One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Kartu Tanpa Batas )


__ADS_3

Di Ruangan Kerja Maxim Almero


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Apa kamu sudah melakukan perintah ku?" tanya Maxim tanpa basa-basi.


"Sudah tuan. Ini pakaian yang anda minta tadi," ujar Jessica seraya memberikan pakaian yang di inginkan atasannya.


"Kamu bisa keluar sekarang," titah Maxim dengan tegas.


"Baik tuan," balas Jessica seraya pergi dari sana.


Di Kamar Pribadi Maxim


Cklek


"Ini," ujar Maxim seraya memberikan paper bad pada istrinya.


"Ini apa mas?" tanya Alice dengan penasaran.


"Itu pakaian nganti untuk kamu," balas Maxim dengan cepat.


"Terima kasih," ujar Alice dengan tersenyum.


"Sama-sama. Aku keluar dulu," ujar Maxim seraya kembali ke ruang kerjanya.


"Oke mas," balas Alice dengan singkat.


Cklek


Saat Alice melihat suaminya yang sedang sibuk bekerja membuat dia mengurungkan niatnya untuk mengadu masalah yang di sebabkan oleh bawahan suaminya tadi.


"Ada apa honey? Kenapa dari tadi kamu berdiri di depan aku?" Maxim merasa heran dengan istrinya yang sedari tadi hanya berdiri di depannya seperti patung.

__ADS_1


"Apa mas Maxim sedang sibuk?" Bukannya menjawab pertanyaan suaminya dia justru membalikan pertanyaan pada suaminya.


"Sebenarnya aku sedang sibuk saat ini. Tapi demi kamu aku akan menghentikan nya dulu," ujar Maxim yang memilih menghentikan pekerjaan nya dari pada tidak fokus.


"Kamu mau tanya apa?" tanya Maxim dengan penasaran.


"Apa mas Maxim bisa memecat resepsionis yang bernama mawar itu?" tanya Alice dengan hati-hati.


Mendengar perkataan istrinya membuat Maxim merasa bingung." Kenapa kamu menyuruh aku agar memecat resepsionis itu?" tanya Maxim dengan penasaran.


"Karena dia tadi sudah menghina aku. Itu sebabnya aku ingin dia di pecat dari perusahaan ini. Bagiku orang sombong dan angkuh seperti dia tidak pantas berada di perusahaan ini." Jelas Alice seraya menahan emosi agar tidak meledak saat mengingat perkataan wanita yang menghina dia tadi.


"Apa yang dia katakan tadi padamu? Kenapa kamu bisa emosi seperti itu?" tanya Maxim dengan penasaran.


"Dia bilang aku tidak layak menjadi istri kamu. Padahal aku sudah bicara baik-baik pada nya dengan menanyakan keberadaan kamu dengan sopan. Tapi tanggapi wanita itu justru bikin aku emosi."


"Apa benar kalau aku ini tidak layak menjadi istri kamu mas?" Alice sekarang merasa rendah diri saat mendengar perkataan wanita itu.


Dulu dia sudah biasa di hina oleh Ara karena berpikir keponakannya hanya suka bercanda dengan mengatakan itu padanya. Tapi sekarang dia jadi pesimis saat mendengar langsung dari orang lain kalau dia emang tidak layak menjadi istri pengusaha sukses seperti suaminya.


"Apa yang kamu katakan sayang? Siapa bilang kalau kamu tidak layak menjadi istri aku?" tanya Maxim dengan emosi saat mendengar ada orang yang berani menghina istrinya.


"Kamu tenang saja biar dia menjadi urusan aku nanti. Aku pastikan hari ini juga wanita itu akan berhenti dari perusahaan aku. Karena aku tidak akan mau memiliki karyawan yang suka menghina orang lain seperti itu." Maxim sengaja bicara seperti ini agar istrinya tidak marah lagi padanya.


Mendengar perkataan suaminya membuat Alice bahagia. Itu artinya sebentar lagi wanita itu akan keluar dari perusahaan suaminya. Biar wanita itu tahu kalau ancaman dia tadi tidak pernah main-main. Orang seperti itu tidak pantas di maafkan. Karena bisa saja dia melakukan kesalahan yang sama pada orang lain.


"Terima kasih mas," ujar Alice dengan antusias.


"Kenapa kamu sangat senang saat mendengar wanita itu di pecat?" tanya Maxim dengan penasaran.


"Karena dia sudah menghina aku tadi. Bahkan aku sengaja mengancam dia agar di pecat dari perusahaan ini. Tapi, wanita itu justru malah semakin meremehkan aku. Dia bilang kalau bermimpi jangan terlalu ketinggian karena jika jatuh akan terasa sakit." Jelas Alice dengan seraya menahan emosi agar tidak meledak.


Mendengar perkataan istrinya membuat Maxim emosi. Dia tidak menyangka ada karyawan yang bersifat kurang ajar pada istrinya. Dia tidak akan pernah memaafkan wanita yang sudah berani menghina istrinya itu.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo? Ada apa tuan? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya orang yang ada di sebrang sana.

__ADS_1


πŸ“ž "Pecat resepsionis yang bernama mawar itu sekarang juga. Dan pastikan dia tidak di terima bekerja di perusahaan manapun," titah Maxim dengan tegas.


πŸ“ž "Kenapa tuan ingin saya memecat wanita itu? Apa alasannya tuan? Karena peraturan di sini, jika tidak ada kesalahan maka kita tidak bisa memecat nya tuan. Karena itu sudah tertulis di surat kontrak," ujar orang itu dengan hati-hati takut menyinggung atasannya.


πŸ“ž "Jika saya menyuruh kamu memecat wanita itu. Itu tandanya saya memiliki alasan yang kuat untuk bisa memecat wanita itu. Jika ingin bukti maka kamu bisa melihat di rekaman CCTV yang ada di lobby. Setelah kamu melihat nya maka kamu akan paham kenapa aku menyuruh kamu agar memecat wanita itu," ujar Maxim dengan emosi.


πŸ“ž "Baik tuan," balas orang itu seraya mematikan smartphone nya.


"Kamu sudah dengarkan sayang? Aku sudah mengabulkan keinginan kamu agar memecat wanita itu. Jadi kamu harus memberikan aku hadiah nanti malam," ujar Maxim dengan tatapan mesum.


Mendengar perkataan suaminya membuat Alice menghela nafas pasrah. Dia saat paham maksud perkataan suaminya yang tidak lain pasti masalah hubungan suami istri.


"Oke mas," balas Alice dengan pasrah menolak pun percuma, karena suaminya pasti akan selalu memaksa dia melakukan itu.


Mendengar perkataan istrinya membuat Maxim sangat antusias. Itu artinya dia bisa bercocok tanam nanti malam dengan istrinya lagi. Karena dia sudah kecanduan dengan tubuh seksi istrinya.


Tak hanya itu, dia sangat berharap bisa mendapatkan anak seperti Ara. Selain cantik dia juga sangat pintar dan lucu. Itu sebabnya dia selalu menggempur istrinya setiap hari agar bisa segera hamil anaknya.


"Ambil ini," ujar Maxim.


"Untuk apa ini mas? Bukannya kemarin mas Maxim sudah memberikan nya? Jadi untuk apalagi kartu ATM ini?" Alice merasa bingung saat suaminya memberikan dia kartu lagi. Padahal kemarin dia sudah di berikan kartu oleh suaminya.


"Kartu ini berbeda dengan kartu kemarin. Jika kartu kemarin hanya kartu biasa, sementara ini kartu tanpa batas." Jelas Maxim seraya menyodorkan kartu tanpa batas pada istrinya.


"Untuk apa mas Maxim memberikan aku kartu tanpa batas? Kartu kemarin sudah cukup buat aku, apalagi aku memiliki kartu ATM sendiri. Jadi mas Maxim tidak perlu memberikan aku kartu itu lagi," ujar Alice dengan penasaran.


Mendengar perkataan istrinya membuat Maxim merasa bahagia karena istrinya bukan wanita matre seperti mantan pacarnya dulu. Jika mantan pacarnya dulu saat di sodorkan kartu ATM seperti ini pasti akan langsung menerima nya. Sedangkan istrinya justru menolak pemberian nya.


"Ambil saja, sekarang kamu pergi ke moll dan belilah beberapa baju lingerie karena aku ingin sekali melihat kamu memakai baju itu," ujar Maxim dengan tatapan mesum.


"Kenapa mas Maxim semakin hari semakin mesum? Aku malu banget jika harus membeli baju kekurangan bahan seperti itu. Apalagi selama ini belum pernah memakai baju seperti itu. Tapi sekarang aku harus memakai baju itu di depan mas Maxim. Mau di tarok di mana wajah ku nanti," batin Alice dengan perasaan cemas.


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Bersambung....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️


__ADS_2