One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Menyamar Menjadi Laki-laki )


__ADS_3

Di Tempat Salon Kecantikan


"Siapa yang kita suruh untuk menyamar menjadi laki-laki?" tanya pemilik salon itu dengan bingung.


"Clara saja bu," sahut pegawai itu seraya menunjuk ke arah temannya.


Mendengar perkataan temannya membuat Clara merasakan ketakutan. Dia benar-benar sangat takut menipu orang yang sangat berpengaruh di negara ini. Karena jika sampai dia ketahuan maka nasibnya dan keluarga nya bisa habis di tangan Alexander.


"Jangan saya bu. Saya sangat takut jika harus berhadapan dengan tuan muda," ujar Clara seraya memelas.


"Kamu yakin Clara bisa melayani tuan muda? Bagaimana kalau dia berbuat kesalahan yang ada kita semua bisa tamat di tangan tuan muda?" tanya pemilik salon itu dengan perasaan cemas tanpa memperdulikan perkataan Clara.


"Saya sangat yakin bu. Clara pasti bisa melakukan tugas ini tanpa di ketahui oleh tuan muda." Dia sangat berharap atasannya mau mendengarkan perkataan nya agar dia tidak di suruh untuk melayani Alexander.


Mendengar perkataan pegawai nya membuat pemilik salon itu langsung memandangi Clara dari ujung kaki sampai ujung kepala sedangkan orang yang di pandangi sudah merasa was-was dan berdoa agar jangan sampai atasannya menyuruh dia menyamar menjadi laki-laki di depan Alexander.


"Oke, saya sudah putuskan Clara yang akan menyamar menjadi laki-laki sekaligus orang yang akan melayani tuan muda nanti," ujar pemilik salon itu dengan tegas.


"Tapi bu..."


"Tidak ada tapi-tapian. Mau tidak mau kamu harus melakukan tugas ini. Jika tidak, saya akan pecat kamu detik ini juga," ujar pemilik salon itu seraya mengancam Clara.


Mendengar ancaman atasannya membuat Clara terpaksa mengikuti perintah atasannya. Dari pada dia di pecat lebih baik dia melakukan tugas ini. Dia hanya bisa berdoa agar penyamarannya tidak terbongkar di depan Alex.


"Baik bu," jawab Clara dengan pasrah.


"Cepat dandani dia, kita tidak memiliki banyak waktu. Saya sangat takut tuan muda marah dan malah berakibat pada salon saya," titah pemilik salon itu dengan tegas.


"Dimana kita mendapatkan pakaian laki-laki, bu?" tanya pegawai itu dengan penasaran.


"Pakai pakaian suami saya saja terserah kalian mau pilih pakaian yang mana yang jelas jangan sampai tuan muda tahu kalau orang yang kita suruh melayani dia seorang wanita," ujar pemilik salon itu dengan tegas.


"Baik bu," jawab mereka dengan serentak seraya melakukan perintah atasan mereka.

__ADS_1


Beberapa Menit Kemudian


Saat ini Clara sudah siap dengan penyamarannya. Siapapun yang melihat penampilan Clara pasti tidak akan menyangka kalau dia seorang perempuan. Karena dia benar-benar sangat mirip laki-laki kecuali jika ada orang yang meneliti dia dengan seksama baru akan menyadari kalau dia seorang wanita.


"Bagaimana bu? Apa Clara sudah terlihat seperti laki-laki?" tanya pegawai salon itu dengan penasaran.


Plok


Plok


Plok


"Woww... Ternyata kalian sangat hebat. Saya sangat yakin tuan muda tidak akan tahu kalau orang yang kita suruh melayani dia seorang wanita," ujar pemilik salon itu yang merasa puas saat melihat hasil karya mereka.


"Tapi bagaimana dengan suara saya bu? Saya tidak bisa menyamarkan suara saya menjadi suara laki-laki," sahut Clara yang masih merasakan ketakutan.


Mendengar perkataan Clara membuat pemilik salon itu terdiam seperti patung. Dia juga merasa bingung bagaimana cara mengatasi masalah ini.


"Kamu cukup diam saja tidak usah bicara," sahut pegawai itu pada temannya.


"Nanti saja kita pikirkan masalah itu yang jelas sekarang kita harus segera temui tuan muda dulu. Saya takut tuan muda mengamuk gara-gara kelamaan menunggu kita," sahut pemilik salon itu seraya menyuruh pegawai nya menemui Alexander.


"Baik bu," jawab mereka dengan serentak seraya pergi dari sana.





"Di mana pemilik salon ini? Kenapa dia membiarkan saya menunggu di sini? Cepat panggil dia sebelum saya menghancurkan tempat ini," ujar Alex seraya mengancam pegawai yang ada di sini.


"Ba... Baik tuan muda," jawab pegawai itu dengan terbata-bata.

__ADS_1


Tak lama kemudian


"Maaf tuan muda jika saya lama, karena saya baru mendapatkan pegawai yang anda minta," ujar pemilik salon itu dengan sopan.


"Di mana pegawai laki-laki yang saya minta?" tanya Alex tanpa basa-basi.


Mendengar perkataan Alex langsung saja pemilik salon itu menyuruh Clara berdiri di depan Alexander dengan wajah penuh ketakutan. Apalagi melihat tatapan Alex yang sangat tajam membuat dia semakin ketakutan.


"Ini dia tuan muda namanya Dion dia yang akan melayani tuan muda," ujar pemilik salon itu dengan sopan.


"Apa maksud kamu melayani? Apa kamu pikir saya penyuka sesama jenis hah?" tanya Alex seraya membentak.


Mendengar bentakan Alex membuat mereka ketakutan terutama pemilik salon itu. Dia sangat takut jika sampai tempat salonnya di hancurkan oleh Alex gara-gara ucapannya tadi. Padahal dia sama sekali tidak salah bicara tetapi kenapa tuan muda malah marah? Ingin sekali dia menanyakan itu pada Alex tapi dia masih sayang dengan nyawanya.


"Kenapa kamu diam? Apa kamu berpikir saya menyukai laki-laki? Asal kamu tahu saya sama sekali tidak menyukai terong tetapi saya menyukai buah melon milik istri saya sendiri.


"Apa kalian masih meragukan keperkasaan saya. Jika kalian masih ragu pada saya maka saya akan membawa istri saya ke sini biar kalian bisa melihat perut istri saya yang membuncit hasil kerja keras saya setiap malam." Alex sama sekali tidak merasa malu saat membicarakan masalah ranjang pada mereka.


Sedangkan mereka yang mendengar perkataan Alex merasa malu dan salah tingkah karena tidak menyangka orang yang terkenal licik dan kejam malah terlihat santai membicarakan urusan ranjang pada mereka.


"Kami percaya pada tuan muda, buktinya tuan muda sudah memiliki seorang putri yang sangat cantik dan juga bayi yang sedang di kandung oleh istri tuan. Itu sudah membuktikan kalau tuan benar-benar laki-laki normal dan perkasa. Tolong maafkan saya tuan muda," ujar pemilik salon itu yang lebih baik meminta maaf padanya dari pada tempatnya di hancurkan oleh Alex.


Mendengar perkataan pemilik salon itu membuat Alex merasa bangga karena telah di puji seperti itu.


"Sudahlah lupakan saja masalah itu. Lain kali jangan pernah meragukan keperkasaan saya apalagi menyuruh laki-laki jelek ini untuk melayani saya. Untung saya sedang bahagia sekarang karena istri saya tidak marah lagi pada saya. Jika saja suasana hati saya tidak bahagia bisa di pastikan kalian yang akan menjadi pelampiasan kemarahan saya," ujar Alex dengan wajah tanpa dosa.


"Ohh Tuhan... Kapan saya meragukan keperkasaan anda tuan muda? Anda salah paham maksud melayani yang saya katakan tadi tuan muda. Apa dia pikir aku sudah gila menyuruh laki-laki melayani dia di tempat tidur? Waktu dulu dia di gosipkan gay saja saya tidak berani menyodorkan laki-laki padanya apalagi sekarang sudah terbukti kalau dia laki-laki perkasa. Dasar laki-laki aneh, apa di dalam kepalanya isinya hanya masalah ranjang saja? Huff... Untung dia tidak marah padaku gara-gara salah paham tadi. Jika sampai dia marah bisa tamat riwayat ku di tangan dia," batin pemilik salon itu dengan perasaan lega.




__ADS_1


Bersambung....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2