One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Menolak Tinggal Bersama Ibunya )


__ADS_3

Di Ruang Keluarga


"Ara? Kamu ikut dengan mommy ya?" ujar Claudia.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Solly mommy, Ala ndak mau ikut cama mommy kalena Ala ndak mau hidup miskin cama mommy di lual sana. Ala sudah nyaman tinggal di lumah besal ini apalagi Ala ndak lela jika pelempuan jelek itu menguasai halta Ala," ujar Ara seraya menolak tinggal bersama ibunya.


"Sayang! Kamu jangan khawatir mommy tidak mungkin membiarkan kamu hidup susah di luar sana. Apa kamu lupa kalau mommy juga anak orang kaya? Jadi, mana mungkin kita akan hidup susah di luar sana. Jadi kamu mau ya ikut dengan mommy?" tanya Claudia dengan perasaan cemas jika sampai anaknya menolak tinggal bersama nya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Solly mommy, Ala tetap ndak mau ikut cama mommy. Ala takut daddy akan membelikan halta na pada pelempuan jelek itu," ujar Ara yang tetap kekeh tak mau ikut dengan ibunya.


"Itu tidak akan pernah terjadi karena harta itu sudah jatuh ke tangan Ara. Ara yang berkuasa sekarang sedangkan daddy kamu tidak memiliki kuasa lagi jika dia macam-macam sama Ara maka Ara bisa mengusir daddy kamu baik dari mansion ini maupun di perusahaan nya sendiri." Claudia masih saja membujuk anaknya agar mau ikut dengan nya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Masalah na halta itu belum bisa menjadi milik Ala mom. Kalena Ala belum tanda tangan di sulat itu, Jika ingin halta itu


menjadi milik Ala maka tunggu Ala dewasa dulu balu halta itu akan sah menjadi milik Ala sepenuh na." Jelas Ara.


"Ya, sudah. Ara ikut dengan mommy dulu jika Ara sudah besar nanti, Ara bisa kembali ke sini lagi untuk mengusir mereka dari mansion ini maupun di perusahaan Ara." Claudia tidak pantang menyerah membujuk anaknya agar mau ikut dengan nya karena dia tidak rela meninggalkan anaknya sendiri bersama dengan suaminya apalagi jika sampai suaminya menikah lagi dan Ara memiliki ibu tiri maka bisa di pastikan anaknya akan bernasib sama seperti dia dulu yang selalu di siksa oleh ibu tirinya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Belapa kali Ala bicala cama mommy, Ala ndak mau ikut cama mommy jika mommy mau pelgi ya sudah pelgi saja. Ala bial tinggal di sini saja, kalena Ala ndak akan membialkan meleka belsenang-senang dengan halta Ala," ujar Ara yang tetap kekeh tidak mau ikut dengan ibunya.


"Sudah Clau! Untuk apa kamu membujuk anak matre ini karena dari dulu sampai sekarang yang dia pedulikan cuman harta dan harta. Walaupun kamu membujuk dia sekuat tenaga pun dia tidak akan mau ikut sama kamu," sahut Alice yang sudah tahu bagaimana sifat keponakan nya yang sangat gila dengan harta.


Mendengar perkataan Alice membuat Claudia menghela nafas pasrah. Mau tidak mau dia terpaksa meninggalkan anaknya pada suaminya. Walaupun dia tidak rela anaknya lebih memilih ikut suaminya tapi apa yang bisa dia lakukan karena ini sudah menjadi keputusan anaknya sendiri.


"Ya, sudah. Jika ini sudah menjadi keputusan Ara, mommy tidak akan memaksa Ara agar ikut dengan mommy lagi. Jaga diri Ara baik-baik jika wanita itu melukai Ara maka Ara harus lawan dia balik atau kasih tahu sama daddy agar wanita itu di hukum oleh daddy," ujar Claudia.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Mommy tenang saja, Ala ndak akan membialkan wanita jelek itu menyakiti Ala walaupun seujung kuku pun. Jadi, mommy ndak pelu mengkhawatilkan Ala, kalena Ala pasti bisa menjaga dili Ala sendili," ujar Ara dengan penuh keyakinan.


Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia menghela nafas lega. Dia berharap anaknya baik-baik saja saat tinggal bersama ayah kandung nya sendiri. Dan dia sangat yakin anaknya pasti bisa mengalahkan wanita murahan itu.


"Mommy pasti akan sangat merindukan kamu sayang, mommy harap Ara bisa bahagia tinggal bersama daddy jika Ara kangen sama mommy. Ara bisa meminta tolong sama aunty Alice untuk menghubungi mommy. Tapi Ara tidak boleh kasih tau sama daddy jika Ara mengetahui keberadaan mommy karena mommy tidak mau jika sampai daddy kamu membawa mommy pulang ke mansion ini lagi," ujar Claudia.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Mommy tenang saja Ala ndak akan bilang apapun pada daddy," ujar Ara dengan cepat yang di tanggapi anggukan kepala oleh Claudia.


"Maafin Ala mom. Kalena Ala ndak ikut cama mommy. Ala sengaja ndak ikut cama mommy kalena Ala akan membelikan pelajalan cama wanita jelek itu. Kalena gala-gala wanita jelek itu mommy dan daddy jadi belpisah sepelti ini maka Ala akan lakukan hal yang cama pada wanita jelek itu. Ala ndak lela wanita jelek itu melebut daddy dali tangan mommy," batin Ara seraya menahan emosi.


"Kamu mau tinggal di mana Clau? Apa kamu akan meninggalkan negara ini lagi?" tanya Alice dengan cemas.


Dia tidak tenang jika sampai adiknya pergi dari negara ini apalagi dalam keadaan hamil tanpa ada seorang pun yang mendampingi nya lagi. Karena sekarang baik dia maupun ibu angkat nya sudah menikah jadi mana mungkin mereka meninggalkan suami mereka demi hidup dengan adiknya.

__ADS_1


"Aku belum tahu mau tinggal di mana kak Al. Yang jelas aku keluar dulu dari mansion ini soal tempat tinggal nanti saja aku pikirkan," ujar Claudia.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Untung Ala ndak ikut cama mommy, coba saja jika Ala ikut tinggal cama mommy pasti Ala akan hidup susah," sahut Ara.


"Kenapa Ara bisa berpikir jika tinggal sama mommy hidup Ara akan susah?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Bagaimana ndak akan hidup susah. Mommy saja ndak tahu mau tinggal di mana, bukan na itu sudah membuktikan kalau mommy ndak memiliki tempat tinggal," ujar Ara.


"Mommy bukannya tidak memiliki tempat tinggal tapi mommy belum tahu mau pergi kemana. Jika masalah tempat tinggal mommy bisa membeli rumah lain nanti karena mommy memiliki banyak uang. Hanya saja mommy belum tahu mau pergi ke mana agar daddy kamu tidak dapat menemukan mommy," ujar Claudia menjelaskan maksud perkataan nya tadi agar anaknya tidak salah paham.


"Ngapain kamu ladenin bocah ini sih Clau! Walaupun kamu menjelaskan padanya dia tetap saja tidak mau ikut tinggal sama kamu. Mana mau dia meninggalkan kemewahan ini dami hidup pas-pasan dengan kamu," sahut Alice.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sebaik na Aunty Lilis diam saja deuh. Ini ulusan kelualga Ala olang lual sebaik na jangan ikut campul," ujar Ara dengan mulut pedasnya.


"Kamu yang sebaiknya diam. Dari tadi kamu selalu bicara yang tidak-tidak sama mommy kamu. Sehingga mommy kamu malah membenci daddy kamu. Apa kamu ingin orang tua kamu berpisah? Apa kamu sudah siap hidup terpisah dari kedua orang tua kamu?" tanya Alice dengan wajah kesal.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Aunty tenang saja, Ala ndak akan membialkan mommy dan daddy belpisah kalau daddy telbukti ndak belsalah. Tapi, jika daddy telbukti selingkuh dali mommy maka Ala ndak akan membialkan mommy hidup cama daddy lagi. Kalena Ala ndak mau mommy sedih gala-gala meleka," ujar Ara.


"Kenapa pemikiran anak ini seperti orang dewasa saja? Apa karena dia sudah terbiasa hidup tanpa ayahnya. Makanya dia tidak bersedih jika sampai orang tuanya tinggal terpisah," batin Alice dengan penasaran.





Setelah Claudia menjodohkan papanya dengan mama angkatnya Ariana langsung di bawa ke mansion Henry Abraham. Ariana yang merasa mengetahui statusnya sudah berubah menjadi istri seorang pengusaha sukses merasa seperti mimpi.


Dia sama sekali tidak pernah bermimpi menjadi istri seorang pengusaha apalagi yang menjadi suaminya yang tak lain adalah majikannya sendiri. Sehingga dia merasa canggung dan tidak tahu harus bersikap seperti apa.


Saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga. Semenjak perusahaan di serahkan pada anak tunggal nya yaitu Claudia Henry Abraham dia bisa bersantai seperti ini. Karena sekarang dia tidak perlu lagi berkutat dengan lembar kertas yang menguras otaknya.


Apalagi dia sudah tua sudah seharusnya dia istirahat seperti ini. Apalagi sekarang dia sudah menikah lagi dengan wanita pilihan anaknya sendiri. Walaupun dia belum mencintai istrinya yang sekarang bukan berarti dia tidak akan menerima Ariana. Apalagi dia sudah mengenal mantan pembantu di mansion nya, karena dia sudah tahu bagaimana sifat wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya.


Dia sosok ibu yang sangat baik buat anak tunggal nya yaitu Claudia. Jika saja dia lebih menikah dengan Ariana maka dia dan putrinya tidak akan mengalami penderitaan seperti dulu. Tapi dari kejadian itu dia bisa mengambil hikmah jangan pernah menyayangi anak orang lain melebihi anak kandungnya sendiri.


Karena anak orang lain belum tentu meyanyangi kita setulus anak kandung kita sendiri. Contohnya sudah terlihat sekarang, walaupun dia sudah menyiksa dan menyakiti anak kandung nya sendiri tapi anaknya masih mau mengurus ayahnya dengan baik dan tulus. Sedangkan anak yang selama ini dia bela dan sayangi justru malah merencanakan untuk membunuh dia.


"Kenapa mama masih canggung seperti itu sama papa? Sekarang kita sudah menikah mama tidak perlu lagi bersikap seperti atasan dan majikan. Karena sekarang mama sudah menjadi suami mama." Henry heran dengan istrinya ini yang sedari tadi hanya diam saja seperti patung.


"Maaf tuan, saya tidak tahu harus bersikap seperti apa pada tuan," ujar Ariana dengan sopan.


"Tuan! Kenapa kamu masih memanggil aku dengan sebutan tuan? Bukannya aku sudah bilang pada kamu jangan memanggil aku tuan lagi. Karena sekarang kamu sudah menjadi istri aku? Jadi, mulai sekarang kamu jangan memanggil aku dengan sebutan tuan lagi. Apa kamu mengerti," titah Henry dengan tegas.

__ADS_1


"Terus aku harus memanggil tuan dengan sebutan apa?" Ariana merasa bingung harus memanggil mantan majikannya seperti apa.


"Kamu panggil saja mas Henry biar enak di dengar. Jika kamu masih memanggil aku dengan panggilan tuan maka orang-orang akan berpikir kalau aku ini majikan kamu." Jelas Henry.


Dia merasa aneh jika istrinya malah memanggil dia dengan sebutan tuan. Padahal kenyataan nya mereka sekarang sudah sah sebagai istri dan suami. Dia bisa memakluminya mungkin saja istrinya belum terbiasa dengan perubahan yang mendadak ini. Karena mereka menikah karena di jodohkan oleh anak kandung nya sendiri.


"Baik mas Henry," jawab Ariana.


Mendengar perkataan istrinya membuat Henry bisa menghela nafas lega. Setidaknya sudah ada kemajuan sedikit walaupun tidak banyak. Setidaknya istrinya sudah mau memanggil dirinya dengan sebutan mas bukan lagi tuan seperti tadi.


"Selama ini kalian menetap di negara mana? Kenapa aku tidak bisa menemukan keberadaan Claudia? Dan bukannya waktu itu mama meminta berhenti dari pekerjaan ini karena mama ingin pergi ke kampung halaman mama? Kenapa mama bisa bersama dengan Claudia?" Begitu banyak pertanyaan yang Henry tanyakan karena dia sangat penasaran bagaimana bisa mantan pembantunya itu bisa bersama sedangkan dia sendiri yang meminta izin padanya untuk pulang kampung halamannya sendiri.


"Sebenarnya waktu aku meminta berhenti pada mas Henry karena tiba-tiba di telpon sama Claudia. Dia menyuruh aku untuk membereskan semua perlengkapannya. Katanya dia ingin meninggalkan negara ini, saat aku mendengar itu aku langsung panik karena aku sangat takut jika anak yang aku rawat selama ini harus hidup di negara orang lain tanpa ada siapapun yang menemaninya."


"Sedangkan orang yang seharusnya melindungi anak angkatku malah sibuk mengumpat gara-gara mendengar hasutan istri yang selama ini mas belain. Padahal semua tuduhan wanita ular itu tidak benar. Justru gara-gara anak tiri mas itu yang sengaja menyuruh Claudia datang ke Clup malam dengan rencana ingin menjebak Claudia agar tidur dengan laki-laki hidung belang."


"Tapi bukan Claudia yang terjebak dengan laki-laki hidung belang melainkan dirinya sendiri. Karena pada saat Claudia datang ke sana dia justru malah berakhir di kamar Alexander dan akhirnya dia malah hamil di luar nikah. Setelah empat tahun kemudian baru Claudia kembali ke negara ini bahkan dia malu untuk bertemu dengan mas Henry gara-gara hamil di luar nikah. Itu sebabnya dia selama ini bersembunyi dari kamu mas. Setelah itu Claudia bertemu dengan ayah kandung Ara dan akhirnya mereka menikah."Ariana tidak sadar sudah membongkar rahasia yang selama ini di simpan rapat-rapat oleh Claudia.


Padahal Claudia sengaja mengarang cerita lain agar Henry tidak memarahin Alex jika tahu masalah yang sebenarnya terjadi. Tapi Ariana justru malah membongkar pada Henry tentang kejadian yang terjadi sebenarnya. Ini juga bukan salah Ariana karena dia sama sekali tidak tahu jika Claudia tidak menceritakan pada ayahnya tentang kejadian yang sebenarnya. Dia pikir Claudia sudah mengakui pada Henry di balik musibah yang menimpa dirinya tidak lain akibat ulah saudara tirinya sendiri.


Mendengar perkataan Ariana membuat Henry terkejut dan juga syok. Dia baru tahu jika selama ini anak kandung nya hidup menderita di luar sana sedangkan anak tirinya justru malah hidup dalam kemewahan. Ayah macam apa dirinya yang sama sekali tidak tahu bagaimana nasib anaknya sendiri. Seharusnya dia yang melindungi anaknya tetapi kenyataan nya malah orang lain yang


melindungi anak kandung nya.


"Kenapa cerita Claudia dengan cerita yang mama sampaikan berbeda? Claudia bilang dia meniggalkan negara ini karena tidak mau menikah muda dengan pacarnya Alexander. Itu sebabnya dia pergi dari negara ini agar bisa menghindar dari Alex," ujar Henry dengan bingung.


"Jadi, Claudia berbohong pada ayahnya tentang kejadian yang terjadi sebenarnya? Aduh, kenapa aku harus keceplosan bicara sih? aku pikir Claudia sudah cerita sama Mas Henry tentang kejadian yang sebenarnya terjadi. Aku berharap Claudia tidak marah pada ku karena aku sudah membocorkan rahasia yang telah di simpan oleh Claudia selama ini," batin Ariana dengan wajah cemas.


"Jadi, Claudia tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya pada mas Henry?" tanya Ariana walaupun dia sudah tahu jawaban nya.


"Tentu saja tidak. Kenapa dia harus berbohong pada aku ma? Apa dia belum memaafkan perbuatan aku selama ini yang pernah menyiksa dia. Sehingga dia lebih memilih menutup rahasia yang selama ini dia simpan? Apa aku daddy yang buruk ma? Sehingga anakku lebih percaya pada orang lain dari pada aku sendiri?" tanya Henry dengan wajah sendu.


"Mungkin saja Claudia tidak mau membuat mas Henry sedih jika mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi padanya. Jika Claudia masih membenci pada mas Henry untuk apa dia menyelamatkan mas Henry dari wanita ular itu," ujar Ariana dengan bijak.


"Mama benar juga. Mungkin Claudia tidak mau membuat aku sedih itu sebabnya dia lebih memilih menutupinya dariku," ujar Henry.


Mendengar perkataan Henry membuat Ariana menghela nafas lega. Setidaknya Henry tidak lagi sedih dan berpikir macam-macam pada anaknya.


"Lebih baik mas Henry lupakan saja masalah yang terjadi ini. Anggap saja mas Henry tidak pernah mendengar masalah yang menimpa pada Claudia biar Claudia tidak kepikiran sama mas Henry," ujar Ariana.


"Iya, ma. Papa tidak akan membicarakan masalah ini lagi pada Claudia," ujar Henry.


"Ya, sudah. Lebih baik kita makan saja," ujar Ariana dengan lembut.


"Iya, ma," jawab Henry seraya pergi dari sana.




__ADS_1


Bersambung....


🌿 🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2