One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Meminta Uang Tebusan )


__ADS_3

Di Rumah Kosong


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sekalang Om Joni telepon daddy na Ala. Bilang cama dia kalau Ala di culik cama kalian. Tapi kalian halus mengunakan ponsel kalian sendili habis itu kalian langsung lepas kaltu na bial daddy ndak bisa melacak kebeladaan kita," titah Ara seraya memberikan smartphone nya.


"Baik," jawab Joni seraya mengetik no hp Alex yang ada di smartphone nya Ara.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo... siapa ini?" tanya Alex dengan suara datar.


πŸ“ž "Apa anda ayahnya Arrabella Anastasya?" tanya Joni seraya mendengar intruksi Ara.


πŸ“ž "Benar. Anda siapa? Kenapa bisa tahu nama anak saya?" tanya Alex dengan penasaran.


πŸ“ž "Anda tidak perlu tahu siapa saya. Yang perlu anda tahu anak cantik anda saat ini ada sama kami. Siapkan uang tebusan jika ingin anak anda selamat," ujar Joni yang masih mendengarkan intruksi Ara.


πŸ“ž "Kurang ajar. Beraninya kamu mengancam saya seperti ini. Apa kamu tidak tahu siapa saya. Awas saja jika saya menemukan kamu, jangan salahkan saya jika lidah kamu saya potong. Karena sudah berani main-main dengan saya." Alex mengancam balik yang lebih sadis di bandingkan dengan ancaman penjahat itu.


Glek


"Sekarang aku sudah tahu, kenapa anak ini bisa licik dan berani seperti ini. Orang ayahnya sangat kejam seperti ini, jadi wajar kalau anaknya mengikuti sifat ayahnya itu. Tapi aku tidak boleh takut, bukannya aku sekarang ada di pihak anak ini," batin Joni.


Hahahaha


πŸ“ž "Anda jangan macam-macam dengan saya. Apa Anda lupa anak anda ada sama saya, jika anda mau dia selamat maka siapkan uang tebusan sekarang juga. Dan satu lagi jangan anda melaporkan masalah ini sama polisi itupun jika anda masih mau melihat putri anda hidup di dunia ini." Joni mengancam balik Alex walaupun hatinya sangat takut jika sampai bertemu dengan ayahnya Ara apalagi sampai dia melakukan apa yang dia katakan tadi yang ingin memotong lidahnya.


πŸ“ž "Berapa yang kamu mau?" tanya Alex yang lebih mengalah dari pada anaknya di lukai oleh mereka.


"Berapa yang kita minta sama daddy kamu?" tanya Joni seraya menjauhkan smartphone nya agar Alex tidak mendengar suara mereka.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Telselah om mau minta belapa, Kalena daddy na Ala olang yang sangat kaya. Uang segitu ndak akan membuat daddy miskin. Tapi ingat, uang na halus Ala yang paling banyak di bandingkan kalian beldua. Kalena Ala yang membelikan ide untuk memelas daddy na Ala." Ara berucap dengan wajah tanpa dosa.


"Ini anak benar-benar sangat licik. Ayah kandungnya saja dia peras apalagi kami yang bukan siapa-siapa dia," batin Joni.


"Baik," jawab Joni dengan pasrah.


πŸ“ž "Saya minta 2 milyar apa anda sanggup," ujar Joni.


πŸ“ž "Sebelum saya memberikan kalian uang biarkan saya bicara dengan anak saya dulu. Karena saya tidak akan percaya sama kalian tanpa adanya bukti kalau anak saya ada di tangan kalian," ujar Alex yang tidak mau sampai di tipu oleh mereka.


πŸ“ž "Ok," jawab Joni seraya memberikan smartphone nya sama Ara.


πŸ“ž "Ihhh, pucing pala Ala..."


πŸ“ž "Hallo... Ada apa dad?" tanya Ara dengan tenang.


"Ternyata benar Ara ada sama mereka. Karena cuman dia yang selalu bicara ihhh, pucing pala Ala di manapun dia berada.


Ini anak aneh banget, sudah tahu dia lagi di culik tapi dia malah santai saja seolah-olah tidak ada apapun.


"Jika anak lain pasti sudah ketakutan dan menangis untuk meminta tolong sama ayahnya. Sedangkan anak ku malah terlihat santai saja. Aku sangat yakin Ara pasti sedang merencanakan sesuatu agar bisa bebas dari mereka karena Ara memiliki sifat licik sama seperti aku," batin Alex.

__ADS_1


πŸ“ž "Bagaimana kabar Ara? Mereka tidak melukai kamu kan?" tanya Alex dengan wajah khawatir.


πŸ“ž "Ihhh, pucing pala Ala..."


πŸ“ž "Daddy tenang saja, Ala baik-baik saja selama daddy tidak melapolkan masalah ini cama om polisi. Satu lagi, daddy halus membelikan meleka uang tebusan secepat na agal meleka mau melepaskan Ala," ujar Ara.


πŸ“ž "Baik. Daddy akan memberikan mereka uang. Ara jangan takut daddy akan menyelamatkan Ara dari penjahat yang menculik Ara," ujar Alex.


πŸ“ž "Oc. Ala tunggu daddy selamatkan Ala," ujar Ara.


πŸ“ž "Sekarang Ara kasih ponselnya sama penjahat itu, karena daddy ingin bicara dengan mereka," ujar Alex.


πŸ“ž "Baik daddy," jawab Ara seraya memberikan smartphone nya pada Joni.


πŸ“ž "Bagaimana tuan? Apa anda mau mengabulkan permintaan kami?" tanya Joni tanpa basa-basi.


πŸ“ž "Ok. Saya akan memberikan uang tebusan pada kalian. Tapi ingat, jangan pernah melukai putriku sedikitpun. Jika tidak, saya pastikan kalian akan menyesal karena sudah berurusan dengan orang yang salah." Alex mengancam mereka dengan tegas.


πŸ“ž "Tuan tenang saja. Selama kalian mau menepati janji untuk memberikan uang pada kami. Maka anak tuan akan selamat," ujar Joni.


πŸ“ž "Bagaimana cara saya memberikan uang pada kalian?" tanya Alex dengan penasaran.


Ting


πŸ“ž "Datanglah ke alamat yang saya kirim tadi pada anda. Ingat, jangan bawa polisi jika anda masih ingin melihat anak anda selamat," ujar Joni seraya mengancam Alex.


πŸ“ž "Ok," jawab Alex seraya mematikan smartphone nya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Yes. Kita akan menjadi orang kaya. Daddy kamu mau memberikan uang untuk kita," ujar Joni dengan antusias.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Dasal nolak. Balu dapat uang segitu saja dah senang. Ala yang setiap hali di kasih uang cama daddy ndak pelnah belsikap cepelti om Joni," ujar Ara seraya mengejek.


"Hey bocah. Jika setiap hari kamu di berikan uang sama daddy kamu. Kenapa kamu memeras uang dia?" tanya Joni dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sebenal na Ala melakukan ini bukan hanya menginginkan uang daddy saja. Tapi Ala ingin membuat pala daddy dan mommy pusing gala-gala melihat anak na di culik," ujar Ara.


"Kenapa kamu lakukan ini sama daddy kamu?" tanya Joni dengan penasaran.


"Itu kalena mommy cama daddy ndak cayang lagi cama Ala. Lihat saja selama meleka datang ke negala ini, meleka lebih seling belada di kamal hotel dali pada di lual. Bahkan meleka ndak ada waktu sedikitpun buat Ala. Jadi wajal kalau Ala malah cama meleka." Jelas Ara dengan wajah kesal.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka saling tatap seraya menahan tawanya agar tidak keluar. Karena mereka sudah tahu alasan orang tua Ara tidak keluar dari kamar hotel. Yang tak lain pasti tidak jauh-jatuh dari hubungan suami istri.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Apa kalian tahu, tenapa daddy cama mommy ndak kelual dali kamal hotel?" tanya Ara dengan wajah polos.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka kelimpungan. Karena mereka tidak mungkin bicara yang sebenarnya sama anak di bawah umur.


"I... itu

__ADS_1


"Sebaiknya kita istirahat saja. Agar besok kita bisa pergi ke tempat janjian untuk mengambil uang yang sudah di janjikan oleh daddy kamu," potong Mario dengan cepat agar temannya tidak sampai keceplosan bicara.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Bagaimana Ala bisa tidul kalau tempat na jelek dan kotol cepelti ini," ujar Ara seraya melihat sekeliling ruangan yang sangat kotor.


"Ya wajarlah tempat ini kotor. Karena kita sekarang lagi ada di rumah kosong yang tidak ada penghuninya. Kami sengaja membawa kamu ke tempat ini agar tidak ada seorangpun yang curiga kalau kami sedang menculik kamu." Jelas Joni.


"Ihhh, Pucing pala Ala..."


"Telus ngapain om Joni nuluh Ala tidul di sini kalau sudah tahu tempat na kotol?" tanya Ara dengan wajah kesal.


Mendengar perkataan Ara membuat Joni terdiam seperti patung. Karena dia tidak tahun mau bicara apalagi. Karena apa yang di katakan oleh Ara semuanya benar.


"Ini anak benar-benar menyebalkan. Kenapa aku selalu kalah jika berdebat dengan bocah ini," batin Joni.


"Terus Ara maunya apa? Om Joni tidak tahu harus melakukan apa, karena rumah ini tidak ada apapun selain kasur yang sudah lapuk ini, " ujar Joni yang sedang menahan emosi agar tidak meledak.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Kalian saja yang tidul di sana. Ala mau tidul di sofa ini saja. Kalena ini lebih baik dali pada halus tidul di kasul yang sudah mau loboh itu. Ala ndak mau kulit Ala yang antik ini gatal-gatal gala-gala tidul di tempat jelek cepelti itu," ujar Ara.


"Ya sudah kalau Ara mau tidur di sana. Jika Ara perlu apa-apa bilang pada kami. Dan ini, sebelum tidur Ara makan dulu makanan ini biar tidak sakit nanti," sahut Mario seraya memberikan makanan pada Ara.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ala ndak mau makan makanan itu. Lihat saja bentuk na cepelti makanan pengemis. Ala mau makan buah itu saja dali pada makan makanan itu, yang ada Ala malah sakit nanti," ujar Ara dengan mulut pedasnya.


"Terserah Ara saja," ujar Mario dengan wajah kesal.


"Sabar yo... walaupun kita di bikin emosi oleh anak ini. Kita harus bisa bersabar besok kita akan berpisah dengan anak ini setelah kita mendapatkan uang dari orang tuanya," ujar Joni seraya berbisik.


"Kamu benar juga. Aku sudah tidak tahan lagi berada satu ruangan dengan anak ini," ujar Mario seraya menahan emosi.


Mendengar perkataan temannya membuat Joni menahan tawanya agar tidak keluar. Dia pikir cuman dia saja yang emosi gara-gara anak ini ternyata temannya juga sama seperti dia yang emosi gara-gara kelakuan anak ini.


"Aku mau tidur dulu," ujar Joni seraya pergi dari sana tanpa mendengar tanggapan dari mereka.


"Sekarang Ara tidur juga. Karena Om Rio juga mau tidur. Satu lagi, Ara jangan pernah keluar dari sini."


"Apa Ara mengerti," titah Mario dengan tegas.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Oc om Lio," jawab Ara.


"Bagus. Kalau begitu om Rio tidur dulu," ujar Mario yang di tanggapi anggukan kepala oleh Ara seraya pergi dari sana.


β€’


β€’


β€’


Bersambung....

__ADS_1


🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺


__ADS_2