
Di Kamar Alexander
"Eeunghh..."
"Dimana ini? Tenapa Ala ada di tempat asing sepelti ini? Apa Ala di culik? Masak Ala yang antik ini di culik sih?
"Daddy... mommy.... tolong Ala," teriak Ara dengan suara keras.
"Tenang sayang... kamu ada di mansion oma saat ini. Jadi Ara tidak perlu takut atau teriak seperti ini. Apa Ara masih ingat dengan oma Angel?" tanya Angel dengan antusias.
Mendengar suara Angelina membuat Ara langsung tersadar kalau di dalam kamar ini tidak hanya ada dia saja, melainkan ada dua orang tua paruh baya yang sedang menatap ke arahnya saat ini.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Bukan na oma yang kemalin membelikan Ala balang-balang balu yang sangat mahal itu?" tanya Ara dengan penasaran, kenapa dia sampai ada bersama dengan mereka.
Hehehehe
"Lihat cucu kita ma. Bukannya dia sangat lucu dan menggemaskan," ujar David seraya berbisik pada istrinya.
"Papa benar sekali. Ara emang anak yang lucu dan menggemaskan," ujar Angelina yang membenarkan perkataan suaminya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa kalian sejak tadi bicala belbisik sepelti itu. Dan ini di mana? Tenapa Ala ada cama kalian? Apa kalian sengaja menculik Ala agal mendapatkan uang tebusan.
"Jika itu yang kalian inginkan maka sebaik na kalian urungkan niat na. Kalena Ala ini bukan olang kaya. Jangan kan untuk menebus kalian, untuk makan sehali-hali saja kami ndak mampu... Hiks... Hiks..."
"Apa kalian ndak kasihan cama Ala yang miskin ini... Hiks... Hiks..." Ara menangis seraya terisak.
Hahahaha
"Kamu benar-benar keturunan Lemos yang sangat licik dan pintar memanfaatkan orang lain. Jika kami belum menyelidiki siapa kamu dan keluarga kamu mungkin kami akan percaya dengan akting kamu ini. Tapi sayang sekarang kami sudah tahu siapa kamu sebenernya, jadi kamu tidak perlu berakting menyedihkan seperti itu," ujar David tertawa terbahak-bahak.
"Oma juga tidak percaya lagi sama kebohongan kamu itu. Jadi sudah cukup berpura-pura sedih seperti itu," ujar Angelina tertawa terbahak-bahak seperti suaminya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa gala-gala kemalin Ala belbohong cama oma, hingga menyebabkan oma menculik Ala? Jika itu alasan na. Oma ndak pelu menculik Ala segala. Kalena Ala ndak akan sanggup mengembalikan uang na oma.
"Sehalus na kalian menculik daddy na Ala kalena dia sangat kaya laya. Tapi jika kalian sudah mendapatkan uang na. Kalian halus membagi na cama Ala. Kalena Ala yang sudah membelikan ide ini cama kalian," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa karena sudah mengumpankan ayahnya sendiri.
Mendengar perkataan cucunya membuat mereka melongo dan juga terkejut. Sungguh, mereka tidak menyangka dengan sifat cucunya ini yang sangat kejam dan licik ini.
"Maafin Ala daddy... kalena sudah menyuluh penjahat ini buat menculik daddy. Ala sengaja bicala sepelti itu agal daddy ada bersama Ala di sini. Dengan begitu daddy bisa membantu Ala lepas dali meleka. Tapi kalau meleka benal-benal mendapatkan uang dali daddy. Ala halus meminta cama meleka. Enak saja meleka menikmati uang daddy na Ala sendili, padahal Ala yang sudah membeli meleka ide ini," batin Ara.
"Hemmmh... dengar sayang. Kami ini bukan penculik melainkan oma dan opa kandung kamu," jelas Angelina dengan lembut.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa kalian ndak bilang sejak tadi sih. Ala kan ndak pelu belakting sepelti ini," ujar Ara dengan wajah kesal.
Hahahaha
"Kamu ini lucu sekali. Yang menyuruh kamu berakting siapa?" tanya David seraya tertawa terbahak-bahak.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Sudah lah. Lupakan masalah ini. Sekalang mommy dan daddy Ala di mana?" tanya Ara yang sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Mereka lagi pergi ke mansion kakek kamu. Jadi kamu tinggal di sini dulu sama kami." Angelina menjawab dengan lembut yang di jawab anggukan kepala oleh Ara.
"Ya, sudah. Ayo kita turun ke bawah agar Ara bisa sarapan bersama dengan kami," sambungnya lagi seraya pergi dari sana.
•
•
•
Di Perjalanan
Saat ini mereka sedang pergi ke mansion keluarga Abraham untuk meminta restu sama Henry agar mereka bisa menikah secepatnya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Alex yang sejak tadi melihat calon istrinya hanya diam saja.
"Aku takut daddy marah sama aku saat dia mendengar aku hamil di luar nikah." Claudia menjawab dengan wajah cemas.
"Kamu tenang saja sayang. Aku yakin daddy kamu pasti bisa mengerti keadaan kamu dulu. Seharusnya yang takut itu aku, bukannya malah kamu," ujar Alex.
"Kenapa kamu harus takut sama daddy?" tanya Claudia dengan bingung.
__ADS_1
"Karena akulah penyebab kamu menderita selama ini hingga kamu harus hamil di luar nikah sampai berjuang sendirian untuk melahirkan anak kita dan juga membesarkan dia sampai sebesar sekarang.
"Aku tahu bahkan sebanyak permintaan maaf yang aku keluarkan dan memohon pengampunan dari kamu, mungkin tidak akan cukup untuk mengobati rasa sakit hati kamu selama ini.
"Tapi aku tetap harus mengucapkan kata yang selama ini tidak pernah aku ucapkan pada orang lain selain pada keluarga aku. Tapi sekarang aku akan ucapkan pada kamu hanya dua kata, Maafkan aku," ujar Alex dengan wajah menyesal.
Mendengar perkataan Alex membuat Claudia terharu karena dia tahu seorang Alexander yang terkenal kejam, licik dan sombong tapi dia rela merendahkan dirinya sendiri hanya untuk meminta maaf pada nya.
"Itu bukan sepenuhnya salah kamu. Tapi aku juga ikut merasa bersalah karena pergi dari negara ini tanpa meminta pertanggung jawaban dari kamu.
"Kita lupakan saja masa lalu. Aku berharap kamu bisa menjadi ayah yang baik untuk Ara anak kita. Berilah dia kasih sayang yang selama ini Ara inginkan dari sosok ayah kandungnya sendiri. Sudah cukup Ara di hina selama ini gara-gara dia tidak memiliki ayah.
"Tapi sekarang aku bersyukur bisa di pertemuan dengan kamu, dengan begitu Ara tidak akan sedih lagi karena dia sekarang sudah menemukan ayah kandung yang selama ini dia inginkan," ujar Claudia.
Mendengar perkataan Claudia membuat Alex merasa sedih dan dia malah menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menemukan keberadaan mereka dengan cepat. Sehingga menyebabkan anaknya di hina hanya karena dia tidak memiliki ayah.
"Sekali lagi maafkan aku. Gara-gara perbuatan aku dulu malah menyebabkan kamu dan Ara menderita seperti ini," ujar Alex dengan wajah menyesal.
"Aku sudah memaafkan kamu. Tapi untuk mencintai kamu aku belum bisa, karena rasa sakit yang kamu torehkan sama aku belum sepenuhnya sembuh," ujar Claudia dengan tegas.
"Lalu apa alasan kamu mau menerima pernikahan kita?" tanya Alex walaupun dia sudah tahu jawaban yang akan diberikan Claudia tapi dia tetap menayangkan padanya.
"Aku mau menikah dengan kamu hanya karena Ara anak kita." Claudia menjawab dengan cepat.
"Tidak apa-apa sayang. Jika kamu belum mencintai aku. Aku akan berusaha membuat kamu pelan-pelan mencintai aku. Seperti aku yang sudah mencintai kamu pada pandangan pertama," batin Alex dengan penuh keyakinan.
•
•
•
Tak Lama Kemudian
Sampailah mereka di mansion keluarga Abraham. Mansion yang sangat mewah dengan desain yang sangat menarik dan indah untuk di pandang.
"Ayo sayang kita turun," ujar Alex dengan lembut.
"Apa Kamu yakin daddy tidak akan marah sama aku?" tanya Claudia dengan wajah takut.
"Baiklah aku turun sekarang. Tolong kamu jangan jauh-jauh dari aku nanti," ujar Claudia.
"Kamu tenang saja sayang. Aku akan selalu berada di dekat kamu. Kalau perlu aku akan selalu memeluk kamu dengan erat," ujar Alex seraya mengedipkan mata genitnya.
"Maksud aku bukan seperti itu. Jadi kamu jangan berpikir yang macam-macam. Dasar mesum," ujar Claudia dengan kesal.
Hahahaha
"Ya, sudah. Lebih baik kita masuk ke dalam saja. Biar kita bisa secepatnya menemui daddy kamu," ujar Alex seraya mengandeng tangan Claudia.
Tok... Tok... Tok...
Cklek
"Apa kabar bi... Apa daddy aku ada di dalam?" tanya Claudia pada pembantu di mansion keluarga nya.
"Ada non... silahkan masuk ke dalam." Bibi Ani menjawab dengan sopan, yang di anggukan kepala oleh Claudia.
"Bagaimana keadaan daddy aku sekarang Bi?Sudah lama aku tidak mengunjungi daddy setelah daddy kembali ke mansion ini?" tanya Claudia setelah dia berada di dalam mansion.
"Nona bisa lihat sendiri nanti. Sebaiknya nona duduk dulu di ruang tamu. Biar bibi panggilkan tuan Henry dulu kesini," ujar Bibi Ani dengan sopan.
"Oke. Bibi bisa pergi sekarang," titah Claudia.
"Baik non.. permisi," pamit Bibi Ani yang di jawab anggukan kepala oleh Claudia.
Di Ruang Tamu
Tak... Tak... Tak...
Terdengar langkah kaki seseorang yang sedang berjalan ke arah tempat duduk mereka saat ini. Menyebabkan mereka menoleh ke arah belakang hingga membuat Claudia terkejut saat melihat orang yang sudah berdiri di depannya saat ini.
"A... apa benar ini daddy?" tanya Claudia terbata-bata saat melihat daddy nya ada di depannya saat ini.
"Iya sayang. Ini daddy." Henry menjawab dengan senyum bahagia saat bisa melihat anaknya lagi setelah lama tidak bertemu.
"Sejak kapan daddy bisa berjalan lagi? Kenapa daddy tidak memberitahu aku?" tanya Claudia dengan perasaan bahagia saat dia melihat kalau ayahnya saat ini sudah sembuh dan bisa berjalan lagi seperti dulu.
__ADS_1
"Satu bulan lalu. Sebenarnya daddy ingin memberikan kamu kejutan saat kamu pergi ke mansion ini. Tapi, kamu tidak pernah datang lagi ke sini sejak kamu sudah berhasil merebut kembali harta kita dari tangan barbara.
"Daddy bisa mengerti kalau kamu pasti sangat sibuk mengurus perusahaan kita yang sedang mengalami masalah yang di sebabnya oleh orangnya barbara," Henry menjawab dengan cepat.
"Syukurlah kalau daddy sudah bisa berjalan seperti dulu lagi. Aku senang mendengar nya. ternyata pengobatan Profesor Antonio saat hebat. Tidak salah aku percayakan pengobatan daddy padanya," ujar Claudia dengan wajah bahagia.
"Ini berkat kamu juga Clau. Jika kamu tidak membawa daddy pergi dari mansion ini. Mereka pasti sudah berhasil membunuh daddy," ujar Henry yang sangat bersyukur memiliki anak yang sangat baik dan tidak dendam padanya. Jika anak lain mungkin tidak akan peduli lagi pada ayah yang sudah jahat padanya selama ini.
"Sebaiknya kita lupakan masa lalu. Setelah daddy sudah sembuh dengan total daddy bisa memimpin perusahaan lagi. Sementara aku akan kembali mengurus restoran aku lagi," ujar Claudia.
"Mulai sekarang Daddy serahkan perusahaan itu pada kamu Clau. Karena daddy tidak akan kembali lagi memimpin di sana. Cepat atau lambat perusahaan itu akan tetap menjadi milik kamu. Karena hanya kamu satu-satunya pewaris sah daddy. Walaupun dulu daddy termakan hasutan ibu tiri kamu bukan berarti daddy akan menyerahkan harta keluarga kita sama mereka."
"Mungkin itu yang menyebabkan mereka membenci daddy hingga mereka dengan tega meracuni daddy agar meninggal. Jika daddy meninggal maka otomatis mereka bisa merebut harta keluarga kita untuk diri mereka sendiri."
"Daddy tidak sanggup lagi mengurus perusahaan di karenakan usia daddy yang semakin tua. Jika daddy memiliki anak laki-laki maka daddy tidak akan menyuruh kamu menanggung beban seberat ini. Kamu mau kan sayang... membantu daddy mengurus perusahaan keluarga kita?" tanya Henry dengan raut wajah memelas pada anaknya.
"Baiklah. Aku akan menggantikan daddy untuk memimpin perusahaan keluarga kita." Claudia menjawab dengan pasrah.
"Terima kasih sayang. Daddy bersyukur memiliki anak yang baik seperti kamu," ujar Henry dengan wajah bahagia.
"Sama-sama dad." Claudia menjawab dengan cepat.
"Clau. Bukannya dia tuan Alexander Lemos? kenapa dia bisa datang bersama dengan kamu?" tanya Henry saat dia baru sadar kalau di samping anaknya ada Alexander.
"Benar Dad. Sebenarnya kami datang ke sini ingin meminta restu sama daddy. Karena seminggu lagi kami akan menikah." Claudia menjawab dengan lembut.
"Apa?" teriak Henry yang terkejut saat mendengar perkataan anaknya.
"Kenapa kamu menikah terburu-buru clau? Apa kamu hamil di luar nikah?" tanya Henry dengan tatapan tajamnya.
Glek
"Aku harus bilang apa sama daddy. Kalau aku memang hamil di luar nikah tapi itu dulu. Bahkan cucunya sudah lahir ke dunia ini. Bagaimana kalau daddy sampai marah pada aku," batin Claudia dengan cemas seraya menggenggam tangan Alex dengan kuat.
"Aku tidak hamil Dad..."
"Oh Tuhan... Syukur lah kalau kamu tidak hamil. Daddy bisa tenang sekarang," potong Henry hingga membuat Claudia terdiam.
"Putri anda emang tidak hamil sekarang. Tapi dia sudah pernah melahirkan seorang anak yang sangat cantik yaitu anak kandung aku sendiri, yang artinya anda sekarang sudah menjadi seorang kakek," jelas Alex dengan cepat.
"Apa?" teriak Henry dengan terkejut saat dia mendengar kalau dia sudah memiliki seorang cucu.
"Jika kalian sudah menikah dan memiliki anak kenapa kalian malah mau menikah lagi?" tanya Henry dengan penasaran.
"Siapa bilang kami sudah menikah. Tanpa menikah pun kami bisa membuat anda seorang cucu," ujar Alex dengan santai.
"Kurang ajar. Itu artinya kamu menghamili putri aku tanpa menikahi dia dulu?" tanya Henry dengan tatapan tajamnya.
Glek
"Mampus. Kenapa aku harus keceplosan bicara? Bagaimana kalau dia tidak mengizinkan aku menikahi anaknya itu? Tenang Lex. Bukannya kamu sudah mendapatkan dukungan dari papa. Walaupun dia tidak merestui pernikahan kami, aku tetap akan menikah dengan anaknya itu," batin Alex.
"Maaf Dad. Tolong jangan marah sama mas Alex. Ini tidak sepenuhnya salah mas Alex. Tapi ini juga salah aku yang tidak mau menikah dengan mas Alex. Karena aku dulu masih sangat muda hingga aku pergi ke negara lain meninggalkan mas Alex sendiri disini. Bahkan aku tidak tahu, kalau saat aku meniggalkan mas Alex. Aku malah dinyatakan hamil," jelas Claudia dengan penuh keyakinan agar ayahnya tidak curiga dengan nya.
"Kenapa dia berbohong pada ayahnya sendiri hanya untuk membela aku yang sudah jelas bersalah? Apa itu artinya dia sudah mulai mencintai aku," batin Alex dengan senyum bahagia.
Henry yang mendengar perkataan anaknya hanya bisa menghela nafas pasrah. Dia tidak bisa menyalahkan orang lain karena disini anaknya lah yang bersalah.
"Baiklah. Daddy merestui pernikahan kalian. Bagaimana pun anak kalian butuh orang tua yang lengkap agar dia tidak di hujat oleh orang-orang di luar sana karena memiliki orang tua yang tinggal terpisah," ujar Henry dengan pasrah.
"Daddy serius merestui pernikahan kami?" tanya Claudia yang belum yakin kalau ayahnya mengizinkan dia menikah dengan Alex.
"Iya... Daddy setuju kalian menikah. Daddy tidak mau sampai kalian mengulangi perbuatan itu lagi hingga menyebabkan hadir anak lagi di luar nikah.
"Walaupun di negara kita sudah biasa orang melakukan itu dan hamil di luar nikah. Tetap saja kalian tidak boleh melakukan itu lagi. Lebih baik kalian segera menikah agar kalian bisa tinggal bersama dengan anak kalian nanti. Jika ada waktu ajaklah Ara ke mansion daddy. Karena daddy ingin melihat cucu cantik daddy," ujar Henry.
"Terima kasih Dad! Karena sudah mau merestui hubungan kami. Kami janji jika ada waktu akan mengajak Ara menemui daddy. Sekarang kami mau pulang dulu," ujar Claudia dengan raut wajah bahagia saat mendengar kalau ayahnya merestui pernikahan mereka.
"Sama-sama. Hati-hati di jalan," ujar Henry yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.
"Semoga kamu selalu bahagia sayang. Sudah cukup kamu menderita selama ini gara-gara ulah daddy yang membawa ibu pengganti yang sangat jahat sama kamu. Daddy rasa dia laki-laki yang baik dan tepat untuk kamu," ujar Henry pada dirinya sendiri.
•
•
•
Bersambung....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1