
Di Mansion Alexander
Beberapa Jam Kemudian
"Ayo kesayangan daddy kita masuk ke dalam," titah Alex saat mereka baru sampai di Mansion.
"Ihhh, pucing pala Ala... "
"Apa ini lumah daddy?" tanya Ara dengan penasaran.
"Benar sayang. Ini Mansion daddy," jawab Alex dengan cepat.
"Apa Ara suka dengan Mansion ini?" tanya Alex dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala... "
"Selama Ala tinggal di lumah besal Ala akan selalu suka. Kecuali daddy mengajak Ala tinggal di lumah jelek balu Ala ndak suka," jawab Ara dengan cepat.
"Benar kata papa. Kalau anak aku ini selain licik, dia juga matre," batin Alex seraya geleng-geleng kepala saat memikirkan kelakuan anaknya.
"Bagaimana kalau seandainya daddy menjadi orang miskin? Apa Ara akan tetap ikut tinggal sama daddy?" tanya Alex dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala... "
"Kalau daddy bangklut Ala ndak akan ikut cama daddy. Mana mau Ala tinggal di lumah daddy yang jelek itu," jawab Ara dengan santai.
"Kalau Ara tidak ikut sama daddy dan mommy. Ara mau tinggal di mana?" tanya Alex dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala... "
"Tentu saja tinggal di lumah daddy Maksim. Ala kan puna dua daddy," jawab Ara dengan santai.
"Mana mau dia mengadopsi kamu. Orang kamu bukan anak kandung dia," sahut Claudia dengan cepat.
"Ihhh, pucing pala Ala... "
"Kalau begitu. Mommy nikah saja cama daddy maksim. Dengan begitu Ala akan menjadi anak na, beles kan," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.
"Apa," teriak mereka dengan terkejut saat mendengar perkataan anaknya.
"Apa kamu pikir mommy ini barang yang bisa di pindahkan kemana pun kamu suka," ujar Claudia dengan kesal.
Begitu pun dengan Alex yang ikut kesal dan emosi saat mendengar perkataan anaknya yang ingin menikahkan istrinya dengan laki-laki lain.
"Jika tidak ingat dia anak kandung aku sendiri. Sudah aku siksa dia seperti musuh-musuh aku selama ini. Apa ini yang di rasakan oleh anak buah aku pada saat aku membuat mereka emosi tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang aku mengalami apa yang selama ini mereka alami. Sial, kenapa Ara sangat kejam pada daddy nya sendiri," batin Alex menahan emosi.
"Ihhh, pucing pala Ala... "
"Yang bilang mommy balang ciapa. Olang mommy sendili yang bilang tadi," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.
"Anak ini benar-benar bikin aku emosi saja," batin Claudia dengan kesal.
"Lebih baik kita masuk saja ke dalam," sahut Alex dengan cepat yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.
__ADS_1
Ruang Tamu
"Clau... Ara," panggil seseorang yang sedang duduk di ruang tamu dengan antusias.
"Mama... kak Alice... sejak kapan ada di sini?" tanya Claudia seraya menghampiri mereka.
"Kami baru saja datang. Tadi rencananya kami mau pulang saat mendengar dari pelayan kalau kalian tidak ada di Mansion ini," jawab Alice dengan cepat.
"Kenapa kalian tidak menelpon aku kalau mau ke sini?" tanya Claudia seraya duduk di depan mereka.
"Kami pikir kamu tidak pergi kemana pun. Makanya kami langsung datang ke sini tanpa memberitahukan sama kamu dulu," jawab Ariana dengan lembut.
"Maaf ma... kak Al... kalian pasti capek banget menunggu aku pulang ke sini," ujar Claudia yang merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa clau. Ini bukan salah kamu. Tapi salah kami yang tidak mengabari kamu dulu saat mau pergi ke sini," ujar Ariana lembut.
"Apa Oma ada bawa hadiah buat Ala?" tanya Ara yang lebih menayangkan hadiahnya dari pada menanyakan keadaan mereka.
"Euuhhh Ara?" Kenapa dalam otak kamu itu cuman ada uang, barang branded. Apa setiap kami pergi kesini harus membawa kamu uang atau barang mahal dulu?" tanya Alice yang kesal dengan keponakan nya ini.
"Ihhh... "
"Stop bicara itu mulu. Cepat jawab saja apa yang aunty tanyakan tadi," potong Alice dengan cepat.
"Tenapa aunty ini selalu mencali Gala-gala cama Ala. Kalau ndak ingat dia aunty na Ala. Sudah Ala kilim dia ke lumah belpagal. Ndak ada guna na dia ada di sini, bikin kesal Ala saja," batin Ara dengan kesal.
Glekk
"Oh Tuhan... Aku lupa kalau disini ada tuan Alex. Kenapa suami Claudia sangat serem seperti ini, bikin aku takut saja," batin Alice menelan saliva nya sendiri.
"Maaf tuan. Saya hanya bercanda saja dengan Ara. Seperti biasa kami lakukan selama ini," jawab Alice dengan tenang walaupun dalam hati dia sudah ketakutan saat melihat tatapan tajamnya Alex.
"Bohong daddy. Olang aunty Lilis selalu mencali gala-gala cama Ala. Padahal Ala ndak pelnah belbuat jahat cama dia...
"Sudah cukup. Mbak Dian tolong bawa Ara masuk ke dalam kamarnya sekarang juga," potong Claudia dengan cepat agar Ara tidak bicara macam-macam sama Alex.
Sungguh, dia sangat takut kalau sampai Alex melukai Alice. Padahal dia tahu, Alice hanya bercanda dengan anaknya, tapi berbeda dengan Alex yang berpikir kalau Alice bukan orang baik yang suka berbuat jahat sama anaknya seperti yang Ara bilang tadi.
"Baik nyonya muda. Ayo nona kecil kita masuk ke dalam kamar," ujar Dian baby sister nya Arrabella.
"Ihhh, pucing pala Ala... "
"Hali ini aunty Lilis selamat gala-gala di bela cama mommy. Kalau sekali lagi aunty Lilis mencali gala-gala cama Ala. Awas saja nanti." Ara mengancam dengan tatapan tajamnya.
Glekk
"Dasar bocah licik. Aku pikir dia sudah berubah menjadi anak yang baik. Tapi ternyata dia malah makin kejam dan licik," batin Alice dengan wajah takut jika sampai Alex menghancurkan hidupnya.
"Ayo Aunty Dian kita pelgi ke kamal Ala," sambungnya lagi yang di jawab anggukan kepala oleh Dian.
"Clau... kami mau pamit pulang dulu," ujar Alice yang ingin cepat pergi dari sana.
__ADS_1
"Kenapa kak Alice mau pulang. Apa kalian tidak ingin menginap di sini saja?" tanya Claudia dengan bingung.
"Aku mohon Clau. Biarkan aku pergi dari Mansion ini. Apa kamu tidak lihat wajah suami kamu seperti singa yang siap menerkam mangsanya. Aku masih ingin hidup lama di dunia ini clau," batin Alice dengan wajah takut.
"Lain kali saja kami menginap di sini Clau. Sekarang kami mau pulang dulu. Lagian mama sudah tenang saat melihat keadaan kalian baik-baik saja disini," sahut Ariana membantu Alice bicara saat melihat dia sudah tertekan dan takut sejak tadi.
Mendengar perkataan Ariana membuat Alice bisa bernafas lega. karena sudah membantu dia bicara sama Claudia.
"Baiklah. Kalian hati-hati di jalan," ujar Claudia dengan lembut yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.
•
•
•
Di Perjalanan
"Ma... aku tidak mau pergi ke Mansion Claudia lagi. Aku benar-benar trauma pergi ke sana," ujar Alice seraya menyetir mobil.
"Itu salah kamu sendiri yang mencari gara-gara sama Ara. Kamu sendiri yang mencari penyakit, jadi jangan salahkan orang lain," ujar Ariana dengan tegas.
"Maaf ma... aku keceplosan bicara tadi. Aku heran sama Claudia apa dia tidak takut mempunyai suami seperti tuan Alexander yang kejam itu," ujar Alice dengan penasaran.
"Mama lihat tuan Alex sangat sayang sama Claudia dan anaknya. Beda lagi kalau orang yang mencelakai keluarganya, wajar kalau dia berbuat kejam sama mereka termaksud sama kita," jelas Ariana.
"Mama benar juga. Aku menyesal sudah bicara seperti itu sama Ara tadi. Kenapa aku selalu sial jika bertemu dengan Ara? Untung ada Claudia yang membantu aku tadi. Kalau tidak mungkin tuan Alex sudah membuat hidup aku hancur," ujar Alice dengan wajah menyesal.
"Makanya mama ingatkan kamu. Jangan pernah membuat Ara emosi, tapi kamu masih saja suka menganggu dia. Lihat mama, apa pernah Ara bicara yang tidak sopan sama mama?" tanya Ariana yang di jawab gelengan kepada oleh Alice.
"Itu karena mama tidak pernah menganggu dia. Makanya Ara sangat sayang sama mama. Jika mau Ara sayang sama kamu. Maka mulai sekarang kamu harus bisa mengontrol emosi kamu untuk tidak bicara yang malah membuat Ara kesal sama kamu," Jelas Ariana dengan tegas.
"Aku akan usahakan untuk tidak mencari gara-gara lagi sama Ara. Itupun kalau aku tidak keceplosan," ujar Alice.
"Kamu harus bisa belajar mengontrol emosi, agar saat kamu bicara dengan Ara tidak keceplosan yang akhirnya malah kamu sendiri yang rugi."
"Apa kamu mengerti," titah Ariana dengan tegas.
"Baik ma. Aku mengerti," jawab Alice dengan cepat.
"Terima kasih Tuhan... karena aku selamat dari singa jantan yang ingin menerkam aku tadi. Sungguh, aku benar-benar takut dengan tuan Alexander yang terkenal licik dan kejam itu," batin Alice dengan lega.
•
•
•
Bersambung.....
Salam cinta ❤️❤️❤️ untuk kalian semuanya. love you semuanya.
💖💖💖( by Aty Farah )💗💗💗
__ADS_1