One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Bersikap Protektif )


__ADS_3

Di Mansion Maxim Almero.


"Dokter bilang kita tidak boleh berhubungan intim terlalu sering dan terlalu keras. Tidak boleh pakai gaya bercinta yang aneh-aneh." Alice mengulang kembali apa yang didengarkan nya dari dokter kandungan. Padahal tadi Maxim juga ada di sana untuk mendengarkan hal yang sama.


Dia sengaja mengulang itu supaya suaminya bisa mengingat dan lebih berhati-hati agar anak mereka tetap sehat dan aman sampai dia lahir ke dunia ini.


Wajar jika dia khawatir, karena dia baru pertama kali hamil. Dan dia masih banyak belajar apa saja yang di perbolehkan dan tidak di perbolehkan saat hamil. Mulai dari makanan sampai urusan ranjang.


"Memangnya selama ini aku mengajak kamu bercinta pakai gaya yang aneh? Gaya seperti apa, itu?" tanya Maxim sambil menatap istrinya.


"Apa, ya?" Alice malah bertanya pada dirinya sendiri. Selama ini Maxim tidak pernah menuntutnya untuk melakukan sesuatu yang diluar batas kewajaran. Segala sentuhan dan permintaan Maxim tidak ada yang aneh. Alice menikmati setiap percintaannya dengan suaminya. Hanya saja, kadang hasrat Maxim bergejolak tanpa mengenal tempat.


"Mungkin dari segi tempatnya saja kali, ya..." gumam Alice sedikit ragu.


"Contohnya?" tuntut Maxim kemudian.


"Di kamar mandi, di dapur, di rooftop, di taman, di kolom renang, di..." ucapan Alice terhenti saat dia sadar harus menyebutkan terlalu banyak tempat. Bahkan di rumah ini, tidak ada tempat yang luput sebagai saksi percintaannya dengan Maxim.


"Tidak ada yang salah, kan?" tanya Maxim dengan suara yang lembut. Ditatapnya Alice sambil tersenyum kecil." Kita melakukannya di tempatnya privat dan tidak ada yang melihat. Jadi, apa masalahnya?" tanya Maxim dengan penasaran.


"Ah, enggak, sih," balas Alice sedikit tersipu malu. Dia teringat lagi pesan dokter yang jauh lebih penting.


"Tapi sekarang tidak boleh terlalu sering. Karena itu bisa mengakibatkan keguguran," ujar Alice.


"Oke," balas Maxim setuju sambil menganggukkan kepalanya.


"Tidak boleh terlalu keras juga, nanti guncangannya bisa membahayakan anak kita," ujar Alice seraya memperingati suaminya agar tidak lupa.


"Aku akan menyentuhmu dengan lembut, tenang saja," ujar Maxim dengan lembut.


"Mas Maxim tidak mempermasalahkan itu semua?" Alice merasa heran saat melihat suaminya tidak membantah atau mempermasalahkan semua yang dia katakan tadi.


"Kenapa harus dipermasalahkan? Nyatanya tidak ada yang salah dengan aturan itu dan semua juga demi kebaikanmu, dan juga kebaikan anak kita." Jelas Maxim.


Alice menatap suaminya dengan takjub. Masih merasa tidak yakin dengan apa yang dikatakan Maxim barusan. Karena selama mereka menikah, Maxim selalu menggebu-gebu dalam urusan hubungan suami istri.

__ADS_1


Maxim mendekati istrinya dan meraih jemari Alice untuk digenggaman nya. Kemudian laki-laki itu berkata," Masih ingat waktu aku memintamu untuk menikmati pernikahan ini?" tanya Maxim dengan lembut.


"Ingat mas," jawab Alice sambil menganggukkan kepalanya.


"Nah, sekarang waktu yang tepat untuk kita membuktikan bahwa ucapan itu tidak hanya sebatas kalimat hampa saja. Pernikahan kita tidak hanya berisi tentang urusan ranjang saja tapi juga tentang tanggung jawab dan kasih sayang."


"Saat aku tidak bisa menyentuhmu maka aku akan berlapang dada memahami keadaan kamu. Karena menjagamu dan anak kita prioritas utama bagiku agar anak kita baik-baik saja dan aku akan berusaha menahannya sampai kamu melahirkan nanti. Aku tidak mau karena menuruti nafsu maka akibatnya malah berimbas pada kamu dan anak kita," Jelas Maxim.


Baginya anak dan istrinya jauh lebih penting di bandingkan nafsunya. Karena dia sudah dari dulu ingin memiliki anak hanya saja dia belum memiliki keinginan untuk menikah dengan para mantannya. Karena wanita yang dulu dia pacari hanya sekedar memanfaatkan hartanya saja, itu sebabnya dia tidak ada niatan untuk menikah dengan mereka.


Tapi, sejak dia bertemu dengan Claudia entah kenapa dia langsung jatuh hati padanya dan dia bertekad untuk mengejar cintanya tapi sebelum dia mengungkapkan isi hatinya wanita itu justru menikah dengan laki-laki lain. Membuat dia patah hati karena wanita yang sangat dia cintai menjadi milik orang lain sampai akhirnya Claudia malah menjodohkan dirinya dengan kakak angkatnya.


Walaupun awalnya dia tidak ingin terikat terlalu lama pernikahan dengan Alice tapi lihat sekarang dia justru malah jatuh cinta pada istrinya hingga membuahkan hasil yaitu janin yang saat ini di kandung istrinya.


"Kalau mas Maxim pengen bagaimana?" tanya Alice dengan penasaran.


"Tentu saja akan kulakukan dengan hati-hati tanpa membuat kalian berdua tersakiti," jawab Maxim dengan lembut.


"Tapi tidak bisa sering-sering," ujar Alice yang sangat takut terjadi sesuatu pada anak mereka.


"Tidak masalah. Asal saat aku melakukannya, kamu tidak keberatan dan tetap menikmati sentuhan ku," balas Maxim.


"Sekarang kamu harus jaga kesehatan, makan yang cukup, dan selalu berhati-hati," ucap Maxim sambil mengelus punggung istrinya.


"Iya, mas," jawab Alice disertai anggukan kecil.


Semenjak mengetahui kehamilan istrinya, Maxim semakin bersikap protektif. Dia memperhatikan setiap detail kebutuhan Alice, dari hal yang benar-benar penting sampai hal kecil seperti mengganti sepatu yang akan dipakai oleh istrinya.


"Tidak usah pakai high heels atau sendal yang memiliki hak tinggi, berbahaya kalau sampai jatuh," ujar Maxim.


Seluruh koleksi sepatu hak tinggi Alice ditutup dan disimpan ke dalam sebuah rak lemari khusus. Digantikan oleh sendal-sendal dan sepatu model flat yang nyaman tapi tetap anggun.


"Aku sudah membuat daftar makanan yang harus kamu hindari selama hamil, pembantu di mansion ini juga sudah tahu," ujar Maxim.


"Oke, mas," jawab Alice dengan singkat.

__ADS_1


"Mulai besok kamu tidak usah pergi ke restoran. Suruh saja orang lain yang mengelola nya, karena aku tidak mau sampai terjadi sesuatu pada anak kita," ujar Maxim.


"Tapi mas..."


"Tidak ada tapi-tapian. Aku tidak mau tahu mulai besok kamu jangan pergi ke restoran lagi," potong Maxim dengan tegas.


Dia tidak mau istrinya sampai kelelahan dan akhirnya malah terjadi sesuatu pada istri dan anaknya. Itu sebabnya dia melarang istrinya agar berhenti berkerja selama istrinya hamil.


"Baik mas," jawab Alice dengan pasrah.


Alice setuju dengan aturan suaminya tanpa bantahan karena dia sadar, semua itu adalah bentuk kasih sayang Maxim untuknya.


"Masih sering merasa lemas?" tanya Maxim dengan penuh perhatian.


"Sudah tidak. Soalnya kamu selalu memaksa aku untuk makan," ujar Alice dengan cemberut.


"Aku menyuruh kamu makan agar anak kita selalu sehat dan tidak kekurangan apapun. Wanita hamil harus selalu memakan makanan sehat dan tidak boleh stress karena itu bisa mengakibatkan keguguran."


"Aku berkata seperti ini demi anak kita juga. Kamu tidak mau anak kita kenapa-kenapa kan?" tanya Maxim.


"Tidak," jawab Alice dengan singkat.


"Jika tidak mau maka kamu harus mematuhi semua perintah aku dan jangan pernah membantah," ujar Maxim dengan tegas.


"Oke mas," jawab Alice dengan singkat.


"Sekarang kamu istirahat dulu, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan anak kita," titah Maxim seraya menuntun istrinya menuju ke arah kamar mereka.


"Oke, mas," jawab Alice dengan singkat.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2