One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Penculikan )


__ADS_3

Restoran Alain Ducasse au Plaza Athénée


Restoran milik chef ternama Alain Ducasse masuk dalam daftar restoran termahal di dunia. Lokasinya ada di Plaza Athénée dengan suasana bersantap yang super mewah. Interiornya didominasi putih, emas, dan kristal.


Harga bersantap 5 set menu di sini sekitar USD 458 (Rp 6,6 juta) per orang. Bisa juga pesan menu satuan (a la carte) dengan harga mencapai USD 226 (Rp 3,3 juta). Pilihan menunya beragam dengan penggunaan bahan-bahan lokal berkualitas seperti caviar, ikan turbot, lobster biru, sampai gurita.


Saat ini Nabila dan yang lain sedang berada di luar Restoran. Setelah kejadian tadi dia langsung ingin pulang secepatnya ke hotel tempat dia menginap saat ini. Tapi mereka tidak tahu kalau saat ini ada orang-orang yang sedang mengintai mereka sedari tadi.


"Apa bos Devan yakin ingin menculik perempuan itu?" tanya Mario anak buah Devan yang saat ini sedang mengawasi Nabila dan juga yang lain.


"Tentu saja aku ingin menculik perempuan bodoh itu karena dia sudah berani menghina aku tadi," jawab Devan seraya menahan emosi saat mengingat perkataan Nabila yang merendahkan harga dirinya di depan umum.


"Dari pada bos Devan menculik perempuan itu lebih baik kita menculik anak kecil itu saja bos. Aku lihat anak kecil itu bukan anak sembarangan, melihat cara dia berpakaian seperti orang kaya. Setelah kita menculik anak kecil itu kita bisa meminta uang tebusan sama orang tuanya," ujar Mario seraya memberikan ide agar menculik Arrabella.


"Apa kamu yakin kalau anak kecil itu anak orang kaya? Bagaimana setelah kita menculik anak kecil itu tapi ternyata malah anak orang miskin yang ada kita tidak akan mendapatkan apapun," ujar Devan yang merasa ragu dengan ide anak buahnya itu.


"Aku sangat yakin kalau anak kecil itu pasti anak orang kaya," ujar Mario dengan penuh keyakinan yang di jawab anggukan kepala oleh Devan.


"Baiklah. Sekarang kalian culik anak kecil itu dan bawa dia masuk ke dalam mobil aku sekarang juga," titah Devan dengan tegas.


"Baik bos Devan," jawab mereka dengan serentak seraya pergi dari sana.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa aunty Nabila menuluh Ala cepat pulang, Ala kan mau pelgi jalan-jalan dulu?" tanya Ara dengan wajah kesal.


"Besok saja kita pergi jalan-jalan nya, karena sekarang aunty lagi tidak enak badan," ujar Nabila dengan perasaan hancur saat mengetahui perselingkuhan orang yang selama ini sangat dia cintai.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Kalau begitu Ala mau pelgi cama aunty Dian saja sementala aunty Nabila bisa pulang ke hotel sendili," ujar Ara yang masih kukuh ingin pergi jalan-jalan.


"Tapi aunty Dian tidak tahu kota ini nona kecil, bagaimana kalau kita tersesat?" tanya Dian yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ya, sudah. Kita pulang ke hotel saja, kalena Ala ndak mau sampai telsesat jika pelgi cama aunty Dian," ujar Ara dengan pasrah.


Saat mereka mau pergi dari sana, tiba-tiba datang dua orang laki-laki yang tidak mereka kenal dan tanpa aba-aba langsung menculik Ara tanpa bisa di cegah oleh mereka.


Mereka yang baru sadar Ara di culik di depan mata mereka langsung saja meminta tolong sama orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka.


"Tolong...


"Tolong...


"Apa yang terjadi? Kenapa anda meminta tolong nona?" tanya orang itu dengan penasaran.


"Tolong selamatkan keponakan saya tuan," ujar Nabila seraya mengatupkan kedua tangannya di depan laki-laki yang tidak dia kenal.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan keponakan nona?" tanya orang itu dengan penasaran.


"Tadi kami sedang mengobrol di sini, tiba-tiba datang dua orang laki-laki yang tidak kami kenal hingga mereka menculik keponakan saya tepat di depan mata saya sendiri," jelas Nabila dengan wajah cemas.


"Apa kalian tahu plat mobilnya?" tanya orang itu.


"Kami tidak sempat melihat nya karena kejadian ini sangat mendadak," sahut Dian dengan wajah ketakutan saat mengingat hukuman dari majikannya.


"Sebaiknya kalian beritahu keluarga kalian dan kalian bisa diskusikan dengan mereka apa yang harus kalian lakukan nanti. Karena jika kalian melaporkan masalah ini sama polisi takutnya itu akan berdampak buruk bagi keponakan kalian," ujar orang itu.


"Anda benar, kami pergi dulu mau memberitahukan masalah ini sama kak Alex," ujar Nabila yang di jawab anggukan kepala oleh laki-laki itu.


"Ayo Dian kita pergi ke kamar kak Alex," ajak Nabila.


"Bagaimana kalau sampai tuan muda memarahi kita nona?" tanya Dian dengan wajah ketakutan.


"Kita akan hadapin masalah ini sama-sama aku yakin kak Alex tidak akan menghukum kita," ujar Nabila seraya menenangkan Dian padahal dia sendiri juga takut dengan kemarahan Alexander.


"Baiklah nona. Bagaimanapun kita harus memberitahukan masalah penculikan ini sama tuan muda," ujar Dian dengan wajah cemas.


"Ayo kita pergi," ajak Nabila seraya mengajak Dian untuk menemui Alexander.


"Baik nona Nabila," jawab Dian seraya pergi dari sana.


Di Hotel-du-Louvre


Hotel-du-Louvre dari namanya saja kita sudah mengetahui bahwa hotel yang satu ini pasti berdekatan dengan salah satu tempat wisata di perancis. Hotel yang berdiri sejak tahun 1855 ini merupakan salah satu hotel yang sangat penting di paris. Lokasi dari hotel ini sendiri sangat berdekatan dengan museum Louvre yang merupakan salah satu bangunan terkenal di Paris.


Bahkan penulis novel kenamaan sekelas Sir Arthur Conan Doyle pun terkesima dengan hotel yang satu ini. Untuk menunjukan hal tersebut beliau menjadikan hotel ini sebagai salah satu setting tempat menginap dari Sherlock Holmes. Sampai saat ini, hotel yang satu ini selalu menjadi hotel yang ternama dan sangat dicari oleh banyak sekali wisatawan yang datang ke Perancis.


Tok... Tok... Tok...


Cklek


Saat melihat orang yang sedang berdiri di depan pintu kamar hotelnya membuat Alex kesal setengah mati. Bagaimana tidak, dia sedang asyik bermesraan dengan istrinya malah di nganggu oleh mereka.


Sementara mereka yang melihat penampilan Alex yang hanya memakai handuk setengah pinggang dan juga menampilkan otot-otot sixpack nya membuat mereka menelan saliva nya sendiri. Sungguh, Alex sangat terlihat seksi dengan penampilan seperti ini.


"Ada apa kalian kesini?" tanya Alex dengan wajah datar.


Glek


Melihat tatapan Alex membuat mereka sangat ketakutan. Karena mereka sangat tahu, pasti sedang mereka menganggu Alex yang sedang bermesraan dengan istrinya. Di tambah dengan berita yang akan mereka bawa ini pasti akan membuat Alex sangat murka dan juga marah dengan mereka.


"I... itu tuan muda..."


"Bicara yang jelas. Jangan tergagap seperti ini," potong Alex dengan wajah kesal.


"I... itu kak Alex. Aku mau kasih tahu, kalau Arrabella di culik sama orang yang tidak di kenal," sahut Nabila Maxim seraya terbata-bata dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


"Apa?" teriak Alex yang terkejut saat mendengar perkataan Nabila.


"Bagaimana bisa anak saya di culik? Bukannya dia ada di kamar hotel ini? Apa kamu membawa Ara keluar dari hotel ini tanpa meminta izin dari saya?" tanya Alex dengan tatapan tajamnya.


Glek


"Oh Tuhan... tolong selamatkan aku dari singa jantan ini. Aku takut jika sampai tuan Alex menghukum dan memecat aku dari pekerjaan ini. Karena aku sangat tahu, jika sampai di pecat dari pekerjaan ini dengan tidak hormat bisa di pastikan akan sangat sulit mencari pekerjaan di tempat lain," batin Dian dengan wajah khawatir.


"Cepat jawab bodoh," bentak Alex dengan suara keras hingga membuat mereka ketakutan.


"Maafkan saya tuan muda. Saya sudah mencegah nona kecil agar tidak pergi dari hotel ini sebelum di izinkan oleh tuan muda tapi nona kecil tidak mau mendengarkan saya. Tolong maafkan saya tuan muda," ujar Dian seraya berlutut di bawah kaki Alex.


"Bagaimana anak saya bisa di culik?" tanya Alex seraya menahan emosi.


"Tadi kami cuman mampir di restoran yang dekat dengan hotel ini. Saat kita mau pulang ke hotel ini tiba-tiba ada dua orang laki-laki yang menculik Ara tepat di depan mata kami," sahut Nabila dengan wajah ketakutan.


"Kurang ajar. Berani sekali mereka menculik anak aku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mereka nanti," ujar Alex seraya menahan emosi.


"Oh Tuhan... apa yang akan kak Alex lakukan pada penjahat itu? Aku yakin mereka tidak akan selamat jika sampai kak Alex menemukan mereka," batin Nabila dengan perasaan cemas.


"Kenapa kalian masih di sini? Pergi dari sini sebelum saya membunuh kalian nanti," ujar Alex dengan tatapan yang sangat menyeramkan.


Tanpa aba-aba langsung saja mereka meninggalkan kamar Alex dengan wajah ketakutan sebelum Alex melakukan apa yang dia katakan tadi.


"Ada apa sayang? Kenapa tadi kamu marah-marah di depan pintu kamar hotel ini?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Bagaimana aku tidak marah sayang. Kalau mereka memberikan kabar, kalau Ara anak kita di culik sama orang yang tidak di kenal," ujar Alex seraya menahan emosi.


"Apa?" teriak Claudia yang terkejut saat mendengar perkataan Alex.


"Bagaimana Ara bisa di culik sedangkan dia ada di kamar hotel ini bersama dengan kita?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Ara yang meminta Dian untuk di ajak ke restoran yang dekat dengan hotel ini. Tapi pada saat mereka mau pulang tiba-tiba ada dua orang laki-laki yang tidak di kenal langsung menculik Ara." Jelas Alex seraya masih menahan emosi.


"Mas Alex harus bisa mencari Ara sampai ketemu. Aku takut jika mereka melakukan sesuatu sama anak kita. Apalagi sampai Ara di jual keluar negeri," ujar Claudia dengan wajah khawatir.


"Kamu tenang saja sayang. Aku janji akan menemukan anak kita sampai ketemu." Janji Alex seraya menenangkan istrinya.


"Awas saja jika sampai kalian melukai anak aku seujung kuku pun. Akan aku pastikan lebih baik kalian memilih mati dari pada hidup di dunia ini," batin Alex dengan tatapan membunuh.


"Oh Tuhan... Lindungi lah anak hamba dari orang-orang jahat itu. Jangan biarkan mereka menyakiti anak hamba ya Tuhan," batin Claudia dengan perasaan cemas saat mengingat keadaan anaknya yang entah di mana sekarang.





Bersambung....

__ADS_1


✧⋄⋆⋅⋆⋄✧⋄⋆⋅⋆⋄✧⋄⋆⋅⋆⋄✧⋄⋆⋅⋆⋄✧


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2