One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Menyelidiki Indentitas Claudia )


__ADS_3

Di Ruang Kerja David Lemos


Tok...Tok...Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di ruangan tersebut.


Cklek


Masuklah Aldo orang kepercayaan David yang selama ini bekerja dengan nya. Dia adalah anak buah yang paling pintar dan juga setia terhadap keluarga nya itu.


"Apa kau sudah menyelidiki Indentitas Claudia?" tanya David tanpa basa basi.


"Sudah tuan David. Ini berkas yang anda minta," ujar Aldo seraya memberikan berkas tentang indentitas Claudia.


"Bacakan," titah David dengan tegas.


"Baik tuan David," jawab Aldo dengan sopan.


"Namanya Claudia Henry Abraham dia anak tunggal di keluarga Abraham. Tapi sayang semenjak ayahnya menikah lagi hidup nona Claudia menderita oleh ibu tirinya dan juga kakak tirinya. Mereka sengaja memfitnah nona Claudia agar ayahnya membenci anak kandungnya sendiri.


"Tidak hanya itu saja. Henry hanya mendengarkan perkataan istrinya saja. Hingga dia dengan teganya menyiksa anaknya sendiri untuk membela anak orang lain.


"Audrey anak tirinya Henry sengaja menyuruh nona Claudia datang ke club' malam untuk menjebaknya agar dia bisa menjual pada laki-laki hidung belang. Tapi sayangnya malah dia sendiri yang terkenak jebakannya sendiri..."


"Apa tujuan mereka melakukan itu," potong David dengan penasaran.


"Tujuannya hanya satu yaitu harta tuan. Mereka menganggap nona Claudia ancaman untuk mereka karena bagaimanapun nona Claudia adalah pewaris asli yang berhak memiliki harta kekayaan keluarga Abraham.


"Tidak hanya itu. Barbara istrinya tuan Henry sengaja meracuni tuan Henry agar mereka bisa lebih cepat mendapatkan harta kekayaan itu untuk dinikmatinya sendiri..."


"Kenapa dia mencelakakan suaminya sendiri? Bukannya selama ini mereka sudah menikmati harta itu? Bahkan anak kandung di keluarga itu tidak dibiarkan menikmati harta kekayaan keluarganya sendiri?" tanya David dengan kening mengkerut.


"Mungkin saja mereka takut kalau harta kekayaan keluarga Abraham di bagi dengan anak kandungnya Henry. Sementara mereka ingin menikmati nya sendiri tuan." Jelas Aldo dengan cepat.


"Kenapa Alex tidak bisa menemukan informasi apapun tentang keberadaan Claudia? Bukannya dia tinggal satu negara dengan kita?" tanya David dengan penasaran.


"Itu karena tuan Alex tidak memiliki petunjuk apapun untuk mencari nona Claudia tuan. Beda dengan kita yang sudah tahu siapa namanya dan juga fotonya hingga kita mudah mencari nona Claudia tuan." Jelas Aldo dengan sopan.


"Tidak hanya itu saja tuan. Selama ini nona Claudia tinggal di negara London. Dan dia membuka restoran kecilan yang di bantu oleh keluarga barunya yaitu Ariana ibu angkat nya dan juga Alice kakak angkatnya.


"Berkat kesabaran dan kerja kerasnya selama ini. Restoran yang awalnya kecil sekarang menjadi sangat sukses hingga mereka sudah membuka beberapa cabang Restoran di berbagai negara misalnya negara kelahirannya ini yaitu, kota California tuan," sambung Aldo lagi.


"Ok. Terima kasih atas informasinya. Sekarang saya sudah tahu kalau calon menantu keluarga Lemos ternyata wanita baik-baik dan dia layak untuk menjadi istri untuk putra tunggal saya Alexander.


"Dan Pastikan masalah ini jangan sampai Alexander mengetahui nya. Karena saya ingin Alex menerima hukuman karena dia sudah menghancurkan masa depan anak gadis orang," titah David dengan tegas.

__ADS_1


"Baik tuan," jawab Aldo dengan sopan.


"Kamu bisa pergi sekarang, dan ini bonus untuk mu," titah David seraya memberikan amplop yang sangat tebal.


"Terima kasih. Saya permisi dulu tuan," sambungnya lagi seraya pergi dari sana yang di anggukkan kepala oleh David.





Di Rumah Professor Antonio


"Bagaimana perkembangan daddy aku Antonio?" tanya Claudia yang saat ini berada di rumahnya Antonio.


"Sekarang keadaan daddy kamu sudah lumayan baik Clau. Hanya saja dia masih butuh waktu beberapa bulan lagi agar dia bisa sembuh total akibat racun yang dia minum selama ini." Jelas Antonio dengan cepat.


"Syukurlah setidaknya daddy sudah berada dibawah pengawasan kamu. Karena aku yakin cepat atau lambat daddy pasti sembuh seperti dulu lagi," ujar Claudia dengan lega saat mendengar daddynya sudah baikan.


"Kamu yang sabar Clau. Aku yakin daddy kamu pasti bisa melewati ini semua. Percayalah dia pasti bisa sembuh seperti sedia kala," ujar Antonio yang memberikan semangat pada Claudia.


"Terima kasih," ujar Claudia dengan tulus.


"Baiklah aku mau melihat keadaan daddy dulu di kamar," ujar Claudia yang di anggukkan kepala oleh Antonio.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," shut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


Melihat siapa yang masuk ke kamar nya membuat Henry langsung melihat ke arah pintu kamar tersebut.


"Clau! Kamu datang nak?" tanya Henry dengan wajah senang saat melihat yang datang adalah putri kandungnya sendiri.


"Iya Dad. Aku ingin melihat keadaan daddy. Bagaimana keadaan daddy saat ini? Apa ada perubahan?" tanya Claudia seraya duduk di samping ayahnya.


"Daddy sudah bisa bergerak sedikit. Walaupun belum lancar, setidaknya sudah ada perubahan dari pada dulu." Jelas Henry dengan antusias.


"Aku senang dengarnya. Daddy harus semangat dan percaya kalau daddy pasti bisa sembuh seperti dulu lagi," ujar Claudia memberi semangat pada ayahnya.


"Terima kasih Clau. Sebenarnya daddy sangat malu sama kamu nak. Karena selama ini daddy sudah salah menilai kamu. Daddy bahkan lebih membela anak orang lain dari pada anak kandung Daddy sendiri. Daddy minta maaf nak," ujar Henry seraya menundukkan kepalanya.


"Sudahlah Dad. Lupakan masa lalu. Bagaimana pun daddy tetaplah orang tua kandung aku. Karena hubungan darah tidak akan bisa putus. Jika aku belum memaafkan daddy kenapa aku harus menolong daddy dari wanita ular itu."

__ADS_1


"Jika aku masih membenci sama daddy pasti aku akan membiarkan daddy tinggal disana bersama wanita ular itu. Jadi aku mohon daddy jangan lagi mengingat masa lalu. Karena aku benar-benar sudah memaafkan kesalahan daddy," ujar Claudia seraya menggenggam tangan ayahnya.


"Bagaimana dengan harta yang di kuasai oleh mereka Clau. Maaf gara-gara kecerobohan daddy kamu harus kehilangan harta yang seharusnya menjadi milik kamu seutuhnya."


"Mommy kamu pasti marah sama daddy. Karena daddy tidak becus merawat anak kesayangan nya," ujar Henry seraya menundukkan kepalanya karena merasa malu terhadap mendiang istrinya dulu karena dia merasa gagal menjadi orang tua.


"Sudah cukup daddy menyalahkan diri sendiri. Aku tidak mau mendengarkan daddy bicara seperti itu lagi. Yang perlu daddy pikirkan hanya berjuang agar daddy bisa berjalan lagi seperti dulu.


"Dan masalah harta Daddy tidak perlu khawatir biar aku yang mengurus nya. Siapa nama pengacara daddy dan alamat rumah orang itu biar aku bertemu dengan nya.


"Siapa tahu mereka sekongkol untuk menguasai harta kita. Karena tidak mungkin wanita ular itu bisa membuat surat pengalihan harta tanpa adanya pengacara," ujar Claudia dengan wajah penuh kecurigaan.


"Kamu benar Clau. Daddy juga curiga kalau mereka bekerjasama untuk menghancurkan daddy, agar mereka bisa leluasa menguasai harta milik keluarga kita," ujar Henry yang membernarkan perkataan anaknya.


"Daddy tulis alamat orang itu jika perlu alamat kantor nya saja dulu. Jika dia tidak ada di kantor baru aku akan pergi ke rumahnya," ujar Claudia seraya memberikan kertas agar Henry bisa menulis alamat pengacara keluarga nya dulu yang langsung di terima oleh Henry.


"Ini alamatnya Clau. Kamu jangan pernah pergi sendiri. Daddy takut kamu akan di celakai oleh dia. Ajaklah orang yang bisa melindungi kamu nanti.


"Daddy takut orang itu bisa berbuat hal yang jahat terhadap kamu, apalagi dia orang yang sangat licik. Selama ini daddy terlalu percaya sama dia. Tapi apa yang daddy dapatkan dia malah berkhianat sama daddy.


"Berjanjilah kamu harus bisa menjaga diri kamu sendiri. Karena daddy tidak akan pernah memaafkan diri sendiri jika sampai kamu kenapa-kenapa. Daddy tidak memiliki keluarga lain selain kamu nak," ujar Henry dengan wajah cemas.


"Daddy masih punya keluarga lain selain aku. Dia adalah Ara cucu kandung daddy sendiri. Tapi maaf aku tidak bisa memberitahukan sama daddy. Aku takut daddy marah dan malu memiliki anak yang hamil diluar nikah," batin Claudia.


"Baik Dad. Aku berjanji akan menjaga diri dengan baik," ujar Claudia seraya menenangkan ayahnya agar tidak khawatir dengan nya.


"Iya. Daddy percaya sama kamu," ujar Henry dengan cepat.


"Ya, sudah Dad. Aku mau pulang dulu. Daddy jangan lupa makan, dan minum obat Dengan rutin biar daddy bisa cepat sembuh oke," titah Claudia dengan tegas.


"Oke sayang. Daddy pasti akan melakukan yang di perintahkan oleh putri cantiknya daddy ini," ujar Henry seraya memeluk tubuh anaknya dengan erat.


"Baiklah Aku pulang dulu," ujar Claudia seraya pergi dari sana sementara Henry hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Tolong lindungi anak ku tuhan. Jangan biarkan mereka mencelakai putri ku. Jika sampai itu terjadi, aku pasti akan merasa hancur karena cuman dia satu-satunya keluarga yang aku punya," ujar Henry pada dirinya sendiri.





Bersambung....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2