One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Pacar Sewaan )


__ADS_3

Di Ruangan Kerja Alexander


"Ada apa dengan kamu Ndre?" tanya Alex dengan kening mengkerut saat melihat asisten pribadinya itu yang sejak tadi memperhatikan dia.


"I... itu tuan Alex. Saya mau bertanya kenapa tuan Alex memanggil aku dengan panggilan sayang tadi?" tanya Andre dengan hati-hati.


"Itu karena aku sedang berakting di depan Claudia untuk melihat reaksi apa dia cemburu saat aku dekat dengan wanita lain apa tidak. Tapi aku lihat dia tadi pagi sama sekali tidak ada raut wajah cemburu sedikitpun." Alex menjawab dengan wajah kecewa.


"Kenapa tuan Alex ingin membuat nona Claudia cemburu?" tanya Andre dengan penasaran.


"Kemarin saya ingin mengajak Claudia berbulan madu ke luar negeri. Tapi dia sama sekali tidak mau ikut dengan aku kesana. Katanya dia sama sekali tidak mencintai aku. Jadi untuk apa dia pergi berbulan madu dengan orang yang sama sekali tidak dia cintai," jelas Alex dengan wajah kecewa.


Mendengar perkataan Alex membuat Andre merasa kasihan pada atasannya ini yang di tolak mentah-mentah oleh wanita yang sangat di cintai oleh atasannya ini.


Padahal selama ini banyak wanita di luar sana yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan atasannya ini. Sedangkan Claudia malah tidak perduli dengan atasannya sedikitpun.


"Siapa yang mengajari tuan untuk berakting seperti itu kemarin? Bukannya selama ini tuan tidak pernah melakukan hal konyol seperti itu?" tanya Andre dengan penasaran.


"Ini semua ide dari Ara. Dia yang menyuruh aku berpura-pura menyukai wanita lain agar Claudia cemburu dengan aku. Tapi pada kenyataannya dia sama sekali tidak peduli pada ku."


"Kenapa dia sangat jahat ndre? Aku benar-benar sangat mencintai dia dengan tulus. Tapi apa yang aku dapatkan. Dia malah menyuruh aku agar pergi dengan wanita lain.


"Ini sama saja dia merendahkan aku sebagai suaminya ndre. Apa salah aku ndre... sampai dia tidak mau menuruti keinginan aku untuk pergi berbulan madu bersama dengan istri yang sangat aku cintai... Hiks... Hiks... " Alex menangis seraya terisak.


"Tuan yang sabar. Mungkin nona Claudia masih belum bisa membuka hati untuk tuan gara-gara kejadian saat pelecehan dulu. Beri nona Claudia waktu tuan. Aku yakin sekali cepat atau lambat, nona Claudia pasti akan membuka hati untuk tuan," ujar Andre seraya memberi semangat pada atasannya ini agar tidak sedih lagi.


"Semoga apa yang kamu katakan benar terjadi ndre... Aku sangat berharap Claudia mau membuka hati dan mencintai aku sama seperti aku yang sangat mencintai dia selama ini," ujar Alex seraya menyemangati dirinya sendiri.


Brak


"Tolong maafkan saya tuan Alex. Karena membiarkan wanita ini masuk ke dalam ruangan tuan Alex tanpa izin dari tuan. Saya sudah mencegah dia tadi, tapi wanita ini sama sekali tidak memperdulikan perkataan saya tuan," ujar Laura dengan wajah ketakutan.


"Siapa kau? Beraninya kamu masuk ke dalam ruangan ini, tanpa izin dari saya?" tanya Alex dengan aura menakutkan.


Glek


"Oh Tuhan...Ternyata benar apa kata orang di luar sana kalau laki-laki ini sangat menakutkan," batin orang itu dengan wajah ketakutan.


"I... itu kak Alex. Aku kesini karena di suruh oleh Ara agar mau membantu kak Alex untuk bisa menjalankan rencana kalian," ujar Orang itu seraya terbata-bata.


"Siapa kau? Kenapa kamu membawa nama anak saya disini?" tanya Alex dengan tatapan tajamnya.


"Jika kak Alex tidak percaya sama aku. Kak Alex bisa menelpon Ara dan menanyakan kebenarannya sama dia," ujar orang itu dengan tenang. Walaupun dalam hati dia sudah takut sejak tadi.


Mendengar perkataan wanita yang sedang berada di dalam ruangan kerjanya membuat Alex langsung menghubungi anaknya yang saat ini sedang berada di mansion nya.


Dreet... dreet... dreet...


Terdengar bunyi ponsel yang langsung di jawab oleh pemilik ponsel yaitu Arrabella.


📞 "Hallo dad!" Ada apa daddy menghubungi Ala?" tanya Ara yang saat ini sedang berada di dalam kamarnya bersama dengan baby sister nya itu.

__ADS_1


📞 "Ara sayang. Apa benar kamu menyuruh wanita jelek ini datang ke kantor daddy?" tanya Alex seraya menatap dengan jijik, wanita yang saat ini sedang berdiri di depan nya ini.


"Kurang ajar. Beraninya dia menyebut aku wanita jelek. Apa dia tidak bisa melihat kalau aku sangat cantik seperti ini," batin wanita ini dengan kesal.


📞 "Ihhh, pucing pala Ala..."


📞 "Maksud daddy, aunty Nabila?" tanya Ara dengan penasaran.


Karena yang dia tahu orang yang ingin dia jadikan pacar sewaan ayahnya hanya aunty Nabila. Setahu dia aunty Nabila orangnya sangat cantik, kenapa ayahnya malah menyebut dia wanita jelek.


📞 "Mana daddy tahu. Orang daddy tidak tahu namanya," Ujar Alex dengan cepat.


📞 "Ihhh, pucing pala Ala..."


📞 "Tenapa daddy ndak tanya nama wanita itu. Ini daddy telpon Ala, tapi malah ndak tahu nama olang nya gimana sih," ujar Ara dengan wajah kesal.


"Hey!" Siapa nama kamu?" tanya Alex pada wanita yang saat ini ada di depannya ini seraya menjauhkan hpnya sedikit jauh agar anaknya ini tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.


"Aku Nabila Almero adik kandung dari kak Maxim Almero." Nabila menjawab dengan cepat


"Apa?" teriak Alex seraya terkejut saat mendengar kalau dia adalah adik dari laki-laki yang sangat dia benci sekarang ada di depannya.


"Untuk apa kamu kesini?" tanya Alex dengan kening mengkerut.


"Bukannya aku sudah bilang sama kak Alex kalau aku kesini di suruh oleh Ara untuk membantu kak Alex agar membuat istri kak Alex itu cemburu." Jelas Nabila dengan tenang walaupun dia sudah kesal dengan Alex sejak tadi.


"Jadi kamu orang yang akan menjadi pacar sewaan aku?" tanya Alex yang di jawab anggukan kepala oleh Nabila.


"Baik tuan," jawab mereka dengan serentak.


"Mari nona kita duduk di sana dulu," ujar Andre dengan sopan seraya menyuruh Nabila untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerja Alex.


"Baik kak Andre, " jawab Nabila dengan lembut.


📞 "Ara... Kamu yakin rencana ini berhasil?Bagaimana kalau mommy kamu tidak peduli sama daddy? Dan dia malah membiarkan daddy dekat dengan wanita lain. Daddy tidak mau sampai berpisah dari mommy kamu?" tanya Alex dengan perasaan cemas.


📞 "Ihhh, pucing pala Ala..."


📞 "Daddy tenang saja. Ala yakin, lencana ini akan belhasil. Daddy hanya pelu sandiwala di depan mommy. Sementala soal mommy bial menjadi ulusan Ala," ujar Ara dengan cepat.


📞 "Baiklah. Daddy akan ikutin rencana kamu ini. Daddy berharap rencana ini berhasil," ujar Alex.


📞 "Ihhh, pucing pala Ala..."


📞 "Ala yakin sekali. Kalau ide dali Ala ini pasti akan belhasil. Kalena selama Ala menjalankan lencana ndak pelnah gagal sekalipun," ujar Ara dengan sombong.


📞 "Baiklah. Daddy lanjutkan pekerjaan dulu," ujar Alex dengan lembut.


"Oke. Daddy," jawab Ara seraya mematikan hpnya.


__ADS_1




Di Mansion Alexander


"Aunty Dian. Cepat siapkan balang-balang Ala dan masukan ke dalam kopel na Ala. Kalena sebental ladi kita akan pelgi menjalankan misi untuk mempelsatukan mommy cama daddy agal lebih dekat ladi.


"Belselta dengan balang-balang aunty dian juga. Kalena aunty dian halus pelgi untuk menjaga Ala di sana. Apa aunty dian mengelti, " titah Ara dengan tegas.


"Baik nona kecil," jawab Dian dengan cepat, walaupun dia penasaran. Tapi dia tidak berani untuk membantah anak majikannya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Apa mommy cibuk?" tanya Ara seraya berjalan ke arah tempat duduk ibunya saat ini.


"Tidak. Emangnya Ara mau bicara apa sama mommy?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Mommy tahu, tenapa Ala tadi bicala cepelti itu cama daddy? Itu kalena Ala sudah puna lencana untuk menggagalkan lencana daddy yang ingin pelgi belsenang-senang dengan wanita jelek itu," ujar Ara seraya mempengaruhi ibunya.


"Apa maksud Ara?" tanya Claudia dengan kening mengkerut.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ala sengaja pula-pula mendukung daddy pelgi belsama wanita jelek itu agal daddy ndak culiga dengan lencana Ala yang akan menggagalkan lencana libulan meleka nanti.


"Ala sudah mempelsiapkan balang-balang Ala ke dalam kopel agal kita bisa pelgi ke tempat di mana daddy libulan dengan wanita jelek itu nanti. Itupun jika mommy mau ikut dengan


Ala. Jika mommy ndak mau ikut juga ndak masalah.


"Ala bisa pelgi cama aunty Dian. Tapi kalau lencana Ala gagal untuk menjauhkan meleka, itu belalti mommy siap-siap kehilangan Ala untuk selama na. Kalena daddy akan menikahi wanita itu dan meninggalkan mommy. Itu alti na, Ala akan memiliki ibu tili, yang mungkin saja cama jahat na cepelti ibu tili mommy selama ini," ujar Ara seraya menakuti ibunya.


Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia merasa khawatir, takut apa yang di katakan oleh anaknya itu benar adanya. Dia tidak akan sanggup kehilangan anak yang sangat dia cintai ini.


"Baik. Mommy ikut dengan Ara," ujar Claudia dengan cepat.


"Telnyata mommy mudah sekali di pengaluhi. Ala yakin sekali kalau lencana ini pasti bisa mempelsatukan mommy dan daddy," batin Ara dengan senyum penuh kemenangan.





Bersambung....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2