One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Detik-detik Kehancuran Barbara )


__ADS_3

Di Rumah Claudia


"Clau! Kamu yakin ingin mengusir mereka hari ini? Bagaimana kalau mereka berbuat jahat sama kamu? Sebaiknya kamu suruh bawahan kamu saja yang mengusir mereka dari mansion keluarga kamu," ujar Ariana yang khawatir dengan anaknya.


"Jika aku menyuruh bawahan aku yang mengusir mereka dari mansion Keluarga ku. Itu tidak akan menarik ma. Karena aku tidak bisa melihat langsung kehancuran Barbara dan juga anaknya itu," ujar Claudia.


"Apa yang dikatakan Claudia benar ma. Kami ingin melihat nenek sihir itu menangis dan memohon pada kami untuk diberi kesempatan agar bisa tetap tinggal di mansion itu," sahut Alice dengan cepat.


"Terserah kalian saja. Mama cuman berharap kalian kembali dengan selamat," ujar Ariana dengan pasrah.


"Kami berjanji akan kembali dengan selamat," ujar Claudia yang di anggukkan kepala oleh Alice.


"Ya sudah ma. Kami pergi dulu," ujar Alice.


"Ya, hati-hati di jalan," ujar Ariana.


Saat mereka sudah berada di halaman rumah tak lama kemudian." Mommy tunggu Ala," teriak Arrabella seraya berlari untuk menyusul ibunya.


"Ada apa sayang?" tanya Claudia dengan kening mengkerut saat melihat anaknya yang berlari menyusulnya di halaman rumah.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ala mau ikut cama mommy dan aunty Lilis," ujar Ara dengan cepat.


"Mommy tidak mengizinkan Ara pergi bersama kami. Ingat Ara, mereka orang yang sangat berbahaya tidak seperti pengacara kemarin yang bisa Ara lawan."


"Sebaiknya Ara masuk ke dalam rumah saja mengerti," titah Claudia yang tidak mau anaknya sampai terluka.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sudahlah mommy. Ala pasti akan baik-baik saja. Bukan na ada mommy, dan juga aunty Lilis yang bisa jagain Ala nantik di sana," ujar Ara yang tetap ngotot mau ikut bersama mereka.


"Yang dikatakan Ara benar Clau. Biarkan saja dia ikut sama kita, bukannya kita sudah mendapatkan harta itu. Aku yakin sekali Kalau mereka tidak akan berani berbuat macam-macam sama kita," sahut Alice dengan cepat.


"Ya sudah. Ara boleh ikut sama mommy, tapi ingat. Ara tidak boleh jauh-jauh sama mommy mengerti," titah Claudia dengan tegas.


"Oc. Ala mengerti mommy," ujar Ara dengan antusias.





Beberapa Jam Kemudian


Saat ini mereka semua sudah sampai di Mansion keluarga Abraham yang saat ini masih ditempati oleh Barbara dan juga anaknya Audrey.


"Apa mereka ada di dalam clau?" tanya Alice dengan penasaran.

__ADS_1


"Kata bibi Ani, saat ini mereka tidak pergi kemana-mana. Itu sebabnya aku pergi ke sini agar kita bisa secepatnya mengusir kotoran itu keluar dari mansion aku."


"Ayo kak Al... sebaiknya kita langsung masuk saja ke dalam," titah Claudia dengan cepat.


"Ok. Baiklah," jawab Alice seraya turun dari mobil seraya menyusul Claudia yang sudah pergi sejak tadi.


Tok... Tok... Tok...


"Bibi, coba lihat siapa tamu yang datang kesini," teriak Barbara yang sedang bersantai di ruang keluarga bersama dengan anaknya Audrey.


"Baik nyonya," jawab bibi Ani seraya pergi dari sana.


Cklek


"Apa kabar bi?" tanya Claudia seraya tersenyum ramah sama bibi Ani.


"Baik non. Kenapa nona datang kesini. Di dalam ada nyonya Barbara sama anaknya. Bagaimana kalau mereka berbuat jahat sama nona," kata bibi Ani yang khawatir dengan anak majikannya.


"Bibi tenang saja. Aku datang ke sini hanya untuk membasmi kuman yang ada di rumah ini," ujar Claudia dengan wajah tenang.


"Tapi non..."


"Bibi tidak perlu takut ok. sekarang izinkan kami masuk dulu ke dalam rumah ini," potong Claudia dengan cepat.


"Ya sudah nona masuk saja ke dalam. Ingat nona harus berhati-hati sama mereka," ujar bibi Ani dengan khawatir jika sampai terjadi sesuatu sama anak majikannya.


"Baik bi. Ayo kak Al... kita masuk ke dalam," ujar Claudia.


"Ara biar di jaga sama bibi saja. Bibi mau kan jaga Ara sebentar?" tanya Claudia dengan sopan.


"Baik non," jawab bibi Ani dengan sopan.


Saat mereka sampai ke dalam mansion langsung membuat Claudia kesal setengah mati. Bagaimana tidak, mereka begitu bahagia menikmati harta keluarganya, sedangkan daddynya malah terbaring di tempat tidur gara-gara ulah dua siluman ular itu.


Sungguh, mereka tidak memiliki hati nurani. Dengan teganya mereka menusuk orang yang selama ini menolong mereka dari jalanan agar bisa hidup enak di tempat Henry. Tapi yang di dapatkan oleh Henry malah pengkhianatan istrinya.


Plok


Plok


Plok


"Waw... aku tidak menyangka ternyata hidup kalian sangat bahagia selama tidak ada aku di rumah ini. Sekarang sudah cukup kalian menikmati harta keluarga aku.


"Kini giliran aku yang menikmati kekayaan keluarga aku. Sementara kalian akan aku kirim kembali ke tempat asal kalian yaitu di jalanan," ujar Claudia dengan suara keras.


Mendengar suara orang yang tidak asing bagi mereka. Langsung saja mereka menoleh ke asal suara dan saat melihat orang itu membuat mereka terkejut dan juga syok.


Karena mereka tidak menyangka orang yang mereka kira sudah mati ternyata masih hidup dan sekarang dia berada di mansion ini.

__ADS_1


"Ba... bagaimana kamu bisa hidup kembali? Bukannya selama ini kamu sudah mati?" tanya Barbara terbata-bata.


"Kurang ajar. Berani sekali wanita ular ini mengganggap aku sudah mati. Aku ingin sekali meremas mulutnya itu menjadi perkedel," batin Claudia dengan wajah kesal.


"Benarkah. Tapi sayangnya aku masih hidup. Apa kalian tidak suka aku kembali ke rumah orang tua aku sendiri?" tanya Claudia seraya duduk dan menyilang kan kakinya di depan mereka.


"Apa kamu bilang. Ini rumah kamu. Hahahaha... kasihan sekali kamu anak bodoh. Ini bukan lagi milik orang tua kamu. Sekarang rumah dan semua harta atas nama Henry Abraham sudah menjadi milik saya Barbara," ujar Barbara seraya tertawa terbahak-bahak.


"Benarkah. Apa kamu pikir aku datang kemari tanpa mempersiapkan rencana apapun," ujar Claudia dengan seringai liciknya.


"A... apa maksud kamu anak bodoh?" tanya barbara dengan terbata-bata.


"Lihat dan baca ini dengan baik-baik. Harta yang selama ini sudah Kalian rampas dari daddy aku dengan tipu muslihat kalian sekarang sudah menjadi milik aku sepenuhnya," ujar Claudia seraya menyerahkan berkas surat pengalihan harta itu pada barbara.


"I... ini tidak mungkin. Bagaimana kamu bisa mengalihkan harta ini menjadi milik kamu?Apa selama ini kamu sudah merencanakan untuk merebut harta ini menjadi milik kamu?Dasar anak kurang ajar," ujar barbara dengan penuh emosi.


Hahahaha


"Apa kamu bilang? Aku merebut harta ini? Bukannya kamu yang sudah merebutnya dari pewaris yang sesungguhnya? Dasar manusia tidak tahu malu," ujar Claudia seraya menghina barbara.


"Diam kamu anak pelayan. Kenapa kamu harus kembali lagi ke rumah ini? Apa kamu mau kami siksa lagi seperti dulu?" tanya Audrey dengan penuh kemarahan.


Hahahaha


"Apa kamu pikir aku takut sama kalian? Dengar ini baik-baik. Aku bukan lagi Claudia yang bisa kalian tindas dan siksa lagi seperti dulu. Sekarang giliran aku yang memberikan kalian pelajaran karena sudah menyiksa aku selama ini."


"Sebaiknya kalian kemasi barang-barang kalian dan pergi dari sini dengan baik-baik atau dengan cara yang kasar," kata Claudia dengan tegas.


Krek... krek... krek...


"Sekarang apa yang bisa kamu lakukan dengan surat rusak seperti ini?" tanya Barbara saat dia berhasil merobek surat pengalihan harta itu.


"Apa kalian pikir aku bodoh, dengan menunjukkan surat asli sama kalian? Itu hanyalah surat fotocopy saja. Sementara surat asli ada sama aku, yang pasti berada ditempat aman sekarang," ujar Claudia seraya mengejek mereka.


"Kurang ajar. Dasar anak tidak tahu diri. Aku akan membunuh kamu seperti aku membunuh Daddy kamu," ancam Barbara.


Hahahaha


"Apa kalian pikir aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam mansion ini? Bahkan aku tahu apa yang sudah kalian lakukan pada daddy aku selama ini. Jadi sebelum aku melakukan sesuatu sama kalian lebih baik kalian pergi dari sini dengan cara baik-baik," ujar Claudia.


"Sampai kapan pun aku tidak akan keluar dari rumah ini. Dan aku pastikan kamu akan menyesal karena sudah berani masuk ke dalam rumah ini," ancam Barbara dengan seringai liciknya.


"Apa yang akan dilakukan oleh wanita ular ini? Tenang Clau... kamu tidak boleh kalah dengan wanita ular ini. Aku pasti bisa menang melawan mereka," batin Claudia dengan wajah cemas.




__ADS_1


Bersambung....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2