One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Bulan Madu )


__ADS_3

Di Mansion Alexander


Saat ini Claudia dan Alex sedang duduk santai diatas sofa sembari menonton televisi. Namun sebenarnya yang menonton hanyalah Alex, karena Claudia sibuk menatap layar laptopnya sembari jari-jemarinya bergerak lihai menari-nari diatas keyboard.


Alex mulai gelisah. Ia menatap televisi, kemudian menatap istrinya yang sedang sibuk. Hingga akhirnya ia memberanikan diri mendekati istrinya. Dipeluk nya tubuh Claudia dari samping, membuat Claudia terkejut dengan keberanian suaminya itu.


"Sayang," panggil Alex dengan suara lembut.


"Ada apa?" Kamu sebenarnya kenapa sih? Dari tadi kelakuan kamu aneh banget?" tanya Claudia dengan penasaran.


Bukannya menjawab, Alex malah tersenyum manis, lalu menggerakkan pelukannya.


"Ayo kita bulan madu." Perkataan Alex sontak membuat Claudia tersedak ludahnya sendiri. Apa ia tidak salah dengar tadi? Suaminya mengajaknya bulan madu.


"Kamu sebenarnya kenapa sih mas?" Tiba-tiba mengajak berbulan madu. Jika mas mau pergi berbulan madu pergi saja sendiri, beres kan," ujar Claudia dengan santai.


"Bagaimana bisa aku pergi berbulan madu hanya sendiri. Di mana-mana kalau mau pergi berbulan madu pasti bersama istrinya," ujar Alex dengan wajah kesal.


"Kalau begitu ajaklah wanita sewaan untuk menemani kamu pergi berbulan madu," ujar Claudia dengan wajah tanpa dosa.


"Clau?" Kenapa kamu tega sekali bicara seperti itu sama suami kamu sendiri? Bagaimana bisa aku pergi dengan wanita lain sedangkan aku sudah memiliki istri yaitu kamu?" tanya Alex dengan wajah kecewa saat mendengar perkataan istrinya.


"Dengar mas. Aku mau menikah dengan kamu hanya karena Ara anak kita bukan karena aku mencintai kamu. Jadi lupakan soal bulan madu seperti pasangan lain. Karena pernikahan kita hanyalah pernikahan palsu," ujar Claudia tanpa perasaan.


"Tega kamu Clau. Setelah mengatakan itu Alex langsung pergi dari sana dengan perasaan kecewa dan hancur saat dia mendengar perkataan istrinya itu.


Di Ruang Pribadi Alex


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Ara... Sedang apa kamu di sini? Sebaiknya Ara pergi tidur sana," titah Alex dengan lembut.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Apa Ala bisa bicala cama daddy sebental?" tanya Ara tanpa menjawab pertanyaan ayahnya yang di jawab anggukan kepala oleh Alexander.

__ADS_1


Saat ini dia sedang duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerja pribadinya sendiri bersama dengan anaknya.


"Ara mau bicara apa sama daddy?" tanya Alex dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Apa daddy sedang sedih gala-gala mommy menolak ajakan daddy pelgi belbulan madu?" tanya Ara.


"Siapa yang memberitahukan sama Ara kalau daddy mau mengajak mommy pergi berbulan madu?" tanya Alex yang terkejut saat mendengar perkataan anaknya itu.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tadi Ala ndak sengaja mendengal pembicalaan daddy cama mommy. Ala ndak tahu apa maksud pelkataan daddy cama mommy tentang bulan madu itu.


"Kelena penasalan ahlil na Ala beltanya cama aunty Dian apa itu altina bulan madu. Setelah itu aunty Dian menjelaskan cama Ala kalau bulan madu itu alti na, pelgi libulan ke lual negeli," ujar Ara dengan wajah polos.


Mendengar perkataan anaknya membuat Alex bernafas lega. Dia pikir baby sister anaknya ini, bicara yang tidak pantas di dengar oleh anak berumur empat tahun.


"Apa Ara mendengar semua perkataan mommy tadi?" tanya Alex yang takut anaknya ini mendengar perkataan Claudia yang mengatakan pernikahan mereka hanyalah pernikahan palsu.


"Tentu saja dengal Dad.Tapi Ala ndak ngelti apa yang kalian peldebatkan. Yang Ala ngelti mommy mau menikah cama daddy gala-gala keinginan Ala dan juga tentang bulan madu. Kalau masalah lain Ala ndak ngelti," ujar Ara dengan cepat.


"Tenapa mommy ndak mau pelgi libulan ke lual negeli dad?" tanya Ara dengan penasaran.


"Daddy juga tidak tahu sayang," jawab Alex yang tidak mau menjelaskan pada anaknya alasan Claudia menolak ajakan dia tadi.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Bagaimana kalau kita mencali pelempuan untuk kita suluh belpula-pula menjadi pacal na daddy.


"Dengan begitu mommy pasti akan mau mengikuti daddy ke lual negeli. Tapi, bukan daddy yang halus membujuk mommy agal mau pelgi ke sana. Daddy pula-pula malah saja cama mommy.


"Gililan membujuk mommy bial ulusan Ala saja. Daddy hanya pula-pula belakting dengan teman cewek daddy seolah-olah kalian cepelti pasangan mesla. Nah pada saat itu lah Ala mempengaluhi mommy agal mau pelgi ke lual negeli tapi bukan cama daddy melainkan cama Ala," ujar Ara dengan percaya diri kalau ide dia ini pasti akan berhasil.


"Tapi daddy tidak pernah dekat dengan perempuan lain selain mommy kamu sayang. Daddy juga tidak bisa berakting mesra sama perempuan," ujar Alex.


Mendengar perkataan ayahnya membuat Ara menepuk jidatnya sendiri. Dia tidak menyangka ayahnya ini laki-laki yang sangat kaku saat menyangkut masalah perempuan.


"Nanti kita minta film yang kemalin aunty Dian nonton buat daddy pelajali agal bisa mencontohkan bagaimana cala menjadi laki-laki lomantis cepelti pemelan utama dalam film itu," ujar Ara yang keceplosan bicara kalau dia sering menonton film romantis ala-ala oppa Korea bersama Dian baby sister nya itu.

__ADS_1


"Jadi Dian selama ini mengajari kamu menonton film orang dewasa dari pada film kartun yang lebih pantas buat anak kecil seperti kamu?" tanya Alex dengan tatapan tajamnya.


Glekk


"Ah... Tenapa Ala halus kecoplosan bicala sih. Bagaimana kalau daddy malah cama Ala," batin Ara dengan wajah cemas.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sudah lah dad. Lupakan masalah itu, lebih baik daddy menjalankan lencana Ala agal mommy mau ikut libulan cama daddy," ujar Ara seraya mengalihkan pembicaraan agar dia tidak kenak marah sama ayahnya itu.


"Baiklah. Daddy akan menjalankan rencana kamu itu. Apa rencana Ara ini akan berhasil?" tanya Alex yang ragu dengan ide anaknya ini.


"Ihhh pucing pala Ala..."


"Daddy tenang saja, selama ini lencana Ala ndak pelnah gagal. Bahkan Ala bisa mengalahkan pengacala licik yang dulu pelnah membantu ibu tili na mommy untuk melebut halta na kembali.


"Ndak hanya itu saja. Ala juga yang melapolkan ibu tili na mommy cama om polici hingga meleka beldua di tangkap,"Jelas Ara dengan sombong.


"Apa? Jadi mereka di tangkap oleh polisi gara-gara perbuatan Ara? Bukannya mommy kamu yang melakukan itu?" tanya Alex dengan wajah terkejut saat mendengar perkataan anaknya.


Dia tidak menyangka kalau selama ini sudah salah paham. Dia pikir istrinya lah yang sudah menghancurkan wanita bermuka dua itu. Tak taunya malah anak berumur empat tahun yang sudah mengalahkan para manusia serakah dan licik itu. Ternyata otak licik anaknya ini tidak bisa di kalahkan oleh siapapun.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tentu saja itu ide na Ala. Enak saja daddy belpikil itu ide na mommy. Asal daddy tahu, kalau ndak ada Ala saat itu. Sekalang mommy pasti sudah meninggal gala-gala di siksa cama nenek sihil itu.


"Meleka bukan lawan yang mudah untuk di lawan dengan tenaga. Kalena fisik meleka lebih kuat dali pada kami semua. Tapi, meleka lupa masih ada Ala yang mempunyai selibu otak licik yang telsimpan di dalam kepala Ala hingga membuat meleka kalah tanpa membuat Ala mengelualkan kelingat seditpun," ujar Ara seraya tertawa terbahak-bahak.


"Oh Tuhan... Ternyata anak aku lebih pintar dari pada aku. Jika aku menghukum mereka dengan cara penyiksaan. Tapi anak aku ini hanya perlu mengeluarkan ide liciknya agar musuhnya kalah tanpa membuat dia terluka sedikitpun," batin Alex.





Bersambung....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2