
Di Ruangan Kerja Alexander Lemos
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Maaf tuan Alex, saya mau mengabarkan sebentar lagi kita akan ada meeting dengan klien dari Jepang," ujar Laura sekretaris Alexander.
"Di mana Andre? Apa dia sudah datang?" tanya Alex dengan penasaran.
"Tuan Andre sudah ada di dalam ruangan meeting sedang menemani klien tuan," balas Laura dengan sopan.
"Siapkan berkasnya sekarang juga," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab Laura dengan singkat seraya pergi dari sana.
"Dian jaga anak saya dengan baik jangan sampai dia kenapa-kenapa. Jika kali ini kamu melakukan kesalahan lagi maka saya pastikan akan memecat kamu dengan cara tidak hormat," ujar Alex seraya mengancam baby sister anaknya.
"Baik tuan muda," jawab Dian dengan sopan.
"Ara? Daddy tinggal dulu sebentar karena daddy harus menemui klien daddy yang baru datang dari Jepang," ujar Alex pada anaknya dengan lembut.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Daddy ndak pelu khawatil cama Ala kalena Ala bisa menjaga diri Ala sendili. Apalagi ada aunty Dian di sini pasti aunty Dian bisa menjaga Ala dali pala olang yang belniat buluk pada Ala," ujar Ara.
"Ya sudah, daddy pergi dulu, jika Ara perlu sesuatu beritahukan pada aunty Laura," ujar Alex seraya pergi dari sana. Sementara Ara hanya menganggukkan kepalanya saja.
Di Ruang Meeting
"Selamat pagi tuan Alex." Sapa klien Alex dengan sopan.
"Pagi pak Akio , silahkan duduk," ujar Alex dengan tegas seraya duduk di depan mereka.
"Baik tuan Alex," balas pak Akio dengan sopan.
"Bagaimana dengan tawaran kerjasama dengan perusahaan saya pak Alex? Jika anda tertarik bekerjasama dengan perusahaan saya maka kita bisa segera meluncurkan iPhone model terbaru tahun ini," ujar pak Akio dengan penasaran.
__ADS_1
"Jika saya bekerjasama dengan perusahaan anda berapa keuntungan yang Anda berikan pada saya pak Akio? Anda sangat tahu saya tidak akan mau bekerjasama jika tidak menguntungkan untuk perusahaan saya."
"Dan perlu anda tahu, jika saya ini pemilik perusahaan terbesar yang sudah banyak menciptakan iPhone yang sangat canggih, dan pastinya harganya sangat mahal," ujar Alex seperti biasa yang selalu bersifat angkuh dan juga sombong.
Mendengar perkataan Alex membuat Akio menghela nafas panjang. Ternyata apa yang dia dengar dari orang-orang semuanya benar kalau Alex tidak akan mau bekerjasama dengan seseorang jika dia tidak memiliki keuntungan yang besar.
Tapi ini kesempatan dia agar perusahaan nya itu bisa lebih terkenal jika sampai bekerjasama dengan perusahaan raksasa milik Alexander Lemos.
"Bagaimana kalau kita bagi rata 50% untuk anda dan 50% untuk saya?" Akio berharap Alex mau menerima tawaran nya.
"Saya tidak mau, jika anda ingin bekerjasama dengan perusahaan saya maka anda harus memberikan saya keuntungan 60℅ sedangkan anda 40%. Jika mau maka kita bisa tanda tangan sekarang juga, jika anda tidak mau juga tidak masalah karena saya juga tidak akan rugi jika anda tidak jadi bekerjasama dengan perusahaan saya," ujar Alex dengan tegas.
"Tuan Alex benar-benar sangat licik. Dia tahu kalau perusahaan aku saat ini sedang membutuhkan bantuan dia. Itu sebabnya dia ingin mengambil keuntungan yang sangat banyak dari perusahaan aku. Tapi, jika aku tidak menerima kerjasama ini maka perusahaan aku bisa saja bangkrut saat ini juga," batin pak Akio.
"Baiklah, saya setuju dengan tawaran anda tuan Alex. Apa sekarang kita bisa menandatangani kerjasama ini?" Dia tidak masalah hanya mendapatkan keuangan sebesar itu dari pada perusahaan nya bangkrut lebih baik dia menerima kerjasama dengan Alexander setidaknya perusahaan dia masih bisa di selamatkan.
"Oke," jawab Alex seraya menandatangani kerjasama itu setelah dia membaca terlebih dahulu.
Dia tidak akan menandatangani sesuatu tanpa membaca terlebih dahulu. Sedikit saja kita lengah maka musuh langsung bisa menjatuhkan kita tanpa sisa.
Itu sebabnya Alex selalu melakukan pekerjaan dengan hati-hati dan sangat teliti sehingga musuh akan sulit jika ingin menjatuhkan perusahaan Alexander Lemos. Bagaimana bisa mereka menjatuhkan perusahaan Alex jika bos perusahaan itu saja jauh lebih licik dari pada siapapun.
"Terima kasih tuan Alex. Senang bisa bekerjasama dengan anda," ujar pak Akio seraya mengulurkan tangan tanda salaman.
"Sama-sama, semoga kerjasama kita kali ini bisa lancar dan sukses," ujar Alex seraya menerima tangan Akio.
"Kalau begitu kami pulang dulu, permisi," ujar pak Akio seraya pergi dari sana. Sementara Alex hanya menganggukkan kepalanya saja.
•
•
•
Di Ruangan Kerja Alexander Lemos
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Cklek
"Selamat siang kak Alex. Ini aku bawakan makan siang buat kak Alex aku harap kakak suka dengan makanan yang aku bawakan ini," ujar seseorang dengan antusias.
"Kenapa kak Alex tidak bicara apapun?" Dan kenapa kak Alex duduknya malah membelakangi aku seperti ini?" Dia merasa bingung saat melihat Alex yang hanya diam saja sejak tadi.
"Apa kak Alex tidak suka aku bawakan makan siang? Maafkan aku jika aku lancang membawakan makan siang untuk kak Alex, aku bawakan makan siang tidak ada maksud apapun kok. Aku berharap kak Alex mau menerima makanan yang aku bawakan ini." Dia sedari tadi selalu mengoceh sedangkan orang yang duduk di kursi kebesaran Alex masih terdiam tanpa bicara sepatah kata pun.
Karena tidak tahan mendengar ocehan orang itu membuat orang yang sedang duduk di kursi kebesaran Alex langsung saja membalikkan kursinya dengan segera sehingga membuat orang itu kaget dan terkejut saat melihat ternyata bukan Alexander yang sedang duduk di sana melainkan orang lain.
"Kau... siapa? Kenapa kamu bisa ada di dalam ruangan kak Alex?" tanya orang itu dengan wajah terkejut.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Justlu Ala yang beltanya siapa kau? Tenapa kamu bisa masuk ke luangan kelja daddy na Ala?" tanya Ara dengan bingung saat melihat ada orang lain yang masuk ke dalam ruangan kerja ayahnya.
Yah, orang yang dari tadi duduk di kursi kebesaran Alex adalah Arrabella Anastasya Lemos. Sedangkan orang yang sedari tadi mengoceh adalah Aluna wanita yang sudah merusak hubungan Alex dan Claudia.
Dia sengaja datang ke perusahaan Alexander untuk mengambil hati Alex agar mau menerima dia menjadi istri nya.
"Daddy? Jadi kamu anak kandung kak Alexander?" tanya Aluna yang merasa terkejut saat mendengar perkataan Ara.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa aunty malah beltanya lagi? Apa aunty ndak bisa mendengal apa yang Ala katakan tadi? Apa aunty pikil anak olang lain akan belani masuk ke dalam luangan daddy na Ala? Ala sangat yakin, ndak akan ada seolang pun yang belani masuk ke dalam luangan daddy na Ala tanpa izin dali na apalagi sampai duduk di kulsi kelja daddy," ujar Ara dengan wajah kesal.
Mendengar perkataan Ara membuat Aluna terdiam seperti patung. Karena apa yang di katakan oleh Ara benar adanya. Jika orang lain mana berani masuk ke dalam ruangan Alex apalagi duduk di kursi kebesaran Alexander.
Ternyata benar, jika laki-laki yang sangat dia cintai sudah menikah. Bahkan dia sudah memiliki anak yang sangat mirip dengan nya.
"Aku pikir kak Alex tidak serius mengatakan dia sudah menikah dan memiliki anak. Tapi sekarang dengan melihat wajah anak ini saja sudah bisa membuktikan kalau dia benar-benar anak kandung kak Alex. Berarti benar, yang kemarin datang ke sini istri sah kak Alex. Apa istri kak Alex sudah kembali pada kak Alex? Jika iya, maka usaha ku untuk memisahkan mereka sia-sia," batin Aluna dengan wajah cemas.
•
•
•
Bersambung....
__ADS_1
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿