
Di Tempat Salon Kecantikan
"Kenapa kamu cuma berdiri saja sejak tadi? Ayo cepat bersihkan brewok saya dan juga potong rambut saya menjadi pendek karena istri saya tidak suka melihat rambut saya yang panjang seperti preman pasar."
"Cepat katakan apa benar saya terlihat seperti preman pasar?" tanya Alex pada Clara yang sedari tadi berdiri di depan Alex.
Mendengar perkataan Alex membuat Clara ketakutan. Dia sangat takut penyamarannya ketahuan oleh Alex.
"Hey, kenapa kamu cuma diam saja dari tadi? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan saya, hah?" tanya Alex seraya membentak Clara.
Saat Clara ingin menjawab pertanyaan Alex langsung di cegah oleh pemilik salon itu sehingga Clara selamat dari amukan Alexander.
"Maaf tuan muda, karyawan saya tidak bisa bicara," sahut pemilik salon itu dengan cepat sebelum Clara membongkar penyamaran mereka.
"Maksud kamu dia bisu?" tanya Alex dengan kening mengkerut.
"Iya, tuan muda," jawab pemilik salon itu tanpa dosa. Sementara Clara sudah kesal setengah mati sama atasannya itu yang sudah mengatakan dia bisu. Tapi apa yang bisa dia lakukan selain mengikuti perintah atasannya hanya karena takut di pecat dari tempat ini.
"Jika tahu dia bisu kenapa kamu mempekerjakan dia? Apa kamu tidak bisa mendapatkan pegawai yang normal?" tanya Alex dengan wajah tanpa dosa.
"Kurang ajar, apa maksud tuan muda Alex mengatakan aku tidak normal? Apa dia pikir aku memiliki kelainan? Jika tidak ingat dia orang berpengaruh di negara ini sudah aku robek mulut busuknya itu," batin Clara dengan wajah kesal.
"Saya kasihan padanya tuan muda. Karena dia tulang punggung keluarga nya, pasti sangat susah orang bisu seperti dia mendapatkan pekerjaan di negara ini," ujar pemilik salon itu dengan penuh keyakinan agar Alexander percaya pada perkataannya itu.
"Apa karena alasan ini kamu mengatakan tidak memiliki pegawai laki-laki? Apa kamu sengaja menyembunyikan dia agar saya tidak marah pada kalian karena sudah menyuruh orang bisu membantu saya di sini?" tanya Alex dengan penasaran.
"Kenapa anda bicara makin melantur tuan muda? Sejak saya membuka salon ini memang tidak ada satu orang pun pegawai laki-laki yang bekerja di sini karena saya emang membuka salon ini khusus perempuan. Tapi anda malah datang ke
ke sini mana berani saya menegur ataupun mengusir anda dari tempat saya. Jika saya sampai mengusir anda dari tempat saya itu sama saja saya menghancurkan hidup saya sendiri," batin pemilik salon itu.
"Iya, tuan muda. Saya takut tuan muda marah pada saya karena sudah menyuruh pegawai saya yang kekurangan ini untuk membantu tuan muda di sini," balas pemilik salon itu dengan sopan.
"Tidak masalah, cepat suruh dia membantu saya segera karena saya tidak mau terlalu lama berada di tempat ini," titah Alex dengan tegas.
__ADS_1
"Baik tuan muda," jawab pemilik salon itu seraya menyuruh pegawai nya agar membantu Alexander segera.
"Kenapa kamu masih berada di sini?" Alex merasa bingung saat melihat pemilik salon itu masih berada di dekat nya.
"Saya sengaja berada di sini biar anda tidak kesulitan saat berinteraksi dengan pegawai saya yang bisu ini tuan muda," jelas pemilik salon itu.
Padahal dia ada di sana agar pegawai nya itu tidak keceplosan bicara di depan Alex. Jika sampai dia keceplosan maka habislah mereka detik ini juga. Lebih baik dia berada di sini untuk mengawasi pegawai nya agar tidak melakukan kesalahan sedikitpun di depan Alexander.
Mendengar perkataan pemilik salon itu membuat Alex terdiam dan membiarkan dia berada di sana karena apa yang di katakan oleh dia memang benar. Pasti akan sangat sulit jika mau bicara pada pegawai ini di karenakan dia tidak bisa berbicara alias bisu.
Beberapa Menit Kemudian
"Bagaimana tuan? Apa ada lagi yang ingin tuan perbaiki?" tanya pemilik salon itu saat melihat pegawai nya sudah selesai melayani Alexander.
"Tidak ada, saya puas dengan kerja pegawai anda. Walaupun dia bisu tapi kerjanya sangat bagus. Ini bayaran nya dan berikan bonus sebesar 10 juta padanya karena dia sudah membantu ku tadi," ujar Alex seraya menyerahkan kartu tanpa batas padanya.
"Baik tuan muda," jawab pemilik salon itu seraya pergi dari sana.
Sedangkan pegawai tadi sangat bahagia saat mendengar perkataan Alex yang memberikan dia bonus sebesar itu padanya. Tidak sia-sia dia membantu Alexander karena sekarang dia mendapatkan bonus dari orang yang sangat berpengaruh di negara ini.
"Sial, seandainya saja aku yang menyamar tadi pasti aku yang akan mendapatkan bonus itu dari tuan muda Alex. Bodohnya aku karena menyuruh Clara yang membantu tuan muda Alex, sekarang malah dia yang mendapatkan bonus dari tuan muda Alex," batin pegawai tadi yang sedari tadi mendengarkan perkataan mereka dengan raut wajah kesal.
"Ini kartunya tuan muda," ujar pemilik salon itu seraya menyerahkan kartu tanpa batas kepada Alexander.
"Hemmm," jawab Alex seraya menerima kartu tanpa batas itu dari tangan pemilik salon itu. Setelah itu dia langsung pergi dari sana menuju ke mansion orang tuanya.
Di Mansion David Lemos
Saat ini Claudia masih setia menunggu suaminya yang sampai sekarang belum juga kembali. Dia penasaran apa benar suaminya pergi ke salon untuk memperbaiki penampilan nya agar kembali seperti dulu lagi.
Dia antara yakin dan tidak yakin jika suaminya pergi ke tempat seperti itu karena dia sangat tahu bagaimana sifat suaminya yang sangat membenci tempat itu. Itu sebabnya dia ingin melihat sendiri apa suaminya sudah kembali tampan apa masih seperti preman pasar.
"Kenapa mas Alex belum pulang juga?" tanya Claudia pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Clau? Kenapa kamu masih duduk di sini?" Angelina yang baru keluar dari ruangan kerja suaminya tidak sengaja melihat ke arah menantunya yang sedang duduk sendirian di ruang tamu.
"Aku sedang menunggu mas Alex ma," jawab Claudia.
"Apa?" teriak Angelina yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
"Apa kamu sudah bertemu dengan Alex?" tanya Angelina dengan penasaran.
"Sudah ma," jawab Claudia dengan singkat.
"Kapan kamu bertemu dengan Alex?" tanya Angelina dengan penasaran.
"Tadi mas Alex datang ke Mansion ini. Saat mas Alex ingin mendekati aku, aku langsung mencegah dia karena aku sangat takut berdekatan dengan mas Alex dengan penampilan nya yang sangat mirip dengan preman pasar," jelas Claudia.
"Apa kamu mengusir Alex dari sini?" Angelina sangat takut jika menantunya sampai mengusir anaknya dari sini. Jika sampai itu terjadi takutnya anaknya malah membenci menantunya gara-gara tidak terima karena di usir dari Mansion orang tuanya sendiri.
"Aku tidak mengusir mas Alex ma. Tapi aku menyuruh mas Alex pergi ke salon untuk merapikan penampilan nya agar terlihat tampan seperti dulu lagi," jelas Claudia dengan wajah tanpa dosa.
"Apa?" teriak Angelina yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
"Kenapa mama selalu teriak sih? Bagaimana kalau jika aku menjadi tuli gara-gara mama?" Tanya Claudia dengan kesal.
"Apa jawaban Alex saat kamu menyuruh dia pergi ke salon?" tanya Angelina dengan penasaran tanpa peduli dengan omelan menantunya.
"Mas Alex hanya menjawab iya, setelah itu dia langsung pergi hingga sampai sekarang belum juga kembali. Aku tidak yakin jika mas Alex akan pergi ke tempat itu, karena dia sangat benci tempat seperti itu," ujar Claudia yang merasa ragu jika suaminya pergi ke tempat itu.
Mendengar perkataan Claudia membuat Angelina menahan tawanya agar tidak keluar. Dia sangat yakin anaknya pasti mendengarkan perkataan menantunya apalagi anaknya sangat mencintai Claudia apapun yang di perintahkan Claudia pasti akan di turuti oleh anaknya.
"Kita tunggu saja dia di sini, mama sangat yakin sebentar lagi dia akan kembali ke sini," ujar Angelina seraya menenangkan menantunya.
"Iya, ma," jawab Claudia dengan singkat.
"Aku tidak menyangka anak aku yang terkenal licik dan kejam malah menjadi bucin seperti ini. Dia bahkan rela datang ke tempat yang paling dia benci hanya ingin membuat istrinya bahagia. Sekarang aku sangat yakin anak ku benar-benar sangat mencintai Claudia, bukti nya dia rela melakukan apapun yang di perintahkan oleh Claudia," batin Angelina.
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿