
Masih di rumah sakit
"Mas," panggil Claudia dengan suara pelan dan lemah.
"I Love you, perempuan hebatku," ujar Alex sambil mengecup dahi istrinya.
Lagi, dokter dan perawat yang sedang membersihkan Claudia hanya bisa tersenyum melihat aksi Alex.
"Anak kita mana?" tanya Claudia penasaran.
"Masih dibersihkan," jawab Alex.
"Sakit," bisik Claudia lagi.
"Tahan sebentar lagi, ya," ujar Alex sambil mengelus dahi Claudia.
Setelah bayi selesai dibersihkan, kemudian diserahkan kepada Claudia untuk dilakukan IMD alias inisiasi meenyusui dini. Bayi mungil itu diletakkan di pucuk bukit Claudia dan dibiarkan mencari sumber kehidupan pertamanya.
"Ayo, sedikit lagi," seru Alex sambil melihat bayinya bergerak-bergerak mencari pucuk bukit Claudia. Lalu saat bayi mungil itu berhasil mendapatkan pucuk bukit dan meenyusui dengan lemah, Alex justru terharu." Hebat banget..."
"Dia bayi yang pintar, mas," ujar Claudia pelan.
"Tentu saja, kan dia anak kita," balas Alex sambil mengulurkan telunjuk untuk mengusap pipi bayi yang terlihat rapuh itu.
Claudia tersenyum bahagia, hilang segala rasa sakit yang tadi sempat menghampirinya. Semuanya terbayarkan dengan sesuatu yang jauh lebih besar dan berarti.
Saat keluar dari ruang operasi, kedua keluarga mereka menanti dengan cemas. Sementara itu Alex malah melemparkan senyum lebar yang tidak pernah dia tunjukkan pada siapapun kecuali pada istri tercintanya. Sedangkan mereka yang melihat senyuman Alex merasa melongo karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat ini.
Alexander yang selama ini selalu memasang wajah datarnya sekarang malah tersenyum di depan mereka sehingga membuat mereka merasa ngeri karena belum terbiasa melihat senyuman Alex. Walaupun begitu, mereka merasa senang dan bersyukur itu tandanya Claudia baik-baik saja di dalam.
"Bagaimana operasinya? Lancar?" tanya Ariana ibu angkat Claudia.
"Claudia nggak jadi dioperasi, Ma," jawab Alex.
"Maksudnya gimana, nak Alex?" Ariana malah terlihat semakin cemas.
"Claudia melahirkan secara normal di ruang operasi," jelas Alex.
"Syukurlah," desis semua orang yang ada di sana.
Setelah beberapa lama, akhirnya Claudia dipindahkan ke ruang perawatan VIP. Begitu juga dengan bayi mereka yang tampak nyaman dibalut selimut hangat.
"Wah, ganteng banget," seru Angelina sambil memandang cucu keduanya dengan takjub.
__ADS_1
"Wajahnya mirip kamu Clau," celetuk Alice dengan antusias.
"Benar, apalagi hidungnya," ujar Ariana.
"Ternyata doa ku terkabul Clau, anak kedua kamu lebih mirip kamu di bandingkan tuan Alex. Dan aku sangat yakin anak kedua kamu pasti akan memiliki sifat seperti kamu yang sangat baik dan lembut tidak seperti anak pertama kamu yang memiliki sifat kejam dan licik seperti ayahnya," ujar Alice yang keceplosan bicara.
"Apa kau bilang?" tanya Alex dengan tatapan tajam.
Maxim yang tahu suasana sedang menegang langsung menenangkan Alexander agar dia tidak melakukan sesuatu pada istrinya. Apalagi istrinya saat ini sedang hamil dia tidak mau sampai terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya.
"Tolong maafkan perkataan istri saya tuan Alex, anda tahu sendiri istri saya saat ini sedang hamil mungkin itu bawaan dari bayi kami sehingga dia tidak sadar bicara seperti itu," ujar Maxim dengan perasaan cemas.
Mendengar perkataan Maxim membuat Alex langsung mengalihkan ke arah istrinya. Walaupun dia ingin sekali merobek mulut Alice tetapi dia sadar itu akan menimbulkan kemarahan istrinya karena udah menyakiti kakak angkat nya Claudia. Berbeda dengan yang lain ingin sekali tertawa saat mendengar perkataan Alice tetapi mereka menahannya agar Alex tidak semakin marah karena mereka.
"Aku takut banget waktu kamu pingsan tadi," bisik Alex.
"Oh, ya? Takut kenapa?" tanya Claudia.
"Takut kehilanganmu," jawab Alex sambil menggenggam tangan istrinya.
"Mana mungkin aku meninggalkan kamu. Aku tidak akan membiarkan kamu menjadi duda, mas," balas Claudia." Pasti nanti akan ada banyak perempuan yang antri untuk menjadi istrimu. Membayangkannya saja aku sudah tidak rela."
Alex malah terkekeh mendengar penuturan istrinya." Aku bahkan tidak pernah memikirkan hal itu. Bagiku, jika suatu saat nanti aku kehilanganmu maka aku juga akan kehilangan duniaku. Mana mungkin kucari penggantimu semudah itu."
"Astaga, kamu selalu negatif thinking sama aku, ya," keluh Alex.
Claudia hanya memutar bola matanya sekilas." Pokoknya aku tidak akan membiarkan mas Alex jadi duda!" ujar Claudia.
"Siapa juga yang mau jadi duda, sayang?" balas Alex semakin gemas dengan istrinya.
Dari tadi istrinya selalu menyebutkan kata duda, padahal statusnya sampai sekarang masih berstatus suaminya. Entah datang dari mana pemikiran itu, sehingga istrinya selalu mengatakan duda. Dia sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk meninggalkan istrinya apalagi selingkuh di belakang istrinya. Karena hanya Claudia lah wanita pertama dan terakhir untuk nya.
Alice yang sejak tadi ikut mengerubungi bayi di dalam box kemudian mendekat ke ranjang Claudia. Perempuan itu sedikit menyimak obrolan adik dan iparnya sekilas, kemudian dia bertanya." Lagi ngomongin apa, sih?" tanya Alice dengan penasaran.
"Cuma ngomong masalah random aja, kak," balas Claudia.
"Ku kira kalian lagi diskusi tentang nama bayi ini," ujar Alice.
Claudia dan Alex saling tatap sejenak. Kemudian Claudia berkata." Kita sudah sepakat nama anak kita akan di pilih sendiri oleh mas Alex," jelas Claudia.
"Jadi, siapa nama anakmu, tuan Alex?" tanya Alice walaupun dia masih takut atas tatapan tajamnya tadi. Tetapi dia berusaha tenang, karena dia sangat tahu, Alex tidak mungkin melakukan sesuatu padanya apalagi ada adik, suaminya dan keluarga nya di sini sehingga dia merasa sedikit tenang untuk mengahadapi Alexander.
Semua anggota keluarga yang ada di sana menatap Alex, menunggu jawaban dari laki-laki itu. Alex berjalan menghampiri Box bayi dan mengangkat makhluk rapuh itu dengan hati-hati.
__ADS_1
"Namanya Reagan Alexander Lemos," ujar Alex sambil menatap bayi mungil di pangkuannya." Semoga dia tumbuh menjadi laki-laki pemberani, pemimpin, dan juga pelindung untuk keluarganya."
"Nama yang bagus," puji Angelina sambil sedikit bertepuk tangan.
"Aku setuju dengan namanya, terdengar gagah dan indah," sahut Ariana.
Alex menatap istrinya dan meminta pendapat melalui sorot mata. Claudia mengangguk kecil sambil tersenyum." Namanya bagus, mas," ujar Claudia.
"Selalu pintar membuat anak, kamu juga pintar memberi nama, ya," ujar David mengejek anaknya.
Alex hanya nyengir lebar sambil menggoyang-goyangkan bahunya. Semenjak Claudia hamil dia sudah mempersiapkan dua nama untuk anaknya. Walaupun dia sangat yakin kalau bayi yang sedang di kandung oleh istrinya bayi laki-laki tetap saja dia mempersiapkan nama lain untuk anak perempuan mereka. Karena jika prediksi dia meleset maka dia masih memiliki nama lain untuk anak perempuan nya.
Hari itu, setelah Claudia dan bayinya dinyatakan baik-baik saja, keluarga mereka berkumpul dan mengucapkan kalimat selamat. Ada begitu banyak kebahagiaan yang hadir di tengah-tengah keluarga mereka bersamaan dengan kehadiran sang bayi.
"Sekarang tugas dan tanggung jawabmu sudah semakin bertambah," ujar Henry ayah kandung Claudia sambil menepuk pelan bahu menantunya. Dia ingin menantunya bisa menjadi ayah yang baik dan bertanggung jawab yang selalu menyanyangi anaknya tidak seperti dirinya yang lebih menyanyangi anak orang lain di bandingkan anak kandungnya sendiri.
"Aku tahu, Dad," balas Alex tenang.
"Jaga istrimu dan anak-anakmu dengan baik," ujar Henry memperingatkan menantunya.
Alex mengangguk dan menatap ke arah Claudia yang kini sedang memeluk bayi mereka. Ada kehangatan yang menelusup ke dalam dada Alex saat melihat pemandangan itu.
"Istirahat lah sayang. Kamu baru saja berhasil berjuang mengeluarkan bayi kita dan aku tidak mau kamu kembali kelelahan," ujar Alex.
"Rasanya senang sekali memeluk bayi ini," balas Claudia.
"Memang benar, tapi kita masih punya banyak waktu untuk memeluknya." Alex mengambil bayi itu dengan hati-hati dan menyerahkan kepada Angelina.
Setelah itu Alex menyuapi istrinya karena dia tahu Claudia harus memulihkan tenaga setelah berjuang dengan sangat hebat.
Claudia menatap suaminya dengan takjub. Sepanjang proses melahirkan tadi, Claudia melihat begitu besar cinta Alex untuk nya.
"I love you mas Alex," ujar Claudia.
"I love you too," balas Alex dengan hati bahagia saat mendengar ungkapan perasaan istrinya.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿