
Di Ruang Kerja Alexander Lemos
Saat ini Ara dan yang lain sudah duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerja Alexander Lemos.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa aunty suka cama daddy Ala? Aunty sudah tahu kan kalau daddy na Ala sudah memiliki isci tapi tenapa aunty masih saja mengejal daddy? Apa aunty ndak laku sampai mendekati suami olang?" tanya Ara dengan tatapan menghina.
Mendengar perkataan Ara membuat Aluna mengepalkan tangannya karena emosi. Dia tidak terima di hina seperti ini apalagi yang menghinanya hanyalah seorang anak kecil. Tapi apa yang bisa dia perbuat selain terdiam seperti patung.
"Justru mommy kamu yang sudah merebut calon suami aku. Karena aku yang lebih dulu bertemu dengan daddy kamu bahkan kami sudah sepakat untuk menikah. Tapi mommy kamu malah merusak segalanya dengan cara merayu daddy kamu agar masuk perangkap dia dan akhirnya malah menikah dengan laki-laki yang aku cintai." Aluna tidak terima di katakan tidak laku oleh Ara.
Karena pada dasarnya banyak laki-laki yang mengejar cintanya tapi dia dengan setianya menunggu Alex untuk melamarnya dan menjadikan dia sebagai istrinya. Tapi nyatanya laki-laki yang sangat dia cintai justru malah menikah dengan wanita lain.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Anak ini dari tadi selalu mengatakan pucing pala Ala. Apa dia tidak bisa berhenti bicara seperti itu? Jika tidak ingat kalau dia anaknya kak Alex sudah dari tadi aku merobek mulut dia agar tidak lagi mengucapkan kata-kata pucing pala Ala," batin Aluna dengan wajah kesal.
"Jika daddy Ala benal-benal menyukai aunty, tenapa daddy ndak melamal aunty agal menjadi isci na?"
"Tapi daddy na Ala malah memilih menikah cama mommy na Ala bukan na itu sudah membuktikan kalau aunty itu bukan lah wanita yang selama ini daddy halapkan," ujar Ara seraya mengejek.
"Kau..." Aluna benar-benar emosi saat mendengar perkataan Ara tadi.
"Apa?" tanya Ara dengan wajah pura-pura polos. Padahal dia sangat tahu kalau Aluna sedang menahan emosi gara-gara ucapan pedasnya itu.
"Tutup mulutmu itu. Beraninya kamu menghina ku seperti itu," ujar Aluna seraya menahan emosi agar tidak meledak.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa aunty malah? Bukan na yang Ala katakan benal ada na? Jika benal daddy menyukai aunty untuk apa daddy malah menikah dengan pelempuan lain. Sehalus na daddy lebih memilih menunggu aunty atau ndak mengejal aunty agal mau menikah dengan na."
"Tapi, nyata na daddy malah lebih memilih mommy na Ala. Mungkin daddy sudah sadal kalau mommy Ala jauh lebih antik di bandingkan wajah aunty yang telihat pas-pasan." Ara tidak berhenti menghina Aluna.
Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan membalaskan orang yang sudah menyakiti hati ibunya. Dia akan membuat perempuan ini menyesal karena sudah membuat ibunya menangis. Jika dia tidak menghancurkan rumah tangga orang tuanya maka Ara tidak akan menghina ataupun menyakiti orang lain.
__ADS_1
"Dasar bocah kurang ajar." Aluna yang sudah emosi ingin sekali menampar wajah Ara tapi dia langsung tersadar saat mengingat Alex yang akan menghancurkan keluarga nya jika sampai dia menyakiti anaknya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ck! Balu di hina sedikit saja langsung malah dan emosi. Apa kamu pikil dengan belsikap baik di depan Ala akan membuat Ala mau menelima kamu sebagai mommy balu Ala? Ck! Sampai mati pun Ala ndak akan mau memiliki ibu tili yang kejam sepelti kamu," ujar Ara seraya menatap Aluna dengan tatapan tajam.
"Kurang ajar, jika aku berhasil menikah dengan daddy kamu orang pertama yang aku singkirkan adalah kamu," ujar Aluna seraya mengancam Ara.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Emang na daddy mau menikah cama kamu?" tanya Ara dengan tatapan mengejek.
"Tentu saja kak Alex mau menikah dengan ku. Karena kami sudah berjanji akan segera menikah saat kami sudah dewasa nanti," ujar Aluna dengan penuh percaya diri.
Walaupun dia tahu apa yang dia katakan tidak mungkin terwujud. Tapi demi membungkam mulut anak licik ini dia terpaksa berbohong pada Ara.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ck! Dasal nenek sihil, apa dia pikil Ala ndak tahu kalau daddy ndak pelnah menyukai wanita ini? Kalena aku sudah mendengal langsung dari mulut daddy kalau daddy cama sekali ndak pelnah mencintai wanita ini," batin Ara.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
Mendengar perkataan Ara membuat Aluna merasa bingung bukannya tadi anak ini baru saja menghinanya? Tapi kenapa sekarang dia malah berubah menjadi baik?
"Apa anak ini memiliki kepribadian ganda? Baru tadi dia menghina dan meremehkan aku, tapi sekarang dia malah berubah sikap menjadi orang yang baik dan lembut seperti ini. Bukannya itu sangat aneh?" Aluna merasa bingung saat melihat Ara yang berubah baik dalam sekejap. Sehingga membuat Aluna curiga mungkin saja Ara memiliki penyakit kepribadian ganda.
"Untuk apa kamu menanyakan lipstik aunty? Kamu ini masih kecil belum di perbolehkan menggunakan lipstik," ujar Aluna dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Aunty ndak pelu tahu ulusan Ala. Jika aunty punya lipstik cepat berikan pada Ala," ujar Ara dengan wajah kesal.
"Ini," ujar Aluna seraya memberikan lipstik pada Ara.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
__ADS_1
"Telima kasih," ujar Ara seraya menerima lipstik dari tangan Aluna.
"Sama-sama," jawab Aluna dengan singkat.
"Kenapa anak ini mencoret wajahnya sendiri dengan lipstik?" Sepertinya benar kalau anak ini memiliki penyakit aneh makanya dia bersikap seperti itu pada ku tadi," batin Aluna yang mulai takut jika benar apa yang dia pikirkan tentang Ara benar adanya.
"Kenapa nona kecil mencoret wajahnya dengan lipstik?" tanya Dian seraya berbisik.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Jangan banyak beltanya nanti juga aunty tahu sendili," ujar Ara dengan cuek.
"Kenapa anak ini mencoret wajahnya sendiri dengan lipstik? Apa ini ada hubungan nya dengan nona Aluna?" Begitu banyak pertanyaan yang ingin Dian tanyakan pada anak majikannya tapi Ara malah tidak mau menjawab satu pertanyaan pun dari nya sehingga Dian hanya bisa pasrah dan menunggu apa yang akan di lakukan oleh anak majikannya pada wanita ini.
"Apa Ara sedang sakit?" tanya Aluna dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ck! Tenapa dali tadi aunty selalu menanyakan apa Ala sedang sakit apa ndak? Jika Ala sedang sakit maka Ala pasti ada di lumah sakit bukan na malah ada di pelusahaan daddy," ujar Ara dengan wajah kesal.
"Jika Ara tidak sakit, kenapa sikap Ara aneh seperti ini?" Aluna tidak yakin kalau Ara tidak memiliki penyakit, padahal sikapnya sudah membuktikan kalau dia seperti orang sakit.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa maksud aunty? Apa na yang aneh? Pelasaan dali tadi Ala ndak melakukan sesuatu yang aneh," ujar Ara dengan wajah bingung.
"Untuk apa Ara mencoret wajahnya dengan lipstik? Seharusnya kamu pakai lipstik itu di bibir bukannya malah mencoret di wajah kamu bahkan tangan kamu pun ikut kamu coret bukannya itu sangat aneh?" tanya Aluna dengan penasaran.
Mendengar perkataan Aluna bukannya menjawab pertanyaan nya Ara justru malah sibuk mencoret wajahnya dengan lipstik. Entah apa yang akan dia lakukan nanti hanya Ara dan Tuhan yang tahu.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung....
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿