One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Menjebak Alexander )


__ADS_3

Di Ruang VIP Restoran Mewah


"Kenapa tuan muda Daffa belum datang juga tuan? Kita sudah lama menunggu dia datang ke sini, jika tuan tidak sabar menunggu tuan muda Daffa lebih baik kita pulang saja dari sini."


"Lagian dia yang sedang membutuhkan tuan jika dia ingin bekerjasama dengan perusahaan tuan pasti dia akan datang ke perusahaan tuan untuk diberikan satu kesempatan agar tuan mau bekerjasama dengan perusahaan nya itu," ujar Andre yang merasa kesel pada Daffa karena sudah membuat mereka menunggu dia sejak tadi tapi belum datang juga sampai sekarang padahal dia yang sedang membutuhkan bantuan atasannya tapi malah dia sendiri yang datang terlambat.


Benar-benar bos yang tidak becus belum apa-apa sudah membuat klien nya menunggu seperti ini, untung yang dia ajak kerjasama temannya sendiri jika saja orang lain pasti sudah membatalkan kerjasama ini.


"Kita tunggu sebentar lagi, jika dia tetap tidak datang ke restoran ini maka kita bisa pulang sekarang juga," ujar Alex.


"Baik tuan," jawab Andre dengan singkat.


Walaupun dia sudah kesal pada Daffa tapi dia tidak bisa berbuat banyak karena yang berkuasa di sini tetaplah atasannya sedangkan dia hanyalah bawahan Alexander. Jadi apapun yang di perintahkan oleh atasannya maka dia hanya bisa menjawab iya serta mematuhi apa yang diperintahkan oleh atasannya itu.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Permisi tuan muda saya ingin mengantar pesanan tuan muda tadi," ujar pelayan itu dengan sopan.


"Taruh saja di atas meja." Bukan Alex yang menjawab melainkan Andre asisten pribadinya Alexander.


"Baik tuan," jawab pelayan itu seraya meletakan makanan pesanan Alexander.


Pada saat pelayan itu ingin keluar dari ruangan VIP itu langsung di cegah oleh Alexander sehingga membuat pelayan itu berhenti seketika saat mendengar perkataan Alex yang menyuruhnya berhenti.


"Tunggu," ujar Alex seraya menyuruh pelayan itu berhenti.


"Iya tuan muda? Apa ada lagi yang ingin tuan muda inginkan?" tanya pelayan itu dengan ramah seraya berdiri di depan Alexander.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Alex tanpa basa-basi.


"Apa maksud tuan muda?" tanya pelayan itu dengan penasaran.


"Siapa yang menyuruhmu meracuni saya?" tanya Alex dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Deg


"Apa tuan muda tahu kalau aku memberikan sesuatu pada makanan yang akan di makan oleh tuan muda? Jika tuan muda tahu aku telah memasukkan sesuatu pada makanan nya maka nyawaku dalam bahaya," batin pelayan itu dengan wajah ketakutan.


Dia tidak menyangka rencananya bisa di ketahui oleh Alexander. Dia pikir menjebak Alexander Lemos akan mudah ternyata dugaannya salah. Sekarang dia tidak tahu apa yang akan di lakukan Alex pada dirinya karena sudah berani mencari masalah pada sang penguasa negara ini.


"A... Apa maksud tuan? Saya sama sekali tidak tahu apa yang tuan muda katakan," ujar pelayan itu dengan terbata-bata.


Brak


"Jangan buat aku murka padamu, saya bertanya pada mu siapa yang menyuruh mu meracuni saya. Cepat jawab sebelum aku membunuh mu saat ini juga," ujar Alex dengan penuh kemarahan.


Mendengar perkataan Alex membuat pelayan itu ketakutan setelah itu dia langsung berturut di bawah kaki Alex untuk meminta ampun karena sudah merencanakan hal jahat pada Alexander.


"Ampun tuan muda, tolong maafkan saya tuan muda. Saya hanya di suruh oleh seseorang untuk memberikan obat itu pada tuan dengan imbalan uang sebesar 50 juta. Saya terpaksa melakukan itu untuk membayar hutang orang tua saya tuan," ujar pelayan itu dengan wajah ketakutan.


"Obat! Obat apa yang kamu masukan ke dalam makanan saya?" tanya Alex seraya menahan emosi agar tidak meledak.


Jujur saja, dia ingin sekali membunuh pelayan ini karena sudah lancang menjebak dirinya. Jika tidak ingat istrinya sedang hamil maka bisa di pastikan akan membunuh pelayan ini saat ini juga.


"I... Itu obat perangsang tuan muda," jawab pelayan itu dengan terbata-bata.


"Kurang ajar, beraninya kamu menjebak saya dengan obat sialan itu." Setelah mengatakan itu tanpa aba-aba langsung saja dia mencekik leher pelayan itu hingga dia sulit bernafas.


Dia sungguh menyesal karena mencari masalah dengan Alexander. Jika dia tahu kejadiannya akan seperti ini lebih baik dia mencari cara lain untuk mendapatkan uang buat membayar hutang orang tuanya dari pada menerima tawaran seseorang untuk menjebak Alexander hingga hampir mati di tangan Alexander.


"A... Ampun tu... Tuan," ujar pelayan itu dengan terbata-bata karena lehernya sedang di cekik oleh Alex sehingga membuat dia sulit untuk bicara.


"Apa kamu bilang? Apa kamu pikir setelah apa yang kamu lakukan pada saya maka saya akan melepaskan kamu begitu saja? Tidak semudah itu wanita bodoh, kamu sudah membangunkan singa yang tertidur maka kamu akan menerima akibatnya dari perbuatan kamu itu." Setelah mengatakan itu Alex semakin mencekik leher pelayan itu hingga mengeluarkan air mata dan saat Alex ingin membunuh pelayan itu langsung di hentikan oleh Andre sehingga membuat Alex langsung melepaskan cekikan pada leher pelayan itu dengan segera.


"Lepaskan dia tuan," teriak Andre dengan suara keras.


"Kenapa kamu menghentikan aku yang ingin membunuh pelayan bodoh ini Ndre? Kamu selalu menghentikan aku yang ingin membunuh seseorang yang sudah menyinggung ku, sepertinya kamu sudah siap jika aku membunuhmu sebagai penganti mereka." Alex yang sudah di kuasa oleh amarah langsung saja mengancam Andre jika dia berani ikut campur urusan dia.


Glek


"Bu... Bukan begitu tuan Alex, aku menghentikan tuan agar tuan bisa mencari tahu siapa orang yang sudah menyuruh pelayan itu menjebak tuan Alex."

__ADS_1


"Jika tuan Alex membunuh pelayan ini maka kita tidak akan tahu siapa orang yang sudah membayarnya untuk melakukan ini pada tuan Alex," ujar Andre dengan terbata-bata karena takut saat melihat kemarahan atasannya.


Mendengar perkataan Andre membuat Alex tersadar kalau dia hampir saja membunuh seseorang yang bisa membuat dia mengetahui siapa pelaku utama yang telah menyuruh pelayan bodoh ini menjebak dirinya.


"Katakan siapa yang telah menjebak saya?" tanya Alex tanpa basa-basi.


"Saya juga tidak tahu siapa dia tuan," balas pelayan itu dengan jujur. Karena dia sendiri tidak tahu siapa orang yang telah menyuruh dia melakukan itu pada Alexander.


Plak


Plak


Plak


"Ahhh... Ampun tuan, tolong lepaskan saya tuan," ujar pelayan itu yang merasa kesakitan saat dirinya di siksa oleh Alexander.


Ternyata besar apa yang di katakan oleh orang-orang di luar sana kalau Alexander adalah orang yang sangat kejam dia tidak peduli mau laki-laki maupun perempuan siapapun yang mencari masalah dengan nya akan menerima penyiksaan seperti ini bahkan dia tidak segan-segan membunuh orang itu dengan tangannya sendiri.


"Ampun, mudah sekali kamu meminta ampun setelah apa yang kamu lakukan pada saya. Apa pada saat kamu menjebak saya kamu tidak mencari tahu dulu siapa orang yang sedang kamu lawan, hemmm?" tanya Alex dengan seringai liciknya.


"Tolong maafkan saya tuan, saya berjanji tidak akan melakukan ini lagi pada tuan... Hiks... Hiks..." Dia sungguh menyesal karena sudah mencari masalah dengan penguasa negara ini. Jika bukan demi uang yang di janjikan oleh orang itu dia tidak akan melakukan ini pada Alexander.


Hahahaha


"Maaf, apa kamu pikir dengan permintaan maaf semuanya akan selesai? Dasar wanita bodoh, asal kamu tahu tidak ada kata maaf bagi orang yang sudah mencari masalah dengan Alexander Lemos. Bagi siapapun yang sudah mencari masalah dengan Alexander Lemos maka orang itu sudah siap hancur dan meninggalkan dunia ini," ujar Alex seraya tertawa terbahak-bahak.


Mendengar perkataan Alex semakin membuat pelayan itu ketahuan. Dia sudah salah mencari masalah dengan Alexander, jika dia tahu akhirnya seperti ini lebih baik dia menjauhi Alexander dari pada hidupnya yang menjadi taruhannya.


"Kenapa aku sangat bodoh mencari masalah dengan tuan muda demi uang yang tidak seberapa itu? Sekarang aku harus melakukan apa agar tuan muda mau memaafkan aku? Aku sangat takut tuan muda akan membunuh ku, jika aku mati siapa yang akan menjadi tulang punggung keluarga ku yang ada di kampung jika bukan aku? Aku berdoa semoga tuan muda mau memaafkan aku dan melepaskan aku dari hukuman yang akan di berikan olehnya," batin pelayan itu dengan wajah ketakutan.





Bersambung....

__ADS_1


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2