One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Tempat Penyingkapan Ara )


__ADS_3

Di Ruang Bawah Tanah


"Apa kamu sudah melacak no HP penculik itu?" tanya Alex dengan penasaran.


"Sudah tuan," jawab anak buah Alex yang pandai di bidang IT.


Ya setelah Alex selesai bicara dengan penjahat itu dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk melacak keberadaan anaknya lewat no HP penculik itu.


"Di mana mereka?" tanya Alex dengan antusias.


"Mereka saat ini ada di jalan X. Tapi saya tidak tahu apa mereka masih di sana apa tidak. Karena setelah tuan bicara dengan mereka tadi, no HP penculik itu tidak aktif lagi sampai sekarang."


"Apa tuan tetap mau ke sana apa tidak?" tanya anak buah Alex.


"Kita tetap harus pergi ke sana. Siapa tahu mereka masih ada si sana," ujar Alex.


"Baik. Kapan kita berangkat ke sana?" tanya anak buah Alex dengan penasaran.


"Sekarang," jawab Alex.


"Tapi ini masih malam tuan. Bagaimana kalau besok saja kita ke sana," ujar anak buah Alex dengan hati-hati.


"Sejak kapan kamu berani memerintah bos kamu sendiri?" tanya Alex dengan tatapan tajamnya.


"Tidak berani tuan. Tolong maafkan saya," ujar anak buah Alex dengan wajah ketakutan.


"Kita berangkat sekarang," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab mereka dengan serentak seraya mengikuti atasannya.


Beberapa Jam Kemudian


Saat ini mereka sudah berada di tempat penyingkapan Ara. Saat melihat tempat ini membuat Alex sedih akan nasib anaknya yang harus tidur di tempat yang tidak layak seperti ini.


"Ayo tuan kita masuk," ujar Andre saat melihat atasannya yang sedang melamun sejak tadi.


"Ok. Buka pintunya," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab anak buah Alex.


Cklek


"Periksa ruangan ini. Cari putriku sampai ketemu," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab anak buah Alex dengan serentak.


"Lihat tuan, bukannya itu nona kecil," ujar Andre seraya menunjuk ke arah tempat Ara berada.


"Di mana?" tanya Alex seraya melihat sekeliling ruangan yang ada di rumah kosong itu.


"Coba tuan lihat ke arah sofa itu. Aku yakin sekali kalau itu pasti nona kecil, anak kandung tuan," ujar Andre dengan antusias.


Mendengar perkataan Andre membuat Alex langsung saja menoleh ke arah yang di tunjuk oleh asisten pribadinya. Saat dia melihat orang yang sedang tidur di sofa yang ada di rumah ini membuat Alex bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan anaknya.


"Akhirnya daddy menemukan kamu," ujar Alex seraya memeluk anaknya dengan erat.


Mendengar suara Alex yang sangat keras membuat Ara terbangun dari tidurnya. Saat dia melihat ke arah orang yang sedang memeluknya membuat dia terkejut. Dia tidak menyangka bisa di temukan secepat ini oleh ayahnya. Padahal niatnya besok dia baru akan bertemu dengan ayahnya sekalian meminta uang tebusan.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa daddy pelgi cekalang sih? Ala sudah bilang besok saja jemput Ala sekalian bawa uang tebusan. Tenapa daddy malah datang malam ini?" tanya Ara dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Apa maksud Ara?" tanya Alex dengan bingung.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sudahlah. Lupakan saja apa yang Ala bicalakan. Ala hanya asal bicala saja tadi," ujar Ara yang hampir saja keceplosan bicara.


"Hampil saja Ala keceplosan bicala cama daddy. Jika sampai daddy tahu, apa yang Ala lencanakan belcama penjahat itu bisa habis Ala cama daddy," batin Ara dengan perasaan lega.


"Bagaimana keadaan Ara? Apa mereka melukai Ara?" tanya Alex dengan wajah khawatir.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ala baik-baik saja," jawab Ara.


"Syukurlah Ara baik-baik saja," ujar Alex dengan perasaan lega saat mendengar keadaan anaknya yang baik-baik saja.


"Tuan Alex... kami berhasil menangkap orang yang menculik anak tuan," ujar anak buah Alex seraya membawa mereka dengan tangan terikat.


Mendengar perkataan anak buahnya membuat Alex menoleh ke arah mereka. Setelah itu dia langsung menghampiri mereka dengan tatapan membunuh.


Bug


Bug


Bug


"Ahhhhsstt... sakit," teriak mereka saat mendapatkan pukulan dari Alex.


"Beraninya kalian menculik putriku," ujar Alex seraya memukul mereka dengan pukulan yang sangat keras hingga membuat mereka terluka parah.


Bug


Bug


Bug


Pada saat Alex ingin menghajar mereka lagi langsung di cegah oleh Andre." Sudah cukup tuan," ujar Andre seraya menghentikan Alex.


"Kenapa kamu menghentikan aku memberi pelajaran pada mereka? Apa kamu mau menggantikan mereka?" tanya Alex dengan tatapan membunuh.


Glek


"Tidak tuan," jawab Andre dengan wajah ketakutan.


"Jika tidak mau, biarkan saya memberi pelajaran sama mereka yang sudah berani menculik putri ku," ujar Alex dengan wajah penuh kemarahan.


"Jika tuan mau memberi mereka pelajaran jangan di sini. Apa tuan tidak ingat ada anak tuan di sini," ujar Andre dengan hati-hati takut menyinggung atasannya.


Mendengar perkataan Andre membuat Alex tersadar kalau sejak tadi anaknya masih ada di tempat ini. Sungguh, dia tidak ingat kalau anaknya masih ada di tempat ini.


"Bawa mereka ke tempat bosnya berada sekarang juga," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab anak buah Alex dengan serentak.


"Lepaskan kami," ujar mereka seraya memberontak saat di bawa pergi dari sana oleh anak buah Alex.


"Telnyata daddy kalau malah sangat menyelamkan. Untung tadi Ala ndak bicala jujul cama daddy. Jika sampai daddy tahu, Ala bekelja cama dengan meleka, maka Ala pasti akan mendapatkan hukuman cama daddy," batin Ara.


"Ayo kita pulang sayang," ujar Alex yang di jawab anggukan kepala oleh Ara.


Beberapa Jam Kemudian

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


Cklek


"Ara," panggil Claudia seraya memeluk anaknya dengan erat.


"Apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Claudia dengan perasaan khawatir.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ala baik-baik saja mom," jawab Ara.


"Syukurlah Ara baik-baik saja. Mommy sangat takut jika sampai terjadi sesuatu sama Ara. Tapi sekarang mommy bisa tenang karena Ara bisa selamat dari mereka," ujar Claudia dengan perasaan lega saat melihat keadaan anaknya yang baik-baik saja.


"Tentu saja Ala baik-baik saja. Kalena Ala memiliki otak yang sangat licik untuk membodohi meleka agal mau belkelja cama dengan Ala. Jika Ala ndak pandai memanfaatkan meleka mungkin saja meleka sudah melukai Ala," batin Ara.


"Biarkan anak kita istirahat sayang. Apa kamu tidak kasihan dengan anak kita yang dari kemarin tidak bisa istirahat gara-gara di culik oleh mereka," ujar Alex.


"Baik mas," jawab Claudia.


"Sekarang Ara mandi dulu biar bisa tidur dengan nyenyak," ujar Claudia dengan lembut.


"Oc mommy," jawab Ara seraya pergi ke kamar mandi yang ada di kamar mereka.


"Bagaimana mas Alex bisa menemukan Ara?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Dengan cara melacak no HP penculik itu." Jelas Alex.


"Bagaimana mas Alex bisa memiliki no HP penculik itu?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Mereka sendiri yang menghubungi aku. Jika mereka tidak menghubungi aku mana mungkin aku bisa tahu no HP mereka." Jelas Alex.


"Apa mereka meminta uang tebusan?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Iya," jawab Alex dengan cepat.


"Berapa yang mereka minta?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Sebanyak 2 milyar," ujar Alex.


"Biarkan saja mereka mendapatkan uang itu. Karena bagi aku Ara lebih dari segalanya. Jika mereka meminta semua harta benda kita, aku akan kasih. Asalkan anak kita bisa kembali pada kita," ujar Claudia.


"Tidak salah aku mencintai kamu sayang. Karena kamu wanita yang sangat baik. Jika wanita lain pasti lebih mempertahankan hartanya di bandingkan anaknya sendiri. Sedangkan kamu malah sebaliknya," batin Alex yang merasa bangga dengan istrinya.


"Besok aku ingin pulang ke negara kita. Karena aku tidak mau mereka menculik Ara lagi," ujar Claudia.


"Kamu tenang saja sayang. Mereka tidak akan menganggu anak kita lagi karena aku akan mengirim mereka ke kantor polisi," ujar Alex seraya menenangkan istrinya.


"Walaupun mas Alex masukan mereka ke penjara, aku tetap saja khawatir. Pokoknya besok kita akan kembali ke negara kita sendiri jika mas Alex masih ingin tinggal di sini terserah. Yang jelas aku dan Ara akan pulang ke California," ujar Claudia yang tetap ngotot ingin pulang ke negaranya.


"Baiklah. Besok kita pulang," ujar Alex dengan pasrah.


"Kurang ajar. Ini semua gara-gara mereka yang sudah menculik anak ku. Jika mereka tidak menculik anak ku, maka kami masih bisa berbulan madu di sini," batin Alex dengan wajah kesal.





Bersambung....

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2