
Di Mansion Keluarga Daffa
"Pagi ma, pa, gadis manja," sapa Daffa seraya duduk sarapan pagi bersama orang tuanya dan adiknya.
"Berhenti menyebutku gadis manja," sahut Jingga Roberto adik kandung Daffa Roberto.
Mendengar perkataan adiknya bukannya Daffa berhenti tetapi dia malah semakin menjadi mengejek adiknya itu. Itulah kebiasaan mereka setiap hari jika bertemu pasti akan selalu bertengkar. Tetapi walaupun begitu mereka tetap saling menyayangi satu sama lain.
"Bukannya benar kalau kamu gadis manja di keluarga Roberto?" Daffa masih saja mengejek adiknya hingga menyebabkan Jingga kesal pada kakaknya itu.
"Ma, pa? Lihat tuh kak Daffa," ujar Jingga seraya mengadukan pada orang tuanya dengan wajah kesal.
"Sudah berhenti, mama pusing dengerin kalian bertengkar seperti itu," ujar ibunya Daffa seraya menghentikan perdebatan anak-anaknya.
Mendengar perkataan ibunya membuat mereka langsung menghentikan perdebatan mereka. Karena jika sang ratu keluarga Roberto sudah angkat suara maka mereka semua harus patuh jika ingin hidup mereka tetap tenang dan damai. Karena jika sampai sang ratu sudah mengamuk habislah mereka.
"Kenapa kamu tiba-tiba menginap di mansion ini? Biasanya kamu jika di suruh menginap ada saja alasan kamu, apa ada yang ingin kamu katakan pada kami?" tanya ibunya Daffa dengan penasaran.
"Iya, tuh. Pasti kak Daffa sedang terlibat standar dengan para wanita-wanitanya itu makanya dia pulang ke sini ingin meminta bantuan pada mama dan papa," sahut Jingga seraya mengejek kakaknya.
Yah, dia sangat tahu bagaimana kelakuan kakaknya itu selama ini yang suka mempermainkan perempuan. Sudah berapa kali dia ingatkan kakaknya agar tidak mempermainkan perasaan perempuan. Karena bisa jadi gara-gara sifat kakaknya itu yang suka mempermainkan perasaan perempuan maka bisa saja itu berimbas pada dirinya. Dia berharap kakaknya itu bisa berubah menjadi lebih baik agar dia tidak akan mendapatkan karma atas perbuatan kakaknya itu.
"Diam kau bocil," ujar Daffa dengan wajah kesal sedangkan adiknya justru malah semakin mengejek kakaknya bahkan dia mengeluarkan lidahnya hingga membuat Daffa semakin kesal dengan tingkah adiknya itu.
__ADS_1
"Kenapa kalian jika bertemu selalu bertengkar?" tanya Ayah Daffa yang merasa heran saat melihat tingkah laku anak-anaknya yang setiap bertemu pasti akan bertengkar. Jika dulu mereka bertengkar masih wajar karena masih kecil, tetapi sekarang mereka sudah dewasa tapi masih saja bertengkar seperti anak kecil. Walaupun begitu dia merasa senang dengan adanya mereka di rumah ini membuat suasana rumah yang tadinya sepi sekarang malah terlihat ramai dengan kehadiran anak-anaknya.
Mendengar perkataan ayahnya membuat mereka saling tatap dengan tatapan benci dan saling menyalahkan sehingga membuat orang tuanya yang melihat tingkah laku anak-anaknya hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Apa benar yang di katakan oleh Jingga kalau kamu pulang ke mansion mama karena sedang terlibat standar dengan para wanita mu di luar sana?" Dia sangat tahu bagaimana sifat anaknya jika berada di luar, sudah berkali-kali dia menasehati anaknya agar tidak melakukan perbuatan itu tetapi tetap saja dia tidak mau mendengarkan perkataan nya.
Bukannya apa, dia sangat takut gara-gara perbuatan anak laki-laki nya yang suka mempermainkan perasaan wanita malah berimbas pada adiknya. Tetapi anaknya bukannya sadar dia justru malah semakin menjadi, sehingga dia hanya bisa berdoa semoga anaknya bisa mendapatkan seorang wanita yang bisa mengubah kebiasaan anaknya menjadi lebih baik lagi.
"Jangan dengarkan perkataan Jingga ma, aku pulang ke sini karena ingin meminta restu pada kalian berdua untuk melamar seorang wanita yang sangat aku cintai untuk di jadikan istri dan ibu untuk anak-anak kami nanti," ujar Daffa seraya menjelaskan alasan dia pulang ke mansion orang tuanya. Dia tidak mau gara-gara perkataan adiknya malah membuat dia mendapatkan hukuman dari orang tuanya.
Mendengar perkataan Daffa membuat mereka semua terkejut dan juga shock. Pasalnya mereka sangat tahu bagaimana sifat Daffa yang tidak pernah mau menjalin hubungan serius dengan wanita. Karena menurut dia wanita hanya barang yang sudah bosan bisa langsung di buang seperti sampah.
Bagaimana mungkin laki-laki yang di kenal sebagai Casanova jatuh cinta dan mau menikah? Siapa wanita yang telah mengubah anaknya yang terkenal sebagai laki-laki brengsek yang suka mempermainkan perasaan wanita menjadi laki-laki baik seperti ini?
"Kamu serius ingin menikah?" tanya ibunya dengan tatapan tak percaya.
"Serius ma," jawab Daffa dengan penuh keyakinan.
"Siapa wanita itu? Bagaimana mungkin laki-laki Casanova seperti kamu bisa jatuh cinta dan kamu bahkan ingin menikah?" Ibunya masih tidak percaya anaknya bisa berubah setelah pulang dari negara ini.
Mendengar perkataan ibunya membuat Daffa terdiam seperti patung. Karena apa yang di katakan oleh ibunya semua nya benar, dia selama ini tidak pernah jatuh cinta apalagi ada keinginan untuk menikah.
Tetapi setelah dia bertemu dengan wanita itu entah kenapa dia langsung tertarik untuk mendekati wanita itu bahkan tanpa ragu dia langsung mengajak wanita yang telah dia ambil kesuciannya itu untuk menjadi istri dan ibu untuk anak-anaknya.
__ADS_1
"Mama tidak perlu tahu bagaimana aku bisa jatuh cinta yang penting aku sudah mau berubah dan pastinya akan menikah seperti keinginan mama dulu yang ingin memiliki cucu dari ku," ujar Daffa yang merasa malas untuk menceritakan masalah itu pada mamanya.
"Kamu ini, mama kan cuma penasaran bagaimana bisa wanita itu bisa mengubah laki-laki brengsek seperti kamu," ujar ibunya Daffa dengan wajah tanpa dosa.
Mendengar perkataan ibunya membuat Daffa kesel setengah mati. Bagaimana mungkin ibunya bisa menghina anaknya sendiri di depan anaknya dengan wajah tanpa dosa seperti itu. Walaupun dia tahu dia laki-laki brengsek yang suka mempermainkan perasaan wanita setidaknya ibunya tidak perlu menghinanya seperti ini. Jika tidak ingat dia ibunya pasti sekarang dia sudah merobek mulutnya agar jangan lagi menghina dirinya dengan kata-kata seperti itu.
"Sudahlah ma. Yang penting anak kita sudah mau menikah bukannya ini berita yang sangat bagus untuk kita. Itu artinya sebentar lagi kita akan memiliki cucu," ujar ayahnya Daffa dengan antusias.
"Palingan kak Daffa sudah DP dulu dan wanita itu sudah hamil duluan makanya kak Daffa mau menikah dengan nya. Jika bukan karena wanita itu sudah hamil mana mau kak Daffa menikahi wanita itu," ujar Jingga seraya mempengaruhi orang tuanya agar memarahi kakaknya. Jujur saja dia masih kesal dengan kakaknya makanya dia sengaja mengatakan itu agar kakaknya mendapatkan hukuman dari orang tuanya.
Mendengar perkataan Jingga membuat mereka langsung menatap ke arah Daffa dengan tatapan tajam. Jika benar apa yang di katakan oleh anaknya Jingga maka mereka bisa pastikan akan menendang burungnya Daffa agar tidak bisa lagi berdiri seperti dulu lagi. Dengan begitu anaknya pasti tidak akan bisa lagi melakukan itu dengan para wanita-wanita di luar sana.
Sedangkan Daffa yang sedang di tatap seperti itu oleh orang tuanya hanya dapat menelan ludah sendiri. Jujur saja dia sangat takut jika orang tuanya malah percaya pada perkataan adiknya sehingga dia malah mendapatkan hukuman dari mereka. Ingin sekali dia membuang adiknya ke curang biar mati di makan binatang buas.
Sungguh, dia benar-benar sangat kesal dengan adiknya yang suka sekali mempengaruhi orang tuanya agar mereka memarahi dirinya gara-gara ulah adiknya yang memfitnahnya dengan masalah yang tidak benar. Sedangkan Jingga justru merasa bahagia karena bisa membalas kakaknya yang sudah membuat dia kesal saat berada di dekat kakaknya Daffa Roberto.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿