
Di Mansion Alexander Lemos
Saat ini mereka semua sudah berkumpul di mansion Alexander Lemos. Entah apa tujuan Alex menyuruh mereka semua datang ke mansion ini.
"Tuan Alex. Kenapa anda menyuruh kami untuk datang ke mansion anda ini?" tanya Maxim mewakili mereka semua.
"Hemmh... Sebenarnya bukan saya yang ingin bertemu dengan kalian melainkan istri saya. Jadi saya hanya ingin menuruti keinginan istri saya yang lagi ngidam pengen bertemu dengan kalian semua." Jelas Alex.
"Apa?" teriak mereka semua yang terkejut saat mendengar perkataan Alex.
"Emang apa yang kamu inginkan dengan menyuruh kami datang ke sini, Clau?" tanya Maxim dengan penasaran.
"Aku sengaja menyuruh kalian datang ke mansion ini agar aku bisa melakukan perjodohan massal," ujar Claudia dengan santai.
"Apa?" teriak mereka semua yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
"A... apa maksud kamu Clau? Siapa yang ingin kamu jodohkan di sini? Kenapa kamu menyebutnya perjodohan massal?" tanya Maxim dengan wajah ketakutan.
"Tentu saja kalian semua yang ada di sini," jawab Claudia dengan santai.
"Apa?" teriak mereka lagi yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
"Aku tidak mau di jodohkan," sahut mereka semua yang ada di mansion Alex dengan serentak.
"Mas... Kenapa mereka tidak mau melakukan perjodohan ini? Padahal ini semua bukan keinginan aku melainkan keinginan anak kamu yang sedang aku kandung"
"Apa mas Alex mau melihat anak kita mengeluarkan air liur nya saat lahir nanti gara-gara mereka yang tidak mau menuruti keinginan anak kita?" tanya Claudia seraya mengelus perutnya.
"Kamu tenang saja sayang. Aku akan pastikan mereka semua akan melakukan apa yang kamu inginkan," ujar Alex seraya melihat ke arah mereka dengan tatapan tajam.
Glek
"Kenapa anak tuan Alex semuanya menyebalkan? Belum lahir saja sudah membuat orang lain kesal apalagi kalau sudah lahir. Apa dia akan memiliki sifat seperti nona kecil? Semoga saja anak tuan Alex yang sekarang tidak memiliki sifat seperti nona kecil," batin Andre dengan wajah cemas.
"Apa kalian sudah dengar keinginan istri saya tadi?" tanya Alex yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.
"Kalau kalian semua sudah tahu maka kalian semua harus menuruti keinginan istri saya yang sedang ngidam sekarang. Jika kalian tidak mau menuruti keinginan istri saya maka siap-siap hidup di jalanan," ujar Alex seraya mengancam mereka.
Glek
Mendengar ancaman Alex membuat mereka semua menelan saliva nya sendiri. Mereka tidak menyangka akan mengalami nasib sial seperti ini. Jika mereka tahu akan di jodohkan
seperti ini, mana mau mereka datang ke mansion ini.
"Sekarang kalian putuskan mau menerima perjodohan ini atau menolaknya? Jika kalian menolaknya maka kalian akan tahu akibatnya," ujar Alex seraya mengancam.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
__ADS_1
"Benal pilasat Ala, kalau anak mommy dan daddy yang sekalang pasti sangat manja. Mungkin dia tahu, ada daddy di dekat na. Beda dengan Ala dulu yang jauh dali daddy. Untung Ala sudah menguasai halta daddy. Jika tidak, bisa saja anak manja itu menyingkilkan Ala dali lumah ini agal dia bisa menjadi anak satu-satu na di kelualga ini," batin Ara yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
"Siapa dulu yang ingin kamu jodohkan sayang?" tanya Alex dengan lembut.
"Aku ingin kak Maxim dulu," ujar Claudia dengan antusias.
Glek
"Oh Tuhan... Apa ini karma yang harus aku tanggung karena dulu sering menyakiti perasaan wanita. Jika aku di jodohkan dengan Claudia, tanpa pikir panjang aku pasti akan langsung menerimanya," batin Maxim.
"Kamu ingin menjodohkan tuan Maxim dengan siapa?" tanya Alex dengan penasaran.
"Aku ingin kak Maxim menikah dengan kak Alice," ujar Claudia dengan antusias.
"Apa?" teriak mereka yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
"Aku tidak mau menikah dengan kak Maxim Clau. Kamu tahu sendiri kalau kami tidak saling mencintai. Jadi mana mungkin kami menikah," sahut Alice.
"Mas Alex, harus bisa membujuk kak Alice agar mau menerima perjodohan ini. Jika mas Alex tidak bisa membujuk mereka maka Aku akan kabur dari negara ini," ujar Claudia seraya berbisik.
Mendengar perkataan Claudia membuat Alex menelan saliva nya sendiri. Inilah ancaman yang paling di takuti oleh Alex. Jika sampai itu terjadi, bisa di pastikan hidupnya akan sangat hancur.
"Apa kamu pikir ancaman saya tadi main-main?" tanya Alex dengan wajah datar.
"Oh Tuhan... sepertinya aku tidak bisa menolak keinginan Claudia. Mau tidak mau aku harus menerima perjodohan ini. Jika aku menolak, maka habislah aku di tangan tuan Alex," batin Alice dengan wajah ketakutan.
"Bagaimana dengan anda tuan Maxim? Apa anda mau menolak perjodohan ini?" tanya Alex dengan wajah datar.
"Aku juga mau menikah dengan Alice," ujar Maxim dengan pasrah.
"Yes. Akhirnya kak Alice bisa menikah juga. Maafin mommy yang sayang, karna sudah melibatkan kamu dalam masalah ini," batin Claudia seraya mengelus perutnya.
Sebenarnya ini hanyalah akalan Claudia saja yang ingin menjodohkan mereka semua. Entah kenapa saat melihat mereka yang belum menemukan pendamping hidup. Membuat hatinya tergerak untuk melakukan perjodohan pada mereka semua. Bahkan dia sengaja menggunakan anak yang sedang dia kandung agar rencananya bisa lebih cepat tercapai.
"Terima kasih kak Maxim dan juga kak Alice karena kalian sudah mau menuruti keinginan anak aku," ujar Claudia dengan antusias yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.
"Anak kita sayang! Bukan cuman anak kamu," sahut Alex seraya mengelus perut rata istrinya dengan lembut.
"Maaf sayang! Maksud aku anak kita," ujar Claudia.
Melihat kemesraan pasangan suami istri yang ada di depannya membuat Maxim kesal setengah mati. Jujur saja, sampai sekarang dia belum bisa melupakan Claudia. Walaupun banyak di luar sana wanita yang mengejarnya tapi cintanya hanya untuk Claudia.
"Bagaimana aku bisa menjalankan pernikahan ini sedangkan cintaku hanya untukmu Clau. Aku takut tidak bisa membahagiakan Alice. Tapi, untuk menolaknya pun aku tidak mampu gara-gara ancaman suami kamu," batin Maxim.
"Sekarang siapa lagi yang ingin kamu jodohkan sayang?" tanya Alex.
"Kak Nabila sama kak Andre," ujar Claudia dengan antusias.
__ADS_1
"Apa?" teriak mereka yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
"Apa aku tidak salah dengar? Kenapa aku harus menikah dengan kak Andre? Apa Claudia sengaja ingin balas dendam padaku gara-gara membuat dia cemburu dulu. Bagaimana aku bisa menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai. Aku ingin menolaknya, tapi aku takut dengan ancaman kak Alex," batin Nabila.
"Bagaimana dengan kalian? Apa kalian mau menerima perjodohan ini?" tanya Alex dengan wajah datar.
"Aku mau menikah dengan kak Andre," sahut Nabila dengan pasrah.
"Bagaimana dengan kamu, Ndre?" tanya Alex dengan tatapan tajamnya.
"Aku juga mau menikah dengan nona Nabila tuan," ujar Andre.
"Sekarang siapa lagi sayang?" tanya Alex dengan penasaran.
"Aku ingin kak Ryan menikah dengan kak Laura," ujar Claudia dengan antusias.
"Apa?" teriak mereka yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
"Tapi nyonya muda. Saya sama sekali tidak mengenal dengan laki-laki itu. Bagaimana mungkin kami menikah," sahut Laura dengan wajah ketakutan.
"Kak Laura jangan khawatir, cepat atau lambat kalian pasti akan saling jatuh cinta sama seperti Aku dengan mas Alex dulu."
"Benarkan mas?" tanya Claudia seraya memeluk lengan suaminya.
"Iya sayang," jawab Alex dengan lembut.
"Jadi, bagaimana kak Laura mau kan menikah dengan kak Ryan?" tanya Claudia dengan penuh harap.
"Cepat jawab. Jangan membuat istri ku menunggu," titah Alex seraya menatapnya dengan tatapan tajam.
"Aku mau menikah dengan tuan Ryan," ujar Laura dengan pasrah.
"Bagaimana dengan kak Ryan? Apa kak Ryan mau menikah dengan kak Laura?" tanya Claudia.
"Aku juga mau menikah dengan nona Laura," ujar Ryan dengan pasrah.
"Terima kasih karena kalian semua mau menuruti keinginan anak yang sedang aku kandung ini," ujar Claudia dengan antusias yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.
"Kami bukannya mau menuruti keinginan kamu Clau. Tapi kami takut dengan ancaman suami kamu. Jika kami tidak di ancam, mana mau kami menerima perjodohan ini," batin Alice dengan wajah kesal.
•
•
•
Bersambung....
__ADS_1
*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚: