
Di Kamar Hotel
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Sudah cukup daddy belakting pula-pula selingkuh cama aunty Nabila. Apa daddy ndak kasihan cama mommy yang menangis dali tadi?" tanya Ara yang sejak tadi sudah malas mendengar perdebatan orang tuanya.
"Apa maksud Ara?" tanya Claudia dengan kening mengkerut.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Mommy dulu pelnah bilang cama daddy. Kalau mommy ndak akan pelnah masuk pelangkap Ala. Tapi nyata na, sekalang mommy malah teljebak dalam pelangkap yang Ala buat.
"Apa mommy tahu? Sebenal na ini hanyalah sandiwala kita semua untuk membuat mommy agal cembulu cama daddy." Jelas Ara seraya mengejek ibunya.
"Apa?" teriak Claudia yang merasa terkejut saat mendengar perkataan anaknya ini. Sungguh, dia tidak menyangka bisa di kerjain oleh mereka semua.
"Apa benar, mas Alex tidak selingkuh dengan perempuan ini?" tanya Claudia seraya menunjuk ke arah Nabila.
"Iya sayang," jawab Alex.
"Kenapa mas Alex tega lakukan ini sama aku?" tanya Claudia dengan wajah kesal.
"Aku sengaja melakukan ini agar kamu cemburu. Dan mau mengakui kalau kamu juga mencintai aku," ujar Alex.
"Kalian kenal di mana wanita itu? Kenapa dia mau membantu mas Alex?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Soal itu. Kamu tanya sama Ara, karena dia yang menyuruh Nabila untuk bersandiwara agar kamu cemburu," ujar Alex dengan cepat.
"Bukannya tadi mas Alex memanggil dia dengan sebutan Amira? Kenapa sekarang namanya malah berubah menjadi Nabila?" tanya Claudia dengan kening mengkerut.
"Sebenarnya nama Amira itu hanya nama samaran. Sedangkan Nabila nama Asli wanita itu." Jelas Alex yang di jawab anggukan kepala oleh Claudia.
"Bagaimana Ara kenal dengan wanita itu?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Oke. Ala akan celitakan, bagaimana cala Ala kenal dengan aunty Nabila," ujar Ara seraya menceritakan awal pertemuan dengan Nabila.
Flash Back ON
Saat itu Ara sedang berkunjung ke mansion Maxim Almero. Karena sudah lama dia tidak bertemu dengan Maxim sehingga dia ingin bertemu dengan Maxim di mansion nya itu.
Tok... Tok... Tok...
Cklek
"Kalian cari siapa?" tanya orang itu dengan sopan.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa daddy maksim ada di lumah ini?" tanya Ara dengan penasaran.
Mendengar perkataan Ara membuat orang itu terkejut, karena dia tidak menyangka ada anak kecil yang menyebut majikannya sebagai daddy. Setahu dia, Maxim belum pernah menikah apalagi punya anak.
__ADS_1
"Siapa kalian? Kenapa kamu menyebut tuan Maxim sebagai daddy kamu?" tanya pembantu yang ada di mansion Maxim dengan kening mengkerut.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Dengal ya bibi. Ala ini anak na, jadi wajal kalau Ala menyebut dia sebagai daddy na Ala, " ujar Ara.
"Yang di katakan nona kecil benar, kalau tuan Maxim adalah ayahnya. Jadi biarkan kami bertemu dengan tuan Maxim," sahut Dian baby sister nya Ara.
Mendengar perkataan Dian membuat pembantu itu terkejut. Dia tidak menyangka kalau majikannya ternyata sudah memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik.
"Baiklah. Silahkan masuk, tuan Maxim lagi ada di kamarnya sekarang. Biar saya panggilkan tuan Maxim dulu," ujar pembantu itu dengan sopan.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Bibi, ndak pelu memanggil daddy Maksim kesini. Bial Ala menyusul daddy di kamal na saja," ujar Ara dengan cepat yang di jawab anggukan kepala oleh pembantu itu.
"Ayo aunty Dian. Ala ndak sabal ketemu daddy Maksim," ajak Ara dengan antusias.
"Baik nona kecil." Dian menjawab dengan sopan.
Pada saat Ara pergi ke kamar Maxim. Dia tidak sengaja mendengar seseorang sedang berbicara lewat telpon yang kebetulan kamarnya tidak di kunci hingga siapapun orang yang melewati kamar ini pasti bisa mendengar dengan jelas apapun yang di bicarakan oleh orang itu termaksud Arrabella.
๐ "Sayang, aku mohon sama kamu jangan pergi ke mansion ini. Karena saat ini kak Maxim ada di mansion sekarang. Kamu tahu sendiri, kalau kak Max tidak pernah merestui hubungan kita. Jadi, lebih baik kita pacaran sembunyi saja," ujar Nabila dengan lembut.
๐ "Baiklah. Aku jemput kamu di luar mansion saja. Biar tidak ketahuan sama kakak kamu itu," sahut seseorang di sebrang sana.
๐ "Oke sayang. Aku bersiap-siap dulu sekarang. Kamu tunggu aku di sana saja," ujar Nabila dengan manja.
๐ "Oke sayang," jawab seseorang yang ada di sebrang sana seraya mematikan hpnya.
"Siapa kalian? Bagaimana kalian bisa masuk ke mansion ini?" tanya Nabila dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Aunty ndak pelu tahu, bagaimana cala Ala masuk ke dalam lumah ini. Yang pelu aunty tahu, Ala akan melapolkan pelbuatan aunty yang masih belhubungan dengan olang yang di benci oleh daddy Maksim," ujar Ara seraya mengancam Nabila dengan seringai liciknya.
Deg
"Gawat. Apa anak ini mendengar pembicaraan aku sama kak Devan tadi. Jika kak Maxim sampai tahu aku masih berhubungan sama kak Devan, bisa habis aku sama kak Maxim. Tapi siapa anak ini? kenapa dia memanggil kak Maxim dengan sebutan daddy? Apa anak ini anak kandung kak Maxim? Itu tidak mungkin, karena selama ini kak Maxim belum pernah menikah apalagi punya anak," batin Nabila.
"Siapa kamu? Kenapa kamu menyebut kak Maxim sebagai daddy? Tidak mungkin kakak aku memiliki anak seperti kamu. Karena selama ini dia belum pernah menikah apalagi punya anak," ujar Nabila.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Telselah jika aunty ndak pelcaya cama Ala. Yang jelas Ala sudah tahu lahasia aunty sekalang. Bagaimana kalau daddy Maksim sampai tahu, kalau adik na ini masih belhubungan cama olang yang paling dia benci," ujar Ara dengan seringai liciknya.
Mendengar perkataan Ara membuat Nabila kelimpungan dan juga ketakutan kalau sampai kakak nya tahu dia masih memiliki hubungan dengan Devan.
"Apa mau kamu?" tanya Nabila dengan wajah kesal.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Jika aunty mau Ala tutup mulut, itu mudah sekali. Aunty hanya pelu kasih uang buat Ala agal Ala bisa tutup mulut," sahut Ara dengan cepat.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka anak sekecil ini pandai sekali memeras aku, di saat aku sedang mengalami kesulitan seperti ini. Dasar bocah licik," batin Nabila dengan wajah kesal.
"Sebut saja, berapa nominal yang kamu mau?" tanya Nabila.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ndak banyak. Cuman lima latus juta saja," ujar Ara dengan santai.
"Apa?" teriak Nabila dengan wajah terkejut saat mendengar nominal yang di sebutkan oleh Ara. Sungguh, dia tidak menyangka anak sekecil ini bisa tahu uang sebanyak itu.
"Kenapa banyak sekali? Aku tidak punya uang sebanyak itu. Apa bisa di kurangi sedikit?" tanya Nabila dengan wajah memelas.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Kalau aunty ndak mau membelikan Ala uang yang Ala minta ndak apa-apa. Ala akan membocolkan lahasia aunty cama daddy Maksim. Ala sangat yakin, kalau sampai daddy Maksim tahu masalah ini. Aunty pasti akan di usil dali lumah ini. Kalena Ala pelnah dengal kalau daddy Maksim ndak suka cama pembohong," ujar Ara seraya menakuti Nabila.
"Benar juga apa kata anak ini. Kak Maxim paling benci orang yang berbohong. Apalagi sampai dia tahu, aku berbohong demi laki-laki yang paling dia benci. Lebih baik aku kasih saja anak ini uang tutup mulut agar dia diam dan tidak membocorkan rahasia yang selama ini aku simpan rapat-rapat dari kak Maxim," batin Nabila.
"Baiklah. Aku akan memberikan kamu uang tutup mulut. Tapi ingat, jangan sampai kak Maxim tahu rahasia yang selama ini aku simpan darinya." Nabila berucap dengan wajah kesal.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Aunty tenang saja, selama aunty membelikan Ala uang tutup mulut. Ala akan diam, tapi kalau aunty ndak membelikan Ala uang tutup mulut, maka saat itu juga Ala akan membocolkan lahasia aunty cama daddy Maksim," sahut Ara dengan cepat.
"Apa?" teriak Nabila yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.
"Apa aku harus memberikan kamu uang setiap hari?" tanya Nabila dengan wajah cemas.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Aunty tenang saja. Ala ndak sampai hati meminta uang cama aunty setiap hari. Ala hanya akan meminta uang setiap bulan sekali. Dan uang na, Ala cuman minta selatus juta, bukan na itu uang yang sedikit," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.
"Apa dia bilang? Seratus juta nominal yang sedikit. Anak ini benar-benar sangat cerdik dan licik," batin Nabila.
"Bagaimana kamu bisa tahu uang sebanyak itu? Bukannya kamu masih kecil, biasanya anak kecil tidak akan tahu masalah uang sebanyak itu?" tanya Nabila dengan penasaran.
"Tentu saja daddy yang membelitahukan cama Ala kemalin, saat aunty Lala sedang membutuhkan uang buat membayal lumah sakit kemalin. Tapi Ala ndak akan kasih tahu cama aunty ini, bialkan saja dia penasalan," batin Ara.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Aunty ndak pelu tahu, dali mana Ala bisa tahu uang sebanyak itu. Yang pelu aunty tahu, Ala cuman mau uang na sekalang. Kalau ndak, Ala akan membocolkan lahasia aunty cama daddy," ancam Ara.
"Oke. Aku akan memberikan kamu uang sekarang," ujar Nabila dengan pasrah, dari pada rahasia nya di bocorkan oleh Ara.
"Wah... beluntung na Ala bisa mendapatkan uang sebanyak itu dali aunty ini. Tanpa pelu mengelualkan kelingat, Ala langsung mendapatkan uang sebanyak itu," batin Ara dengan seringai liciknya.
FLash Back Off
โข
โข
โข
__ADS_1
Bersambung....
โผ โขโข โโโโเนโ โฏ เญจหเญง โฏโ เนโโโโ โขโข โผ