
Di Rumah Claudia
Saat ini Claudia dan yang lain sedang sarapan pagi seperti biasanya dengan canda dan tawa. Mereka bisa bernafas lega karena orang yang selama ini membuat masalah dengan keluarganya sudah masuk penjara.
"Ma... aku mau pergi kerja dulu." Pamit Claudia yang ingin berangkat kerja.
"Ala mau ikut mommy," sahut Ara yang ingin pergi bersama dengan ibunya.
"Sebaiknya Ara tinggal di rumah sama Oma. Mommy mau pergi berkerja. Jika mommy ada waktu luang akan mengajak Ara jalan-jalan ke moll nanti." Bujuk Claudia dengan lembut.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ya sudah Ala Ndak akan ikut mommy ladi. Tapi mommy halus membelikan Ala uang buat tutup mulut," ujar Ara.
Claudia yang sudah tahu watak anaknya yang sangat matre tanpa mau berdebat langsung saja dia mengeluarkan uang untuk Ara agar dia bisa diam dan membiarkan dia pergi untuk bekerja.
"Ini untuk Ara. Apa sekarang mommy bisa pergi?" tanya Claudia seraya memberikan dia uang agar anaknya diam.
"Ini kan enak. Cekalang mommy sudah bisa pelgi kelja. Ala mau ke Kamal dulu buat menyimpan uang di tabunan na Ala," ujar Ara seraya pergi dari sana.
Hahahaha
"Lihat cucu mama, semakin hari kelakuannya semakin menjadi. Masih kecil saja sudah pandai memanfaatkan orang lain. Entah menurun dari siapa sifat matrenya itu," ujar Alice seraya tertawa terbahak-bahak saat dia melihat kelakuan Ara.
"Sudah lupakan masalah Ara. Sebaiknya kalian berangkat kerja saja biar tidak telat nanti," titah Ariana dengan tegas.
"Ya sudah kami pergi kerja dulu," ujar Claudia seraya pergi dari sana.
"Ok. Hati-hati di jalan," ujar Ariana dengan cepat.
•
•
•
Di Perusahaan Apple Inc
"Selamat pagi pak Alex..."
"Selamat pagi pak Alex..."
"Selamat pagi pak Andre..."
Itulah sapaan karyawan pada pria tersebut dan juga asisten nya. Namun hanya anggukkan kepala yang mereka dapatkan. Mereka segera menuju ruangan CEO perusahaan besar tersebut.
"Maaf tuan. Saya ingin mengatakan kalau nanti siang kita ada pertemuan dengan CEO perusahaan MH Group," ujar Andre Villas asisten pribadinya Alexander.
"Apa mereka klien lama kita? Kenapa saya merasa asing dengan nama perusahaan itu?" tanya Alex dengan penasaran.
"Mereka bukan klien kita tuan. Tapi mereka klien yang ingin mengajak perusahaan kita untuk kerjasama dengan perusahaan mereka.
"Saya sudah menyelidiki kalau baru-baru ini perusahaan mereka baru Menganti pemimpin baru, karena CEO lama mereka mengalami kelumpuhan sehingga sekarang anaknya yang menggantikan posisi CEO yang sudah lama kosong." Jelas Andre Villas.
"Baik. Kamu bisa pergi keruangan kamu sekarang," titah Alex dengan tegas.
__ADS_1
"Baik tuan. Saya permisi," ujar Andre seraya pergi dari sana.
•
•
•
Di Ruangan CEO Claudia
"Apa kak Akas sudah mempersiapkan berkas kerjasama antara perusahaan kita dengan perusahaan mereka?" tanya Claudia.
"Sudah nona muda. Kita hanya perlu berdoa saja semoga mereka mau berkerjasama dengan perusahaan kita. Ini satu-satunya cara agar perusahaan kita kembali stabil seperti dulu lagi," ujar Akas Arsyad.
"Jam berapa kita bertemu dengan mereka?" tanya Claudia.
"Jam 13.30 siang nona muda," jawab Akas Arsyad.
"Sebaiknya kita pergi kesana sekarang juga. Biar kita tidak terkenak macet di jalan nanti. Kerjasama ini sangat penting untuk perusahaan kita. Jadi kita tidak bisa melewatkan kesempatan langka ini," ujar Claudia seraya pergi dari sana.
"Baik nona muda," jawab Akas seraya berjalan di belakang Claudia.
Beberapa Jam Kemudian
Sampai lah mereka di perusahaan Apple Inc milik keluarga lemos, perusahaan terbesar yang ada di kota California Amerika serikat.
"Apa ini perusahaan tuan Alexander Lemos?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Permisi!" Apa ada yang bisa kami bantu nona?" tanya resepsionis perusahaan itu.
"Maaf nona. Kami sudah buat janji dengan tuan Alexander Lemos. Apa kami bisa bertemu dengannya ?" tanya Claudia dengan sopan.
"Apa anda nona Claudia Henry Abraham pemilik perusahaan MH Group?" tanya resepsionis itu.
"Benar nona. Apa tuan Alex ada di perusahaan sekarang?" tanya Claudia.
"Ada nona. Anda naik saja life khusus petinggi perusahaan dan anda tekan lantai no 40 belok kanan. Setelah itu, anda langsung saja masuk ke ruang meeting yang ada di perusahaan ini." Jelas resepsionis itu dengan sopan.
"Baik. Terima kasih," ujar Claudia seraya pergi dari sana.
"Sama-sama nona," jawab resepsionis itu dengan sopan.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Maaf tuan. Klien yang anda tunggu sudah ada di ruang meeting sekarang," ujar Laura sekretaris Alexander Lemos.
"Baik. Kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu lagi," titah Alex dengan tegas.
"Baik pak Alex. Saya permisi dulu," ujar Laura seraya pergi dari sana.
__ADS_1
"Ayo Ndre kita pergi ke ruang meeting," titah Alex seraya pergi ke ruang meeting.
"Baik pak Alex," jawab Andre seraya mengikuti langkah atasannya pergi menuju ruangan meeting.
Tak Lama Kemudian
Cklek
Pada saat Alex masuk ke dalam ruangan meeting langsung saja membuat dia terkejut dan terdiam seperti patung. Hingga membuat Andre merasa penasaran dengan atasannya yang tak bergerak dari tempat dia berdiri sejak tadi.
"Ada apa dengan tuan Alex? Kenapa tuan Alex berdiri disini seperti patung?" batin Andre dengan wajah penasaran.
"Kenapa tuan berdiri disini?" tanya Andre dengan kening mengkerut.
"Akhirnya aku bertemu dengan wanita yang selama ini aku cari Ndre. Dia adalah wanita yang sudah menghabiskan malam dengan ku Ndre," ujar Alex dengan antusias.
"Apa?" teriak Andre dengan wajah terkejut.
"Apa tuan Alex yakin dia wanita itu?" tanya Andre dengan penasaran.
"Aku tidak mungkin salah mengenali kucing liar ku Ndre. Sekarang dia sudah masuk ke dalam sarang singa. Aku tidak akan pernah melepaskan dia lagi," ujar Alex dengan seringai liciknya.
"Oh Tuhan... sepertinya tuan Alex tidak akan membiarkan wanita ini, kabur dari negara ini," batin Andre.
"Ya sudah tuan. Lebih baik kita menemui mereka dulu untuk membicarakan kesepakatan kerjasama antara perusahaan tuan Alex dengan perusahaan MH Group," ujar Andre.
"Tentu saja Ndre. Aku akan memanfaatkan masalah ini agar kucing liar ku tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti syarat dari ku," ujar Alex dengan seringai liciknya.
"Apa yang akan tuan Alex lakukan sama wanita itu? Sepertinya wanita itu tidak akan bisa kabur dari negara ini lagi," batin Andre.
"Selamat siang pak Alex..."
"Selamat siang pak Andre..."
"Perkenalkan, saya Akas Arsyad asisten pribadinya nona Claudia. Dan ini nona muda kami pemilik perusahaan MH Group namanya Claudia Henry Abraham," ujar Akas seraya memperkenalkan diri pada mereka.
"Perkenalkan, saya Andre Villas dan ini atasan saya tuan Alexander Lemos," ujar Andre seraya mengulurkan tangannya untuk salaman yang langsung di sambut oleh mereka.
"Baik pak Akas dan juga ibu Claudia silahkan duduk. Biar kita bisa membicarakan masalah kerjasama antara perusahaan atasan saya dan juga perusahaan kalian," sambungnya lagi.
"Baik. Terima kasih tuan andre," ujar Akas Arsyad dengan sopan.
Sementara Alex tidak pernah memalingkan wajahnya dari Claudia sejak tadi. Dia merasa ini seperti mimpi. Di saat dia sudah mulai putus asa mencari keberadaan wanita ini. Tapi siapa yang tahu takdir malah mempertemukan mereka dengan cara yang tak terduga seperti ini.
"Aku sangat merindukan kamu sayang. Tidak sabar aku membawa kamu ke rumah kita. Tidak sia-sia aku menunggu kamu selama ini sayang. Ternyata kamu semakin cantik, dan juga dewasa, saat pertama kali kita bertemu dulu," batin Alex dengan wajah bahagia.
Berbeda dengan Claudia yang merasa risih saat tahu Alex yang menatap dia sejak tadi. "Kenapa orang ini selalu menatap aku seperti itu? Jangan-jangan bos perusahaan ini mata keranjang lagi. Jika tidak ingat aku lagi butuh bantuan dia. Sudah aku colok matanya itu. Bikin aku kesal saja. Dasar laki-laki mesum," batin Claudia dengan wajah kesal.
•
•
•
Bersambung.....
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁