One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Di Mana Mommy Kamu )


__ADS_3

Di Mansion Alexander Lemos


Beberapa jam kemudian, saat ini Alex sudah sampai di mansion tempat tinggal dia dan istri tercinta. Dia yang sedari tadi tidak tenang bahkan urusan kantor dia limpahkan pada asisten pribadinya hanya karena dia tidak tenang saat mengingat jika istrinya sedang bersedih gara-gara salah paham tadi.


Itu sebabnya dia buru-buru pulang agar bisa menjelaskan kebenaran pada istrinya supaya istrinya tidak lagi salah paham padanya dan mau memaafkan dia.


"Sayang? Kamu di mana?" teriak Alex dengan suara keras, dia berharap istrinya bisa mendengar suara teriakan nya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa daddy balu pulang langsung teliak-teliak. Ini bukan pasal jadi daddy ndak pelu teliak-teliak sepelti itu. Bikin telinga Ala sakit saja," sahut Ara dengan wajah kesal.


"Apa Ara melihat mommy?" tanya Alex yang tidak memperdulikan ocehan anaknya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Untuk apa daddy menemui mommy lagi? Bukan na sekalang daddy sudah memiliki wanita lain? Jadi untuk apa daddy mengingat mommy lagi," ujar Ara seraya menyindir ayahnya.


Mendengar perkataan anaknya membuat Alex terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka jika istrinya akan menceritakan masalah ini pada anaknya. Sekarang ketakutan nya semakin parah karena anaknya juga sudah tahu masalah tadi. Dia sangat takut jika anaknya malah ikutan membenci dirinya sama seperti Claudia.


"Apa yang Ara katakan? Mana mungkin daddy selingkuh dengan wanita lain sedangkan daddy sangat mencintai mommy kamu," ujar Alex seraya menjelaskan pada anaknya agar dia tidak salah paham tentang masalah yang di sebabkan oleh wanita itu.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Mana ada maling ngaku. Jika ada maling ngaku maka lumah belpagal pasti sudah penuh semua," ujar Ara yang masih tidak percaya sama perkataan ayahnya.


"Apa itu rumah berpagar?" Alex merasa heran dengan kata yang di ucapkan oleh anaknya tadi. Anaknya ini selain suka merubah nama orang lain dia juga suka bicara yang aneh-aneh sehingga dia sangat susah mencerna perkataan anaknya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Lumah belpagal itu tempat olang-olang jahat dad. Masak itu saja daddy ndak mengelti sih," ujar Ara dengan wajah kesal.


Mendengar perkataan anaknya membuat Alex geleng-geleng kepala. Benar apa yang dia katakan tadi kalau anaknya ini suka sekali bicara yang aneh-aneh hingga membuat dia sakit kepala karena tidak mengerti apa yang di katakan oleh anak nakal nya ini.

__ADS_1


"Sekarang Ara jawab pertanyaan daddy. Di mana mommy kamu?" tanya Alex yang tidak mau memperpanjang masalah tadi. Karena tujuan dia pulang buru-buru dari kantor hanya untuk bisa bertemu dengan istrinya yang sedang marah padanya gara-gara salah paham.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Mommy sudah pelgi dali lumah ini," balas Ara dengan cepat.


"Apa?" teriak Alex yang terkejut saat mendengar perkataan anaknya.


"Jika mommy pergi dari sini kenapa Ara masih berada di mansion ini? Apa mommy tidak mengajak Ara?" tanya Alex dengan penasaran.


" Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa daddy bicala sepelti itu? Apa daddy ada lencana mau mengusil Ala dali lumah ini? Jika sampai itu teljadi maka Ala dulu yang akan mengusil daddy baik dali lumah ini maupun dali pelusahaan daddy," ujar Ara seraya mengancam ayahnya.


Glek


Mendengar perkataan anaknya membuat Alex menelan ludahnya sendiri. Dia baru ingat sekarang kalau seluruh harta yang dia miliki sudah menjadi milik anaknya. Jika sampai anaknya melakukan itu maka bisa di pastikan dia akan jatuh miskin. Apalagi dia sedang ada masalah dengan istrinya. Itu sebabnya dia sangat takut jika sampai anaknya mengusir dia dari mansion ini.


"Kenapa Ara bisa berpikir seperti itu? Mana mungkin daddy mengusir Ara dari mansion ini. Daddy cuman penasaran saja kenapa kamu tidak ikut sama mommy kamu?" tanya Alex dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


Mendengar perkataan Ara membuat Alex sangat shock dan juga terkejut. Dia tidak menyangka anaknya bisa berpikir seperti itu padanya. Padahal dia sama sekali tidak ada kepikiran memberikan hartanya pada wanita ondel-ondel itu.


"Itu tidak akan pernah terjadi. Sampai kapanpun daddy tidak akan pernah membawa wanita lain ke dalam mansion ini karena daddy sangat mencintai mommy kamu," ujar Alex dengan tulus.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Apa daddy pikil Ala pelcaya pelkataan daddy? Jika benal daddy ndak selingkuh cama siluman belbisa itu tenapa mommy menangis dan gala-gala kejadian itu mommy malah minggat dali lumah ini?" tanya Ara dengan kesal.


Deg


"Ja... jadi benar mommy kamu sudah pergi dari mansion ini? Apa kamu tahu mommy kamu pergi ke mana?" tanya Alex dengan terbata-bata.

__ADS_1


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Mana Ala tahu dad. Olang Ala ndak ikut cama mommy," balas Ara dengan cepat.


Mendengar perkataan Ara membuat Alex gelisah. Dia tidak sanggup jika harus kehilangan istri dan calon anaknya. Apalagi jika sampai dia melewatkan kelahiran anak keduanya. Padahal dia sudah sangat bahagia saat mendengar istrinya hamil lagi.


Dia ingin di saat istrinya hamil ada dia di samping istrinya terus hingga sampai anaknya lahir ke dunia ini. Tidak hanya itu dia juga ingin bisa melihat tumbuh kembang anaknya dari dia lahir sampai anaknya besar nanti. Tapi sekarang dia tidak tahu di mana keberadaan istrinya, jika dia tidak bisa menemukan keberadaan istrinya. Itu artinya dia akan kehilangan istri sekaligus anaknya.


"Kenapa kamu pergi meninggalkan aku? Apa cinta yang kamu ucapkan dulu adalah palsu? Jika benar kamu mencintai aku maka kamu tidak akan pergi meninggalkan aku tanpa mendengarkan penjelasan dari aku.. Hiks... Hiks..." Alex yang selama ini terkenal licik dan kejam tapi lihat sekarang dia justru menangis dan terlihat rapuh.


Siapapun yang melihat nya pasti tidak akan percaya jika Alexander Lemos bisa menangis seperti ini hanya karena wanita.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Pelcuma daddy menangis. Mommy juga ndak akan kembali lagi ke lumah ini." Ara bukannya menasehati ayahnya agar jangan menangis tapi dia malah cuek saja.


"Kenapa Ara bicara seperti itu? Daddy sangat yakin mommy kamu pasti akan kembali ke pelukan daddy," ujar Alex dengan penuh keyakinan.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sudahlah, dad. Untuk apa daddy mikilin mommy lagi. Jika daddy sudah ndak suka cama mommy lagi bialkan saja mommy mencali suami balu yang lebih kaya dali pada daddy"


"Apalagi daddy sudah memiliki pelempuan lain jika daddy mau menikah dengan pelempuan itu silahkan saja. Tapi dengan syalat daddy dan juga pelempuan itu kelual dali lumah Ala. Bukan na Ala sudah sangat baik kalena membialkan daddy menikah lagi?" Ara berucap dengan wajah tanpa dosa.


"Kenapa setiap anak ini bicara selalu bikin aku emosi? Jika tidak ingat anak kandung aku, sudah dari dulu aku karungin dia dan membuangnya ke dasar laut. Biar dia menjadi santapan ikan paus," batin Alex seraya menahan emosi.





Bersambung.....

__ADS_1


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2