
Di Ruangan VIP
"Katakan pada ku siapa yang menyuruh mu menjebak saya dengan obat perangsang?" Alex tidak akan berhenti bertanya jika belum tahu siapa orang yang telah berani menjebak dirinya dengan obat perangsang.
"Saya sudah mengatakan yang sejujurnya tuan muda kalau saya benar-benar tidak tahu siapa orang itu karena saya baru pertama kali melihat dia," ujar pelayan itu dengan wajah ketakutan.
"Bagaimana dengan ciri-cirinya?" tanya Andre dengan penasaran.
Mendengar perkataan Andre akhirnya pelayan itu menyebutkan satu-persatu ciri-ciri orang yang sudah menyuruhnya untuk menjebak Alexander dengan obat perangsang. Entah apa tujuan orang itu melakukan itu pada Alex dia pun tidak tahu. Karena dia hanya di perintahkan oleh orang itu dengan imbalan uang sebesar 50 juta.
Setelah mendengar perkataan pelayan itu akhirnya Andre mengetahui siapa orang yang sudah berani menjebak atasannya dengan obat perangsang.
"Apa orang ini yang menyuruh mu menjebak tuan Alex?" tanya Andre seraya memperlihatkan foto seseorang pada pelayan itu.
"Iya, benar tuan. Ini orang yang menyuruh saya untuk menjebak tuan muda," balas pelayan itu dengan cepat.
"Sudah ku duga, pasti dia orang yang ingin menjebak anda tuan Alex," ujar Andre yang membuat Alex merasa penasaran siapa orang yang sudah berani menjebak dirinya.
"Siapa orang yang sudah berani mencari masalah dengan ku Ndre?" tanya Alex dengan penasaran.
"Dia nona Aluna tuan, dia orang yang sudah menyuruh pelayan ini untuk menjebak anda dengan obat perangsang," balas Andre.
Mendengar perkataan Andre membuat Alexander sangat murka dan emosi. Kali ini dia tidak akan memberikan ampun pada wanita itu karena sudah berani menjebak dirinya dengan obat sialan itu. Dia akan pastikan wanita itu dan keluarga nya akan menerima akibat dari perbuatan nya itu.
"Kurang ajar, beraninya dia mencari masalah dengan ku. Kemarin aku sengaja tidak melakukan apapun pada wanita itu karena berpikir dia akan berubah dan berhenti mengejar aku. Tapi sekarang dia sudah kelewatan batas dan aku tidak akan memberikan ampun padanya karena sudah berani menjebak diriku dengan obat sialan itu," ujar Alex dengan penuh kemarahan.
"Dasar wanita bodoh. Kenapa dia tidak berhenti mencari masalah dengan tuan Alex? Aku tidak tahu apa yang akan tuan Alex lakukan padanya. Aku rasa kali ini tamat sudah riwayat wanita itu," batin Andre.
__ADS_1
"Apa yang akan tuan lakukan pada wanita itu?" tanya Andre dengan penasaran.
"Tentu saja menghancurkan mereka sampai ke akarnya agar mereka tidak bisa bangkit lagi. Aku takut jika tidak menghancurkan mereka sampai ke akarnya maka mereka akan bangkit lagi untuk membalaskan dendam pada keluarga ku," balas Alex dengan seringai liciknya.
Mendengar perkataan Alex membuat Andre menelan ludahnya sendiri. Dia sudah mengerti maksud perkataan atasannya yang ingin menghancurkan mereka sampai menjadi pengemis.
"Tuan yakin ingin menghancurkan keluarga nona Aluna? Bagaimana pun keluarga nona Aluna tidak bersalah di sini, tapi nona Aluna lah yang bersalah sedangkan orang tuanya tidak tahu apapun tentang rencana nona Aluna," ujar Andre.
Dia merasa kasihan pada orang tua Aluna, bagaimana pun mereka tidak bersalah di sini tapi gara-gara anaknya yang buta akan cinta sehingga dengan teganya ingin menjebak sang penguasa negara ini untuk menjadi miliknya. Tapi sekarang bukan Alex yang menjadi miliknya melainkan dia dan keluarga nya lah yang akan di hancurkan oleh Alexander Lemos.
"Aku tidak peduli mau keluarga nya bersalah ataupun tidak, yang jelas aku akan tetap menghancurkan mereka biar dia tahu dan merasa bersalah karena sudah menyebabkan keluarga nya menderita seperti ini," ujar Alex yang sama sekali tidak peduli akan nasib mereka mau menjadi apa, yang jelas dia akan menghancurkan mereka biar menyesal karena sudah mencari masalah dengan orang yang salah.
"Terserah tuan mau melakukan apa aku akan mengikuti semua yang tuan Alex perintahkan," ujar Andre dengan pasrah.
Dia hanyalah bawahan Alexander, tidak memiliki hak untuk ikut campur masalah atasannya. Dia sangat tahu bagaimana sifat atasannya yang sangat benci pada orang yang suka ikut campur masalah nya dari pada dia kehilangan pekerjaan lebih baik dia diam dan mengikuti semua perintah atasannya tampak membantah sedikitpun.
"Kamu sudah tahu kan Ndre apa yang harus kamu lakukan pada perusahaan ayah wanita ondel-ondel itu?" tanya Alex seraya menahan emosi agar tidak keluar.
"Bagus, pastikan perusahaan ayah wanita ondel-ondel itu segera bangkrut dan juga suruh anak buah kita mengusir mereka dari mansion yang saat ini mereka tinggali," titah Alex dengan tegas.
Alex tidak akan pernah mengampuni orang-orang yang sudah berani mencari masalah dengan nya. Dia akan pastikan mereka akan menderita di luar sana tanpa memiliki apapun lagi.
"Baik tuan," jawab Andre dengan singkat.
"Dan kau juga akan menerima hukuman dari saya, dan aku pastikan kamu akan di pecat dari restoran ini," ujar Alex dengan tatapan tajam.
Mendengar perkataan Alex membuat pelayan itu merasa ketakutan. Dia sangat takut di pecat dari restoran ini apalagi sampai tidak di terima di tempat lain gara-gara takut dengan ancaman Alexander.
__ADS_1
"Aku mohon tuan muda jangan lakukan itu pada saya. Jika aku di pecat dari sini bagaimana dengan nasib orang tua saya di kampung? Hanya saya satu-satunya tulang punggung keluarga, jadi tolong ampuni saya tuan muda," ujar pelayan itu seraya memohon agar dia tidak di pecat dari sini.
Dia sungguh menyesal karena sudah tergiur dengan uang yang di tawarkan oleh wanita itu. Jika saja dia tidak mengikuti keinginan wanita itu maka dia akan selalu aman dan tidak akan terancam di pecat dari restoran ini.
"Untuk apa saya peduli padamu sedangkan kamu saja tidak peduli pada saya. Sebelum kamu bertindak seharusnya kamu pikir-pikir dulu apa akibatnya jika berurusan dengan keluarga Lemos."
"Apa kamu tidak pernah mendengar bagaimana sifat keluarga Lemos bertindak jika ada seseorang yang mencari masalah pada keluarga nya?"
"Saya rasa kamu pasti pernah mendengar hanya saja kamu meragukan kebenarannya. Pasti kamu berpikir gosip yang beredar tentang sosok Alexander yang terkenal kejam dan licik hanya omong kosong. Makanya kamu berani menjebak saya tanpa tahu apa akibat yang akan kamu tanggung nanti saat ketahuan oleh saya," ujar Alex dengan tatapan tajam.
"Tolong ampuni saya tuan muda, saya berjanji tidak akan melakukan itu lagi. Beri saya satu kesempatan untuk berubah tuan," ujar pelayan itu dengan wajah ketakutan.
"Ck! Apa kamu pikir saya percaya pada perkataan kamu?" Alex yang sudah emosi tidak mau mendengarkan perkataan pelayan itu.
Dia akan memberikan pelajaran pada orang-orang yang telah mencelakai dirinya dan juga keluarga nya. Dia akan pastikan orang itu akan menerima akibatnya karena sudah mencari masalah dengan nya.
"Saya berkata jujur tuan muda. Tolong maafkan saya tuan muda, saya akui salah karena sudah bekerjasama dengan wanita itu tapi saya melakukan itu terpaksa bukan keinginan saya sendiri. Jika saya tidak terdesak memerlukan uang untuk membayar hutang orang tua saya.
"Maka saya tidak mungkin menjebak tuan muda karena saya sudah tahu kalau tuan muda tidak bisa di singgung sedikitpun. Jika kita masih berani menyinggung tuan muda atau mencelakakan keluarga tuan muda maka taruhannya adalah nyawa," ujar pelayan itu.
"Ck! Sudah tahu apa akibatnya menganggu Alexander Lemos tapi masih saja berani menjebaknya. Dasar wanita bodoh," umpat Alex seraya menahan emosi.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿