
Di Mansion Alexander
Tak Lama Kemudian
Sampailah mereka di mansion Alexander Lemos. Mansion yang sangat mewah nan megah yang sangat indah dan Elegan.
"Kita sudah sampai tuan," ujar Andre dengan sopan yang di jawab anggukan kepala oleh Alex.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa kita cudah campai di lumah Om Ande?" tanya Ara dengan penasaran.
"Benar nona kecil. Kita sudah sampai sekarang," ujar Andre dengan cepat.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ayo dad... kita masuk ke dalam sekalang." Ara mengajak ayahnya untuk masuk ke dalam Mansion nya.
"Ok. Sini daddy bantu Ara turun dari mobil," ujar Alex seraya membantu anaknya yang kesulitan turun dari mobil.
"Ihhh, Pucing Pala Ala..."
"Telima kacih daddy," ujar Ara dengan suara lembut.
"Sama-sama putri daddy yang cantik." Alex menjawab dengan senyum bahagia.
"Kamu bisa pergi sekarang," titah Alex pada Andre dengan tegas.
"Baik tuan." Andre menjawab dengan sopan seraya pergi dari sana.
Di Dalam Mansion
"Mommy... Ala yang antik ini sudah pulang," teriak Ara dengan suara keras.
"Kalian sudah pulang?" tanya Claudia saat dia melihat keberadaan mereka di dalam Mansion Alexander.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tentu saja sudah pulang. Mommy bisa lihat sendili kalau Ala ada di depan mommy saat ini," ujar Ara dengan cepat.
__ADS_1
Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia menghela nafas pasrah. Karena dia sudah tahu bagaimana sifat anaknya ini yang sama persis seperti suaminya yang menyebalkan.
"Kenapa mas tidak membiarkan Ara pulang sama mama saja tadi?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Tidak apa-apa sayang. Aku malah senang ada Ara menemani aku bekerja tadi." Alex menjawab dengan lembut.
"Iya... bekelja sambil menyiksa olang," sahut Ara seraya berlari dari sana karena takut dengan kemarahan ayahnya yang sudah membongkar kebohongan Alex.
"Apa maksud Ara tadi mas? Apa benar mas Alex habis menyiksa orang?" tanya Claudia dengan tatapan tajamnya.
Glekk
"Sial. Aku harus jawab apa sekarang? Ini semua karena Ara yang sengaja bicara seperti ini agar Claudia marah pada ku. Kenapa anak itu suka sekali bikin masalah yang ujungnya aku yang kenak marah sama claudia? Bukannya anak itu sudah berjanji tidak akan mengadukan ini sama Claudia. tapi anak itu malah ingkar janji," batin Alex dengan wajah cemas.
"Ya ampun sayang. Kamu ini seperti tidak tahu sifat Ara saja yang suka bikin drama. Mana mungkin aku menyiksa orang di kantor aku sendiri apalagi ada Ara di dalam ruangan kerja aku tadi," ujar Alex dengan tenang agar istrinya tidak menaruh curiga dengan dia.
"Kamu benar juga mas. Ara emang biang masalah. Sudah banyak orang yang sudah masuk perangkap anak kita. Jadi mana mungkin aku mau masuk perangkap anak nakal itu. Kamu tahu mas... cuman aku yang tidak pernah masuk perangkap anak kita. Karena aku ini sangat pintar dan tidak mudah percaya sama dia," ujar Claudia dengan percaya diri.
Hahahaha
"Kamu benar sayang. Istri mas ini sangat pintar sekali bisa tahu mana yang jujur dan mana yang Pembohong," ujar Alex dengan wajah lega saat mendengar perkataan istrinya.
"Tentu saja aku bisa tahu kalau anak kita itu sering berbohong mana mungkin aku mau percaya sama perkataan nya itu," ujar Claudia dengan cepat.
Di Kamar Arrabella
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa mommy ndak pelcaya cama pelkataan Ala sih? Padahal Ala sudah bicala jujul cama mommy tadi. Ihhh, gagal deuh Ala balas daddy yang sudah mengeljai Ala tadi waktu di pelusahaan na itu," ujar Ara saat dia dengan sengaja mendengar pembicaraan orang tuanya tadi.
Dia sengaja tidak langsung masuk ke dalam kamarnya, karena dia ingin melihat ayahnya di marahin sama ibunya. Dengan begitu dia bisa senang karena sudah membalas perbuatan ayahnya yang sengaja mengerjai nya pada saat di kantor ayahnya tadi.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Hali ini daddy bisa selamat dali jebakan Ala. Lain kali Ala akan membalas pelbuatan daddy yang sudah bikin Ala kesal tadi," ujar Ara dengan seringai liciknya.
•
__ADS_1
•
•
Di Mansion Keluarga David Lemos
"Kenapa mama membawa Ara ke tempat teman mama yang jahat itu?" tanya David pada istrinya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Mama sengaja membawa Ara ke sana untuk di pamerkan pada mereka kalau Alex anak kita bukan laki-laki gay. Karena mama kesal sama mereka yang selalu menghina anak mama tidak normal. Padahal kenyataan nya tidak seperti itu. Lihat saja, sekali tembak langsung jadi cucu mama yang sangat cantik dan pemberani seperti Ara, " ujar Angelina dengan bangga.
"Emangnya apa yang di lakukan oleh cucu kita di sana?" tanya David dengan penasaran karena Alex tidak menceritakan semuanya pada dia.
Alex hanya menceritakan kalau Angelina hanya membawa Ara ke tempat itu, hingga membuat Ara hampir celaka gara-gara teman-teman Angelina.
"Apa papa tahu? Ara menjambak rambut si nyonya angkuh sintia itu hingga rambutnya rontok. Mama saja tidak berani melawan mereka semua. Mungkin itu sebabnya mereka bisa menghina mama dan anak kita Alex," jelas Angelina dengan antusias saat menceritakan tentang cucunya itu.
"Tentu saja Ara bisa memiliki sifat seperti itu. Karena dalam tubuh Ara mengalir darah keluarga Lemos yang terkenal kejam dan juga licik," ujar David.
"Papa benar sekali. Ara mewarisi sifat Alex sepenuhnya yang tidak ada takut pada siapapun. Sedangkan sifat Claudia sama sekali tidak menurun pada cucu kita itu.
"Apa pada saat Claudia hamil dulu dia membenci anak kita, itu sebabnya Ara bisa mirip seperti Alex?" tanya Angelina dengan penasaran.
"Mama ini lucu sekali. Wajar kalau Ara mirip sama Alex. Orang dia ayah kandungnya sendiri. Yang tidak wajar kalau seandainya Ara mirip laki-laki lain tapi Claudia mengaku anak Alex itu baru patut kita curigai," ujar David seraya geleng-geleng kepala saat mendengar perkataan istrinya itu.
"Apa yang akan di lakukan Alex sama mereka?" tanya Angelina dengan penasaran.
"Tentu saja Alex akan menghancurkan mereka semua. Pantang bagi Alex memaafkan orang yang sudah berani menghina keluarga nya itu. Apalagi ini menyangkut harga diri Alex sebagai laki-laki normal," ujar David yang sudah tahu sifat anaknya yang tidak akan pernah melepaskan musuh-musuhnya itu.
"Kenapa Alex harus menghancurkan perusahaan mereka? Bagaimana kalau mereka menderita di luar sana?" tanya Angelina yang merasa kasihan sama mereka.
"Untuk apa mama memikirkan orang jahat seperti mereka. Mereka pantas mendapatkan hukuman dari Alex, karena mereka selama ini sudah terlalu sombong dan angkuh menghina orang lain tanpa tahu jika orang yang dia hina itu akan sakit hati. Jadi biarkan Alex membalas perbuatan mereka yang sudah menghina cucu kesayangan kita," ujar David.
Mendengar perkataan suaminya membuat Angelina langsung terdiam. Karena apa yang di katakan oleh suaminya semuanya benar adanya. Jadi untuk apa dia memikirkan orang yang selama ini sudah menghina dia dan juga keluarga nya.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung.....
💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥