One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Acara Pernikahan Daffa Dan Aluna )


__ADS_3

Acara Pernikahan Daffa Dan Aluna


Hari yang di tunggu akhirnya datang juga. Hari ini hari yang di nanti oleh Daffa Roberto yaitu menikah dengan wanita yang sangat dia cintai. Yah, hari ini adalah acara pernikahan Daffa dan Aluna, pernikahan yang sengaja di selenggarakan di sebuah hotel mewah milik sahabatnya yaitu Alexander Lemos sang penguasa negara ini.


Dengan anggun, Aluna masuk ke ballroom membuat semua atensi mengarah kepadanya. Aluna tersenyum manis saat matanya bersirobok dengan netra Daffa yang menatapnya penuh cinta. Kilatan blitz kamera mengiringi setiap langkah Aluna hingga berdiri di depan Daffa.


Lalu Daffa pun membimbing Aluna menuju ke depan altar. Tak lama kemudian, janji suci pun di ucapkan oleh keduanya. Akhirnya, keduanya kini telah sah sebagai pasangan suami istri.


Ada rasa haru yang menyeruak di dada keduanya. Mata Daffa dan Aluna berkaca-kaca. Rasa bahagia itu benar-benar tak terlukis kan. Walaupun Aluna belum mencintai Daffa tetapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan berusaha mencintai Daffa sepenuh hatinya. Dan dia akan setia mendampingi suaminya hingga akhir hayatnya.


"Terima kasih telah memaafkanku dan menerimaku jadi suamimu, my wife," ujar Daffa setelah janji suci terucap. Dia tidak menyangka sekarang statusnya sudah berubah menjadi seorang suami bagi wanita yang sangat dia cintai. Dia pikir, selamanya akan menjadi laki-laki brengsek yang suka mempermainkan wanita. Tetapi setelah bertemu dengan Aluna dia langsung tertarik padanya dan ingin bisa mengikat wanita itu untuk menjadi istrinya walaupun dengan cara memaksa.


"Terima kasih juga karena mau mencintai aku, wanita yang penuh kekurangan ini, my husband," balas Aluna dengan tersenyum manis.


Melihat adegan romantis itu, membuat tamu kian riuh. Mereka pun berseru agar sang pengantin pria segera mencium pengantin wanitanya.


Tak menunggu lama, Daffa pun segera mencium bibir Aluna sesuai keinginan para tamu. Yah, walaupun sebenarnya itu juga keinginannya dari tadi. Bahkan sejak saat ia melihat betapa cantik Aluna yang telah berbalut gaun pengantin.


Namun ia menahan diri, tak ingin merusak lipstik maupun make up Aluna. Atau bahkan menggagalkan hari indah ini sebab tak dapat ia pungkiri, melihat kecantikan Aluna saja bisa membangunkan burungnya yang tengah tertidur pulas. Bagaimana bila ia mencium wanita itu di kamarnya tadi? Bisa-bisa ia tidak bisa menahan diri.

__ADS_1


Kini sisi melemparkan bunga. Aluna dan Daffa telah menggenggam bunga dengan membelakangi para tamu yang tampak ingin merebut buket bunga pengantin. Sepertinya mereka pun sudah tak sabar ingin menikah seperti Daffa dan Aluna. Saat para gadis tengah menantikan buket bunga jatuh ke tangan mereka.


"Satu, dua, ti... ga..."


Bunga pun dilempar. Sorak para gadis terdengar dari area belakang membuat Daffa dan Aluna segera menoleh dan membelalakkan matanya dengan mulut menganga saat mengetahui siapa yang mendapatkan buket bunga tersebut.


"Jingga..."


Bukan hanya Daffa dan Aluna yang terkejut serta para gadis yang tadinya berebut, tapi juga orang tuanya. Mata mereka terbelalak saat menyadari buket bunga itu jatuh tepat di atas pangkuan nya.


"Selamat sayang! Sepertinya kamu akan segera menyusul kakak kamu," ujar ibunya Daffa dengan antusias. Dia sangat berharap anaknya yang satu lagi secepatnya menikah seperti anak pertamanya. Dia ingin anaknya bisa bahagia dengan pasangan nya masing-masing. Dia bisa tenang jika seandainya tidak ada lagi di dunia ini karena sekarang anak-anak sudah ada yang menjaganya.


Jingga tampak masih terbengong-bengong melihat buket bunga itu. Aluna lantas turun dan memeluk adik iparnya dengan erat. Walaupun mereka baru mengenal tetapi dia langsung cepat akrab dengan nya di karenakan dia dari dulu ingin memiliki adik perempuan seperti dirinya.


"Semoga cepat nyusul ya, Ga," ujar Aluna seraya mengerlingkan sebelah matanya. Sedangkan Jingga masih terpaku karena belum sepenuhnya sadar saat melihat buket bunga yang ada di tangannya.


"Bagaimana aku bisa menikah sedangkan pacar saja aku tidak punya? Kenapa malah aku yang mendapatkan buket bunga ini? Padahal di sana banyak para gadis yang menginginkan buket bunga ini, sedangkan aku yang tidak butuh buket bunga ini malah mendapatkan nya. Dan sekarang aku malah mendapatkan ucapan selamat, padahal aku belum ada kepikiran untuk menikah," batin Jingga.


"Terima kasih." Karena tidak tahu harus menjawab apa, akhirnya Aluna hanya menjawab itu saja. Sedangkan Aluna hanya menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


Saat Aluna ingin kembali pada suaminya dia tidak sengaja melihat Alexander dan istrinya yang sedang menghampiri dirinya sehingga membuat dia ketakutan. Dia takut jika Alexander mempermalukan dirinya di depan semua orang atas kesalahan yang dia lakukan padanya.


"Selamat atas pernikahan kamu, semoga kalian cepat di berikan momongan," ujar Claudia dengan lembut. Walaupun dia tahu wanita itu telah melakukan kesalahan yang ingin memisahkan dia dan suaminya tetapi dia tetap mau memaafkan wanita itu. Karena pada dasarnya Claudia memiliki hati yang baik dan lembut.


Mendengar perkataan Claudia membuat Aluna merasa malu pada dirinya sendiri karena pernah berniat ingin memisahkan Claudia dan suaminya untuk bisa di miliki untuk nya. Tetapi wanita ini justru dengan rendah hati malah mau memaafkan dirinya walaupun sudah melakukan kesalahan besar padanya. Sekarang dia sudah mengerti kenapa Alexander lebih memilih wanita ini dari pada dirinya karena wanita ini pantas untuk di cintai karena dia memiliki hati yang sangat baik.


"Terima kasih. Dan maafkan aku karena sudah memiliki niat untuk memisahkan kalian berdua," ujar Aluna dengan wajah penuh penyesalan.


"Iya, aku harap kamu mau berubah menjadi orang baik dan tidak ada niatan untuk memisahkan kami lagi," ujar Claudia.


"Nona tenang saja, aku sudah berjanji untuk menjadi orang yang baik dan tidak ada niatan untuk memisahkan kalian lagi," ujar Aluna.


"Syukurlah jika kamu sudah berubah," ujar Claudia dengan perasaan lega.


"Jika kau berani melakukan kesalahan lagi, maka aku akan membuat kau menyesal karena sudah berani berurusan dengan ku," ujar Alex yang sedari tadi mendengarkan perkataan mereka.


Mendengar perkataan Alex membuat Aluna menelan ludahnya sendiri. Dia bersyukur karena Alex masih mau memberikan dia satu kesempatan untuk berubah. Jika saja Alex tidak memberikan dia kesempatan mungkin sekarang dia sudah meninggalkan dunia ini.


"A... Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi," balas Aluna seraya terbata-bata. Beruntung dia masih selamat

__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2