One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Melabrak Pasangan Selingkuh )


__ADS_3

Hotel Du Louvre



Hotel-du-Louvre dari namanya saja kita sudah mengetahui bahwa hotel yang satu ini pasti berdekatan dengan salah satu tempat wisata di perancis. Hotel yang berdiri sejak tahun 1855 ini merupakan salah satu hotel yang sangat penting di paris. Lokasi dari hotel ini sendiri sangat berdekatan dengan museum Louvre yang merupakan salah satu bangunan terkenal di Paris.


Hotel yang satu ini memiliki 177 kamar yang memiliki model cukup modern, namun masih tetap menyisakan aura abad pertengahan. Pembangunan dari hotel yang satu ini berbarengan dengan adanya revolusi dan pembangunan besar-besaran di Perancis. Keberadaan dari hotel yang satu ini memiliki pengaruh yang sangat besar bagi pergerakan yang terjadi di Perancis sendiri. Sejak pertama kali di dirikan keindahan dan nuansa nyaman yang diberikan dari hotel ini telah menarik hati para wisatawan.


Bahkan penulis novel kenamaan sekelas Sir Arthur Conan Doyle pun terkesima dengan hotel yang satu ini. Untuk menunjukan hal tersebut beliau menjadikan hotel ini sebagai salah satu setting tempat menginap dari Sherlock Holmes. Sampai saat ini, hotel yang satu ini selalu menjadi hotel yang ternama dan sangat dicari oleh banyak sekali wisatawan yang datang ke Perancis.


"Apa yang mereka lakukan di hotel ini? Jangan bilang kalau mereka mau berbuat mesum?" tanya Claudia dengan wajah panik.


Mendengar perkataan Claudia membuat Ara merasa bingung. Karena dia sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan oleh ibunya itu.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Apa itu mesum?" tanya Ara dengan kening mengkerut.


"Anak kecil tidak perlu tahu masalah orang dewasa. Dari pada Ara menanyakan masalah itu, lebih baik kita melabrak pasangan selingkuh itu sekarang juga," ujar Claudia seraya menahan emosi.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Kalau mommy menyebut Ala anak kecil. Tenapa juga mommy halus minta bantuan cama Ala? Sebaik na mommy minta bantuan cama olang dewasa saja. Kalena Ala sudah ndak mood untuk membantu mommy lagi," sahut Ara dengan wajah kesal.


Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia kelimpungan, karena takut anaknya ini tidak mau membantu dia lagi.


"Mommy minta maaf karena bicara seperti itu sama Ara. Kamu tahu sendiri, mommy lagi kesal sama daddy kamu. Itu sebabnya mommy malah melampiaskan nya pada Ara.


"Sebaiknya kita, berkerja sama untuk memberikan pelajaran pada pasangan mesum itu," ujar Claudia dengan wajah kesal.


"Yes. Cepelti na Lencana ini akan belhasil membuat mommy cembulu cama daddy. Ala halus tetap belakting pula-pula ndak tahu. Agal mommy ndak culiga cama Ala," batin Ara.


"Sebaiknya kita tanyakan sama resepsionis itu no kamar tuan muda bersama wanita itu. Agar kita bisa menyusul mereka yang sudah pergi dari tadi," sahut Dian Baby Sister Ara.


"Ayo Ara Kita samperin resepsionis itu," ajak Claudia yang di jawab anggukan kepala oleh Ara.


"Permisi nona!" Apa saya boleh tahu berapa no kamar pasangan mesum yang tadi berdiri disini?" tanya Claudia.


"Hah... Apa maksud Nona?" tanya resepsionis itu dengan bingung.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa mommy halus menebut meleka pasangan mesum? Apa mommy pikil meleka mengelti apa yang mommy tanyakan ini?" tanya Ara dengan wajah kesal.


"Kalau begitu, Ara saja yang bertanya sama nona ini," ujar Claudia.


"Ihhh, pucing pala Ala..."

__ADS_1


"Tadi mommy menebut Ala anak kecil. Sekalang mommy malah menuluh Ala tanyakan cama aunty ini. Kalau ndak ingat daddy lagi belcama wanita jelek itu. Malas Ala bantuin mommy," ujar Ara dengan wajah kesal.


"Cepat Ara tanyakan sama nona ini sebelum daddy dan wanita itu membuatkan adik bayi untuk Ara," ujar Claudia dengan perasaan cemas.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Bialkan saja daddy membuat adik bayi buat Ala. Itu belalti Ala akan ada teman na di lumah," ujar Ara dengan cuek.


Padahal dalam hati sudah mengumpat ayahnya itu. Jika sampai mereka membuatkan adik untuk dia.


"Awas saja kalau daddy cama aunty Nabila sampai membuatkan Ala adik bayi. Ala akan membuat hidup kalian tidak tenang," batin Ara.


"Kenapa Ara tega bicara seperti itu sama mommy?"


"Jika daddy kamu sampai mempunyai anak dari wanita pelakor itu. Mommy akan kabur lagi dari negara ini," ancam Claudia.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Telselah mommy saja mau kabul apa ndak. Yang jeles Ala ndak akan ikut cama mommy. Kalena Ala ndak mau hidup miskin cama mommy," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.


"Ayah sama anak sama-sama kejam. Aku benci kalian berdua," batin Claudia seraya menahan emosi agar tidak meledak.


"Maaf nona. Tolong jangan bertengkar di sini karena itu menganggu ketenangan tamu yang menginap di hotel ini," sahut Resepsionis itu yang sejak tadi mendengarkan pertengkaran mereka.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


Glekk


"Kenapa anak ini saat melihat aku seperti singa yang ingin memangsa buruannya," batin Resepsionis itu seraya menelan saliva nya sendiri.


"Saya aunty Maudy. Kenapa kamu menanyakan nama aunty?" tanya Maudy dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Dengal aunty Udy...


"Stop. Nama aku maudy bukan Udy. Apa kamu mengerti," titah Maudy dengan wajah kesal saat namanya di nganti dengan nama jelek seperti itu.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Alah. Nama jelek saja di libutin. Sudah bagus Ala menebut aunty Udy dali pada Ala menebut paman Udin," sahut Ara dengan wajah tanpa dosa.


"Anak ini. Bikin aku kesal saja. Belum pernah aku bertemu dengan anak yang super nyebelin seperti ini. Jika tidak ingat mereka tamu di hotel ini. Sudah aku buang anak nakal ini ke planet pluto," batin Maudy dengan wajah kesal.


"Maafin anak saya nona. Dia tidak bisa bicara dengan lancar seperti kita. Karena dia masih kecil, umurnya saja baru empat tahun," sahut Claudia yang tidak mau sampai di usir dari hotel ini gara-gara ulah anaknya yang nakal ini.


"Anak kecil tapi mulutnya pedas banget seperti cabai rawit," batin Maudy dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Oh tidak apa-apa nona. Saya bisa mengerti," ujar Maudy lain di mulut dan lain di hati.


"Apa nona bisa kasih tahu kami no kamar laki-laki dan perempuan yang barusan memesan kamar sama nona?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Maaf nona. Kami tidak bisa memberikan informasi tamu yang menginap di sini. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menutupi indentitas mereka dari siapapun," ujar maudy dengan sopan.


"Apa kamu mau saya tuntut karena sudah menyembunyikan pasangan selingkuh dari istri sahnya," ancam Claudia dengan tegas.


"Apa maksud nona? Apa nona memiliki bukti kalau laki-laki tadi suami nona?" tanya maudy dengan sopan.


"Lihat foto pernikahan ini. Dia adalah Alexander Lemos suami sah saya. Sementara wanita yang bersama dengan laki-laki itu hanyalah seorang pelakor yang ingin menghancurkan pernikahan kami," ujar Claudia dengan wajah kesal.


"Maafkan saya nona. Karena tidak tahu kalau anda istri sah nya. Kalau begitu anda bisa naik lift menuju lantai 5 no kamar 126," ujar Maudy dengan sopan.


"Terima kasih," ujar Claudia dengan lembut.


"Sama-sama nona," jawab Maudy dengan sopan.


"Ayo Ara kita kasih pelajaran pada pasangan mesum itu," ajak Claudia dengan cepat.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Oke. Ala akan menemani mommy menemui daddy di sana. Tapi, kalau nanti daddy malah dan mengusir mommy dari lumah na itu. Ala ndak mau ikutan. Kalena Ala sudah nyaman hidup di lumah mewah belcama daddy dali pada ikut cama mommy yang halta na ndak sebelapa di bandingkan dengan halta daddy yang sangat banyak," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.


"Anak ini benar-benar matre. Bukannya membantu ibunya menjauhkan wanita pelakor itu. Dia justru memikirkan dirinya sendiri yang tidak mau hidup miskin," batin Claudia.


"Jika Ara mau memiliki ibu tiri suruh saja daddy kamu menikahi wanita pelakor itu. Karena mommy sudah tidak peduli lagi apa yang akan kalian lakukan. Tapi, sebelum mommy meninggalkan daddy kamu. Mommy akan memberikan pelajaran sama wanita pelakor itu," ujar Claudia dengan wajah kesal.


"Telselah mommy saja mau melakukan apa cama daddy. Yang jelas Ala ndak mau di usil cama daddy. Apalagi halus melelakan halta daddy buat di miliki oleh olang lain. Kalena halta itu cuman boleh di miliki oleh Ala saja," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.


Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia bertambah emosi. Dia tidak menyangka anaknya tidak memiliki perasaan sedikitpun pada ibunya. Yang dia pikirkan hanya harta dan harta.


"Ayo Dian kita pergi melabrak pasangan selingkuh itu," ajak Claudia pada Dian Baby sister nya Ara.


"Baik nyonya muda." Dian menjawab dengan sopan.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa mommy ndak mengajak Ala ikut belcama meleka? Sehalus na mommy mengajak Ala bukan na mengajak aunty Dian. Ah... sudah lah, Sebaik na Ala menyusul mommy saja," ujar Ara dengan suara lirih seraya pergi dari sana.





Bersambung....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2