One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Di Mansion keluarga Lemos )


__ADS_3

Di Perjalanan


"Kenapa aunty Angel mengambil rambut Ara?" tanya Alya dengan penasaran.


"Anak kecil sebaiknya diam saja jangan banyak tanya," ujar Angelina.


"Ih... kenapa aunty jawabnya begitu sih? Kan aku jadi penasaran," ujar Alya yang kesal dengan Angelina.


"Lebih baik kamu menyetir mobil saja yang benar biar kita tidak kecelakaan," ujar Angelina lagi.


Mendengar perkataan Angelina membuat Alya terdiam. Baginya percuma berdebat karena tidak ada gunanya juga.


"Apa yang ingin Tante Angel lakukan dengan rambut Ara ya? Kok Tante Angel aneh banget," batin Alya dengan wajah penasaran.


"Sebentar lagi aku akan tahu. Apa Ara cucu kandung ku apa bukan. Jika Ara bukan cucu kandung aku juga tidak masalah karena aku juga sudah sangat sayang sama dia seperti cucu kandung ku sendiri," batin Anggelina.


Beberapa Jam Kemudian


Sampai lah mereka di mansion keluarga Lemos. Alya yang melihat tantenya yang senyum-senyum sendiri hanya bisa geleng-geleng kepala. Karena dia tidak menyangka tantenya bisa aneh seperti itu gara-gara bertemu dengan Ara dan juga keluarganya itu.


"Apa Tante sudah tidak waras? Kenapa dia senyum-senyum sendiri?" tanya Alya dengan suara lirih.


"Tante kita sudah sampai," ujar Alya yang membuat Anggelina sadar dari lamunan nya.


"Ah... benar kah kita sudah sampai?" tanya Angelina.


"Tante Angel tidak melihat kita sudah sampai di mansion Tante ini," ujar Alya dengan wajah kesal.


"Ya, sudah Tante masuk dulu. Dan kamu sebaiknya pulang saja ke rumah kamu. Karena Tante mau istirahat dulu," ujar Anggelina seraya turun dari mobilnya Alya.


Sementara Alya yang mendengar perkataan Angelina hanya bisa melongo dan juga terkejut. Karena dia tidak menyangka tantenya itu tidak tahu terima kasih.


"Tante Angel nyebelin banget sih. Bukannya dia mengucapkan terima kasih atau menyuruh aku masuk dulu. Tapi dia dengan tega nya malah mengusir aku dari mansionnya," ujar Alya dengan wajah kesal saat melihat Angelina sudah masuk ke dalam mansionnya itu.


"Sudahlah. Lebih baik aku pulang saja dari sini. Dari pada aku malah di buat kesal sama sifat Tante angel yang nyebelin itu. Pantas saja kak Alex tidak betah tinggal di mansion orang tuanya itu," sambung Alya seraya pergi dari sana.


"Bi... bibi," panggil Angelina setelah masuk ke dalam mansion nya itu.


"Iya nyonya, apa ada yang bisa bibi bantu?" tanya pembantu di mansion nya Angelina.


"Apa bibi tahu di mana suami saya sekarang?" tanya Angelina.

__ADS_1


"Tuan ada di dalam ruang kerjanya nyonya," ujar pembantu itu lagi.


"Ya, sudah. Bibi bisa lanjutkan pekerjaan nya. Saya mau menyusul suami saya dulu," ujar Anggelina seraya pergi dari sana.


"Baik nyonya," jawab pembantu itu lagi.


Tok...Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Apa papa lagi sibuk?" tanya Anggelina saat melihat suaminya sedang bekerja.


"Euh.. mama sudah pulang. Papa lagi mengerjakan pekerjaan yang belum sempat Alex kerjakan tadi. Apa ada yang ingin mama bicarakan dengan papa?" tanya David ayah kandung Alexander Lemos.


"Tentu saja ada. Apa papa tahu kalau kita sebenarnya sudah memiliki cucu yang sangat mirip dengan anak kita Alex saat waktu kecil dulu," ujar Anggelina dengan antusias.


"Apa?" teriak David dengan wajah terkejut saat mendengar perkataan istrinya.


"Apa maksud mama kalau kita sudah memiliki cucu?" tanya David Lemos seraya berjalan ke arah tempat duduk istrinya yang ada di ruang kerjanya saat ini.


"Kenapa anak ini sangat mirip dengan putra kita ma? Apa selama ini Alex menikah diam-diam tanpa sepengetahuan kita?" tanya David dengan penasaran.


"Mana mama tahu pa. Orang mama baru kenal dengan anak kecil ini. Justru itu mama mau menyuruh papa mencari informasi tentang wanita yang mengandung Ara cucu kita selama ini," ujar Anggelina.


"Apa mama sudah melakukan tes DNA dengan anak kecil ini? Siapa tahu hanya kebetulan saja ma," ujar David.


"Mama sangat yakin tanpa melakukan tes DNA saja Ara sudah jelas cucu kandung kita pa. Tapi untuk menguatkan kepercayaan kita mama sudah membawa sampel rambut Ara dan sekarang mama hanya perlu sampel rambut Alex agar mama bisa secepatnya membawa ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA," ujar Anggelina.


"Apa?" teriak David lagi.


"Bagaimana bisa mama mengambil sampel rambut anak ini dengan begitu mudah? Apa mama meminta sama ibu kandungnya?" tanya David Lemos dengan penasaran.


"Ya ampun pa. Bagaimana mungkin mama meminta sama mamanya Ara. Yang ada mama bisa ketahuan kalau mama ada rencana melakukan tes DNA," ujar Anggelina.


"Terus....


"Sudah lah pa. Jangan banyak tanya. Sebaiknya papa melakukan apa yang mama suruh tadi untuk mencari tahu informasi tentang Claudia Henry Abraham," potong Angelina dengan cepat.


"Jadi nama ibu anak ini Claudia Henry Abraham? Sepertinya papa pernah mendengar nama ini. Tapi nama anaknya bukan Claudia kalau tidak salah namanya Audrey," ujar David dengan penasaran.

__ADS_1


"Jika papa tidak mau penasaran. Lebih baik papa menyuruh anak buah papa buat mencari informasi tentang wanita ini, mengerti," titah Angelina yang tak mau di bantah.


"Baiklah papa akan melakukan perintah mama," ujar David seraya menelpon anak buahnya.


"Apa yang papa bicarakan dengan anak buahnya itu? Kenapa papa harus menjauh saat menelpon anak buahnya itu?" tanya Angelina dengan wajah kesal saat melihat suaminya lebih berbicara dengan jarak jauh dari pada bicara di dekatnya ini.


"Apa yang papa bicarakan dengan anak buah papa? Kenapa papa lebih memilih bicara dengan jarak jauh dari pada bicara di depan mama?" tanya Anggelina saat suaminya sudah berada di depannya.


"Tentu saja masalah yang mama suruh tadi. Emangnya mama pikir apa?" tanya David dengan kening mengkerut.


"Mama pikir papa selingkuh dari mama, " ujar Angelina dengan cepat.


"Astaga mama. Sejak kapan papa selingkuh dari mama? Kalau papa mau selingkuh sudah pasti papa lakukan sejak dulu. Mama ada-ada saja kalau bicara," ujar David seraya menggelengkan kepalanya.


"Sudah. Lupakan masalah itu. Yang perlu papa lakukan suruh Alex pulang ke mansion ini dulu. Biar mama bisa ambil sampel rambut Alex. Papa bilang saja ingin membahas masalah pekerjaan dengannya.


"Biar dia mau pulang ke mansion ini. Kalau mama yang suruh pulang, yang ada dia tidak akan mau. Karena dia pasti berpikir kalau mama mau menjodohkan dia dengan perempuan yang mama pilihkan," ujar Angelina.


"Baru sadar kalau anak kita lebih memilih tinggal sendiri di bandingkan tinggal di mansion kita karena kelakuan mama yang memaksa Alex untuk menikah dengan perempuan aneh itu," ujar David seraya menyindir istrinya.


"Sudah lah pa. Itu masa lalu jangan di bahas lagi. Sekarang mama sudah ada calon menantu baru. Di tambah bonus cucu yang sangat mengemaskan.


"Sekarang mama akan pamer sama teman arisan mama. Buat menutup mulut mereka yang mengatakan kalau anak kita seorang gay," ujar Angelina dengan antusias.


"Mama benar-benar aneh sekali. Kita belum tahu apa anak itu anak Alex apa bukan. Tapi mama sudah pada heboh begitu," ujar David yang sangat gemes dengan kelakuan istrinya itu.


"Mama sudah sangat yakin kalau Ara cucu kandung kita. Jadi papa jangan membuat mama meragukan cucu kandung kita sendiri. Yang perlu papa lakukan cuman satu yaitu mencari informasi tentang Claudia. Jika papa sudah mengetahui nya, maka papa harus kasih tahu sama mama itu saja."


"Ya, sudah mama mau istirahat dulu. Sekarang papa bisa lanjutkan pekerjaan nya. Mama mau ke kamar dulu," ujar Angelina seraya pergi dari sana.


David yang melihat kelakuan istrinya hanya bisa pasrah dan geleng-geleng kepala. Setelah itu dia melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi gara-gara kedatangan istrinya itu.





Bersambung.....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2