
Saat ini Claudia masih berada di restoran BIBA. Restoran yang sangat terkenal di kota California Amerika serikat.
Tok... Tok...Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan VIP itu.
Cklek
Masuklah seseorang yang sejak tadi mengetuk pintu ruangan mereka.
"Permisi nyonya, nona, ini makanan pesanan yang tadi anda pesan," ujar pelayan restoran tersebut seraya menaruh makanan diatas meja makan.
"Terima kasih. Ini tips untuk kamu," kata Claudia seraya memberikan uang kepada pelayan itu.
"Terima kasih nona. Saya permisi dulu," ujar pelayan itu seraya pergi dari sana yang di jawab anggukkan kepala oleh mereka.
Setelah melihat pelayan tadi sudah pergi dari sana. Barulah Claudia membahas masalah tadi dengan bibi Ani pembantu di rumahnya dulu.
"Sejak kapan mereka membuat daddy aku lumpuh bi?" tanya Claudia.
"Sejak satu tahun lalu non," jawab bibi Ani.
"Setelah nona Claudia pergi dari rumah. Tuan Henry sering menangis sendirian di ruang kerjanya. Karena selalu memikirkan nona yang pergi entah kemana.
"Saat bibi lewat diruangan kerja tuan Henry bibi tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka dengan asisten pribadinya.
"Tuan Henry bahkan tak pernah berhenti mencari keberadaan nona Claudia. Karena tuan Henry terus memikirkan nona, akhirnya tuan sering sakit-sakitan.
"Tapi nyonya Barbara bukannya peduli dengan tuan Henry. Dia malah bersenang-senang dengan anaknya untuk menghamburkan uang tuan Henry sesuka hati mereka." Jelas bibi Ani.
"Oh Tuhan... Aku tidak menyangka ternyata daddy masih peduli pada ku. Aku pikir selama ini daddy sudah melupakan aku," batin Claudia.
"Tapi bibi tidak berani bertindak. Bibi cuman seorang pembantu yang tidak berani melawan mereka. Jika sampai bibi melawan mereka hidup bibi dalam bahaya. Apalagi bibi bukan warga negara ini. Jika mereka mencelakakan bibi pasti tidak ada seorang pun yang tahu.
"Karena bibi cuman orang asing yang tidak memiliki siapapun yang bibi kenal di negara ini. Selain dengan keluarga nona Claudia sendiri," sambungnya lagi.
"Kenapa mereka membuat daddy aku lumpuh bi? Bukannya selama ini daddy selalu memberikan apapun yang mereka minta."
"Apa tujuan dia melakukan itu? Kalau karena harta, bukannya mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan selama ini?" tanya Claudia yang penasaran alasan mereka membuat ayahnya lumpuh seperti itu.
"Bibi juga tidak tahu non," sahut bibi Ani.
"Baiklah bi. Terima kasih atas informasinya. Sekarang biarkan aku yang akan memberikan mereka pelajaran yang lebih berat dari pada yang mereka lakukan kepada aku dulu," ujar Claudia.
"Ingat Barbara, dan Audrey. Aku Claudia anak yang dulu kalian siksa akan mengingat darah, dan air mata yang selama ini aku keluarkan.
"Kalian juga akan merasakan penderitaan yang aku, dan daddy alami selama ini. Ingat ini janji ku... sebelum melihat kalian hancur aku tidak akan berhenti sampai kapanpun," batin Claudia dengan seringai liciknya.
"Ya Tuhan... Apa sebenarnya niat nona Claudia? Aku tidak tahu apa yang akan nona Claudia rencanakan untuk membalaskan dendam atas perbuatan yang mereka lakukan selama ini kepada nya," batin bibi Ani.
"Ya, sudah. Lebih baik sekarang bibi Ani pulang saja ke rumah itu. Ingat bibi harus hati-hati jangan sampai mereka tahu kalau bibi sudah bertemu dengan aku di kota ini.
"Dan tolong jaga daddy baik-baik disana. Usahakan jangan sampai mereka melukai daddy lagi. Karena Aku tidak bisa membawa pergi Daddy dari rumah itu sebelum aku menemukan bukti kejahatan mereka selama ini," ujar Claudia.
"Baik non... bibi usahakan akan menjaga tuan Henry dari mereka," ujar bibi ana.
__ADS_1
"Ini no HP aku. Mulai sekarang bibi harus menjadi mata-mata aku di rumah itu. Bibi pantau terus apa yang mereka lakukan."
"Jika ada yang mencurigakan bibi harus memberitahukan kepada aku. Tapi ingat, harus hati-hati. Karena lawan kita orang yang sangat licik. Maka kita juga harus melawan mereka dengan cara yang lebih cerdik, dan licik dari pada mereka," ujar Claudia lagi.
"Baik non... bibi mengerti sekarang. Ya sudah bibi pulang dulu. Takut mereka sudah pulang dari rumah," ujar bibi Ani.
"Oke. Hati-hati di jalan. Dan ini ada sedikit uang untuk bibi, maaf hanya sedikit yang Claudia punya. Karena aku tidak ada uang cash sekarang.
"Lain kali aku akan memberikan yang lebih banyak lagi dari pada ini," ujar Claudia.
"Ini lebih dari cukup nona Clau. Terima kasih karena nona, dan keluarga nona selalu membantu bibi. Sementara bibi tidak bisa membantu nona sama sekali," ujar bibi Ani yang merasa sedih karena dia tidak bisa membalas kebaikan mereka selama ini.
"Siapa bilang bibi tidak bisa membantu aku, bukannya sekarang bibi sudah menjadi mata-mata aku sekarang?" tanya Claudia seraya menggoda bibi Ani.
"Nona bisa saja. Ya, sudah bibi pulang dulu," bibi Ani seraya pergi dari sana sementara Claudia hanya menganggukkan kepalanya saja.
*
*
Di rumah Claudia
"Oma... mommy cekalang ladi di mana tenapa mommy belum pulang duga ke lumah. ?"
"Apa mommy... peldi ninggalin ala cendili di cini cama Oma.. ?"Tanya Ara dengan mata berkaca-kaca karena dia berpikir ibunya pergi meninggalkan dia sendirian bersama Omanya.
"Husss... bicara apa kamu ini. mana mungkin mommy kamu ninggalin Ara sendirian di sini... "Jawab Ariana dengan lembut.
" Udah deuh bocil. jangan main drama sekali saja bisa tidak. aunty Alice capek dengarnya. "Sahut Alice yang malas melihat keponakan nya yang sok cantik itu.
"Mulai... mulai.... deuh dramanya dasar ratu licik... "Batin Alice.
"Aunty cebalina diam aja deuh. ala Ndak bicala cama aunty. cehalusna aunty malu cudah menumpang di lumah ala.
"Ini bucanna malu udah menumpang di lumah Olang. tapi aunty malah tak tahu malu. kalena bicala yang Ndak copan cama pemilik lumah ini. dacal muca tembok. "Ujar Ara dengan mulut pedasnya.
Alice yang mendengar perkataan Ara melongo, dan juga terkejut. dia tidak menyangka keponakan nya bisa bicara seperti itu dengannya.
"Apa tadi katanya. ini rumahnya. sejak kapan bocil ini bisa membeli rumah. jangankan untuk membeli rumah. untuk makan dia saja tidak mampu untuk membelinya.
"Oh tuhan.... kenapa aku selalu kalah jika berdebat dengan bocil ini. setiap dia bicara selalu mulutnya itu pedas kayak cabai. Clau... apa waktu kamu mengandung Ara. kamu mengidam makan makanan pedas. sehingga anak kamu bisa menjadi seperti ini.. "Batin Alice.
Sementara Ariana yang mendengar perkataan Ara hanya bisa pasrah, dan geleng-geleng kepala melihat kelakuanku cucunya yang semakin hari semakin nakal.
"Ma... lihat cucu kesayangan mama. dia sudah menghina Alice... "Ujar Alice yang mengadu sama Ariana ibu angkatnya selama ini.
Sementara Ara yang mendengar Alice yang mengadu sama Ariana hanya memutar matanya malas.
"Ihhh.... pucing pala ala.... !
"Udah deh aunty.. Ndak ucah lebay jadi Olang. itu aja menadu cama Oma. ala aja yang macih kecil Ndak pernah tuh mengadu cama Oma.
"Macana aunty Lilis... Ndak pelnah ada laki-laki yang mau cama aunty. Olang auntyna dah jelek, bodoh, dan tukang ngadu ladi.
"Kayak ala dong aunty... ala aja yang macih kecil udah punya pacal. dah gitu pacalna ala Olang kaya ladi. Ndak cepelti aunty yang Ndak laku.. "Ujar Ara lagi dengan raut wajah mengejek Alice.
__ADS_1
Saat Alice ingin mengadu lagi sama Ariana langsung diam. saat melihat tatapan tajamnya itu.
"Apa... !"Mau mengadu lagi. jangan salahkan Ara. tapi ini salah kamu sendiri.
sudah tahu Ara seperti ini. tapi kamu masih saja mengganggu dia.
"Ingat Ara akan bersikap baik bila kamu juga baik sama dia. tapi kalau kamu mencari gara-gara dengan nya. maka kamu tangung sendiri akibatnya.. "Ujar Ariana memberikan peringatan kepada Alice.
"Ayo Ara kita tidur siang. nantik kalau mommy Ara sudah pulang. Oma akan bangunin Ara ok...."Ujar Ariana.
"Oc Oma... "Jawab Ara seraya pergi dari sana.
Alice yang di tinggal sendiri hanya bisa menghela nafas karena dia tidak bisa melawan Ara yang memiliki mulut pedas melebihi pedas cabai.
"Huufff.... sabar saja Alice... ini juga gara-gara mulut kamu yang nggak bisa diam. sudah tahu Ara seperti itu masih saja kamu berdebat dengan bocil itu... "Ujar Alice dengan suara lirih, seraya pergi dari sana menuju kamarnya sendiri.
•
•
•
Bersambung.....
( Audrey herkules )
Pemeran antagonis yang selalu jahat sama
Claudia Henry Abraham, berusia 27 tahun.
( BARBARA )
Pemeran antagonis. wanita yang mempunyai otak licik untuk menjatuhkan lawannya. berusia 47 tahun.
( Ariana Amer )
InI Dia Oma kesayangan Arrabella Anastasia
Mama Angkatnya Claudia dan Alice Berusia 44 tahun.
•
•
•
Hay guys Ini visual menurut imajinasi author ya. jika menurut kalian ini kurang cocok kalian bisa membayangkan orang yang menurut kalian sesuai. ini hanya sekedar pelengkap cerita saja biar lebih menarik..
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1