One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Malam Pertama 3 PP )


__ADS_3

Di Kamar pengantin Maxim dan Alice


Setelah acara resepsi selesai mereka langsung di antar kan ke kamar pengantin yang sudah siap untuk di tempati.


Malam ini adalah malam pertama bagi 3 pasangan pengantin ( 3 PP ). Jika pengantin lain pasti akan sangat senang menunggu malam pertama mereka. Tapi, tidak dengan pasangan ini. Mereka justru terlihat asing dan canggung satu sama lain.


"Siapa dulu yang mandi?" tanya Maxim saat melihat Alice yang sedang duduk di atas ranjang mereka.


"Biar aku dulu saja. Setelah itu kak Maxim yang mandi," ujar Alice.


"Baiklah," jawab Maxim.


Beberapa Menit Kemudian


Cklek


Keluarlah Alice yang sudah siap dengan baju tidurnya. Dia sengaja membawa bajunya ke kamar mandi agar Maxim tidak melihat tubuhnya yang hanya mengunakan handuk saja.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Maxim.


"Sudah. Sekarang giliran kak Maxim yang mandi," ujar Alice.


"Baiklah," jawab Maxim seraya pergi dari sana.


Beberapa Menit Kemudian


Cklek


Saat melihat penampilan Maxim membuat Alice menelan saliva nya sendiri. Bagaimana tidak, saat ini Maxim hanya menggunakan handuk sebatas pinggang sehingga otot-otot nya terlihat dengan sangat jelas.


"Kenapa dia harus keluar dengan penampilan seperti ini? Apa dia tidak lihat, aku malu sekali melihat dia seperti itu? Sementara dia malah terlihat biasa saja," batin Alice.


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Maxim saat melihat Alice yang masih duduk di atas ranjang mereka.


"Di mana aku harus tidur?" tanya Alice dengan bingung.


"Tentu saja di ranjang. Emangnya kamu mau tidur di lantai?" tanya Maxim dengan kening mengkerut.


"Aku tidak mau tidur satu ranjang dengan kak Maxim," ujar Alice.


"Kamu tenang saja. Walaupun kita tidur satu ranjang. Aku berjanji tidak akan melakukan itu dengan mu," ujar Maxim dengan penuh keyakinan.


"Aku tetap tidak mau," ujar Alice yang tetap kukuh menolak untuk tidur satu ranjang dengan Maxim.


"Ya, sudah. Kamu saja yang tidur di ranjang sedangkan aku akan tidur di sofa ini," ujar Maxim dengan pasrah.


"Itu lebih baik. Awas saja kalau sampai kak Maxim tiba-tiba tidur di ranjang bersama dengan ku," ujar Alice seraya mengancam Maxim.


"Aku janji tidak akan tidur satu ranjang dengan kamu," ujar Maxim.


Mendengar perkataan Maxim membuat Alice bisa bernafas lega. Setelah itu dia langsung tidur tanpa peduli dengan Maxim yang tidak bisa tidur gara-gara harus tidur di atas sofa.


Di Kamar Pengantin Andre dan Nabila


Jika di kamar pengantin Maxim dan Alice tidak terjadi malam pertama. Berbeda dengan mereka yang sudah siap melakukan hubungan suami istri. Karena dari awal mereka sudah sepakat untuk menerima pernikahan ini dengan sepenuh hati.


"Apa kamu sudah siap jika kita melakukan itu? Jika kamu belum siap tidak masalah. Aku akan menunggu kamu sampai kamu siap nanti," ujar Andre.


"Aku siap melayani mas Andre," ujar Nabila dengan malu. Dia tidak menyangka bisa bicara seperti itu pada Andre.


"Kamu panggil apa tadi?" tanya Andre yang terkejut saat mendengar panggilan dari Nabila.


"Apa kak Andre tidak suka aku panggil seperti itu?" tanya Nabila dengan penasaran.

__ADS_1


"Aku malah senang jika kamu panggil aku dengan sebutan seperti itu," ujar Andre senyum bahagia.


"Mulai sekarang aku akan memanggil kak Andre dengan sebutan mas," ujar Nabila.


"Iya, itu lebih bagus. Apa sekarang kita bisa melakukan itu?" tanya Andre yang sekarang sedang menahan nafsu saat melihat penampilan istrinya yang sangat ****.


"Iya mas. Aku siap," jawab Nabila seraya menunduk karena malu.


Mendengar perkataan istrinya tanpa aba-aba langsung saja Andre mencium istrinya dengan lembut.


Nabila hanya bisa pasrah ketika bibirnya mulai di cium oleh suaminya. Andre yang tidak bisa menahan hasrat nya tanpa aba-aba dia langsung saja menyerang Nabila dengan terburu-buru hingga menyebabkan Nabila kualahan saat menyimbangi tenaga suaminya yang sangat besar.


Andre mengecup dan mencium bibir istrinya dengan lembut serta saling bertukar saliva sedangkan tangannya sudah berada di bagian atas milik istrinya dan dia pilin dengan kuat kedua buah melon istrinya yang begitu padat dan sangat indah untuk di lihat.


Andre mendorong pelan itu nya dan memasukkan ke bagian bawah istrinya yang begitu indah juga menggoda.


Andre merasakan betapa bagian bawah istrinya itu sangat sempit dan mengigit. Sehingga membuat dia terkejut saat mengetahui kalau istrinya ternyata masih perawan.


"Akkh... sakit... Hiks... Hiks..." Nabila berucap seraya menangis terisak akibat bagian bawahnya di tembus oleh suaminya. Sehingga mengeluarkan darah segar yang begitu banyak.


"Kau... masih perawan sayang?" tanya Andre yang terkejut.


"Iya mas. Ini sakit sekali... Hiks... Hiks..." Nabila berucap seraya terisak.


"Kamu tenang saja sayang, sakitnya hanya sebentar, nanti juga akan hilang sakitnya dan berubah menjadi nikmat."


"Terima kasih sayang. Karena kamu sudah menjaganya untuk ku," ujar Andre seraya mencium kening istrinya dengan lembut.


"Sama-sama mas," jawab Nabila dengan senyum bahagia karena bisa melepaskan mahkotanya pada sang suami.


Hampir satu jam lebih mereka berdua melakukan hubungan suami istri dan sama-sama mengalami pelepasan sebanyak tiga kali.


"Mas... aku mau keluar," ucap Nabila dengan nafas terengah-engah saat mengalami pelepasan.


Keduanya ambruk setelah melakukan hubungan suami istri hingga membuat mereka kelelahan dengan keringat yang sangat banyak menempel di tubuh mereka.


Andre yang merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang lengket dengan keringat mereka akhirnya mengajak istrinya untuk segera ke kamar mandi agar mereka bisa tidur dengan nyenyak.


"Ayo kita mandi sayang, setelah itu kita tidur," ucap Andre seraya menggendong istrinya ke kamar mandi dan tidak lupa mereka mengulanginya di kamar mandi hingga membuat Nabila kelelahan akibat di gempur oleh suaminya terus-menerus.


"Iya mas," jawab Nabila dengan lembut.


Selesai mandi keduanya langsung memilih tidur karena kelelahan dan rasa ngantuk yang sudah tidak tertahankan hingga mereka tertidur dengan pulas sambil saling berpelukan.


Di Kamar pengantin Ryan Dan Laura


"Apa kamu mau menerima pernikahan kita?" tanya Ryan dengan perasaan cemas.


Dia takut jika istrinya justru malah menolak pernikahan ini. Jujur saja, dia ingin menikah sekali seumur hidup. Apalagi dia selama ini tidak ada waktu untuk pacaran di karenakan selalu sibuk dengan urusan kantor. Itu sebabnya saat Claudia menjodohkan dia dengan Laura tanpa pikir panjang langsung saja dia menyetujui perjodohan itu.


"Apa kak Ryan mau menerima pernikahan ini?" tanya Laura dengan penasaran.


"Iya, aku mau. Bagaimana dengan kamu?" tanya Ryan.


"Aku juga mau," jawab Laura dengan wajah menunduk malu.


Mendengar perkataan istrinya membuat Ryan bisa bernafas lega. Jujur saja dia sangat takut jika sampai pernikahan mereka akan seperti bosnya itu. Yang menikah karena sebuah perjanjian semata. Tapi, saat mendengar jawaban istrinya membuat dia bahagia.


"Apa kamu sudah siap jika kita melakukan itu?" tanya Ryan dengan penasaran.


"Iya, aku siap," jawab Laura dengan mukanya yang memerah seperti kepiting rebus.


"Kenapa dengan wajah kamu sayang?" tanya Ryan seraya menggoda istrinya.

__ADS_1


"Aku malu mas," ujar Laura dengan wajah malu.


"Aku ini suami kamu. Jadi, kamu tidak perlu malu seperti ini," ujar Ryan yang gemas saat melihat istrinya yang malu-malu seperti ini.


"Masalah nya aku belum pernah melakukan ini sebelum nya. Aku takut tidak bisa memuaskan kak Ryan." Jelas Laura.


Mendengar perkataan istrinya membuat Ryan sangat bahagia. Dia sangat beruntung bisa menjadi orang pertama bagi istrinya.


"Kamu jangan khawatir. Serahkan semuanya pada ku oke. Biar aku yang bekerja, kamu cukup menerimanya saja. Dan satu lagi mulai sekarang kamu jangan panggil aku kakak lagi. Karena kita bukan kakak dan adik melainkan suami, istri," ujar Ryan dengan tegas.


"Terus aku harus memanggil kak Ryan dengan panggilan apa?" tanya Laura.


"Panggil honey, bee, atau sayang juga bisa," ujar Ryan seraya menggoda istrinya.


"Aku panggil mas Ryan saja," ujar Laura yang merasa malu jika memanggil suaminya dengan sebutan seperti itu.


"Tidak mau. Aku lebih suka kamu panggil seperti yang aku sebutkan tadi," ujar Ryan yang tidak ingin di bantah.


"Baiklah. Aku akan panggil mas Ryan di depan orang saja sedangkan di saat kita berdua aku akan memanggil mas Ryan dengan sebutan bee," ujar Laura.


"Oke. Terserah kamu saja," ujar Ryan.


"Apa kita bisa mulai sekarang? Aku sudah tidak tahan ingin melakukan itu dengan mu," ujar Ryan dengan suara serak.


"Iya, bee. Aku mau," ujar Laura.


Laura mendesah pelan saat Ryan menyentuh area sensitifnya, dia langsung merasakan perasaan yang aneh sekaligus was-was saat Ryan memulai aksinya.


Ryan menatap Laura sambil tersenyum, dia terus melanjutkan aksinya sampai akhirnya tidak ada sehelai benang pun di tubuh mereka.


Laura menjambak rambut Ryan yang terus mengerang akibat permainan Ryan. Suara sexy yang di keluarga oleh Laura membuat Ryan semakin mengebu, dia melebarkan kaki Laura dan mulai memasuki permainan inti.


"Arghk!!"


Laura menjerit sakit saat Ryan melakukan penyatuan mereka dalam tiga kali hentakan. Dia menangis tersedu-sedu dengan tangan yang mencakar punggung Ryan menyalurkan rasa sakit yang di rasakan nya saat ini.


"Hiks... sakit, Hiks..."


Ryan menatap Laura dan mencium kening wanita itu tanpa melepaskan miliknya di bawah sana.


"Terima kasih," ujar Ryan dengan senyum bahagia.


Mata Laura yang tadinya terpejam menjadi terbuka dan menatap Ryan seraya tersenyum bahagia.


Ryan semakin menggila tak kala mereka hampir sampai di puncaknya. Dan setelah mereka melakukan pelepasan Laura langsung tertidur karena lelah. Ryan ambruk di samping Laura.


"Terima kasih sayang, kau telah menjadikanku yang pertama dan percayalah! Kau juga yang pertama untuk ku," bisik Ryan di telinga Laura.


Karena kegiatan yang menguras tenaga, akhirnya Ryan pun memilih ikut memejamkan matanya dan memeluk erat tubuh mungil Laura yang tertidur membelakangi nya.





Bersambung....


Kalian bayangin aja malam pertamanya ya. Author tidak bisa menulis dengan jelas. Karena takut di tolak lagi seperti kemarin.


Selamat membaca....


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2