One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Keindahan paripurna )


__ADS_3

Di Mansion Maxim Almero


Saat terbangun pertama lagi Maxim melihat istrinya ada di dalam pelukannya. Wajah Alice yang tertidur pulas tampak begitu polos dan cantik. Alis yang rapi, bulu mata panjang dan lentik, hitung mancung, bibir merah alami, dan segala keindahan paripurna yang hanya akan Maxim temui di wajah istrinya.


Dia merasa bersyukur dan juga berterima kasih pada Claudia karena sudah menjodohkan dirinya dengan wanita yang saat ini sedang dia peluk. Entah sejak kapan dia mulai mencintai istrinya sehingga dia sangat takut jika sampai kehilangan istri yang saat ini dia cintai.


"Aku sangat mencintai kamu honey," bisik Maxim. Ujung telunjuknya menelusuri wajah Alice yang sangat halus dengan hati-hati takut istrinya terbangun.


Maxim tidak bisa menepiskan keinginan untuk mengecup bibir merah alami ini. Dia mendekatkan wajah dan mencuri ciuman saat Alice belum menyadari tindakannya.


Baru beberapa detik kemudian bulu mata lentik itu bergerak-bergerak sebelum kelopak mata Alice terbuka. Maxim tersenyum dan kembali mengecup bibir istrinya tanpa ragu.


Saat selimut yang menutupi tubuh istrinya dibuka, Maxim menemukan pemandangan indah selanjutnya. Sebuah keindahan yang membuat matanya nyaris tidak bisa berkedip.


Tubuh putih mulus yang berlekuk sempurna itu memanjakan penglihatan sekaligus menggoda hasratnya.


"Morning honey, apa kamu mau melakukan itu lagi dengan ku?" tanya Maxim dengan penasaran.


"Morning to. Iya, aku mau," ujar Alice dengan wajah merona malu.


Setelah kejadian mereka menyatu Alice tidak pernah menolak keinginan suaminya. Sentuhan Maxim yang selalu tepat dan memberinya kenikmatan membuat Alice bersedia membiarkan tubuhnya untuk di nikmati oleh suaminya.


Alice membiarkan Maxim menjelajahi setiap bagian tubuhnya karena di sanalah petualangan cinta mereka dimulai. Maxim sangat mengenali tubuh Alice seperti sebuah peta yang telah ada di dalam genggaman tangannya. Dan, Alice juga tidak ragu menjelma menjadi perempuan nakal demi menyempurnakan kesenangan suaminya.


"Jangan digigit, mas," ujar Alice saat Maxim menghisap pelan lehernya.


Maxim mengalihkan ciumannya ke tulang selangka dan berakhir di buah melon Alice yang padat dan menantang. Alice tidak protes lagi saat suaminya mengigit pelan hingga meninggalkan jejak kemerahan di belahan dadanya. ******* Alice mengudara saat buah melon nya **** dan ****.


"Punya kamu sangat indah dan cantik," ujar Maxim sambil menyeringai mesum.


"Mau gaya wonder woman?" tanya Alice meladeni godaan suaminya. Dia juga terkekeh geli saat mendengar perkataan dirinya sendiri.


Padahal dulu dia sangat polos mana pernah dia mengetahui masalah ranjang. Tapi sekarang otaknya tidak polos lagi saat dia menikah dengan Maxim karena suaminya selalu mengajari dia berbagai macam gaya dalam melakukan hubungan suami istri.


"Aku tidak mau telat karena ada rapat penting pagi ini," ujar Maxim dengan frustasi karena tidak bisa menuntaskan hasrat nya di karenakan ada rapat penting yang sedang menunggu nya saat ini.


Gaya baru yang diajarkannya oleh Maxim tadi malam pada Alice sukses membuat Maxim terkapar lemah tanpa daya. Alice memang baru pertama kali melakukan posisi seperti itu, tapi efeknya sangat dahsyat sekali. Istrinya memang polos dan amatir, tapi saat melakukan sesuatu selalu penuh totalitas.


Maxim bahkan mengaku kalah saat dirinya dibuat muncrat duluan dan ronde kedua dilanjutkan dengan posisi bercinta yang berbeda.


"Nanti siang datang ke kantorku," ujar Maxim memberi perintah.


Dia sekarang sudah bersikap untuk pergi ke kantor. Sebenarnya dia ingin melakukan itu lagi dengan istrinya. Tapi dia terpaksa menunda dulu di karenakan ada rapat penting dengan kliennya. Sehingga dia hanya bisa memendam hasrat nya dan dia akan menggumpur istrinya saat ada di perusahaan nya nanti.


"Oke, mas," jawab Alice dengan singkat.


"Aku tidak sabar mengulang itu dengan mu lagi," ujar Maxim seraya menggoda istrinya.

__ADS_1


Mendengar perkataan suaminya membuat wajah Alice memerah seperti kepiting rebus. Dia benar-benar sangat malu saat mendengar perkataan suaminya yang mengatakan akan melakukan itu lagi saat dia berada di kantornya.


"Ya sudah. Aku pergi kerja dulu, aku tunggu kamu di sana nanti," ujar Maxim seraya mengedipkan matanya genit.


"Sudah mas. Sebaiknya kamu pergi sekarang biar tidak terlambat," ujar Alice seraya menyuruh suaminya agar cepat pergi.


"Oke, aku pergi," ujar Maxim seraya mencium kening istrinya dengan lembut.


"Iya, mas. Hati-hati di jalan," ujar Alice yang di tanggapi anggukan kepala oleh Maxim.


β€’


β€’


β€’


Pagi itu Maxim pergi kerja dengan wajah segar setelah melakukan itu dengan istrinya walaupun belum menyatu setidak dia sudah mendapatkan vitamin dari istrinya. Seperti biasa, setiap karyawan yang berpapasan dengan nya akan mengucapkan selamat pagi dengan sopan.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Kenapa wajah tuan cerah banget hari ini? Apa tuan baru saja mendapatkan jatah dari istri tuan?" tanya Ryan seraya menggoda atasannya.


"Wah, aku pikir tuan selamanya akan menjadi perjaka tua. Karena sebelum menikah saja tuan sudah menyodorkan perjanjian kontrak pada nona Alice. Tidak tahunya tuan malah ketagihan dengan milik istri tuan... Hahahaha... ," Ryan tertawa terbahak-bahak saat mendengar perkataan nya sendiri.


"Kurang ajar kamu yan. Apa kamu mau mati?" Maxim yang mendengar perkataan Ryan sangat emosi. Ingin sekali dia menendang pantat asisten pribadi kurang ajarnya itu saat mengatakan dia akan menjadi perjaka tua.


"Maaf tuan." Ryan lebih baik mengalah dari pada ngajinya nanti di potong bahkan yang lebih parah dia bisa di pecat dari perusahaan tempat dia bekerja.


Jika sampai itu terjadi mau di kasih makan apa istrinya nanti. Masak dia cuman mengharapkan ngaji istrinya. Padahal dia sudah bertekad akan bekerja keras agar bisa membeli restoran untuk istrinya agar dia tidak perlu lagi bekerja di perusahaan Alexander. Biar dia yang bekerja di perusahaan Maxim karena dia sudah berjanji tidak akan meninggalkan atasan yang selama ini sudah berjasa untuk dia dan keluarga nya itu.


"Sudah, lupakan saja masalah itu," ujar Maxim yang tidak mau memperpanjang masalah lagi.


"Apa aku boleh tanya tuan?" Ryan sengaja meminta izin dulu takut atasannya marah lagi seperti tadi.


"Mau tanya apa kamu?" Maxim yang sangat penasaran saat mendengar perkataan asisten pribadinya langsung menyuruh dia bertanya.


"Apa istri tuan sudah hamil? Aku udah nggak sabar pengen lihat tuan Maxim Junior launching." Ryan penasaran apa istri tuannya sudah hamil apa belum.


"Belum, kami sedang berusaha agar segera mendapatkan anak," ujar Maxim.


Mendengar perkataan atasannya membuat Ryan menghela nafas lega. Dia pikir atasannya akan memarahi dia yang sudah lancang menayangkan masalah pribadi padanya.


"Jika tidak ada lagi yang ingin kamu tanyakan sebaiknya kamu kembali ke ruangan kamu," titah Maxim dengan tegas.

__ADS_1


"Baik tuan."


"Jangan lupa satu jam lagi kita akan ada rapat dengan klien tuan," ujar Ryan.


"Oke," balas Maxim dengan singkat.


"Huff, untung dia tidak tahu kalau aku tadi tidak sepenuhnya mendapatkan jatah. Jika dia tahu mau di bawa kemana wajah aku ini. Pasti dia akan menertawai aku," ujar Maxim pada dirinya sendiri.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo tuan Maxim? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Jessica sekretaris Maxim.


πŸ“ž "Jika istri ku sudah datang ke sini suruh dia masuk ke dalam ruangan aku segera. Apa kamu mengerti," titah Maxim dengan tegas.


πŸ“ž "Baik tuan," jawab Jessica seraya mematikan yang nya.


Satu Jam Kemudian


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Ada apa yan?" tanya Maxim saat seraya menongkak ke arah asisten pribadinya.


"Klien yang kita tunggu sudah ada di ruang meeting tuan," balas Ryan dengan cepat.


"Siapkan berkasnya sekarang juga," titah Maxim dengan tegas.


"Sudah tuan," balas Ryan dengan singkat.


"Baiklah, kita pergi sekarang," titah Maxim seraya pergi dari sana yang di ikuti oleh asisten pribadinya.


β€’


β€’


β€’


Bersambung....


Hay guys hari ini author kasih double up ya. Sebenarnya sudah sejak tadi author update nya tapi malah di tolak karena ada adegan dewasanya. Jadi author persingkat saja biar tidak di tolak lagi oke.


Author tidak pernah bosan mengucapkan banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah meluangkan waktu untuk membaca karya author yang masih baru ini. Jangan lupa kasih dukungan sebanyak-banyaknya agar author lebih semangat lagi untuk menulis nya. Sekali lagi Terima kasih. Salam untuk kalian semua nya.


Selamat Membaca

__ADS_1


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2