One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Mengancam Claudia)


__ADS_3

Di Ruangan CEO Alexander


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Kalau benal apa yang mommy katakan. Ala juga ndak mau tinggal cama daddy. Masak Ala yang antik ini halus tinggal di tempat jelek sepelti itu," ujar Ara yang mulai terpengaruh oleh Claudia.


"Bagus sayang. Itu yang mommy mau sejak tadi. Mommy tahu kamu tidak akan mau tinggal di tempat jelek seperti itu. Makanya mommy sengaja bicara seperti itu agar kamu tidak ikut dengan daddy kamu itu," batin Claudia penuh kemenangan.


Berbeda dengan Alex yang sudah kesal dengan calon istrinya itu yang sudah berhasil mempengaruhi anaknya agar tidak mau tinggal dengannya.


"Ini tidak bisa di biarin. Aku harus mencari cara agar Ara mau tinggal dengan aku. Jika Ara tinggal dengan aku otomatis Claudia pasti akan ikut tinggal bersama dengan kami. Karena aku yakin dia tidak mungkin membiarkan Ara tinggal sendiri bersama dengan aku," batin Alexander.


"Jangan percaya sama perkataan mommy sayang. Karena apa yang di katakan mommy nya Ara semuanya bohong. Coba Ara pikirkan, kalau daddy orang miskin, kenapa daddy bisa memiliki perusahaan sebesar ini?" tanya Alex.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa kalian malah membuat pala Ala tambah pucing? Sekalang Ala halus pelcaya cama siapa.


"Om Ande... Coba jawab dengan jujul siapa di antala daddy dan mommy yang paling kaya?" tanya Ara seraya menatap ke arah Andre yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka.


Glek


"Mampus. Kenapa nona kecil malah melibatkan aku dengan masalah ini? Apa yang harus aku jawab? Karena mereka berdua sama-sama menyeramkan. Oh Tuhan... Satu singa jantan saja sudah membuat aku ketakutan. Tapi sekarang malah bertambah satu singa betina lagi. Lebih baik aku membela tuan Alex saja, dari pada nona Claudia. Karena aku tahu, tuan Alex tidak akan membiarkan aku hidup tenang jika sampai aku tidak membelanya di hadapan anaknya itu," batin Andre seraya menelan saliva nya sendiri.


"Menurut Om Andre... yang lebih kaya tentu saja daddynya Ara," jawab Andre yang lebih membela Alex dari pada Claudia.


Mendengar perkataan asistennya itu, membuat Alexander tersenyum penuh kemenangan.


"Aku sudah tahu, kalau kamu pasti lebih berpihak pada aku dari pada Claudia. Sekarang aku mau lihat apa yang bisa kamu lakukan lagi kucing liar ku," batin Alex seraya mengejek ke arah Claudia.


Claudia yang mendengar perkataan asistennya Alex hanya bisa pasrah. Karena dia tahu, dari segi apapun dia pasti akan kalah dari pada Alex.


"Apa benal daddy lebih kaya dali pada mommy?" tanya Ara dengan penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja sayang. Daddy tidak hanya memiliki perusahaan ini saja, tapi daddy juga memiliki rumah yang sangat besar, pesawat pribadi, moll dan masih banyak lagi," ujar Alex dengan penuh kesombongan.


"Wah... Ala ndak menyangka, telnyata daddy na Ala sangat kaya laya. Sekalang tanpa di suluh pun. Ala pasti lebih memilih tinggal cama daddy dali pada cama mommy. Tapi tetap saja, Ala halus bisa membujuk mommy agal mau tinggal cama kami nanti," batin Ara dengan senyum bahagia.


"Aku yakin dia sengaja bicara seperti itu agar Ara mau ikut dengannya dari pada ikut dengan aku. Dasar laki-laki licik," batin Claudia dengan wajah kesal.


"Oke. Ala sudah putuskan mau tinggal cama siapa. Mulai dali sekalang Ala akan ikut cama daddy dali pada tinggal di tempat mommy," ujar Ara dengan tegas.


Claudia yang mendengar perkataan Ara tidak merasa syok lagi. Karena dia sudah tahu kalau anaknya itu sangat matre, pasti dia lebih memilih ikut dengan ayahnya yang kaya raya itu dari pada dia yang berada di bawah Alexander.


"Baiklah jika itu pilihan Ara. Mommy tidak akan memaksa Ara untuk ikut sama mommy. Mungkin Ara lebih bahagia bersama tuan Alex dari pada sama mommy. Jika Ara berubah pikiran pintu rumah mommy akan selalu terbuka untuk Ara.


"Mommy pamit pulang dulu. Jaga diri Ara baik-baik, jika ada sesuatu sama Ara, jangan lupa hubungi mommy," ujar Claudia dengan wajah sendu.


Dia sangat berharap kalau anaknya akan berubah pikiran dan mau ikut dengannya. Tapi jika dia tetap pada pendiriannya maka dia hanya bisa pasrah karena itu sudah menjadi keputusan anaknya sendiri.


Alex yang awalnya sangat bahagia saat mendengar perkataan anaknya yang lebih memilih ikut dengannya dari pada Claudia langsung berubah terkejut saat mendengar kalau Claudia tidak keberatan Ara tinggal bersama dengannya.


"Kenapa dia sama sekali tidak masalah kalau Ara lebih memilih ikut dengan aku dari pada dia. Apa dia tidak merasakan sedih saat aku dengan sengaja merebut Ara dari tangannya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa mommy jahat banget cama Ala? Apa mommy sudah puna anak lain lagi? Maka na mommy ndak sedih jika Ala lebih memilih ikut cama daddy dali pada mommy? Ala benci cama mommy... Hiks... Hiks..." Ara berucap seraya terisak.


"Bukannya Ara sendiri yang lebih memilih ikut sama tuan Alex dari pada sama mommy? Itu sebabnya mommy mengikhlaskan kamu untuk di asuh sama ayah kandung, yang selama ini kamu inginkan," ujar Claudia yang merasa Bingung dengan anaknya itu.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Apa mommy cama daddy ndak bisa tinggal belsama sepelti olang tua Teman-teman Ala.


Ala ndak mau kalian halus tinggal telpisah sepelti ini?" tanya Ara dengan wajah sendu.


Claudia yang mendengar perkataan anaknya jadi ikutan sedih. Tapi dia tidak bisa jika harus tinggal bersama dengan laki-laki yang sangat dia benci selama ini.

__ADS_1


"Maaf sayang. Mommy tidak bisa jika harus tinggal bersama dengan tuan Alex." Claudia menjawab dengan wajah sendu.


"Ya, sudah. Kalau begitu mulai sekalang, anggap saja Ala bukan anak mommy lagi. Kalena Ala ndak mau puna mommy yang egois sepelti mommy," ancam Ara dengan kesal.


Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia sangat syok dan takut kalau Ara benar-benar tidak mau menganggap dia sebagai ibunya lagi.


"Apa yang kamu katakan sayang? Mommy sangat sayang sama Ara. Tapi kalau untuk tinggal bersama tuan Alex mommy tidak bisa. Tolong Ara ngertiin mommy," ujar Claudia yang tetap menolak keinginan anaknya.


"Baik. Jika itu pilihan mommy. Jadi mulai detik ini mommy bukan mommy Ala lagi. Kalena Ala akan menuluh daddy untuk mencali mommy balu buat Ala. Sekalang mommy pulang saja dali sini. Kalena Ala ndak mau melihat mommy yang jahat dan juga egois," ujar Ara dengan wajah kecewa.


"Ternyata Ara benar-benar sangat licik seperti aku. Aku yakin sekali kalau Claudia pasti akan menuruti keinginan Ara untuk tinggal bersama di tempat aku," batin Alex dengan penuh kemenangan.


"Bagaimana mommy bisa tinggal bersama dengan tuan Alex? Sedangkan kami belum menikah?" tanya Claudia yang merasa tidak mungkin tinggal dengan Alex tanpa adanya ikatan pernikahan.


"Apa benal Dad? Kalau mommy ndak bisa tinggal cama daddy kalena kalian ndak menikah?" tanya Ara dengan penasaran karena dia sendiri tidak mengerti maksud perkataan ibunya itu.


"Kamu tidak perlu khawatir sayang. Karena daddy akan secepatnya menikahi mommy kamu." Alex menjawab dengan senyum bahagia karena sebentar lagi wanita yang sangat dia cintai akan segera menjadi milik dia seutuhnya.


"Oke. Ala percaya cama daddy, sekalang gililan mommy. Apa mommy mau menikah cama daddy?" tanya Ara dengan penasaran.


"Baik. Mommy akan menikah dengan tuan Alex," ujar Claudia dengan pasrah.


Karena dia takut jika sampai anaknya malah membenci dirinya. Apalagi kalau sampai Ara memiliki ibu sambung. Otomatis anaknya akan selamanya melupakan dia.


"Holle... Akhil na Ala bica tinggal belsama dengan daddy dan juga mommy," ujar Ara dengan wajah antusias.


"Semoga keputusan yang aku ambil ini sudah benar. Aku berharap laki-laki ini bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk aku dan Ara," batin Claudia.




__ADS_1


Bersambung....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2