
Hotel Mewah
Hari ini hari yang di tunggu oleh Daffa Roberto juga Aluna Arkatama. Hari pernikahan yang akan menyatukan dua insan dalam satu ikatan yang sakral. menjadikan dua insan, dua hati, dan pemikiran menjadi satu yang saling melengkapi.
Pernikahan yang di selenggarakan di sebuah hotel mewah milik Alexander Lemos sang penguasa sekaligus teman lamanya Daffa Roberto. Mereka sengaja menyewa hotel milik Alexander Lemos karena hanya hotel miliknya lah yang paling mewah dari hotel milik orang lain.
Para tamu yang di undang rata-rata merupakan kalangan atas yang terdiri dari rekan bisnis, relasi, keluarga, teman, para kenalannya yang lain.
Tampak Aluna berada di ruang khusus sambil menatap cermin. Dirinya sedang dirias oleh make up artis ternama. Ia terpaku dengan benak tak henti meringis pilu. Hari ini hari bahagianya, meskipun rasa cinta itu belum hadir di dalam hatinya untuk laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Laki-laki yang mau melakukan apapun untuk nya bahkan dia rela kehilangan separuh sahamnya demi untuk menolong dirinya dan mau menerima dirinya walaupun dia sekarang tidak memiliki apa-apa lagi.
Aluna sudah bertekad untuk menyerahkan segenap jiwa dan raganya untuk calon suaminya itu. Ia akan membuka hatinya untuk menerima laki-laki yang sebentar lagi menjadi suaminya. Dia berjanji akan menjadi istri yang baik, dan setia terhadap suaminya, serta dia berharap keutuhan rumah tangga nya kelak tetap terjaga hingga hanya maut sebagai pemisah.
"Wow, you are so beautiful! Tidak salah kalau tuan muda Daffa yang terkenal sang Casanova sampai tergila-gila padamu. Karena kau benar-benar sangat cantik walaupun hanya memakai make up yang tipis seperti ini," ujar sang make up artis yang merasa terpukau saat melihat penampilan Aluna yang sangat cantik.
"Benarkah? Tapi aku merasa tidak secantik yang kamu katakan karena di luar sana jauh lebih cantik di bandingkan aku." Aluna yang merasa apa yang di katakan oleh sang make up artis itu tidaklah benar. Dia merasa dirinya tidak secantik itu karena di luar sana masih banyak wanita yang lebih cantik di bandingkan dirinya.
__ADS_1
Jika dulu dia selalu menjadi wanita angkuh dan sombong tetapi tidak untuk sekarang karena dia merasa tidak pantas mendapatkan pujian seperti itu saat mengingat mantan-mantan calon suaminya mungkin lebih cantik dan sexy di bandingkan dirinya. Jadi ia tidak akan lagi membanggakan dirinya dengan apa yang ia miliki walaupun dia menyadari tak kalah cantik di bandingkan para mantan-mantan calon suaminya.
"Bahkan sifat kamu pun sungguh rendah hati. Aku sangat yakin, kalau perempuan lain yang berada di posisi kamu, pasti mereka akan terlihat angkuh dan sombong dan membangga-banggakan dirinya ke semua sosial media. Tapi kau justru sebaliknya. Ah, andai tuan muda Daffa batal menikah dengan mu, maka aku akan bersedia jadi pengganti penggantinya," ujar make up artis yang merupakan seorang lelaki tampan dan gagah. Tak jarang sekarang ditemui make up artis yang merupakan seorang laki-laki. Pekerjaan yang biasanya di geluti kaum hawa itupun kini banyak diminati oleh para laki-laki. Semua tak masalah asalkan pekerjaan itu baik dan halal, semuanya akan baik-baik saja.
"Ekkhemm..." Terdengar dehaman dari arah pintu masuk membuat kedua orang itu sontak melebarkan bola matanya. Aluna membulatkan mata sambil menatap ke arah cermin yang memantulkan visual Daffa yang tampak tampan dan gagah dengan setelan tuxedo hitam. Dada Aluna seketika berdebar hebat. Netra Aluna sampai tak mampu berpaling pun berkedip, hanya terpaku pada satu sosok yang sedang mendekat dengan kedua tangan berada di dalam saku celananya.
"Ah, ternyata anda tuan muda Daffa. Anda mengejutkan kami saja," ujar sang make up artis yang berusaha terlihat santai di depan Daffa padahal dalam hati sudah ketakutan saat melihat wajah Daffa yang tidak bersahabat. Sungguh, sangat menyeramkan, seperti singa yang ingin memangsa buruannya.
Mata Daffa memicing tajam, seolah ingin mengintimidasi lawannya. Jelas saja sang make up artis bernama Evan itu menelan ludahnya sendiri.
"Apa kau sudah bosan hidup, hemmm?" tanya Daffa seraya memiringkan sedikit kepalanya." Sepertinya kau memiliki stok nyawa yang banyak sampai bisa-bisanya kau menggoda calon istri ku?" Sebuah smirk terbit di bibir Daffa. Evan benar-benar khawatir. Bagaimana kalau dia sampai mewujudkan perkataannya itu.
"Nona, make up-nya telah selesai. Kalau begitu saya permisi," ujar Evan cepat-cepat. Setelah itu ia meminta asistennya segera membereskan perlengkapannya. Kemudian ia pun segera pergi dari sana disusul asistennya.
Daffa mengedikkan bahunya. Jika ditanya apakah perkataan nya serius, maka jawabannya iya. Tapi Evan memilih jalan damai dan meminta maaf, maka Daffa pun mengampuninya. Namun bukan berarti setiap orang yang membuat kesalahan dan meminta maaf akan ia maafkan. Ada hal yang masih bisa ia toleransi dan maafkan, tapi ada juga yang tidak. Daffa lantas menghampiri Aluna yang masih saja menatapnya melalui pantulan cermin.
"Aku tahu sangat tampan, tapi kau tidak perlu memandang ku sampai seperti ini. Karena mulai hari ini dan seterusnya, wajah ini hanya akan jadi milikmu. Kau bebas untuk menikmatinya kapanpun kau mau," ujarnya penuh percaya diri membuat Aluna mendengus dan terkekeh geli.
__ADS_1
"Ck! Dasar tuan muda narsis," ujar Aluna seraya geleng-geleng kepala saat melihat calon suaminya yang sangat narsis seperti itu.
"Kau cantik sekali. Ini benar calon istriku atau bidadari yang jatuh ke bumi?" tanya Daffa dengan tatapan penuh cinta.
"Gombal." Aluna terkekeh. Meskipun hanya gombalan receh ternyata mampu membuat pikirannya yang tadi kacau karena memikirkan pernikahan tanpa cinta ini sekarang sedikit tenang.
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan tadi, hemmm? Apakah ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiranmu? Katakan saja, tak perlu ragu. Ingat, kau memiliki aku, kau bisa menceritakan apapun padaku," ujar Daffa yang kini telah memutar kursi Aluna sehingga mereka sudah saling berhadapan.
"Apa tuan Alex akan menggagalkan pernikahan kita?" Aluna sangat takut jika sampai Alexander masih dendam padanya sehingga memiliki niat untuk menggagalkan pernikahan ini untuk membuat dia malu di depan publik.
Mendengar perkataan Aluna membuat Daffa merasa memikirkannya. Dia takut kalau apa yang di bicarakan oleh calon istrinya benar adanya. Tetapi dia sangat yakin kalau temannya itu tidak mungkin memiliki niat jahat seperti itu. Karena jika sampai itu terjadi tidak hanya Aluna yang merasa malu tetapi dia juga merasa malu jika sampai pernikahan ini batal. Dia hanya bisa berharap pernikahan yang sangat dia tunggu-tunggu ini tidak di batalkan oleh Alexander Lemos.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿