
Paris
"Dobrak pintunya," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab anak buah Alex serentak.
Bruk
Bruk
Bruk
Cklek
"Periksa ruangan ini. Cari putriku sampai ketemu," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab anak buah Alex dengan serentak.
Setelah memeriksa seluruh ruangan yang ada di gudang ini. Orang yang mereka cari tidak dapat di temukan. Sehingga membuat Alex sangat Murka saat tahu anak nya tidak ada ditempat ini. Padahal dia sudah yakin kalau hari ini akan membawa pulang anaknya ke tempat istrinya berada saat ini.
"Tuan, lihat ini. Bukannya ini kalung nona kecil," ujar Andre seraya memperlihatkan kalung Ara pada Alex.
"Pantas saja kita tidak bisa melacak keberadaan Ara. Ternyata kalung yang aku pasang alat pelacak tidak di aktifkan oleh Ara," ujar Alex.
"Itu artinya nona kecil memang ada di sini tadi, mungkin mereka sudah tahu kita ada di sini itu sebabnya mereka kabur sebelum kita masuk ke dalam tempat ini," ujar Andre.
"Kurang ajar. Kemana lagi kita harus menjadi Ara sedangkan satu-satunya petunjuk yang bisa membawa kita ke tempat Ara di sekap ada di sini." Alex mengepalkan tangannya karena emosi.
"Sabar tuan. Kita pasti bisa menemukan keberadaan nona kecil," ujar Andre seraya menenangkan atasannya yang sedang emosi.
"Bagaimana aku bisa tenang sedangkan putriku sampai sekarang belum juga di temukan. Aku takut Claudia akan sakit jika menangis setiap hari."
"Bagaimana pun caranya, kalian harus bisa menemukan anak saya dalam keadaan sehat. Apa kalian mengerti," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab anak buah Alex dengan serentak.
"Sebaiknya kita kembali ke hotel saja. Besok kita pikirkan cara lain untuk bisa menemukan keberadaan nona kecil," ujar Andre.
"Baik tuan Andre," Jawab anak buah Alex dengan serentak seraya pergi dari sana.
β’
β’
β’
California
__ADS_1
"Pa... kenapa hati mama tidak tenang sejak tadi? Apa mereka baik-baik saja di sana?" tanya Angelina dengan perasaan khawatir.
"Jika mama khawatir pada mereka kenapa mama tidak menelpon Alex saja," ujar David.
Mendengar perkataan suaminya membuat Angelina langsung saja menelpon anaknya agar dia bisa tahu apa mereka baik-baik di sana apa tidak.
Dreet... Dreet... Dreet...
Di Perjalanan
π "Hallo... ada apa ma?" tanya Alex dengan penasaran.
π "Lex... apa kalian baik-baik saja di sana? Mama tidak tahu kenapa hati mama sejak kemarin tidak tenang. Itu sebabnya mama menanyakan keadaan kalian di sana.
"Mama benar. Kami di sini tidak baik-baik saja. Ara cucu mama sedang di culik saat ini. Tapi maaf aku tidak bisa memberitahukan sama mama dan papa. Karena aku tidak mau membuat kalian khawatir dan malah menyusul kami ke sini," batin Alex.
π "Kami baik-baik saja di sini ma. Jadi mama tidak perlu khawatir pada kami," ujar Alex dengan penuh keyakinan agar mamanya percaya padanya.
π "Syukurlah kalau kalian baik-baik saja. Mama bisa tenang sekarang," ujar Angelina dengan perasaan lega.
"Maafkan aku ma. Karena sudah membohongi mama. Padahal kenyataan nya kami di sini tidak baik-baik saja. Apalagi sampai sekarang Ara belum juga di temukan," batin Alex dengan perasaan sedih.
Alex sengaja membohongi Angelina agar tidak kepikiran dengan cucunya yang di culik oleh orang yang tidak di kenal. Bagaimana pun dia tidak ingin mamanya sampai jatuh sakit gara-gara memikirkan Ara yang sampai sekarang belum juga di temukan.
π "Kapan kalian kembali ke negara ini?" tanya Angelina dengan penasaran.
π "Jangan lama-lama berada di sana. Mama sudah kangen banget sama Ara cucu mama, jika kalian masih betah berbulan madu di sana. Maka kamu suruh Andre antar Ara ke mansion mama biar mama yang jagain Ara nanti," ujar Angelina.
Mendengar nama anaknya di sebut membuat hatinya tambah sedih. Karena dia tidak tahu apa anaknya baik-baik saja dengan mereka apa tidak. Bagaimana kalau seandainya mereka melukai anaknya.
Jika sampai itu terjadi dia tidak akan memaafkan dirinya. Karena dia menganggap kalau dirinya bukanlah ayah yang baik karena tidak bisa melindungi anaknya sendiri hingga bisa di culik oleh orang yang tidak di kenal.
π "Iya ma," jawab Alex.
π "Ya sudah. Mama tutup dulu telpon nya, titip salam untuk menantu dan cucu mama," ujar Angelina.
π "Baik ma," jawab Alex seraya menutup smartphone nya.
"Kenapa tuan tidak mau memberitahukan pada mereka tentang nona kecil yang di culik?" tanya Andre dengan penasaran.
"Aku tidak mau mama sama papa jatuh sakit saat mengetahui cucu kesayangannya di culik oleh orang yang tidak kita kenal," ujar Alex.
Mendengar perkataan Alex membuat Andre diam seperti patung. Karena apa yang di katakan oleh atasannya semua benar. Dan dia sangat tahu, seberapa sayang orang tua atasannya itu pada cucunya. Apalagi Ara cucu satu-satunya di keluarga Lemos.
Andre sangat yakin, orang tua atasannya itu tidak akan sanggup jika sampai mendengar kabar buruk ini dan akhirnya pasti akan jatuh sakit.
Itu sebabnya dia sependapat dengan atasannya, lebih baik mereka menutupi masalah ini dari pada harus di beritahukan pada orang tua atasannya yang ujungnya malah membuat mereka menyesal jika sampai terjadi sesuatu dengan orang tua atasannya itu.
__ADS_1
"Apa yang ingin tuan lakukan pada laki-laki itu?" tanya Andre dengan penasaran.
"Siksa dia terus. Tapi jangan sampai dia mati, setelah puas kita siksa baru kalian bawa dia ke kantor polisi," ujar Alex.
"Baik tuan," jawab Andre.
"Tuan mau pulang ke hotel apa ke tempat penyikapan laki-laki itu?" tanya Andre yang saat ini sedang menyetir.
"Ke hotel," jawab Alex tanpa basa-basi yang di tanggapi dengan anggukan kepala oleh Andre.
Beberapa Jam Kemudian
Saat ini mereka sudah sampai di hotel tempat mereka menginap selama ada di negara paris. Andre segera turun agar dapat membukakan pintu mobil untuk atasannya.
"Silahkan tuan," ujar Andre dengan sopan yang di tanggapi dengan anggukan kepala oleh Alex.
"Istirahat lah Ndre... aku tahu, kamu pasti lelah karena dari tadi mengikuti kemanapun aku pergi," titah Alex dengan tegas saat mereka sudah sampai di depan kamar hotel tempat dia menginap saat ini.
"Baik tuan," jawab Andre seraya pergi dari sana.
Cklek
"Dari mana saja kamu mas?" tanya Claudia dengan penasaran saat melihat suaminya ada di depannya.
"Aku habis mencari Ara tadi. Tapi waktu sampai di tempat penyikapan Ara, mereka malah berhasil kabur. Aku cuman bisa menemukan ini," jelas Alex dengan wajah menyesal karena belum bisa menemukan keberadaan anaknya.
"Bukannya itu kalung anak kita?" tanya Claudia seraya mengambil kalung anaknya dari tangan suaminya.
"Iya. Hanya ini yang bisa aku temukan. Maaf, aku belum bisa menemukan anak kita. Aku bukan ayah dan suami yang baik untuk kalian. Tapi aku mohon, tolong kamu jangan pernah tinggalkan aku sendiri. Aku bisa gila jika sampai kamu pergi dari hidupku." Mohon Alex dengan wajah ketakutan.
Mendengar perkataan suaminya membuat Claudia merasa bersalah. Jujur saja dia juga tidak ada niatan untuk pergi dari hidup suaminya. Kemarin dia sengaja bicara seperti itu agar suaminya mau berusaha lebih keras untuk mencari keberadaan anak mereka.
"Aku juga minta maaf karena sudah bicara seperti itu kemarin. Aku janji tidak akan pergi dari hidup kamu," ujar Claudia.
Mendengar perkataan istrinya membuat Alex bahagia dan tanpa aba-aba langsung saja dia memeluk istrinya dengan erat.
"Terima kasih sayang karena kamu tidak ada niatan untuk meninggalkan aku sendiri," ujar Alex yang di tanggapi anggukan kepala oleh Claudia.
"Aku akan mencari cara lain agar bisa menemukan keberadaan anak kita. Sabarlah sebentar lagi sayang, aku janji akan membawa anak kita kembali pada kita," batin Alex.
β’
β’
β’
Bersambung....
__ADS_1
πΊπΈπΊπΈπΊπΈπΊπΈπΊπΈπΊπΈπΊπΈπΊ