One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Ancaman Alexander Lemos )


__ADS_3

Di Perusahaan Apple Inc


"Apa kalian sudah berhasil mengambil sampel rambut putri ku?" tanya Alex dengan suara tegas.


"Sudah tuan Alex. Ini sampel rambut nona muda," ujar Arman seraya memberikan sampel rambut Ara.


"Apa mereka tahu kalau kalian mengambil rambut putri ku?" tanya Alex.


"Tidak tuan Alex. Saat saya mengambil rambut nona kecil dia sedang sendirian duduk di taman," ujar anak buah Alex yang lain.


"Kenapa anak ku cuman sendiri di taman? Apa kalian menculik dia?" tanya Alex dengan tatapan tajamnya.


"Tidak tuan Alex. Nona kecil pergi dengan neneknya. Tapi tadi neneknya pergi membeli Es krim sebentar, karena nona kecil sedang sendirian makanya saya berani dekatin nona kecil dan langsung mengambil rambut nona kecil tuan." Jelas anak buah Alex dengan wajah ketakutan.


"Kalian bisa pergi sekarang juga, ini bonus untuk kalian. Ingat, jangan sampai masalah ini sampai di ketahui oleh orang lain. Jika sampai itu terjadi, maka siap-siaplah hidup kalian hancur," ancam Alex dengan tatapan tajamnya.


"Baik tuan Alex. Kami janji akan tutup mulut," ujar anak buah Alex seraya pergi dari sana.


"Sekarang apa yang ingin tuan lakukan dengan sampel rambut nona kecil?" tanya Andre yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.


"Tentu saja membawa ke rumah sakit untuk di lakukan tes DNA," jawab Alex.


"Kapan tuan membawa ke rumah sakit?" tanya Andre dengan wajah penasaran.


"Tahun depan," jawab Alex dengan tatapan tajamnya.


Hehehehe


"Tuan bisa saja bercandanya," ujar Andre seraya terkekeh, Padahal dalam hatinya sangat takut dengan tatapan tajam atasannya.


"Ikut aku ke rumah sakit sekarang juga," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Andre seraya mengikuti atasannya di belakang.





Beberapa Jam Kemudian


Saat ini mereka sudah sampai di rumah sakit


Ronald Reagan UCLA Medical Center. Rumah sakit terbesar yang ada di kota California Amerika serikat.


"Selamat siang tuan Alex. Apa ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis itu dengan hati-hati.


"Dimana ruangan dokter Austin?" tanya Alex tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Dokter Austin ada di lantai 3 no 45 tuan Alex. Biar petugas kami yang akan mengantar anda ke ruangannya nanti," jawab resepsionis itu seraya menyuruh petugas rumah sakit mengantar Alexander.


Mereka sangat terkejut dengan keberadaan Alexander di rumah sakit ini. Karena dia datang ke rumah sakit ini tanpa memberitahukan siapapun hingga menyebabkan mereka ketar-ketir takut menyinggung orang berpengaruh di negara ini.


"Mari tuan saya antar anda ke ruangannya dokter Austin," ujar petugas yang ada di rumah sakit itu seraya pergi dari sana yang di ikuti oleh Alex dan juga Andre.


Tak lama kemudian Sampai lah mereka di depan ruangan dokter Austin berada saat ini.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Permisi dokter Austin!" Tuan Alexander Lemos ingin bertemu dengan dokter," ujar petugas itu yang saat ini sudah berada di dalam ruangan itu.


"Apa?" teriak dokter Austin yang kaget saat mendengar kalau orang berpengaruh di negara ini ada di depannya saat ini.


"Beraninya kau berteriak di depan ku," kata Alex dengan tatapan tajamnya.


"Ma... maaf tuan Alex. Saya tidak bermaksud untuk berteriak di depan anda. Saya tadi cuman kaget karena anda tiba-tiba ada di rumah sakit ini," ujar dokter Austin dengan wajah ketakutan.


"Apa saya tidak bisa datang ke rumah sakit ini?" tanya Alex dengan tatapan tajamnya.


Melihat tatapan tajam Alex membuat dokter Austin menelan ludahnya sendiri. Karena dia sangat takut menyinggung orang yang berpengaruh di negara ini.


"Lebih baik tuan lupakan masalah itu. Bukannya tuan ingin membicarakan hal yang sangat penting dengan dokter ini," ujar Andre hingga membuat Alex tersadar, tujuan dia datang ke rumah sakit ini.


"Silahkan duduk tuan Alex."


"Dan kamu bisa kembali bekerja," titah dokter Austin.


"Baik Dok. Saya permisi dulu," ujar petugas itu seraya pergi dari sana.


"Apa yang bisa saya bantu tuan Alex?" tanya dokter Austin dengan sopan.


"Saya ingin melakukan tes DNA," ujar Alex dengan cepat.


"Oh Tuhan... tes DNA lagi. Bukannya dulu aku pernah melakukan tes DNA. Kenapa dia tidak melihat hasil yang dulu saja. Ini dia malah mau melakukannya lagi. Kenapa orang kaya selalu membuang uang. Apa ini tes DNA lain atau tes DNA seperti dulu," batin Dokter Austin dengan penasaran.


"Apa tuan Alex membawa sampelnya, biar saya bisa melakukan tes DNA segera?" tanya dokter Austin dengan sopan.


"Ini sampelnya," ujar Alexander seraya menyerahkan sampel rambutnya dan juga Ara agar segera di lakukan tes DNA oleh dokter Austin yang langsung di terima olehnya.


"Kapan saya bisa mengambilnya Dok?" tanya Alexander tanpa basa-basi.


"Anda bisa mengambilnya dalam waktu seminggu Atau Satu hari tuan," jawab dokter Austin yang mengira Alex pasti sama seperti ayahnya yang cuman ingin waktu satu hari saja.


"Dalam waktu tiga Jam hasilnya harus segera saya terima. Jika tidak, maka akan saya pastikan hidup anda dan rumah sakit ini akan tinggal namanya saja," ancam Alexander dengan aura menakutkan.

__ADS_1


Mendengar perkataan Alexander, dokter Austin hanya bisa melongo dan ketakutan. Dia tidak menyangka ternyata Alex lebih kejam dari pada ayahnya itu.


"Oh Tuhan... apa salah aku selama ini. Kenapa aku harus berurusan dengan orang seperti mereka ini. Apa dia pikir aku ini robot yang langsung bisa menyelesaikan ini hanya dengan waktu tiga Jam," batin Dokter Austin seraya menelan ludahnya sendiri.


"Beginilah jika kita memiliki kekuasaan, maka kita akan dengan mudah berbuat semena-mena sama orang lain. Kapan tuan Alex bisa mengubah sifat kejam dan angkuhnya itu," batin Andre seraya geleng-geleng kepala.


"Baik tuan Alex. Saya akan usahakan menyelesaikan pekerjaan ini dalam waktu tiga jam," ujar dokter Austin dengan pasrah.


"Saya tunggu hasil dari anda. Jika anda sudah mendapatkan hasilnya segera kasih pada anak buah saya nanti. Apa kamu mengerti," titah Alexander dengan tegas.


"Baik tuan Alex. Saya mengerti," ujar dokter Austin lagi dengan sopan.


"Ayo ndre kita kembali ke perusahaan segera. Cepat hubungi anak buah kita untuk datang ke rumah sakit ini sekarang juga," titah Alex pada asisten pribadinya itu.


"Baik tuan Alex," jawab Andre yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan mereka.


"Kami permisi dulu Dok," ujar Andre sementara Alex sudah keluar dari ruangan itu sejak tadi.


"Silahkan tuan. Hati-hati di jalan," ujar dokter Austin dengan sopan yang di anggukkan kepala oleh Andre.


"Hufff... ternyata anak sama ayah sama-sama kejam dan tidak berperasaan. Apa dia pikir melakukan tes DNA itu mudah yang langsung di kasih sampelnya langsung jadi.


"Kalau tidak ingat dia orang yang berkuasa di negara ini sudah aku buang dia ke curang biar dia mati di makan binatang buas," ujar dokter Austin pada dirinya sendiri.


Tak lama kemudian datanglah anak buah Alexander Lemos ke rumah sakit ini dengan tergesa-gesa. Karena mereka sangat takut tuan nya menunggu terlalu lama di dalam rumah sakit ini.


"Permisi tuan... apa bisa kami bantu?" tanya anak buah Alex, yang saat ini sudah berada di depannya.


"Tetaplah berada di sini selama tiga jam. Jika dokter sudah memberikan kalian amplop maka kalian segera antar kan ke kantor ku segera."


"Ingat, jangan pernah berani membacanya. Jika sampai saya tahu kalian melihat apa isi di dalam amplop itu maka siap-siaplah hidup kalian hancur," ancam Alexander dengan tatapan tajamnya.


Melihat tatapan tajam atasannya membuat mereka menelan saliva nya sendiri karena takut.


"Baik tuan Alex," jawab mereka dengan serentak.


"Ayo ndre... kita kembali ke perusahaan," titah Alex dengan tegas seraya pergi dari sana.


"Baik tuan," jawab Andre seraya mengikuti langkah Alex dari belakang.





Bersambung.....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2