
Di Mansion Alexander Lemos
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa mommy kembali lagi ke lumah ini? Bukan na mommy sudah bilang ndak akan mau menginjakkan kaki na lagi di lumah ini? Apa yang sudah di lakukan oleh daddy sehingga mommy bisa luluh sepelti ini?" tanya Ara dengan penasaran.
Saat ini mereka sedang duduk bersantai di belakang mansion. Sudah menjadi kebiasaan Claudia yang sangat suka bersantai di halaman belakang mansion karena tempatnya di sana sangat sejuk dan enak untuk bersantai.
"Kenapa Ara bicara seperti itu pada mommy? Apa mommy tidak bisa kembali ke mansion suami mommy sendiri?" tanya Claudia dengan kening mengkerut.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Bukan na ndak boleh mommy, tapi mommy sendili yang bilang kemalin kalau mommy ndak akan kembali lagi ke lumah ini walaupun daddy membujuk mommy untuk kembali ke sini. Tapi lihat sekalang nyata na mommy malah mau kembali ke lumah ini saat di bujuk oleh daddy," ujar Ara.
"Itu karena daddy kamu sudah terbukti tidak bersalah makanya mommy mau memaafkan daddy kamu," balas Claudia.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Dali mana mommy mendapatkan bukti na kalau daddy ndak belsalah? Bukan na mommy sudah pelgi dali negala ini tanpa mencali tahu kalau daddy ndak selingkuh cama wanita ulal itu?" tanya Ara dengan penasaran.
"Mommy tahu semua ini dari opa kamu, dia yang mencari bukti kalau daddy kamu sama sekali tidak bersalah," jelas Claudia.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa selama ini mommy tinggal di lumah na opa dan oma?" tanya Ara dengan penasaran.
"Iya," jawab Claudia dengan singkat.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa mommy kabul na kulang jauh?Sehalus na mommy kabul na yang jauh bial daddy ndak bisa menemukan kebeladaan mommy," ujar Ara.
__ADS_1
"Jika mommy kabur ke luar negeri pasti mommy akan menyesal seumur hidup karena sudah meninggalkan laki-laki yang sangat mommy cintai apalagi saat tahu kalau laki-laki yang mommy cintai sama sekali tidak bersalah," ujar Claudia yang mulai kesal dengan anaknya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Untuk apa mommy halus menyesal jika kabul dali daddy? Bukan mommy bisa mencali laki-laki lain yang lebih kaya dali daddy untuk di jadikan suami balu. Apalagi mommy masih muda dan sangat antik pasti banyak laki-laki kaya di lual sana yang ingin menjadikan mommy isci meleka," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.
Mendengar perkataan Ara membuat Claudia kesal setengah mati. Dia tidak habis pikir dengan anaknya ini yang suka bicara tanpa berpikir dulu. Apa dia pikir pernikahan itu main-main sehingga dengan mudahnya dia menyuruh ibunya menikah dengan laki-laki lain di saat ibunya masih terikat pernikahan dengan ayah kandungnya sendiri.
Jika benar dia ingin menikah lagi dengan laki-laki lain belum tentu semudah itu karena dia masih istri sah dari suaminya terdahulu. Dan dia tidak bisa menikah lagi tanpa bercerai dengan suaminya dulu dan dia sangat yakin untuk menceraikan suaminya pasti tidak akan mudah di karenakan suaminya itu bukan orang sembarangan pasti dia akan menggagalkan perceraian itu dan akhirnya dia terpaksa tinggal bersama dengan suaminya lagi.
"Kenapa kamu selalu menyuruh mommy menikah lagi dengan laki-laki lain? Apa kamu tidak sayang pada daddy kandung kamu? Di mana-mana seorang anak pasti akan mencegah orang tuanya berpisah tetapi kamu justru malah mendorong mommy untuk menikah dengan laki-laki lain," ujar Claudia dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Itu kalena Ala belpikil daddy sudah selingkuh dali mommy, jika Ala tahu daddy ndak selingkuh mana mungkin Ala menuluh mommy menikah lagi dengan laki-laki lain," ujar Ara yang tidak mau di salahkan karena sudah memberi saran pada ibunya untuk meninggalkan ayahnya dan menyuruh ibunya menikah lagi dengan laki-laki lain.
Mendengar perkataan Ara membuat Claudia geleng-geleng kepala. Dia sudah tahu anaknya ini tidak mau di salahkan bagi dia perkataan yang keluar dari mulutnya itu selalu benar.
"Sekarang Ara sudah tahu kalau daddy kamu tidak bersalah apa sekarang kamu masih punya pemikiran menyuruh mommy kamu menikah dengan laki-laki lain?" Claudia ingin tahu jawaban anaknya apa dia masih ingin ibunya menikah lagi dengan laki-laki lain atau malah menyuruh balikan pada ayah kandungnya sendiri.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia terkejut dan juga shock. Dia tidak pernah berpikir anaknya akan mengeluarkan kata-kata seperti itu. Sungguh, anaknya benar-benar wanita yang gila akan harta bahkan dengan mudahnya dia menyuruh ibunya menikah lagi dengan laki-laki lain yang lebih kaya dari pada ayah kandung nya sendiri.
"Apa kamu tidak sadar daddy kamu jatuh miskin itu gara-gara ulah siapa, hemmm?" Ingin sekali Claudia memarahi anaknya yang asal bicara itu. Tapi dia langsung teringat kalau anaknya itu benar-benar sangat licik dan pandai sandiwara.
Dia pasti akan mengadu pada opa dan omanya kalau dia sudah menyakiti dirinya yang akhirnya malah dia yang terkenak amarah mereka. Dari pada dia terkenak jebakan Ara lebih baik dia mengalah saja. Itupun demi dirinya sendiri agar aman dari amukan mereka.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ini ndak sepenuh na salah Ala mom, tapi ini juga salah kalian beldua yang sudah membelikan Ala adik bayi. Dali awal Ala sudah katakan ndak mau memiliki adik bayi tapi kalian masih saja membelikan Ala adik bayi."
__ADS_1
"Jadi jangan salahkan Ala jika Ala beltindak secepat ini untuk memiliki halta daddy kalena Ala sangat takut jika adik bayi Ala malah melebut halta daddy hanya untuk di miliki oleh dia saja. Sebelum dia dulu yang beltindak dan menguasai halta daddy maka Ala dulu yang akan beltindak," ujar Ara dengan perasaan bangga karena memiliki otak cerdas sehingga dia bisa lebih cepat bertindak untuk menguasai harta ayahnya agar tidak di rebut oleh adiknya.
"Dasar bocah licik, bagaimana kamu bisa berpikir adik kamu akan merebut harta ayah kamu hanya untuk dirinya sendiri hah?" Claudia yang sedari tadi menahan emosi akhirnya dia kelepasan membentak anaknya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Sabal mom, jangan malah-malah. Ala takut adik bayi Ala malah kaget dan menangis di dalam sana gala-gala takut mendengal suala mommy yang kelas itu," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.
"Siapa yang buat mommy emosi seperti ini, hemmm?" tanya Claudia dengan wajah kesal.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Mana Ala tahu, bukan na mommy sendili yang teliak tadi," balas Ara dengan wajah polos.
"Oh Tuhan, kenapa anak ini selalu bikin aku darah tinggi? Jika aku berlama-lama duduk bersama dengan nya takutnya aku akan di larikan ke rumah sakit gara-gara sakit akibat ulah anak nakal ini," ujar Claudia dengan suara lirih sehingga Ara tidak bisa mendengar perkataan ibunya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Mommy bicala apa?" tanya Ara dengan penasaran karena dia tidak bisa mendengar perkataan ibunya.
"Tidak ada apa-apa, sebaiknya kita masuk saja ke dalam mansion setelah itu kamu mandi habis itu istirahat di kamar kamu sendiri," ujar Claudia yang tidak ingin memperpanjang masalah itu lagi.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Oke mom," jawab Ara seraya pergi dari sana.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung....
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿