
Di Perusahaan MH Group
"Kurang ajar. Ternyata tuan Alex sangat licik sekali. Jika aku tidak ingat sedang membutuhkan bantuan nya itu, aku tidak akan mau berkerjasama dengan perusahaan mereka," ujar Claudia yang penuh emosi.
"Saya rasa dengan memberikan mereka 5% saham tidak akan membuat kita rugi nona muda. Karena mereka memberikan kita modal yang sangat banyak untuk membantu perusahaan kita agar bisa berjalan seperti dulu lagi," sahut Akas Arsyad.
"Ini memang sangat menguntungkan kita juga. Tapi apabila terjadi sesuatu dengan perusahaan kita. Maka mereka bisa mengambil ahli perusahaan ini, dengan kata lain aku tidak punya hak lagi untuk mempertahankan perusahaan keluarga aku sendiri," ujar Claudia dengan wajah kesal.
"Bukannya Mereka akan mengambil ahli perusahan ini apabila terjadi masalah besar dengan perusahaan nona muda. Jika tidak, maka perusahaan akan selamanya menjadi milik nona muda.
"Jika kita tidak ingin perusahaan ini di ambil ahli oleh mereka, maka kita harus bisa bekerja keras agar proyek ini tidak gagal. Dan kita harus bisa memajukan perusahaan ini agar lebih sukses dari pada sebelumnya." Jelas Akas Arsyad.
"Kak Akas benar juga. Kenapa aku tidak berpikir begitu tadi. Bukannya perusahaan ini mengalami masalah gara-gara ulah pengkhianat itu yang korupsi uang perusahaan.
"Tapi sekarang kita sudah mengatasi yang menjadi sumber masalah perusahaan kita. Itu tandanya kita sudah selamat dari kebangkrutan," ujar Claudia dengan wajah bahagia.
"Yang nona muda pikirkan benar sekali. Maka kita harus menjalankan proyek ini sebaik mungkin agar kita bisa menikmati hasil keuntungan proyek ini jika kita berhasil nantik," ujar Akas yang di jawab anggukan kepala oleh Claudia.
"Kak Akas bisa lanjutkan pekerjaan nya lagi," titah Claudia dengan tegas.
"Baik nona muda. Saya permisi," ujar Akas yang di tanggapi anggukan kepala oleh Claudia seraya pergi dari sana.
•
•
•
Di Ruangan CEO Alexander
"Apa kamu sudah memiliki informasi tentang kucing liar ku?" tanya Alex tanpa basa-basi.
"Sudah tuan Alex," jawab Andre dengan sopan.
"Bacakan," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan Alex," jawab Andre dengan cepat.
"Menurut informasi disini, sejak kejadian malam itu yang menyebabkan nona Claudia kehilangan kesuciannya, dia tidak pernah pulang lagi ke rumah orangtuanya.
__ADS_1
"Karena dia takut. Jika dia pulang kesana maka dia akan mendapatkan masalah yang lebih besar, apalagi disana dia memiliki ibu tiri yang jahat dan kakak tiri yang sama jahatnya dengan ibunya itu.
"Makanya nona Claudia lebih memilih tinggal di tempat temannya dari pada pulang ke rumah orang tuanya itu. Tapi mereka tinggal disana hanya sebentar saja, setelah itu mereka meninggalkan negara ini tanpa meninggalkan jejak sedikitpun." Jelas Andre.
"Apa mereka sudah tahu kalau Claudia sudah kembali ke negara ini lagi?" tanya Alex dengan penasaran.
"Sudah tuan. Tapi dia tidak kembali ke rumah orang tuanya, dia lebih menetap di rumah dia sendiri bersama keluarga barunya itu." Jelas Andre.
"Kenapa dia tidak mau kembali ke rumah orang tuanya sendiri? Apa dia tidak merindukan ayahnya?" tanya Alex dengan bingung.
"Itu karena di sana ada ibu tiri dan kakak tirinya nona Claudia. Selama dia tinggal di sana mereka selalu menyiksa nona Claudia bahkan ayahnya sendiri lebih membela anak orang lain dari pada dia yang anaknya sendiri. Itu semua karena hasutan ibu tiri nona Claudia agar ayahnya membenci dia.
"Nona Claudia bahkan sudah mengikhlaskan harta yang seharusnya menjadi miliknya untuk mereka, asal ayahnya bahagia hidup bersama dengan mereka. Tapi, ketika nona Claudia tahu, kalau ayahnya diberi racun agar ayahnya meninggal dunia membuat nona Claudia murka dan marah sama mereka.
"Dia tidak terima ayah yang selama ini dia sayangi di sakiti oleh mereka. Sehingga nona Claudia merebut kembali harta yang kuasai oleh mereka.
"Dan nona Claudia sudah mengirim mereka berdua ke penjara dengan pasal perencanaan pembunuhan terhadap ayahnya nona Claudia tuan." Jelas Andre panjang lebar.
"Ternyata kucing liar ku sangat pintar dan licik. Bukannya kami sudah cocok menjadi pasangan yang sama-sama pintar dan juga licik," ujar Alex seraya terkekeh.
( Mereka tidak tahu saja. Yang melakukan itu bukan Claudia melainkan si ratu kita Arrabella yang sangat cerdik dan licik seperti daddy kandung nya Alexander. Jika sampai mereka mengetahuinya. Author yakin sekali mereka pasti akan terkejut dan syok saat mendengar nya )
"Apa masih ada lagi yang ingin kamu sampaikan mengenai kucing liar ku Ndre?" tanya Alex dengan penasaran.
"Ternyata selama ini kucing liar ku bersembunyi di negara London. Kenapa aku tidak berpikiran untuk mencari dia di negara itu," potong Alex.
"Kenapa tuan Alex sejak tadi selalu menyebut nona Claudia dengan panggilan kucing liar ku. Jika dia menyebut nona Claudia sebagai kucing untuk apa dia ingin menikah dengan nya. Dasar bos aneh," batin Andre.
"Lanjutkan," titah Alexander dengan tegas.
"Karena keluarga angkat nona muda sudah tinggal lagi di negara California. Maka dia pun ikut kembali ke negara ini. Dan yang lebih mengejutkan adalah dia tidak kembali sendiri tapi dia kembali dengan seorang anak perempuan yang sangat cantik.
"Apa tuan Alex tahu siapa anak kecil itu?" tanya Andre yang malah membuat Alexander penasaran.
"Siapa?" tanya Alex dengan penasaran.
"Dia adalah Arrabella Anastasya anak yang dulu pernah kita lihat di perusahaan tuan Maxim Almero yang tuan anggap sebagai anak tuan Maxim Almero." Jelas Andre.
"Apa?" teriak Alex yang terkejut saat mendengar perkataan Andre.
__ADS_1
"Apa kucing liar ku sudah menikah dengan tuan Maxim Almero?" tanya Alex dengan perasan takut.
"Menurut informasi disini nona Claudia tidak pernah menikah dengan siapapun tuan. Dia saat ini masih singel tapi punya anak. Bukannya ini patut di curigai kalau anak kecil yang bersama dengan nona Claudia bisa jadi anak kandung tuan Alex." Jelas Andre.
"Untuk membuat anda agar semakin yakin dengan anak itu. Tuan bisa melihat foto anak ini yang lebih mirip tuan Alex 100% dari pada nona Claudia," sambungnya lagi seraya memberikan foto Arrabella.
Deg
"Yang di katakan oleh Andre benar sekali kalau anak ini benar-benar sangat mirip dengan aku dari pada dengan Claudia. Pantas saja perasaan aku sangat senang saat melihat Ara dulu, ternyata dia benar-benar anak kandung aku sendiri.
"Kenapa dulu aku sangat bodoh sekali tidak mau mendengarkan perkataan Andre yang menyuruh aku untuk melakukan tes DNA dengan anak ini. Jika sampai aku mendengar perkataan Andre, maka aku akan lebih cepat mengetahuinya," batin Alex.
"Perintahkan anak buah kita untuk mengambil sampel rambut Ara bagaimana pun caranya. Karena aku ingin melakukan tes DNA dengan Ara. Tapi ingat, jangan pernah melukai anak aku sedikit pun. Jika itu sampai terjadi, siap-siap akan aku hancurkan mereka tanpa sisa."
"Apa kamu mengerti Ndre." titah Alex dengan tatapan tajamnya.
Mendengar perkataan Alex membuat Andre menelan ludahnya sendiri. Karena dia sangat takut kalau tuan nya dalam mode emosi karena itu sangat menakutkan.
"Baik tuan," jawab Andre dengan cepat.
"Sekarang baru mau melakukan tes DNA. Dulu waktu aku paksa dia untuk melakukan tes DNA malah nggak mau. Jika saja dia mau mendengarkan perkataan aku dulu. Aku yakin sekali tuan Alex tidak perlu menunggu selama ini," batin Andre.
"Bagaimana keadaan tuan Henry?" tanya Alex dengan penasaran.
"Tuan Henry saat ini sudah membaik tuan. Jika nona Claudia tidak membawa ayahnya keluar dari rumah itu. Aku yakin sekali ibu tirinya itu pasti akan membunuh tuan Henry.
"Karena mereka menganggap kalau tuan Henry tidak ada gunanya di biarkan hidup. Sebab harta yang selama ini mereka inginkan sudah jatuh ke tangan mereka. Tapi karena nona Claudia lebih cerdik dan licik dari mereka hingga nona Claudia bisa menang melawan mereka." Jelas Andre.
"Apa dia tidak sadar kalau selama ini dia memelihara siluman ular di rumahnya itu hingga anaknya sendiri malah di siksa sama siluman ular itu. Sementara siluman ular yang selalu dia bela malah menusuk dia dari belakang.
"Sementara anak yang selama ini dia abaikan malah dia yang merawat dan menjaga nya hingga dia bisa pulih seperti sekarang. Dasar laki-laki bodoh," umpat Alex dengan wajah kesal.
Andre yang mendengar perkataan tuannya ingin sekali ketawa, tapi dia tidak berani melakukan itu karena dia masih sayang dengan nyawanya.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung.....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁