One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Meminta Bantuan )


__ADS_3

Di Ruangan Daffa Roberto


Setelah mendengar perkataan sekretaris nya siapa orang yang ingin menemui dirinya membuat Daffa langsung bahagia. Dia tidak menyangka wanita yang sejak lama dia nantikan akhirnya datang juga ke perusahaan nya. Sekarang dia akan membuat wanita ini menjadi miliknya dia tidak akan membiarkan wanita ini pergi jauh darinya lagi.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Permisi tuan muda Daffa? Di luar ada seseorang yang ingin menemui tuan muda Daffa," ujar sekretaris Daffa dengan sopan.


Walaupun Aluna sudah di perintahkan untuk langsung masuk ke dalam ruangan Daffa tetapi dia tetap tidak mau melakukan itu sebelum dia di izinkan masuk oleh pemilik perusahaan ini.


"Suruh dia masuk," titah Daffa dengan tegas untuk menutupi kegugupannya karena dedekan saat tahu sebentar lagi dia akan bertemu dengan wanita yang sangat dia cintai.


"Baik tuan," jawab sekretaris Daffa seraya pergi dari sana.


Cklek


"Ada apa kamu menemui ku di sini?" tanya Daffa tanpa basa-basi setelah melihat wanita ini sudah berdiri di depannya.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna terdiam seperti patung. Dia tidak tahu harus bicara apa, karena dia sekarang merasa gugup padahal dia sudah yakin bisa menghadapi laki-laki ini. Tetapi setelah dia berada di hadapan laki-laki ini malah menjadi kaku dan ketakutan.


Daffa yang melihat wanitanya hanya diam saja membuat dia kesal setengah mati. Dia sudah berharap wanita nya meminta bantuan padanya dengan begitu dia akan memberikan dia syarat yaitu menikah dengan wanita idamannya.


"Jika kamu hanya diam saja lebih baik kamu ke luar dari ruangan ku, karena aku masih banyak pekerjaan yang perlu aku kerjakan dari pada menunggu kamu yang hanya diam saja seperti ini," ujar Daffa dengan kesal.


"Apa kamu bisa membantu ku?" Setelah lama terdiam akhirnya Aluna memberanikan diri untuk bicara pada Daffa Roberto.


Mendengar perkataan Aluna membuat Daffa tertawa di dalam hati. Akhirnya sebentar lagi dia akan bisa memiliki wanita ini, dia sangat tahu tidak ada perusahaan lain yang mau menerima wanita ini untuk bekerja di perusahaan mereka karena takut dengan Alexander Lemos.


Itu sebabnya dia sangat yakin wanita ini pasti akan datang ke perusahaan nya untuk meminta bantuan padanya. Sebenarnya dia juga takut membantu wanita ini karena dia sangat tahu bagaimana sifat Alexander.


Temannya itu tidak suka dengan orang yang berani melawan perintah nya jika ada yang melawan perintahnya maka siap-siap di hancurkan saat itu juga. Dia berharap temannya tidak sampai hati menghancurkan perusahaan nya gara-gara membantu wanita yang di benci oleh temannya.

__ADS_1


"Apa yang bisa kamu berikan padaku jika aku mau membantu mu?" tanya Daffa yang tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengikat wanita ini agar menjadi miliknya.


"Apapun yang kamu mau akan aku berikan asal kamu mau memberikan aku pekerjaan di perusahaan kamu," balas Aluna.


"Apa kamu yakin?" tanya Daffa untuk memastikan sekali lagi kalau apa yang dia dengar tadi benar nyata keluar dari mulut wanita nya.


"Yakin tuan," jawab Aluna dengan penuh keyakinan.


"Kalau begitu kamu harus mau menikah dengan ku karena itu syarat yang harus kamu penuhi jika ingin bekerja di perusahaan ini," ujar Daffa yang menyebabkan Aluna terkejut bukan main.


Dia tidak menyangka jika laki-laki brengsek ini mengajaknya menikah dia pikir laki-laki ini hanya menginginkan tubuhnya saja tetapi siapa sangka laki-laki ini justru mengajak dirinya menikah.


"Apa tuan yakin syaratnya ini?" Aluna masih belum yakin jika syarat yang di ajukan oleh laki-laki brengsek ini adalah mengajak dirinya menikah dengan nya.


Karena dia sudah tahu kalau laki-laki ini adalah laki-laki yang suka celap-celup dengan wanita yang berbeda-beda. Itu sebabnya dia sangat terkejut sangat mendengar kalau laki-laki ini mengajak dirinya menikah, sungguh aneh tetapi nyata.


"Tentu saja, kenapa? Apa kamu tidak mau menerima syarat dari ku? Jika kamu tidak mau maka aku tidak akan memberikan kamu pekerjaan di perusahaan ini," ujar Daffa seraya mengancam Aluna.


Mendengar perkataan Daffa semakin membuat Aluna heran. Dia tidak habis pikir dengan laki-laki ini, jika dia ingin menikah dengan nya kenapa juga dia memberikan pekerjaan untuk nya. Bukannya biasanya seorang suami ingin istrinya tinggal di rumah dan mengurus suami dan anak-anak mereka. Tetapi kenapa laki-laki ini malah terjadi hal sebaliknya, benar-benar aneh.


"Baiklah, aku mau menikah dengan mu asal aku bisa bekerja di perusahaan ini," balas Aluna dengan pasrah.


Mendengar perkataan Aluna membuat Daffa bahagia. Dia tidak menyangka bisa menikah dengan wanita yang sangat dia cintai. Karena selama ini dia sama sekali tidak ada kepikiran untuk menikah tetapi semenjak dia bertemu dengan Aluna entah kenapa dia langsung jatuh cinta padanya dan ingin membina rumah tangga dengan wanita pujaan hatinya.


"Oke, mulai besok kamu bisa langsung bekerja di perusahaan ini. Dan mengenai pernikahan kita biar aku yang urus," ujar Daffa.


"Oke," jawab Aluna dengan singkat.


"Sekarang kamu pulang saja ke rumah mu, karena besok baru kamu akan bekerja di sini," ujar Daffa.


"Oke," jawab Aluna seraya pergi dari sana.



__ADS_1



Di Apartemen Aluna


"Bagaimana Luna? Apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan?" Maura yang melihat anaknya sudah pulang langsung memberondong pertanyaan pada anaknya. Sementara suaminya hanya geleng-geleng kepala saat melihat kelakuan istrinya yang tidak sabaran.


"Ma! Biarkan anak kita istirahat dulu pasti dia capek karena seharian mencari pekerjaan," ujar Felix seraya menegur istrinya untuk tidak menganggu anak mereka yang baru pulang mencari pekerjaan.


Dia sekarang sudah tidak lagi marah pada anaknya. Walaupun awalnya dia sangat marah karena sudah menyebabkan mereka menderita akibat di bikin bangkrut oleh Alexander Lemos. Akan tetapi karena rasa sayangnya lebih besar dari rasa benci akhirnya dia mau memaafkan anaknya.


"Tidak apa-apa pa, aku akan ceritakan semua nya pada kalian apa yang telah terjadi tadi," ujar Aluna seraya duduk di depan orang tuanya.


"Ayo cepat katakan," ujar Maura yang tak sabar mendengar cerita anaknya.


"Tadi aku sudah mencari pekerjaan di berbagai perusahaan tetapi tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima aku di karenakan takut dengan kak Alexander...


"Sudah papa duga pasti akan sulit bagi kamu mencari pekerjaan jika sudah di blacklist oleh tuan muda Alexander Lemos," potong Felix dengan wajah kecewa. Mungkin nasib mereka akan selamanya seperti ini hidup dalam kemiskinan.


"Memang benar aku di tolak di perusahaan lain gara-gara di blacklist oleh kak Alex tetapi masih ada satu perusahaan yang mau menerima aku bekerja di sana hanya saja dia meminta syarat yang menurut aku sangat aneh dan karena tidak memiliki pilihan lain akhirnya aku mau menerima syarat darinya," jelas Aluna.


"Papa tidak setuju jika kamu melakukan yang tidak-tidak, lebih baik kita hidup miskin dari pada kamu menjual diri atau menjadi simpanan bos perusahaan itu," ujar Felix dengan emosi.


"Mama juga tidak setuju, anak cantik mama harus menjadi simpanan bos mesum itu. Dia tahu kamu lagi kesulitan makanya tua bangka itu mau memanfaatkan anak cantik mama untuk di jadikan pemuas nafsu setannya itu," ujar Maura tak kalah emosi.


Mendengar kedua orang tuanya membuat Aluna menahan tawanya agar tidak keluar. Dia sangat terharu walaupun dia sudah membuat kedua orang tuanya jatuh miskin tetapi mereka masih mau menerima dirinya sebagai anak mereka. Jika orang tua lain pasti sudah mengusir anak mereka dan mengeluarkan mereka dari KK keluarga mereka.





Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2