
Club Malam Angel City Brewery
Setelah kejadian pengusiran yang di lakukan oleh Alexander kemarin Aluna yang di kenal sebagai wanita baik-baik sekarang malah menginjakkan kakinya ke tempat yang belum pernah dia datangi gara-gara cintanya bertepuk sebelah tangan.
Saat pertama kali dia memasuki tempat ini membuat dia ketakutan karena banyak sekali para laki-laki hidung belang yang menatap ke arahnya dengan tatapan liar.
Walaupun dia ketakutan tetapi dia tetap nekat memasuki Club malam angel city brewery untuk menghilangkan stres akibat cintanya yang di tolak mentah-mentah oleh laki-laki yang sangat dia cintai.
"Berikan aku minuman dengan kadar alkohol yang tinggi," titah Aluna dengan tegas kepada bartender.
Saat ini dia sedang duduk di meja bartender untuk memesan minuman beralkohol yang berkadar tinggi padahal dia belum pernah meminum minuman semacam ini di karenakan di larang keras oleh kedua orang tuanya.
Walaupun dia tinggal di negara bebas tetapi pergaulan nya tidak pernah melanggar batas, karena orang tuanya selalu mengingatkan anaknya untuk selalu menjaga kehormatannya sebagai wanita.
Apalagi dia sangat mencintai Alexander itu sebabnya dia selalu menjaga diri agar tidak ternodai oleh laki-laki mana pun. Karena dia hanya ingin memberikan miliknya yang berharga hanya untuk laki-laki yang sangat dia cintai yaitu Alexander Lemos.
Tapi sayang seribu sayang, laki-laki yang sangat dia cintai justru memilih menikah dengan wanita lain hingga membuat dia sakit hati dan akhirnya dia malah berakhir di tempat ini.
"Apa anda yakin bisa minum alkohol nona?" Bartender itu tidak yakin wanita yang sedang duduk di depannya sanggup meminum minuman beralkohol apalagi minuman dengan kadar yang sangat tinggi.
"Apa kamu meragukan ku? Asal kamu tahu aku bisa menghabiskan seluruh minuman yang ada di club malam ini." Aluna dengan sombongnya berkata kalau dia sanggup menghabiskan minuman beralkohol di club malam ini padahal kenyataan nya jangan kan meminum seluruh minuman yang ada di sini satu gelas minuman saja pasti langsung terkapar tidak berdaya.
Mendengar perkataan Aluna membuat bartender itu langsung tertawa terbahak-bahak karena merasa wanita ini sangat lucu dan mengemaskan.
Dia sudah tahu dari awal kalau wanita ini pasti baru pertama sekali masuk ke club malam. Bisa di lihat dari pakaian yang dia pakai bukan seperti wanita nakal seperti yang biasa dia lihat selama ini.
Jika wanita lain pergi ke club malam pasti mengunakan pakai terbuka berbeda dengan wanita ini yang memakai pakaian tertutup. Walaupun dia mengunakan pakaian tertutup tetap saja banyak laki-laki hidup belang yang bernafsu ingin menikmati tubuhnya yang terlihat menarik dan ****.
"Kenapa kamu ketawa? Apa kamu pikir aku sedang melawak, hah?" Aluna yang sedang emosi saat mengingat di usir oleh Alex tapi sekarang dia justru malah melampiaskan pada orang yang tidak bersalah sedikitpun.
"Maaf nona, dari pada anda memesan minuman dengan kadar alkohol yang tinggi lebih baik anda memesan minuman biasa saja. Takutnya anda tidak kuat dan akhirnya malah masuk rumah sakit." Bartender itu sengaja bicara seperti itu karena merasa kasihan jika terjadi sesuatu pada wanita ini apalagi dia datang ke club ini sendiri.
__ADS_1
Karena di sini banyak laki-laki hidup belang yang suka melakukan itu dengan wanita manapun. Mereka tidak peduli apa wanita yang mereka nikmati tubuhnya memiliki pacar, tunangan atau pun suami. Yang mereka pedulikan adalah kenikmatan dan nafsunya terpuaskan.
"Jangan ikut campur urusan ku, kamu hanyalah pelayan rendahan yang tidak berharga lebih baik kamu berikan aku minuman sekarang juga karena aku sangat membutuhkan nya sekarang," ujar Aluna dengan tatapan menghina.
Mendengar perkataan Aluna membuat bartender itu emosi. Dia ingin sekali merobek mulut kurang ajarnya itu agar tidak lagi menghina orang seperti itu.
"Siapa wanita ini? Seperti nya dia sedang ada masalah, karena tidak mungkin wanita baik-baik seperti ini datang ke club malam jika tidak memiliki masalah. Karena hanya tempat ini biasanya orang menenangkan dirinya yang sedang tertekan seperti diri ku," batin seseorang yang sedari memperhatikan mereka yang sedang bertengkar.
"Dasar wanita keras kepala." Setelah mengatakan itu langsung saja bartender itu menyajikan minuman yang di inginkan Aluna.
Beberapa Menit Kemudian
"Hiks... Hiks... Kenapa kamu meninggalkan aku demi wanita murahan itu kak Al? Apa kurangnya aku di bandingkan wanita murahan itu... Hiks... Hiks..."
"Lihat, aku juga sangat cantik tak kalah cantik dari pada wanita murahan itu. Apa karena wanita murahan itu sudah lebih dulu menyodorkan tubuhnya pada mu sehingga kamu langsung tergoda dengan nya... Hahahaha..."
"Iya, pasti karena itu sehingga kak Al lebih memilih dia di bandingkan aku... Hiks... Hiks... Padahal aku sangat mencintai kamu tapi kamu justru menikah dengan wanita murahan itu. Apa hebatnya wanita murahan itu di bandingkan aku? Jawab kak Al cepat jawab... Hahahaha..." Itulah rancauan Aluna karena mabuk.
Berbeda dengan seseorang yang sejak tadi memperhatikan Aluna hanya bisa geleng-geleng kepala. Sekarang dia sudah tahu kenapa wanita itu nekat memasuki club malam yang tidak lain karena sedang patah hati.
"Hay cantik! Mau saya temani? Ayo kita habiskan malam ini berdua saja," ajak laki-laki hidung belang yang sedang nafsu dari pertama kali Aluna masuk ke dalam club ini.
Mendengar perkataan laki-laki hidung belang itu membuat Aluna langsung melihat ke arahnya setelah itu dia langsung tertawa terbahak-bahak seperti orang gila karena masuk.
"Apa kamu bisa membuat aku bahagia malam ini?" tanya Aluna yang sudah melantur dia tidak tahu bahaya sedang menantinya.
Itulah kenapa orang tuanya sangat menjaga anak sematang wayangnya agar tidak pernah menginjakkan kakinya ke club malam apalagi meminum minuman haram ini. Karena akibatnya sangat lah fatal bisa-bisa kehormatan yang selama ini dia jaga akan terenggut oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab.
"Tentu saja sayang," jawab laki-laki hidung belang itu dengan tatapan lapar saat membayangkan sebentar lagi akan bisa menikmati tubuh wanita yang sedari tadi dia incar.
"Ayo kita pergi," ajak Aluna dengan antusias.
"Ayo sayang," ujar laki-laki hidung belang itu seraya merangkul Aluna untuk meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Lepaskan wanita ku," titah seseorang yang sedari tadi memperhatikan Aluna.
Mendengar perkataan seseorang membuat mereka langsung berhenti dan membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa orang yang sudah berani mencegah nya membawakan wanita ini untuk di bawa ke kamar yang sudah dia pesan tadi.
"Siapa kau? Kenapa kamu mencegah kami pergi?" tanya laki-laki hidung belang itu dengan penasaran.
"Apa kau tuli? Sudah saya katakan lepaskan wanita ku sebelum aku memberikan pelajaran padamu," ujar orang itu seraya mengancam laki-laki hidung belang itu.
"Jika saya tidak mau." Tantang laki-laki hidung belang itu seraya meremehkan lawannya.
"Maka jangan salahkan aku jika aku menghajar mu." Setelah mengatakan itu langsung saja orang itu memukul laki-laki hidung belang itu hingga terluka.
Bruk
"Awwsstt... Kurang ajar," ujar laki-laki hidung belang itu dengan emosi.
Sehingga terjadi perkelahian di dalam club malam itu antara laki-laki hidung belang dengan orang yang tadi duduk di dekat Aluna. Dia terus saja memukul laki-laki hidung belang itu hingga tidak berdaya karena tidak sanggup menerima pukulan terus menerus dari orang yang menolong Aluna akhirnya laki-laki hidung belang itu menyerah dan kabur dari tempat itu sebelum dia meninggal di tangan orang itu.
"Ampun tuan, tolong maafkan saya. Saya berjanji tidak akan menganggu wanita tuan lagi," ujar laki-laki hidung belang itu dengan ketakutan.
"Pergi kamu dari sini sebelum aku hajar kamu sampai mati," titah laki-laki yang menolong Aluna.
"Baik tuan," jawab laki-laki hidung belang itu seraya lari dari sana.
•
•
•
Bersambung...
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿
__ADS_1