One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Hamil Anak Ke Dua )


__ADS_3

Di Mansion Alexander Lemos


Suasana bahagia sedang menyelimuti keluarga Alexander Lemos. Bagaimana tidak, di usianya yang menginjak 31 tahun dia sekarang sudah menjadi seorang ayah dari dua orang anak.


"Apa benar kamu hamil lagi Clau?" tanya Angelina dengan antusias saat mengetahui kalau menantunya hamil lagi.


"Iya, ma," jawab Claudia dengan senyum bahagia.


"Ara... sekarang kamu sudah menjadi seorang kakak. Kamu senang kan memiliki adik bayi?" tanya Angelina dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa mommy sama daddy halus memiliki anak lagi? Apa Ala saja ndak cukup buat kalian, sampai daddy dan mommy halus puna anak lain? Ala benci sama adik bayi dan Ala juga benci sama kalian semua," ujar Ara seraya lari dari sana.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka semua terkejut dan juga shock. Sungguh, mereka tidak pernah berpikir kalau Ara akan membenci mereka saat tahu kalau ibunya memiliki anak lain.


"Bagaimana ini mas? Sepertinya Ara tidak suka kita memberikan dia adik. Cepat mas Alex bujuk Ara agar dia mau menerima adiknya dan tidak lagi membenci kita," ujar Claudia dengan perasaan cemas.


"Kamu tenang dulu sayang. Ingat, apa kata dokter kamu tidak boleh stress itu akan mengakibatkan keguguran. Masalah Ara, biar mas yang membujuk dia nanti," ujar Alex seraya menenangkan istrinya.


"Iya, mas harus bisa membujuk Ara agar mau menerima adiknya ini," ujar Claudia.


"Iya sayang! Aku janji akan membujuk Ara agar mau menerima adiknya ini," ujar Alex seraya memeluk istrinya dengan sayang.


"Lex... Apa saat kalian membuat adik buat Ara kalian tidak meminta izin dulu darinya?" tanya David dengan wajah polos.


Bug


"Awwwsstt... Sakit!" Kenapa mama pukul papa? Emangnya apa kesalahan papa?" tanya David dengan wajah polos.


"Kenapa papa bertanya seperti itu sama Alex? Apa setiap kita melakukan hubungan suami istri harus meminta izin dulu sama Ara? Sekarang mama tanyakan sama papa. Apa selama papa melakukan itu dengan mama. Apa pernah papa meminta izin dari Alex?" tanya Angelina yang kesal dengan kelakuan suaminya.


Mendengar perkataan Istrinya membuat David terdiam. Dia baru sadar kalau dia salah bicara. Pantas saja istrinya marah padanya ternyata dia salah dalam berucap hingga membuat istrinya marah padanya.


"Sebenarnya Ara pernah bilang kalau dia tidak mau memiliki adik bayi karena dia menganggap jika ada adik maka orang tuanya tidak akan sayang lagi sama dia. Itu sebabnya dia tidak mau jika kami memiliki anak lain selain dia," sahut Claudia.


"Siapa yang memberitahukan pada Ara kalau kalian memiliki anak lagi maka kalian tidak akan sayang lagi padanya?" tanya David dengan penasaran.


"Dia anak dari tetangga kami yang ada di negara London pa. Jika bukan karena hasutan anak itu, mungkin Ara tidak akan punya pemikiran seperti ini. Tapi untuk memarahi anak itu juga tidak mungkin, karena anak itu juga masih kecil bedanya anak itu lebih besar dari pada Ara. Mungkin saja anak itu mengalami seperti yang dia katakan itu. Itu sebabnya dia mengatakan pada Ara agar Ara tidak mengalami seperti yang dia alami." Jelas Claudia.

__ADS_1


"Wajar saja Ara marah pada kalian. Karena dia takut apa yang di alami oleh anak itu akan di alami oleh Ara juga. Sekarang kita harus bisa membujuk Ara, kalau apa yang dia takutkan itu tidak akan pernah terjadi padanya. Kita harus bisa menyakinkan dia walaupun kalian ada anak lain lagi kasih sayang untuk Ara tetap ada," ujar Angelina.


"Iya, ma. Biarkan aku yang membujuk Ara nanti agar mau menerima adiknya ini," sahut Alex.


"Iya, Lex... Kamu harus menjelaskan pada Ara supaya dia tidak salah paham lagi pada kalian," ujar Angelina.


"Iya, ma. Itu sudah pasti," ujar Alex.


β€’


β€’


β€’


Di Rumah Claudia


πŸ“ž "Hallo... Ada apa Clau?" tanya Ariana dengan penasaran.


πŸ“ž "Ma... aku mau kasih tahu, kalau sekarang aku lagi hamil anak kedua," ujar Claudia dengan wajah sendu.


πŸ“ž "Selamat sayang. Mama senang banget dengarnya. Tapi, kenapa suara kamu seperti orang yang habis menangis? Apa suami kamu tidak menerima bayi kamu sehingga kamu menangis seperti itu?" tanya Ariana dengan wajah kesal.


πŸ“ž "Bukan mas Alex yang tidak suka saat tahu aku sedang hamil. Tapi, Arrabella cucu kesayangan mama. Dia sekarang malah benci pada kami saat tahu, aku sedang hamil lagi. Tolong mama datang ke sini, dan bujuk Ara agar dia mau menerima adiknya ini dan mau memaafkan kami," ujar Claudia.


πŸ“ž "Terima kasih," ujar Claudia.


πŸ“ž "Sama-sama," jawab Ariana seraya mematikan smartphone nya.


"Siapa yang hubungi mama tadi?" tanya Alice dengan penasaran.


"Dia Claudia adik kamu," ujar Ariana.


"Dia bilang apa sama mama?" tanya Alice dengan penasaran.


"Dia bilang kalau saat ini sedang hamil anak kedua," ujar Ariana.


"Oh ya ampun. Sekarang aku akan memiliki keponakan baru. Tapi, kenapa mama keliatan tidak senang? Apa ada masalah dengan kandungan Claudia?" tanya Alice dengan wajah panik.


"Kandungan dia baik-baik saja," ujar Ariana.

__ADS_1


"Jika kandungan dia baik-baik saja, kenapa mama keliatan sedih seperti ini?" tanya Alice dengan kening mengkerut.


"Masalahnya ada pada Ara. Sekarang dia sedang marah dan membenci orang tuanya gara-gara di beritahu kalau dia akan mendapatkan adik.


"Itu sebabnya Claudia menyuruh mama datang ke mansion nya untuk membujuk Ara agar mau menerima adiknya itu. Mama khawatir jika Ara tidak mau memaafkan orang tuanya. Ini akan berakibat pada kandungan Claudia. Karena wanita hamil tidak boleh capek apalagi stres. Jika sampai itu terjadi bisa mengakibatkan keguguran," ujar Ariana.


"Oh ya ampun. Kenapa ratu drama itu selalu saja berulah. Aku tahu, kenapa Ara tidak mau menerima adiknya itu. Pasti dia takut mendapatkan saingan. Aku sangat yakin kalau dia takut harta orang tuanya di bagi pada adiknya itu. Bukanya selama ini Ara ingin menguasai seluruh harta orang tuanya hanya untuk dia sendiri," ujar Alice.


"Kamu ini selalu berburuk sangka sama Ara. Mama yakin, pasti bukan karna itu Ara marah pada orang tuanya. Bisa saja dia marah dan tidak mau menerima adiknya karena takut orang tuanya tidak sayang lain padanya," ujar Ariana.


"Mama seperti tidak tahu sifat Ara saja. Aku sangat yakin kalau itu alasan Ara tidak mau menerima adiknya itu. Jika mama tidak percaya kita lihat saja besok," ujar Alice.


"Apa benar alasan Ara membenci orang tuanya gara-gara takut harta orang tuanya terbagi pada adiknya? Aku rasa tidak mungkin Ara memiliki pemikiran ke sana," batin Ariana.


"Apa besok kamu mau ikut mama pergi ke mansion Claudia?" tanya Ariana.


"Pasti ikut lah ma. Sudah lama aku tidak main ke mansion Claudia. Aku sudah kangen banget sama mereka," ujar Alice.


"Jika kangen kenapa kamu tidak pergi ke sana? Apa karena kamu masih takut bertemu dengan Alex?" tanya Ariana.


"Iya ma. Aku juga takut bertemu dengan Ara, mama tahu sendiri kalau selama ini aku sama Ara selalu bertengkar. Itu sebabnya aku malas pergi ke sana, apalagi ada suami Claudia yang terkenal kejam itu bikin aku takut saja," ujar Alice.


"Itu salah kamu sendiri yang selalu mencari masalah dengan dia. Jika saja kamu bisa menutup mulut kamu itu, maka Ara tidak akan membenci sama kamu. Ingat, besok kamu harus bisa mengontrol emosi kamu jangan sampai Ara tambah marah pada kita gara-gara mulut kamu yang tidak bisa diam itu," ujar Ariana.


"Aku janji. Apapun yang terjadi di sana aku akan tutup mulut," ujar Alice.


"Kita lihat saja besok apa kamu bisa tutup mulut apa tidak. Jika sampai kamu bertengkar dengan Ara mama tidak mau membela kamu. Jadi, apapun yang terjadi kamu tanggung sendiri akibatnya," ujar Ariana.


"Aku yakin nggak akan bertengkar dengan Ara," ujar Alice dengan penuh keyakinan.


"Semoga saja apa yang kamu katakan itu terjadi. Kalau begitu mama mau ke kamar dulu," ujar Ariana.


"Iya, ma. Aku juga mau ke kamar juga," ujar Alice seraya pergi dari sana.


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Bersambung....


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2