One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Mengungkapkan Perasaan )


__ADS_3

Di Perusahaan Intel Group


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya Daffa sampai juga ke perusahaan orang tuanya.


"Selamat siang tuan Daffa..."


"Selamat siang tuan Daffa..."


"Selamat siang tuan Daffa..."


Itulah sapaan dari beberapa karyawan nya yang sempat berpapasan dengan nya saat berada di lobby perusahaan Intel Group. Sedangkan Daffa hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa menjawab sapaan mereka setelah itu dia langsung menuju ke ruangan nya yang berada di lantai teratas.


Ting


Terdengar bunyi lift khusus presdir dan keluarlah Daffa dari dalam lift setelah itu langsung di sambut oleh sekretaris barunya yang tak lain adalah Aluna Arkatama calon istrinya wanita yang saat ini telah menempatkan di dalam hatinya.


"Selamat siang tuan muda Daffa," sapa Aluna seraya membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda hormat.


"Masuk ke ruangan ku sekarang juga," titah Daffa seraya berlalu dari sana setelah memberi perintah pada Aluna.


"Baik tuan," jawab Aluna seraya mengikuti atasannya dari belakang.


"Duduk," titah Daffa dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Aluna seraya duduk di depan Daffa Roberto.


"Apa kamu tahu apa yang sudah aku korbankan demi mempertahankan kamu di perusahaan ini?" tanya Daffa tanpa basa-basi.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna heran dan bingung. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan oleh Daffa sehingga dia menanyakan apa maksud perkataan Daffa tadi.


"Apa maksud tuan Daffa, saya benar-benar tidak mengerti?" tanya Aluna dengan kening mengkerut.


"Kau tahu gara-gara aku mempertahankan kamu bekerja di perusahaan aku, Alexander malah mengambil keuntungan yang sangat besar dari ku sebagai bentuk Penukaran kamu."


"Jika aku masih kukuh mempertahankan kamu maka Alexander akan menghancurkan perusahaan orang tuaku karena aku temannya maka Alex memaafkan aku asal dengan syarat aku harus memberikan keuntungan padanya sebesar 60% dan juga merelakan saham perusahaan aku sebesar 5% yang artinya aku akan mengalami kerugian sebesar 65% demi mempertahankan kamu di perusahaan ini," jelas Daffa.


Mendengar semua perkataan Daffa membuat Aluna terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka laki-laki yang baru beberapa hari dia kenal bahkan rela mengorbankan sahamnya dan keuntungan nya hanya demi mempertahankan wanita yang baru dia kenal. Dia penasaran kenapa laki-laki ini mau mengorbankan semua itu demi dia?

__ADS_1


Jika karena laki-laki ini sudah mengambil kehormatan nya seperti nya itu tidak mungkin melihat bagaimana selama ini laki-laki ini begitu banyak wanita yang sudah dia nikmati. Tanpa Aluna sadari Daffa melakukan itu karena dia sudah mencintai wanita ini pada pandangan pertama di tambah lagi dia wanita yang masih perawan.


Itu sebabnya dia tidak ingin kehilangan Aluna yang sudah di cap sebagai milik Daffa Roberto, sedangkan wanita yang selama ini di nikmati oleh Daffa hanyalah sebagai wanita pemuas nafsunya saja.


"Apa alasan tuan melakukan ini?" tanya Aluna dengan penasaran.


Mendengar perkataan Aluna membuat Daffa menghela nafas panjang. Mungkin sudah saatnya dia mengungkapkan perasaan nya pada wanita ini agar wanita nya tahu kalau dia sangat mencintai wanita ini.


Bahkan dia rela mengorbankan sesuatu yang sangat berharga miliknya demi mempertahankan wanita ini. Dia berharap setelah mengatakan alasannya wanita ini mau membuka hati untuk mencintai dirinya sama seperti dia yang lebih dulu mencintai wanita ini.


"Itu karena aku sangat mencintai kamu, makanya aku rela kehilangan saham 5% dan juga keuntungan kerjasama perusahaan ku dengan perusahaan Alexander Lemos demi bisa mempertahankan kamu di sisiku," balas Daffa seraya mengungkapkan perasaan nya pada Aluna.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka laki-laki yang di kenal sebagai Casanova bisa mencintai dirinya wanita yang baru beberapa hari dia kenal. Bukannya ini sangat aneh?


Dia sama sekali tidak percaya jika laki-laki ini bisa mencintai dirinya, ingin sekali dia tidak mempercayai perkataan Daffa tetapi kenyataan nya malah benar adanya saat melihat raut wajah Daffa yang frustasi setelah kembali dari perusahaan Apple Inc milik Alexander Lemos.


"Ke... Kenapa tu... Tuan Daffa bisa mencintai aku, sedangkan kita baru beberapa hari saling mengenal?" tanya Aluna dengan terbata-bata.


"Aku sendiri tidak tahu kenapa bisa mencintai kamu padahal selama ini aku selalu dikelilingi wanita-wanita cantik dan sexy dari kamu tetapi entah kenapa jantungku malah berdetak saat berada di dekat kamu," balas Daffa dengan jujur.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna memutar bola matanya malas. Dia pikir Daffa sedang menggombal padahal itu benar isi hatinya Daffa. Dia berkata dengan jujur kalau dia tidak tahu apa alasan mencintai nya wanita yang saat ini ada di depannya.


"Apa perusahaan tuan akan bangkrut jika memberikan keuntungan sebesar itu pada kak Alexander?" Aluna sangat takut dan merasa bersalah jika sampai perusahaan laki-laki ini bangkrut akibat mempertahankan dirinya.


Dia tidak mau gara-gara dia laki-laki ini harus kehilangan perusahaan nya cukup perusahaan orang tuanya yang bangkrut akibat kesalahan dia yang menjebak Alexander Lemos. Sekarang dia tidak mau karena dia laki-laki ini harus mengalami nasib yang sama seperti keluarga nya.


Mendengar wanita nya menyebut temannya sebagai kak malah membuat Daffa kesal setengah mati. Bagaimana tidak, dia yang sudah berkorban begitu banyak untuk wanita ini malah terus di panggil tuan sedangkan temannya malah di panggil kak. Siapa yang tidak kesal dan emosi? Siapapun yang berada di posisi dia pasti akan ikut emosi.


"Kenapa kamu memanggil Alex dengan panggilan kakak sedangkan aku kamu panggil tuan? Seharusnya kamu panggil aku dengan sebutan lain selain kata tuan, karena sebentar lagi aku akan menjadi suami kamu. Dan satu lagi jangan pernah memanggil Alex dengan panggilan kakak lagi karena aku tidak suka, mengerti," titah Daffa dengan tegas.


"Terus aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?" tanya Aluna dengan bingung.


"Panggil aku dengan sebutan honey," jawab Daffa seraya menggoda calon istrinya.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna merasa malu dan salah tingkah. Jujur saja dia tidak pernah memanggil laki-laki dengan panggilan seperti itu. Untuk laki-laki yang sangat dia cintai saja dia memanggil dengan sebutan kakak apalagi untuk laki-laki yang baru dia kenal.


Tapi saat melihat semua pengorbanan yang telah di lakukan oleh laki-laki ini untuk dirinya akhirnya Aluna mau memanggil Daffa dengan panggilan honey seperti yang di inginkan oleh Daffa Roberto.

__ADS_1


"Baik honey," jawab Aluna dengan wajah memerah karena malu.


Mendengar Aluna memanggil dirinya dengan panggilan seperti itu membuat Daffa merasa bahagia dan hatinya sekarang berbunga-bunga. Dia tidak tahu apa yang ada pada wanita ini sehingga dia bisa menjadi gila seperti ini hanya karena mendengar Aluna memanggil dirinya dengan panggilan honey.


Ingin sekali dia meloncat karena saking senangnya karena Aluna memanggil dirinya dengan panggilan honey. Tetapi dia masih sedikit kesadaran untuk jangan sampai dia melakukan itu karena jika dia melakukan itu maka hancur sudah harga diri yang selama ini dia jaga di depan para wanita-wanita nya.


"Mulai sekarang kamu harus memanggil aku dengan sebutan honey, apa kamu mengerti," titah Daffa dengan tegas.


"Tapi aku malu jika harus memanggil kamu dengan sebutan itu, apalagi kita berada di kawasan kantor pasti banyak karyawan kamu yang melihat dan mendengar perkataan aku dengan menyebut kamu sebagai honey."


"Bukannya itu sangat aneh seorang sekretaris memanggil atasannya sebagai honey?" Aluna berharap Daffa tidak menyuruh dirinya untuk memanggil Daffa dengan panggilan honey di kawasan kantor ataupun di depan banyak orang. Sungguh, dia sangat malu dan belum terbiasa melakukan hal yang menurutnya sangat alay itu.


"Oke, kamu cukup memanggil aku dengan panggilan honey di saat berdua saja, jika di luar kantor kamu boleh memanggil aku dengan panggilan seperti biasa," balas Daffa.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna menghela nafas lega. Setidaknya itu lebih baik dari pada harus memanggil dirinya di kantor.


"Oke, honey," jawab Aluna dengan singkat.


"Sekarang kamu bisa kembali bekerja," titah Daffa dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Aluna seraya pergi dari sana.





Bersambung...


Sedikit Pesan Dari Author


Jangan ada yang menghujat ya karena membiarkan Aluna wanita pelakor bisa hidup bahagia dengan Daffa laki-laki yang sangat ini tergila-gila padanya. Karena tidak semuanya pelakor itu buruk. Aluna melakukan itu karena dia merasa tidak adil karena laki-laki yang selama ini dia cintai malah menikah dengan wanita lain sehingga dia gelap mata dan akhirnya melakukan itu pada Alexander Lemos. Sebenernya Aluna terlahir menjadi wanita baik-baik walaupun ada sifat sombongnya sedikit. Tetapi pada dasarnya dia adalah wanita yang sangat baik dan kedua orang tuanya juga orang baik kemarin dia hanya khilaf melakukan itu pada Alex. Dan sekarang karena kejadian itu dia sekarang berubah menjadi wanita yang sopan dan sadar akan kesalahan nya sehingga dia tidak ada keinginan untuk membalas dendam pada Alexander dan juga keluarga nya. Karena sekarang dia sadar masih ada laki-laki lain yang mau mencintai dirinya dan berkorban untuk dia sehingga dia akan membuka hati untuk laki-laki yang saat ini ada untuk nya laki-laki itu adalah Daffa Roberto.


Author tidak akan membuat konflik yang berat lagi karena novel ini mau author tamat kan jika semuanya sudah hidup bahagia dan author akan buatkan SEASON 2 di buku lain dengan judul berbeda. Author harap kalian masih setia menunggu author buat novel SEASON 2 di buku lain. Tetapi bukan sekarang karena author mau melanjutkan novel ini dulu sampai tamat setelah itu baru author buat SEASON 2.


Terima Kasih karena kalian sudah memberikan dukungan untuk author tanpa kalian author bukan siapa-siapa. Maaf jika author ada salah kata.

__ADS_1


Selamat Membaca.


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2