
Di Ruangan Kerja Alexander Lemos
"Ayo sayang kita pergi ke rumah sakit sekarang. Daddy tidak mau sampai kamu Kenapa-kenapa," ujar Alex yang ingin mengerjai anaknya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ngapain kita pelgi ke lumah sakit dad?" Ara lupa kalau dia tadi sengaja pura-pura terluka agar bisa menyingkirkan Aluna.
"Tentu saja mau mengobati luka kamu. Daddy tidak mau luka kamu malah menjadi parah jika tidak di obati segera," balas Alex dengan wajah pura-pura khawatir.
"Ternyata ayah dan anak sama-sama pintar sandiwara. Kenapa mereka tidak menjadi artis saja? Karena akting mereka benar-benar sangat hebat. Aku sangat yakin tuan Alex pasti sudah tahu kalau anaknya hanya pura-pura terluka tapi dia malah mengikuti sandiwara anaknya. Entah apa tujuan tuan Alex mengikuti sandiwara anaknya itu?" batin Andre dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa meleka akan menyuntik Ala?" tanya Ara yang sangat takut dengan jarum suntik.
"Tentu saja mereka akan menyuntik Ara. Biar Ara tidak terkenak infeksi," balas Alex.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ala ndak mau pelgi ke lumah sakit dad. Ala sudah sembuh sekalang," ujar Ara yang tidak mau pergi ke rumah sakit.
Mendengar perkataan Ara membuat Alex menahan tawanya agar tidak keluar. Dia sangat tahu anaknya sangat takut jarum suntik itu sebabnya dia sengaja bicara seperti itu agar anaknya mau mengakui kalau dia hanya pura-pura terluka.
"Bagaimana kamu bisa sembuh? Padahal sejak tadi daddy belum mengobati kamu," ujar Alex dengan bingung.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ya, bisa lah. Olang Ala ndak telluka," ujar Ara yang keceplosan bicara.
"Apa?" teriak Alex yang sengaja memasang wajah terkejut. Seolah-olah tidak tahu kalau anaknya hanya pura-pura terluka.
"Ohh Tuhan... Sejak kapan tuan Alex suka berakting seperti ini? Lihat saja expresi dia sangat mirip seperti aktor yang sudah profesional di bidangnya," batin Andre seraya geleng-geleng kepala.
"Jadi, kamu pura-pura terluka? Apa tujuan kamu menjebak wanita itu?" tanya Alex dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Dia pantas mendapatkan itu dad. Kalena dia sudah membuat mommy Ala belsedih. Gala-gala ulah wanita itu mommy malah pelgi meninggalkan kita. Ini ndak ada apa-apa na di bandingkan pelbuatan dia yang udah bikin mommy sakit hati dan menangis kemalin. Gala-gala wanita itu Ala halus kehilangan mommy, bahkan Ala ndak tahu di mana kebeladaan mommy sekalang," ujar Ara seraya menahan emosi saat mengingat ibunya yang menangis gara-gara wanita itu.
"Jadi benar Ara tidak tahu di mana keberadaan mommy?" tanya Alex dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ala sudah bilang ndak tahu di mana kebeladaan mommy. Tapi daddy masih saja beltanya pada Ala. Apa daddy pikil Ala sengaja menyembunyikan mommy dali daddy?" tanya Ara dengan wajah kesal.
"Apa Ara sudah makan?" tanya Alex seraya mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Dia sengaja mengalihkan pembicaraan agar anaknya tidak marah lagi padanya. Dia sangat tahu jika anaknya marah maka dia sendiri yang repot nanti. Apalagi kalau sampai anaknya mengadu pada orang tuanya maka bisa di pastikan dia yang akan di marahin habis-habisan oleh orang tuanya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Belum dad," jawab Ara dengan singkat.
"Ya, sudah. Daddy pesan kan makanan untuk kamu dulu," ujar Alex seraya mengirim pesan pada Laura.
"Oke, dad," jawab Ara dengan singkat.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Permisi tuan, saya mau mengantar makanan pesanan tuan," ujar Laura dengan sopan.
"Taruh saja di sana," titah Alex seraya menunjuk ke arah meja yang ada di dalam ruangan kerjanya.
"Baik tuan," jawab Laura seraya meletakkan makanan pesanan atasannya.
"Saya permisi tuan," ujar Laura seraya pergi dari sana.
"Hemm," balas Alex dengan singkat.
"Oke dad," jawab Ara dengan singkat.
β’
β’
β’
Di Mansion David Lemos
Saat ini Claudia dan Angelina sedang berada di ruangan keluarga. Sampai saat ini Claudia belum mau pulang ke mansion suaminya. Dia belum siap jika bertemu dengan suami nya.
Jujur saja dia sangat malu jika harus menemui suaminya karena dia sudah menuduh suaminya selingkuh padahal kenyataan nya suaminya sama sekali tidak pernah selingkuh dari nya.
"Ada apa sayang? Apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Angelina saat melihat menantunya yang seperti nya ingin berbicara dengan nya hanya saja dia terlihat ragu.
"Hemm... Apa mama bisa menelpon mas Alex dan menanyakan keadaan nya?" tanya Claudia yang sangat khawatir pada suaminya.
Mendengar perkataan Claudia membuat Angelina bahagia. Itu artinya menantunya sudah mau memaafkan anaknya. Dia berharap anak dan menantunya bisa tinggal bersama lagi seperti dulu.
"Bisa sayang. Sebentar, mama telpon Alex dulu," balas Angelina dengan antusias.
__ADS_1
Dreet... Dreet... Dreet...
π "Hallo? Ada apa ma?" tanya Alex dengan penasaran.
π "Hallo Lex? Bagaimana keadaan kamu dan menantu mama?" tanya Angelina.
π "Aku baik-baik saja ma. Begitupun menantu mama," balas Alex seraya menyembunyikan masalah rumah tangga nya dari orang tuanya.
π "Apa mama bisa bicara dengan menantu mama? Mama sangat rindu padanya. Mama sudah beberapa kali menelpon Claudia tapi ponselnya malah tidak aktif. Itu sebabnya mama sangat khawatir padanya, takut dia kenapa-kenapa," ujar Angelina dengan perasaan cemas agar anaknya tidak curiga padanya kalau Claudia ada di mansion nya.
Mendengar perkataan Angelina membuat Claudia geleng-geleng kepala. Dia tidak menyangka ibu mertuanya sangat pintar berakting seperti ini. Padahal sudah jelas dia ada di samping nya saat ini tapi ibu mertuanya malah bersikap seolah-olah dia ada di tempat jauh.
π "Aku lagi ada di perusahaan saat ini ma. Mama tidak perlu khawatir pada Claudia karena dia baik-baik saja," ujar Alex dengan tenang agar ibunya tidak curiga padanya.
π "Syukurlah jika dia baik-baik saja. Mama bisa tenang sekarang," ujar Angelina.
π "Ya sudahlah ma. Aku tutup telponnya karena aku mau melanjutkan pekerjaan dulu," ujar Alex.
π "Iya, salam buat cucu dan menantu mama," ujar Angelina.
π "Baik ma," jawab Alex seraya mematikan smartphone nya.
"Kamu lihat sayang? Walaupun dia lagi ada masalah dengan kamu, dia justru malah menutupi masalah ini agar kami tidak tahu kalau kalian lagi bertengkar," ujar Angelina.
"Tapi kenapa mas Alex menutupi masalah ini ma?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Itu karena dia tidak mau membuat kami khawatir atas masalah yang sedang menimpa pada kalian. Dia ingin menyelesaikan masalah rumah tangga nya sendiri tanpa melibatkan kami." Jelas Angelina.
"Kapan kamu mau pulang ke mansion Alex? Maaf bukan maksud mama mengusir kamu tapi mama cuman tidak mau melihat kalian tinggal terpisah seperti ini apalagi kamu lagi hamil pasti anak kamu butuh sosok ayah di dekatnya," ujar Angelina yang sangat berharap menantunya mau kembali tinggal bersama anaknya.
"Aku butuh waktu satu minggu lagi ma. Aku janji setelah itu aku akan kembali ke mansion mas Alex," ujar Claudia.
"Mama berharap kamu tidak berubah pikiran," ujar Angelina.
"Aku janji akan pulang ke mansion mas Alex," balas Claudia dengan penuh keyakinan.
Mendengar perkataan Claudia membuat Angelina bahagia. Sebentar lagi anak dan menantunya akan kembali tinggal bersama.
β’
β’
β’
Bersambung....
πΏπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΏ
__ADS_1