One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Di Ruangan CEO Claudia )


__ADS_3

Saat ini Claudia dan Akas sudah kembali ke dalam Ruangan CEO yang saat ini sudah digantikan oleh Claudia.


"Bagaimana clau? Apa semuanya sudah beres?" tanya Alice dengan penasaran.


"Semuanya sudah selesai kak Al.. sekarang aku sudah bisa menggantikan posisi daddy di perusahaan ini," ujar Claudia dengan lega.


"Wah... aku tidak menyangka sekarang kamu sudah menjadi seorang CEO di perusahaan besar. Jika kamu bekerja di perusahaan ini terus bagaimana dengan Restoran kita?" tanya Alice dengan penasaran.


"Mulai sekarang aku serahkan restoran sama kak Al... karena aku tidak mungkin bekerja di dua tempat sekaligus. Jika nanti aku tidak sibuk di perusahaan, baru aku sekali-kali akan berkunjung ke restoran untuk melihat perkembangan yang ada di restoran kita," ujar Claudia yang mempercayakan restoran pada Alice.


"Baiklah. Jika itu sudah menjadi keputusan kamu. Aku akan bekerja dengan giat agar restoran kita semakin sukses," ujar Alice.


"Apa kalian sudah sarapan tadi?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Tenang saja clau... aku dan Ara sudah sarapan tadi. Jadi kamu tidak perlu khawatir kalau kita akan kelaparan," ujar Alice.


"Baiklah kalau begitu. Aku ingin membahas perkerjaan dengan kak Akas dulu," ujar Claudia seraya pergi ke kursi kebesarannya.


"Ok. Kamu lanjutkan pekerjaan kamu saja. Ara biar aku yang jaga," ujar Alice.


Sementara Ara hanya memutar bola matanya malas.


"Dacal muka tembok. Pandai cekali dia mempengaluhi mommy campai dia di pelcayakan menggantikan mommy di lestolan. Untung saja dia aunty Ala. Kalau ndak, sudah Ala kilim dia ke tempat asal na," batin Ara dengan wajah kesal.


"Bagaimana perkembangan perusahaan ini kak Akas?" tanya Claudia saat dia sudah duduk di kursi kebesarannya.


"Semenjak perusahaan dipimpin oleh pak Romy orang kepercayaan nyonya Barbara. Perusahaan banyak mengalami masalah yang sangat besar nona."Jelas Akas Arsyad yang sedang duduk di depan meja kerjanya Claudia.


"Apa masalah yang disebabkan oleh pak Romy?" tanya Claudia dengan wajah cemas.


"Pak Romy banyak sekali menarik uang perusahaan ke dalam rekening pribadinya. Sehingga perusahaan mengalami penurunan yang sangat besar. Jika masalah ini tidak segera di tangani maka perusahaan ini akan mengalami kebangkrutan."Jelas Akas.


"Kurang ajar. Jadi selama ini ada pengkhianat di dalam perusahaan daddy. Kenapa kak Akas dan daddy tidak pecat orang itu?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Saya tidak berani bertindak sama dia nona. Karena saya hanya bawahannya saja. Sementara tuan Henry sama sekali tidak tahu masalah perusahaan. Itu sebabnya dia semena-mena terhadap perusahaan ini." Jelas Akas seraya menundukkan kepalanya dengan perasaan bersalah.


"Panggil dia kemari, dan kak Akas bisa kembali keruangan kakak sekarang juga," titah Claudia dengan tegas.


"Baik nona muda," jawab Akas seraya pergi dari sana.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


"Masuk," sahut seseorang yang ada di ruangan itu.


Cklek


"Kenapa nona Claudia ingin menemui saya?" tanya pak Romy saat dia sudah ada di depan Claudia.


"Sejak kapan pak Romy berkhianat pada perusahaan ini?" tanya Claudia dengan tatapan tajamnya.


"A... apa ma... maksud nona Claudia?" tanya pak Romy terbata-bata.


"Beraninya anda berkhianat pada perusahaan saya. Apa anda pikir karena daddy saya tidak bisa lagi memimpin perusahaan ini anda bisa semena-mena korupsi uang perusahaan," ujar Claudia seraya menahan emosi agar tidak meledak.


"Saya tidak mungkin korupsi nona Claudia. Saya selama ini bekerja dengan jujur." Kilah pak Romy yang masih bersikeras tak mau mengakui kesalahannya itu.


"Lihat dan baca ini baik-baik. Setelah membaca semua kecurangan yang selama ini anda lakukan."


"Apa anda masih berani untuk berbohong sama saya?" tanya Claudia dengan tatapan tajamnya.


"I... ini semua tidak benar nona Claudia. Saya tidak mungkin melakukan itu." Pak Romy berucap dengan wajah ketakutan.


Plok


Plok


Plok


"Baiklah. Mulai sekarang anda di pecat dari perusahaan ini dengan cara tidak hormat. Dan anda harus kembalikan uang yang anda curi dari perusahaan ini. Jika tidak, saya akan melaporkan anda ke polisi," ujar Claudia seraya mengancam pak Romy.


"Aku mohon nona, jangan pecat saya dari sini. Saya mengaku salah. Saya akan kembalikan uang itu tapi tolong jangan pecat saya dari sini." Mohon pak Romy seraya berlutut di bawah kaki Claudia.


"Maaf pak Romy. Tidak ada kesempatan untuk orang yang sudah berkhianat pada perusahaan ini. Silahkan anda pergi dari perusahaan ini sebelum saya menelepon polisi untuk menangkap anda. Dan ingat saya memberikan anda waktu selama seminggu untuk mengembalikan uang perusahaan yang anda korupsi selama ini.


"Jika dalam waktu seminggu anda masih belum kembalikan uang itu. Berarti anda sudah siap masuk penjara. Jangan coba-coba untuk kabur dari negara ini jika anda tidak ingin menjadi buronan polisi.


"Silahkan anda pergi dari sini sebelum saya menyuruh satpam menyeret anda dari perusahaan saya," titah Claudia dengan tegas.


Mendengar ancaman Claudia mau tidak mau pak Romy terpaksa pergi dari sana. Dari pada dia dilaporkan ke polisi lebih baik dia kehilangan pekerjaan nya saja.


📞 "Keruangan aku sekarang juga," perintah Claudia pada seseorang di sebrang sana.


📞 "Baik nona," jawab orang itu seraya mematikan smartphone nya.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Apa ada yang bisa saya bantu nona muda?" tanya Akas saat sudah ada di depan Claudia.


"Silahkan duduk dulu kak Akas," titah Claudia. dengan tegas


"Baik nona muda," jawab Akas dengan sopan.


"Apa yang harus kita lakukan untuk membuat perusahaan ini agar bisa kembali stabil seperti dulu lagi?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Jika kita ingin perusahaan ini bisa stabil seperti dulu lagi. Hanya satu cara yang bisa kita lakukan nona." Jelas Akas dengan cepat.


"Apa itu?" tanya Claudia dengan antusias.


Dia berharap rencana yang di berikan oleh Akas bisa menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan.


"Kita harus mengajukan kerjasama dengan perusahaan Apple Inc milik tuan Alexander Lemos. Karena cuman perusahaan mereka yang bisa menolong kita saat ini." Jelas Akas dengan cepat.


"Ya sudah. Buatlah janji dengan tuan Alex agar kita bisa membicarakan masalah kerjasama dengan perusahaan mereka. Karena kita tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan yang di sebabkan oleh pak Romy," perintah Claudia dengan tegas.


"Tapi nona. Sangat susah untuk bertemu dengan CEO perusahaan itu. Tapi saya akan tetap berusaha membuat janji dengan mereka, siapa tahu kita bisa beruntung bertemu mereka nanti," ujar Akas yang tidak yakin kalau mereka akan bisa bertemu dengan CEO perusahaan raksasa itu.


"Ok. Baiklah. Terima kasih karena kak Akas sudah banyak membantu perusahaan ini. Daddy beruntung memiliki anak buah yang setia seperti kak Akas," ujar Claudia dengan tulus.


"Sama-sama nona muda. Saya yang seharusnya berterima kasih pada tuan Henry karena berkat beliau saya bisa menjadi orang yang sukses seperti ini. Jadi sudah sepatutnya saya membalas semua jasa tuan Henry terhadap saya dulu," ujar Akas dengan tulus.


Claudia yang mendengar perkataan Akas sangat bersyukur karena masih ada orang baik dan setia seperti asisten ayahnya ini. Hanya dia yang tulus dan tahu balas budi terhadap keluarga nya, sementara orang lain banyak yang berkhianat pada ayahnya itu.


"Baiklah. Kak Akas bisa lanjutkan pekerjaan kakak sekarang," titah Claudia dengan tegas.


"Baik nona muda. Saya permisi dulu," ujar Akas seraya pergi dari sana.




__ADS_1


Bersambung.....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2