tidak perlu khawatir bro, aku sekarang sudah berubah dan aku pasti akan menjalankan perusahaan orang tua ku dengan serius karena aku sekarang ingin menikah dengan wanita yang aku cintai makanya aku ingin bekerja dengan sungguh-sungguh agar istri dan anak ku nanti bisa hidup dalam kemewahan," ujar Daffa seraya membayangkan akan bisa menikah dengan wanita pujaan hatinya.
Dia tidak sabar bisa menikah dengan wanita yang sangat dia cintai. Dan dia berharap wanita itu akan segera datang padanya untuk meminta tolong dengan begitu dia akan menolong wanita itu dengan satu syarat yaitu menikah dengan nya. Dia menyebut Alex licik padahal dia sendiri jauh lebih licik karena memanfaatkan orang yang sedang mengalami kesusahan demi keuntungan dirinya.
Alex yang mendengar perkataan Daffa merasa terkejut. Dia tidak menyangka temannya yang terkenal Casanova sekarang malah berubah hanya karena seorang wanita. Padahal selama ini temannya itu tidak akan cukup hanya satu wanita. Itu sebabnya dia di juluki seorang Casanova.
Alex merasa penasaran siapa wanita yang menyebabkan temannya ini bisa berubah seperti ini. Sebagai teman dia merasa bahagia jika temannya ini sekarang memiliki tujuan hidup tidak seperti dulu yang kerjaan tidak memiliki arah dan hanya mencari kesenangan dunia saja tanpa peduli bagaimana masa depan nya nanti seperti apa.
"Siapa wanita yang membuat seorang Casanova seperti kamu bisa berubah?" tanya Alex dengan penasaran.
"Kamu tidak perlu tahu siapa wanita itu, yang jelas aku sudah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama," ujar Daffa dengan senyum merekah.
Mendengar perkataan Daffa membuat Alex geleng-geleng kepala. Dia tidak habis pikir seorang Casanova seperti temannya bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Benar-benar tidak masuk akal padahal dia sudah banyak mengencani wanita bahkan di ajak tidur tetapi dia mengatakan baru mencintai seorang wanita pada pandangan pertama. Benar-benar, tidak masuk akal.
•
•
•
Bersambung...
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿
__ADS_1