One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Di Gudang Tua )


__ADS_3

Di Gudang Tua


Saat ini Ara masih pingsan akibat obat bius yang di berikan oleh para penjahat yang menculik Ara kemarin. Mereka membawa Ara ke gudang Tua tempat yang kotor sangat jauh di katakan layak untuk kita tempati.


Itu sebabnya mereka membawa Ara ke tempat ini agar tidak ada seorang pun yang menyangka jika di sini ada anak kecil yang sedang di sekap oleh mereka.


"Bos!" Kita apakan anak ini dari tadi belum bangun?" tanya Mario anak buah Devan.


"Kita tunggu saja dia bangun sendiri," ujar Devan yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.


"Apa rencana bos Devan sekarang?" tanya Mario dengan penasaran.


"Tentu saja memanfaatkan anak ini untuk bisa meminta uang tebusan dari wanita bodoh itu," jawab Devan dengan seringai liciknya.


"Itu artinya kita akan mendapatkan uang dari orang tua anak ini dan juga uang dari Nona Nabila?" tanya Mario.


"Tentu saja," jawab Devan dengan seringai liciknya.


"Wah... ternyata bos Devan sangat pintar dan juga licik. Itu artinya kita akan mendapatkan uang yang sangat banyak," ujar Mario dengan perasaan senang.


"Ternyata rencana bos sungguh luar biasa. Tidak lama lagi kita akan menjadi orang kaya. Aku sangat yakin mereka pasti akan memberikan berapapun uang yang kita minta demi bisa menebus anak ini," sahut Joni anak buah Devan yang lain.


Hahahaha


"Itu sudah pasti," ujar Devan seraya tertawa terbahak-bahak.


"Hoamm"


"Di mana ini?" tanya Ara seraya melihat tempat yang sangat asing baginya.


"Hallo anak cantik," ujar Devan seraya mendekati ke arah Arrabella yang di ikuti oleh yang lain.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Siapa kalian? Tenapa Ala ada di tempat jelek sepelti ini?" tanya Ara seraya menatap mereka dengan tatapan tajam.


Hahahaha


"Lihat anak ini bos. Seperti nya dia bukan anak sembarangan. Dari tatapan nya bisa kita simpulkan kalau anak ini pasti anak dari seseorang yang sangat berpengaruh dan berkuasa di negaranya," ujar Mario seraya tertawa terbahak-bahak.


"Kamu tidak perlu tahu siapa kami. Yang perlu kamu tahu saat ini kami sedang menculik kamu agar kami bisa mendapatkan uang yang banyak dari orang tua kamu itu," sahut Devan.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Dasal bodoh. Jika kalian mau meminta uang dali daddy tenapa halus menculik Ala segala. Sehalus na kalian bisa minta baik-baik cama daddy Ala yakin daddy pasti mau membelikan kalian uang," ujar Ara.


Hahahaha


"Kamu lucu sekali. Mana mungkin daddy kamu mau memberikan kami uang emangnya kami ini siapanya daddy kamu?" tanya Devan seraya tertawa terbahak-bahak.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Bilang saja kalian ini pengemis yang lagi butuh uang buat makan, beles kan," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.

__ADS_1


"Apa?" teriak Mereka yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


"Kurang ajar. Berani sekali kamu menghina saya pengemis. Apa kamu mau mati hah," bentak Devan yang ingin menampar Arrabella tapi langsung di tahan oleh Mario.


"Sabar tuan Devan. Tahan emosinya, jangan sampai anak ini terluka karena kita masih memerlukan anak ini untuk kita minta uang dari orang tuanya itu," ujar Mario seraya menenangkan bosnya.


"Untuk hari ini kamu selamat tapi awas saja jika kamu masih menghina kami lagi akan aku siksa kamu sampai mati," ujar Devan seraya mengancam Arrabella.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Jika kalian ingin membunuh Ala lakukan sekalang saja kalena Ala juga ndak mau hidup di dunia yang sangat kejam ini."


"Pelcuma kalian tahan Ala di tempat jelek ini kalena sampai kapanpun kalian ndak akan mendapatkan uang dali olang tua Ala kalena meleka bukan olang tua kandung Ala.


"Apalagi selama ini Ala selalu di pelakukan sepelti sampah yang ndak belhalga... Hiks... Hiks... Itu sebab na kalian bunuh saja Ala bial Ala cepat mati menyusul olang tua kandung Ala yang sudah meninggal," ujar Ara seraya terisak.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka merasakan kesedihan akan nasib yang di alami oleh Ara selama ini. Padahal dia masih sangat kecil, tapi sudah mengalami penyiksaan seperti ini.


"Kamu jangan menangis lagi, kami tidak akan membunuh kamu," ujar Mario seraya memeluk Ara dengan sayang.


"Sepelti na meleka sudah masuk pelangkap Ala. Dasal penjahat bodoh, apa meleka ndak tahu kalau Ala ini memiliki otak yang sangat licik. Lihat saja, dengan cala belakting menyedihkan sepelti ini saja sudah membuat meleka pelcaya," batin Ara dengan seringai liciknya.


"Jika dia anak orang miskin berarti kita tidak bisa meminta uang tebusan dari orang tuanya. Percuma kita menculik anak ini karena tidak ada gunanya buat kita," sahut Joni dengan wajah kesal.


"Ini semua karena kamu Mario, jika saja aku tidak mendengarkan kamu untuk menculik anak ini maka kita pasti sudah mendapatkan uang yang sangat banyak jika sampai kita menculik wanita bodoh itu," ujar Devan seraya menyalahkan anak buahnya.


"Maaf bos. Aku tidak tahu kalau anak ini ternyata bukan anak orang kaya. Jika aku tahu tidak mungkin menyuruh bos Devan untuk menculik anak ini," ujar Mario dengan wajah menyesal.


"Sudahlah lupakan saja. Aku mau pergi dari sini, kalian berdua jaga anak ini jangan sampai dia kabur dari tempat ini," ujar Devan dengan tegas.


"Biarkan saja dia ada di sini siapa tahu anak ini ada gunanya buat kita manfaatkan nanti," ujar Devan yang di jawab anggukan kepada oleh mereka.


"Aku pergi dulu. Kalian jangan sampai lengah menjaga anak ini, apa kalian mengerti," titah Devan dengan tegas.


"Baik Bos," jawab mereka dengan serentak.





Di Hotel


"Apa mas Alex sudah menemukan Ara?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Kamu yang sabar sayang. Aku sedang berusaha mencari anak kita. Aku yakin cepat atau lambat anak kita pasti akan kita temukan," ujar Alex.


"Aku tidak mau tahu. Kamu harus bisa menemukan anak kita kalau tidak, aku akan kabur dari kamu lagi," ujar Claudia seraya mengancam suaminya.


Glek


"Oh Tuhan... sayang!" Kenapa kamu bisanya mengancam aku saja. Kamu tahu saja kelemahan aku yaitu melihat kamu pergi meninggalkan aku. Aku harus bisa menemukan Ara secepatnya jika tidak, bisa gila aku jika sampai Claudia kabur dari aku lagi," batin Alex dengan perasaan cemas.

__ADS_1


"Baik sayang!" Aku janji akan mencari anak kita sampai ketemu. Kamu juga harus berjanji tidak akan pernah meninggalkan aku lagi," ujar Alex.


"Jika mas Alex bisa membawa pulang anak kita dengan selamat maka aku tidak akan pernah kabur dari kamu lagi," ujar Claudia.


"Iya... aku janji akan membawa anak kita pulang ke negara kita lagi dalam keadaan selamat." Janji Alex seraya memeluk istrinya dengan erat.


"Apa orang tua mas Alex sudah tahu masalah penculikan Ara?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Belum sayang," jawab Alex.


"Kenapa mas Alex tidak memberitahukan sama mereka?" tanya Claudia dengan kening mengkerut.


"Aku sengaja tidak memberitahukan sama mereka biar mereka tidak cemas. Karena aku sangat yakin dengan adanya anak buah aku di sini maka kita pasti bisa menemukan Ara secepatnya," ujar Alex.


Tok... Tok... Tok...


"Siapa yang datang mas?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Biar aku lihat dulu siapa yang datang," ujar Alex yang di jawab anggukan kepada oleh Claudia.


Cklek


"Ada apa Ndre?" tanya Alex tanpa basa-basi.


"Kami sudah membawa laki-laki itu ke tempat yang Anda perintahkan tuan," ujar Andre.


"Kerja bagus. Jangan beritahu apapun sama Claudia kalau kalian sudah menangkap dalang penculikan anak kami. Biar aku saja yang memberikan laki-laki itu pelajaran nanti," ujar Alex dengan aura membunuh.


"Baik tuan," jawab Andre.


"Kamu tunggulah aku di bawah, kita akan pergi ke tempat penyikapan laki-laki brengsek itu nanti," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Andre seraya pergi dari sana.


"Siapa yang datang mas?" tanya Claudia saat melihat suaminya ada di depannya.


"Andre sayang. Oh ya... aku mau pergi dengan Andre sebentar. Kamu tidak apa-apa tinggal di sini sendiri kan?" tanya Alex dengan lembut.


"Mas pergi saja dengan kak Andre. Aku tidak apa-apa di sini sendiri," jawab Claudia.


"Aku pergi dulu. Ingat, jangan keluar dari kamar hotel ini tanpa izin dari aku. Apa kamu mengerti," titah Alex dengan tegas.


"Iya mas," jawab Claudia.


"Sebenarnya mas Alex mau pergi kemana sih. Apa mereka sudah tahu keberadaan Ara. Semoga saja Ara cepat di temukan. Aku sangat takut jika sampai terjadi sesuatu sama Ara," batin Claudia saat melihat suaminya yang sudah keluar dari kamar hotel tempat mereka menginap.





Bersambung....

__ADS_1


🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺


__ADS_2